IceCream

IceCream
35:'(Lapeeer!



"Emaaaaakkk!!! Laper maaakk!!" Liza berjalan jalan tidak terarah dikelas sambil memukulkan botol minumnya kesiapa saja yang berada didekatnya


"Pokoknya gue mau makan somay! bakso! dan kawan-kawannya!!"


Teman-teman Liza hanya menggelengkan keplanya dan ada juga yang malah merekam lalu memviralkannya


Setan emang


"Za! Tadi bakso dikantin enak banget! Hadehh gue aja habis lima porsi!" Dion mengusap perutnya


"Tadi somaynya juga enak banget! Dan sekarang lagi ada diskon!" Ucap Liham


"Iya mumpung lagi dikson gue beli lima porsi" Ucap Putra


"Gak cuma itu aja. Tadi malah Bang Viro dengan senang hati mau foto sama murit-murit! Seneng banget gue!" Sisca memikirkan kajadian saat dia berfoto dengan bang viro


"Eh iya! Memori HP gue dipenuhi foto gue sama bang Viro!" Kayla mengamati foto-foto diHPnya sambil tersenyum


Liza menundukkan kepalanya


"Oh iya!" Liza menepuk jidatnya lalu mengambil HPnya dan menelepone ibunya


"Emaaakk!!" Ucap Liza begitu telepone tersambung


"Apa?"


"Anakmu laper ma! Kirimin makanan dong!"


"Gak bisa. Zio udah suruh mama buat gak ngasih kamu kiriman makan selama disekolah. Jadi kamu diet aja ya. Biar menghemat menghemat uang mama. Kamu makannya kalo udah pulang aja. Udah dulu ya, mama mau lanjutin nonton drakor"


Astagfirullah emak gue


Liza menghembuskan nafas pasrah


Tok tok!


Seketika seluruh penghuni kelas menatap seorang adik kelas yang tersenyum kaku dipintu


"Apa? Gue gak mau jadi pacar lo!" Ucap Dion dengan pedenya. Sisca, Kayla dan Mila kompak melempar gumpalan kertas kearah kepala Dion tapi milik Sisca meleset kearah mulut Dion


"Ups! Maaf! Eh siapa tau mulut lo malah makin bener kan! Gak jadi minta maaf deh!"


"Apa? Lo mau nembak Dion?" Tanya putra pada adek kelas yang masih berdiri kaku dipintu


"Enggak" Adek kelas itu menggeleng sambil menatap Dion


"Terus?"


"Itu. Kak Liza" Tatapan adek kelas itu mengarah keLiza yang sedang menggila dengan memukulkan botol airnya kepapan tulis sambil menyumpah serapahi zio


"Lizak! Dicari noh! Denger gak sih? Budek ya" Ucap Putra, tak lama kemudian botol Liza melayang mengenai kepala Putra


"Nama gue Liza! Gak pake 'K'!" Liza melangkah menuju adek kelas yang masih berdiri sambil menunduk


"Sensi amat sih" Purta mengusap kepalanya


"Apa?"


"Ini" Dia menyerahkan kotak bekal pada Liza


"Ini dari mama gue ya?"


Adek kelas itu menggeleng "Itu dari kakak cowok yang didepan gerbang sekolah tadi"


Kakak cowok?


Liza mengarahkan bola matanya keatas. Berpikir. Tiba-tiba satu pertanyaan muncul dibenak Liza


"Ganteng gak?"


Gadis didepan Liza mengangguk dengan mantap sambil tersenyum lugu


Hemm, cowok didepan gerbang sudah pasti bukan anak sekolah sini dan ditambah lagi dia ganteng. Oke pastinya dia—


"Itu pasti pacar gue!" Ucap Liza yang dihadiahi lemparan bolpen oleh Mila


"Lo gak punya pacar dasar kentank!"


"Saking lapernya otak Liza jadi tambah miring tambah anjlok!" Ucap Dion membuat seluruh murit (Kecuali Liza) tertawa


"Engg. Aku balik kekelas dulu ya kak"


Tanpa disetujui, adek kelas itu pergi dengan setengah berlari


Liza membolak balik kotak bekal berwarna kuning ditangannya. Liza menemukan selembar kertas kecil menempel dibawah kotak bekal


"Ada surat!" Liza menoleh pada teman-teman sekelasnya


"Bacain dong!"


"Yang kenceng"


Liza mengambil nafas panjang, bersiap untuk membaca dengan sekeras mungkin


"DIMAKAN JANGAN DIBUANG! DIRASAIN JANGAN LANGSUNG DITELEN! DARI CALON SWAMIH TERCYINTAH!"


Setelah membaca tulisan itu, Liza langsung meremas kertasnya dan membuang kesembarang arah


"Najes!" Liza berjalan kearah bangkunya


Laperr! Tanpa berpikir panjang lagi, Liza membuka kotak bekal itu dan mulai menata makanannya diatas sendok


"LIZA!"


Liza dan seluruh murit menatap Zio yang mulai berjalan kearah Liza


Liza menoleh dengan posisi hampir memakan makanan yang sudah tersusun rapi disendok


"Apa?!" Liza meletakkan sendoknya


"Lo tuh gak boleh makan makanan dikantin! Inget! Lo masih dihukum!"


Liza mengangkat satu alisnya, bersandar disandaran kursi lalu menyilangkan tangan didepan dada


"Ini bukan makanan dari kantin"


"Terus? Dari mama lo?"


"Heh! Lo yang gak bolehin emak gue ngirim makanan ke gue! Ya gimana dia bisa ngasih gue makanan?! Lo nyuap emak gue pake apaan sih?!"


Dasar emak-emak


Liza memutar bola matanya dan memakan makanan yang masih tertata rapi


"Jangan dimakan, itu udah basi!"


Bodo amat


"Muntahin!"


Liza mengambil tangan Zio lalu memuntahkan makanannya ditelapak tangan Zio lalu Liza kembali menyendokkan makanan baru dan menelannya


"Jorok banget sih lo!"


Liza tidak peduli. Dia terus memakan dengan lahap semetara Zio memandang Liza dengan dongkol


Zio mengambil tisue yang tergeletak dimeja sebelah. Zio mebersihkan tangannya sambil melihat Liza makan dengan lahapnya


Zio meraih tangan Liza membuat pergerakan tangan Liza terhenti


"Ini makanan udah basi!"


Liza mengamati makanan yang masih segar dan masih tertata rapi


"Dari baunya ini masih seger kok"


"Itu udah kotor"


"Nggak tuh. Masih bersih tuh"


Zio menghela nafas "Itu dari Antares"


"Apa?!" Liza menatap Zio cepat


"Gapapa lah!" Liza melanjutkan makan


"Lo gak takut dimakanan itu ada peletnya?"


Liza diam tapi tak lama kemudian Liza menaikkan bahunya


"Bodo amat. Gue leper"


Zio menarik tangan Liza keluar dari kelas


"Kemana sih?!"


"Kantin"


"Lo teraktir?"


"Hm"


Mata Liza langsung berbinar. Liza berjalan mendahului Zio


###


"Bener lo traktir?" Tanya Liza memastikan


Zio mengengguk yakin


"Jangan nyesel loh" Ucap Liza membuat Zio mulai tidak yakin akan kelancaran uang saku seminggunya


Hampir semua jenis makanan dikantin sudah Liza pesan dan sekarang Liza dan Zio sedang menunggu pesanan Liza datang


"Zio! Gue ketoilet dulu" Liza segera melangkah mendahului Zio


Zio menggelengkan kepalanya. Belum makan apa-apa dah ada yang dikeluarin


###


Liza mengetuk-ngetuk mikrofon yang langsung terhubung kespeaker sekokah. Liza memastikan sudah nyala atau belum


Ketukan tangan Liza terdengar nyaring


Sebelum melakukan aksinya Liza berdoa Maafkan Liza ya Allah. Tolong lancarkanlah


Liza menarik nafas panjang


"MAKAN GRATIS GUYSSS!! JANGAN LEWATKAN KESEMPATAN MAKAN DIKANTIN GRATIS! SEMUA MAKANAN DIBAYAR OLEH ZIO! UTANG KALIAN DIKANTIN JUGA AKAN DITANGGUNG OLEH ZIO!!!"


Seketika semua murit keluar dari kelas. Mereka berlarian menuju kantin


Liza tersenyum puas melihat pemandangan disekelilingnya


"Liza"


Liza segera menoleh dan menapati pak Radin yang berdiri dibelakangnya


"Eh, iya pak"


"Nanti kalo Zio nyariin saya, bilang saya masih sibuk. Kalo Zio minta uang kesaya bilang kalo uangnya sibuk" Ucap pak radin lalu pergi


###


Dua jam setelah Zio meneraktir hampir seluruh murit sekolah


"Heh!" Zio menyenggol bahu Reyhan


"Paan zehh?!" Ucap Reyhan yang masih sibuk bermain game


"Pinjem duit"


###


________


LIKE:)


I♪


K♪


E♪