
"Woy dek! lu gila ya?!"
Ucap alan
Liza berjalan menuruni tangga lalu menuju meja makan
"Gue sehat kok"
Ucap liza lalu duduk didepan alan
"Rambut lo aneh nyett!"
Ucap alan
"Ini tuh namanya fashion!"
Ucap liza sambil memegangi rambutnya
Liza mengamati makanan yang ada dimeja. Makanan ini lebih wajar kalo dimakan ayam
"Kalo emak lo sampek tau, bisa dibotakin rambut lo!"
Ucap alan
"Mangkanya jangan dikasih tau. Udah gue berangkat dulu!"
Ucap liza, bangkit dari duduknya lalu mengambil tasnya
Tok tok!
"Bukain dek!"
Liza berjalan kepintu utama, lalu—
"Biji salak?! ngapain lo?!!"
Tanya liza saat pintu sudah terbuka
"Jemput lo"
Ucap zio dingin
"Maksut—"
Ucapan liza terpotong
"Gue yang suruh dia. Udah cepet berangkat!"
Ucap alan yang tiba-tiba datang
"Ogah! mending gue naik ojek online!"
Ucap liza
"Oke! tapi gue gak bakalan kasih lo duit lagi!"
Ucap alan dingin
Liza diam, bingung harus berbicara apa
"Cepet berangkat! oh iya, zio! kalau adek gue kenapa-napa, gue blender jantung lo!"
Ucap alan dingin
"Abang gue serem cooyy!"
Batin liza
Liza naik kemotor zio dengan sangat susah payah jangan sampai rok liza terbuka sedikitpun!
"Jangan kebanyakan ngerem! kalo ngegas jangan terlalu kenceng! jangan MODUS!!"
Ucap alan tajam
Zio menjalankan motornya dengan sangat pelan
Aishh berapa lama lagi liza dan zio akan sampai disekolah?!
Plaakk!!
"Kalo bawa motor kencengan dikit napa?!"
Ucap liza
Untung zio memakai helm, kalo tidak kepalanya bisa amnesia mendadak
"Jangan kebanyakan ngerem! kalo ngegas jangan terlalu kenceng! jangan MODUS!!"
Ucap zio, mengulang perkataan alan
"Turun lo!"
"Lo mau ngapain?!"
Tanya zio
Zio memberhentikan motornya lalu turun dari motor
"Gue yang nyetir!"
Ucap liza lalu menaiki motor zio
Deg!
Zio masih sayang nyawa!!
Zio naik kemotor lalu liza menjalankan motor zio dengan kecepatan diatas rata-rata
"Woiii! lo jangan ngawur!"
Ucap zio dengan kencang
Untung jalanan ini lumayan sepi, jadi liza bisa ngebut
Yang difikirkan liza saat ini adalah semoga dia cepat sampai sekolah! liza sangat malas dengan zio, sedangkan yang difikirkan zio adalah nyawanya
Semoga saja liza tidak jatuh, terluka atau apapun itu, karena kalau liza sampai kenapa-napa, itu akan menjadi masalah bagi jantung zio
Tunggu!
Mata liza menatap sebuah cafe ice cream langganannya dan sebuah tulisan besar... emmm mata liza masih tidak jelas
Rasa baru!!!
Itu tulisannya
Dengan tidak sabaran tangan liza semakin menarik gas motor zio
CKIIIITTTZzzz...
Liza mengerem mendadak, membuat tubuh zio sangat dekat dengan liza hingga tubuh liza terdorong kedepan dan jangan lupa tangan zio yang memegang perut liza sangat erat
"Perut gue mau ancur coyy!"
Batin liza
"Adek lu yang modus bang!!"
Batin zio
"Apa sih lo?! jauh-jauh sana!!"
Ucap liza
"Lo yang apaan! bukannya sekolah ini malah jajan!!"
Ucap zio
"Biarin!"
Ucap liza, melangkah masuk sedalam cafe langganannya, lalu memesan ice cream rasa baru itu. Liza tidak memesan satu tapi tujuh
"Zio, kalo lo mau kesekolah duluan aja"
Ucap liza sambil memakan ice cream yang dipesannya
Zio menghembuskan nafas secara kasar
Kalo seumpama zio menginggalkan liza dan ternyata liza tidak kesekolah alias bolos, apa kabar dengan jantung zio
"Gak"
Ucap zio datar
Sudah sepuluh menit berlalu dan ice cream liza masih tersisa lima
"Gue ketoilet dulu!"
Zio berjalan menuju toilet entah zio tau atau tidak dimana letak toiletnya
"Gue yang makan dia yang buang ampas"
Batin liza
Oh iya! kenapa kakak liza bisa menyuruh zio mengantarnya kesekolah? Hemm, alan harus menjelaskannya nanti
"Eneng sendirian aja!"
Ucap cowok yang memakai baju sma tetapi bukan berasal dari sekolah liza
"Lo jelek pergi sana!"
Ucao liza judes
"Jelek? haha kalo gue jelek gak mungkin gue punya 1538 mantan!"
Ucapnya
"Lo pelet paling!"
Ucap liza cuek
Tanyanya
"Lo aja gak ngasih tau nama lo, ngapain gue kasih tau nama gue!"
Ucap liza masih sibuk dengan ice creamnya
"Gue leo dari SMA Garuda. lo?"
Ucap leo
"Gue...gak mau kasih tau nama gue!"
Ucap liza masih sibuk dengan ice creamnya yang tersisa empat gelas
"Nama lo Aliza Claura"
Ucap leo setelah melihat name tag liza
Liza mengangkat kepalanya menatap leo dengan tajam
"Bodo amat dah! zio lebih ganteng!"
Batin liza
"Eh, gue tadi ngomong apa? bodo amatlah!"
Batin liza
"Ngapain lo ngelihatin gue?"
Tanya leo
"Lo... jelek!"
Ucap liza lalu melanjutkan memakan ice cream
"Lo suka makan ice cream ya? nyokap gue punya toko ice cream, lo mau kesana gue anter deh!"
Ucap leo
"G!"
Ucap liza cuek
"Udahlah, gue jamin lo pasti suka!"
Ucap leo sambil menarik tangan liza
Buaghh!
Leo mendapatkan tojokan dipelipisnya dan pelakunya...
Zio!
"Gak usah pegang liza!"
Ucap zio sangat tajam
"Dia siapa lo?! lo pergi sana!"
Ucap leo mendorong bahu zio
"Lo yang pergi!!"
Zio mendorong bahu leo hingga leo mundur beberapa langkah
"Ayo pergi! gue beliin ice cream sepuas lo!"
Ucap lizo lalu menarik tangan liza pergi dari toko itu
"Katanya dia yang pergi! tapi kok kita yang pergi?! dasar biji salak!"
Batin liza
"Gue beliin ice cream sepuasnya sampek lo mules!"
Batin zio
###
"Lo jangan deket-deket sama dia!"
Ucap zio saat liza dan zio sedang berada diparkiran
"Kenapa lo cemburu??"
Ucap liza berniat menggoda zio
"IYA!"
Ucap zio lalu pergi
Deg!
"Ada benda tak kasat mata yang nusuk jantung gue jirr!"
Batin liza
Priitttt priiiitttttttt!!!
Suara peluit itu membuat langkah zio terhenti
"Zio liza ini sudah jam berapaaaaaa??"
Ucap Bu lia
Zio melihat jam yang berada ditangannya
!
08:49!!
Hah~ liza dan zio akan mendapat hukuman apa??
"LIZA!!!"
Teriak Bu lia
"Kalem dong bu!"
Ucap liza yang kaget
"Lihat warna rambut kamu!!"
Ucap Bu lia
Liza mengusap rambutnya dengan bangga
"Gimana? bagus kan?!"
Ucap liza dengan bangga
"Sangat bagus sampai tangan saya pingen botakin!"
Ucao Bu lia
"Setelah pulang sekolah zio bersihkan gudang dan liza bersihkan gudang dan toilet!"
Ucap Bu lia
"Toilet? hah? toilet? apa? toilet?"
Bain liza
"Bu! saya mau hukuman saya disamakan saja dengan liza"
Ucap zio
"Kesambet apaan nih bocahh?!!"
Batin liza
"Yasudah zio dan liza bersihkan gudang dan toilet guru!"
Ucap Bu lia, lalu pergi
"Toilet guru, yang makek guru, yang bersihin siswa, mantap sekaleee!!"
Batin liza
"Rambut lo cantik"
Ucap zio tiba-tiba
Oh tidaaak pipi liza terasa panas!
"Tapi... wajah lo jelek!"
Ucap zio yang membuat seluruh wajah liza merah menahan marah
"Ngaca!! lo juga jelek!!"
Ucap liza
"Gue sama cowok tadi gantengan siapa?"
Tanya zio
"Gantengan bapak gue!"
Ucap liza lalu pergi
____________________
KALO SUKA LIKE YA
:)