IceCream

IceCream
7:)Warna Rambut (2)



BRAAKK!


"Liza kamu gila ya? kenapa warna rambut kamu jadi gini?!"


Ucap Bu lia sambil menggebrak meja


"Kata Bu lia kemarin suruh ganti warna rambut, ya saya sebagai murit teladan, pintar dan cantik, nurut aja"


Ucap liza


"Ya tapi warna rambut kamu gak harus gini juga!!"


Ucap Bu lia



"Ada yang salah dari warna rambut gue?"


Tanya liza dalam batin


"Kemarin kan Bu lia bilang gini 'Kenapa gak sekalian aja dua warna kamu gabung' Bu lia kan bilang gitu. Saya gak pikun loh bu"


Ucap liza


"Ya bukan sebelah biru sebelah pink gituuuu!"


Ucap Bu lia yang sangat ingin meremas muka liza


"Jadi saya salah lagi bu? hah~ iya bu besok saya ganti"


Ucap liza pasrah, lalu keluar dari ruang BK


#####


"Gimana? seru dengerin ceramahnya?"


Ucap sisca saat liza baru saja masuk kekelas


"Seru banget"


Ucap liza dengan nada lesu


"Kekantin yuuk, sambil bahas yang kemarin"


Ucap kayla sambil menarik tangan liza dan sisca


"Bu saya mie ayam satu porsi, minumnya es teh"


Ucap kayla setelah duduk disalah satu kursi


Hah~ es teh membuat liza teringat zio. Rasanya liza sangat ingin menyumpal mulut zio dengan gula


"Saya pesen bakso sama es teh"


Ucap sisca


Braak!


"Kenapa pada pesen es teh sih?! gak ada yang lain apa?!"


Ucap liza sambil menggebrak meja


"Suka-suka kita lah"


Ucap sisca


"Buk! saya pesen jantungnya zio, hatinya zio, ginjalnya zio, darahnya zio, matanya zio, sama harga dirinya zio!!!"


Ucap liza menggebu- gebu


Sisca, kayla dan ibu kantin saling menatap


"Emm, saya gak jual itu semua. Tapi kalo neng liza mau, neng liza bisa jadi istrinya den zio"


Ucap ibu kantin


"Walaupun bereinkarnasi 17× pun gue gak bakalan mau jadi istrinya zio!!"


Ucap liza dengan lantang


"Kalo lo sampek nikah sama zio gimana?"


Tanya sisca


"Gue bakalan lahirin 17 anak buat dia!!"


Ucap liza lantang dan penuh keyakinan


JEDERRR!!!!


Suara petir disiang hari yang sangat cerah


"Berarti kalo lo bereinkarnasi yang ke18× lo mau jadi istri gue dong"


Ucap zio yang tiba-tiba datang


"Lo ngapain kesini?!"


Tanya liza


"Bukan urusan lo"


Ucap zio berjalan kearah meja liza


"Lo ngapain jalan kearah gue?!"


Tanya liza


"PD amat lo"


Zio memang berjalan kearah meja liza tapi bukan untuk bertemu liza melainkan—


"Pesanan pak Radin ada?"


Tanya zio pada ibu kantin


"Ada, bentar saya ambilin dulu"


Ucap ibu kantin lalu pergi


Pak radin adalah kepala sekolah dan juga papa zio


"Reyhan mana?"


Tanya kayla


"Gtw"


Ucap zio cuek


"Apa lo liat-liat?!"


Ucap liza


"Mata gue terserah gue"


Ucap zio


Plaakkk!


Liza memukul kepala zio


"Apaan sih lo!"


Ucap zio sambil memegangi kepalanya


"Tangan gue terserah gue"


Ucap liza cuek


Zio duduk disebelah liza


"Ngapain lo duduk disebelah gue?!"


Tanya liza


"Terserah gue lah!"


Ucap zio


"Jauh-jauh sana!"


Ucap liza sedikit bergeser karena tubuhnya dan zio sangat berdempetan


"G"


Ucap zio lalu menggeser tubuhnya mendekat liza


"Apa sih lo! gak usah deket-deket gue!"


Ucap liza lalu mengeser tubuhnya lagi


"Suka-suka gue"


Ucap zio lalu menggeser tubuhnya mendekati liza lagi


"Apa sih-"


Brakk!


Liza terjatuh dari kursinya saat akan menggeser lagi karena posisi tubuhnya sudah berada diujung kursi


"Pergi lo biji salaaakkk!!!!"


Ucap liza sangat keras


Zio tersenyum penuh kemenangan


"Ini pesanannya"


Ucap ibu kantin sambil menyodorkan sebuah kantong kresek yang entah didalamnya apa


"Saya pergi dulu bu"


"Loh, kenapa duduk dilantai?"


Ucap ibu kantin pada liza


"Gapapa buk"


Ucap liza lalu berdiri dan duduk ditempat semula


"Kalo gitu saya pergi dulu ya"


Ucap ibu kantin lalu pergi


"Oke! jadi siapa yang mau cerita dulu?"


Tanya sisca


"Emm, Gue dulu aja"


Ucap kayla


"Oke, habis kayla gue terus liza"


Ucap sisca yang disetujui oleh liza


"Jadi gue benci sama reyhan itu karena dia setiap hari dateng kerumah gue. Jadi abang gue itu temenan sama reyhan sejak kecil dan reyhan udah dianggap anak sendiri sama orang tua gue, jadi reyhan bebas keluar masuk rumah gue bahkan reyhan gak sungkan masuk kamar gue dan reyhan selalu berantakin kamar gue! mangkanya gue males liat dia!!"


Ucap kayla


"Lo tadi kan nyariin dia"


Ucap liza


"Iya lo tadi nanyain reyhan kezio"


Ucap sisca


"Gue mau minta tanggung jawab dia!"


Ucap kayla


"Kenapa?!!!"


Ucap liza dan sisca bersamaan


"Lo jangan mikir yang aneh-aneh duluuu! kemarin tuh bantal sama guling gue dirobek sama dia"


Ucap kayla


Liza dan sisca hanya menganggukan kepala mereka


"Sekarang gantian sisca!"


Ucap kayla


"Jadi gue tuh mantannya abi"


Ucap sisca santai


"Apa?!!!"


Ucap liza dan kayla bersamaan


"Gue pacaran sama dia kelas 8 waktu SMP dan putusnya waktu kelas 9 semester 2"


Ucap sisca


"Kenapa?"


Tanya liza


"Gatau. Alasannya gak jelas"


Ucap sisca


"Ya gak jelasnya gimanaaa?!"


Tanya kayla penuh rasa penasaran


Sisca mengambil nafas dalam lalu menghembuskannya dengan kasar


"Katanya masih kecil gaboleh pacaran"


Ucap sisca


Liza dan kayla saling menatap, menahan tawa


"Ketawa aja gapapa"


Ucap sisca


"Hahahahahaha!!!"


Liza dan kayla tertawa lepas dan yang paling keras adalah kayla


"Gantian liza"


Ucap sisca memfokuskan pendengaran keliza. Sisca sangat penasaran kenapa liza dan zio bisa bermusuhan


"Gue musuhan sama zio sejak TK"


Ucap liza. Sisca dan kayla melebarkan mata, tidak percaya


"Gue udah kenal zio sejak lama karena orang tua kita temenan"


Ucap liza menjelaskan


"Terus kenapa lo benci sama zio?"


Tanya sisca


"Dia gak pernah mau ngalah sama gue"


Ucap liza


"Terus?!"


Tanya kayla dan sisca


"Yaudah"


Ucap liza santai


"Sia-sia gue dengerin cerita lo"


Ucap sisca


"Udahlah, bubar, gak seru!"


Ucap kayla lalu pergi bersama sisca


"Dimana letak kesalahan gue?"


Tanya liza dalam batin


"Jangan lupa, besok ganti warna rambut kamu!"


Ucap Bu lia yang tiba-tiba datang


Aishh! liza malas membahas masalah rambutnya


Liza berdiri lalu berjalan menuju kelasnya


"Eh liza!"


Ucap siswa perempuan saat liza melewati koridor


"Apa?"


Tanya liza


"Tadi kata Bu lia titip pesen, katanya jangan lupa, besok ganti warna rambut kamu!


Ucap siswa tersebut


Aishh liza pasti sedang diteror oleh Bu lia


Liza melanjutkan langkahnya


"Liza!!"


Liza menoleh kearah tukang kebun yang sedang memanggilnya


"Kenapa pak?"


Tanya liza


"Kata Bu lia, jangan lupa besok ganti warna rambut kamu"


Ucap tukang kebun itu


Liza tidak perduli lalu melanjutkan langkahnya.


"Ehh, lizaa!"


Panggil siswa yang tidak dikenalnya


"Apa? ganti warna rambut gue? iya, besok gue ganti!!"


Ucap liza


Haiss! kenapa hari ini sangat menyebalkan. Liza kembali berjalan dan mempercepat langkahnya


Hah~ akirnya liza sampai di depan pintu kelasnya


"Jangan lupa besok ganti warna rambut kamu"


Ucap seluruh penghuni kelas secara bersamaan


___________________


KALO SUKA LIKE:)