
"Tenang aja liza! Masalah abi biar gue yang urus!"
Kata sisca yang sedang duduk di bangku depan meja liza
"Kalo masalah reyhan biar gue yang urus!"
Kata kayla
"Terserah yang penting dua biji duren itu harus sengsara!"
Kata liza
"Eh, kok muka lo bau sih?!"
Kata kayla pada liza
"Ihhh, iya bauuu!"
Kata sisca
"Masa sih?"
Kata liza sambil mengusap-usap wajahnya
"Ini tapi bau apa ya?"
Tanya kayla
"DION! SINI!!!"
Panggil sisca pada dion yang sedang bermain game dibangku guru
"Bentaaarrr!"
Ucap dion
"kesini apa gue banting tuh HP!!"
Ucap sisca sambil menatap tajam kearah dion
Dion pun segera mematikan HPnya dan berjalan menuju tempat sisca
"Lo pasti tau kan bau apa yang ada diwajah liza?!!"
Ucap sisca
"Gue harus cium liza dulu, baru gue tau itu bau apa"
Ucap dion
"Kalo lo ngelakuin itu, gue pastiin besok lo gak bakal punya bibir!"
Ucap liza
"****** lo!"
Ucap sisca
"Becanda"
Ucap dion lalu mendekat kearah liza
"Jangan deket-deket! wajah lo jelek! entar gue ketularan!!"
Ucap liza sambil menjauhkan wajahnya
Kayla dan sisca tertawa terbahak-bahak,
sedangkan dion mengelus dadanya sambil berucap
"Sabar! orang sabar cepet dapet pacar!"
Ucap dion
"Udah! cepetan ini bau apaaaa??!!!"
Ucap liza sambil menatap tajam kearah dion
"Aelah! iya iya!"
Dion memejamkan matanya, berusaha berfikir
Braakk!
Dion menggebrak meja didepannya dimana liza sedang menenpelkan kepalanya dimeja itu
BBRRAAKKK!!!!
Liza yang kaget pun refleks berdiri dan menggebrak meja
"Mau mati lo?!!!!"
Liza menatap sangat tajam kearah dion
"Sabar... gue tau ini bau apa!"
Ucap dion
"Apaaaa? cepetan bilang! gak usah ngulur waktu!"
Ucap kayla
"Ini bau sambel pete sama ikan asin!"
Ucap dion
"Sisca! cepet bunuh abi!"
Ucap liza dingin dan tajam
Sisca langsung berdiri dari tempat duduknya dan pergi keluar kelas
Entah apa yang akan dilakukan sisca terhadap abi, liza tidak perduli, yang penting abi tau rasa! sengsara! dan tidak berani terhadap liza
"Dion! lo pergi! gue eneg liat wajah lo!"
Ucap liza dan dion pun langsung pergi
"Lo bawa sabun cuci muka gak?"
Tanya liza pada kayla
"Bawa"
kayla membuka tasnya dan mengambil sabun itu
"Oke. Sekarang ikut gue kekamar mandi!"
Ucap liza
Liza dan kayla berjalan menuju kamar mandi wanita. Liza dan kayla melewati kelas 11IPA1 KELAS ZIO! dan sialnya zio sedang duduk dikursi depan kelasnya
Aishhh liza belum bisa melupakan kejadian tadi. Semoga saja zio tidak memanggilnya! semoga zio tidak menyuruhnya berhenti! semoga zio mengabaikannya!
"Kayla!"
Ucap reyhan
Dasar bekicot satu ini! liza dan kayla berhenti
"Apa?!"
Tanya kayla
Aishh kenapa kayla tidak mengabaikannya! seharusnya mereka tetap berjalan!
Liza berbalik menatap reyhan dengan tatapan..... buas
"Liza, lo kenapa? lo... ada marah sama gue ya?"
Tanya reyhan. takut terhadap tatapan liza
"Diem apa mulut lo gue potong?!!!"
Ucap liza tajam
Reyhan menelan air liurnya dengan susah payah
"****** lo!"
Ucap kayla
"Liza lo punya dendam apa sih sama gu-"
Perkataan reyhan terpotong
"Kayla! ambilin gue pisau!"
Ucap liza
"Dengan senang hati"
Kayla berbalik hendak berjalan tapi-
"Eh kayla! kita temen kan?!"
Ucap reyhan
"Gue gak pernah anggap lo temen"
Ucap kayla
"Ehemm! liza baju lo...gimana?"
Tanya zio
...
liza masih diam, bingung akan menjawab apa
"Emm... baju gue? baju gue gapapa kok. kenapa lo peduli?"
Tanya liza
...
sekarang zio yang diam, kepalanya berpikir sangat keras.
"Gue kasihan aja sama lo. kalo baju lo basahkan jadi transparan. Emmm daleman lo kuning kan?!"
Ucap zio yang berhasil membuat darah liza naik kekepala
"Dasar bekicot!"
batin liza lalu langsung pergi tanpa berkata apa-apa
Setelah liza pergi, reyhan tertawa terbahak-bahak
Zio sangat pintar, karena bisa membuat liza marah sekaligus kehabisan kata-kata
"Lo suka sama kayla kan?!"
Ucap zio.
Reyhan seketika berhenti tertawa. Ya zio dapat dengan cepat memahami perasaan seseorang melewati postur tubuh atau perkataannya
Tapi zio tidak bisa memahami liza. liza itu... sangat menarik
Ketika liza marah, itu adalah kebahagiaan tersendiri bagi zio. Mungkin menurut zio saat liza marah itu terlihat lucu atau... imut
"Liza. perempuan yang sangat... aneh atau...ah gak tau lah bingung gue setiap diskripsiin liza"
Batin zio
"Woi lo ngelamunin apa?! Suka ya lu sama liza?!"
Ucap reyhan
"Najis!"
Ucap zio lalu melangkah masuk kedalam kelas
Liza dan kayla sudah sampai dikamar mandi wanita dan sejak tadi mulut kayla tidak berhenti bicara
"Tumben zio perhatian sama lo"
Ucap kayla
"Kerasukan paling"
Jawab liza cuek
"Eh, denger-denger zio gendong lo-"
"Kekelas yuk! kamar mandi banyak setannya. entar lo lagi yang kerasukan"
ucap liza
Liza dan kayla berjalan menuju kelas.
Liza berfikir, tadi cuma ada zio dan reyhan, lalu dimana abi?
"Sisca! lo ngapain?!
Tanya kayla pada sisca yang sedang asik mengepang rambutnya
Sekarang ini mereka sudah sampai dikelas
"Tenang aja, si abi udah gue urus"
Ucap sisca
"Gimana? cepet banget!"
Ucap kayla
Sisca mengambil nafas sedalam mungkin lalu mengeluarkannya dengan perlahan
"Jadi waktu abi keluar dari toilet cowok, gue guyur dia mekek air seember
"Air doang"
Ucap liza
"Tenang aja, gue siram dia makek air selokan ditambah sisa nasi dikantin dan gue tambahin pupuk organik"
Ucap sisca
"keren!"
Ucap kayla
liza tersenyum puas
Semua murit masuk kedalam kelas dan menduduki kursi masing-masing
"Kenapa pada masuk kelas?"
Tanya kayla
"Udah bel masuk. lo gak denger?"
Ucap mila
Sisca berdiri lalu menuju bangkunya yang jaraknya lumayan jauh dari liza dan kayla. sedangkan kayla memutar tubuhnya menghadap depan. Meja kayla berada didepan meja liza, dan kayla duduk dengan mila sedangkan liza duduk sendiri
Bu ratih yang mengajar pelajaran bahasa inggris, masuk kedalam kelas
"Cepat kumpulkan tugas kalian dimeja guru!!!"
Ucap bu ratih
Hening~
"Kenapa diam saja?!"
Tanya bu ratih
"Semalem keluarga saya mengadakan acara peringatan meninggalnya cemet yang ke 100hari"
Ucap liza
"Cemet? siapa dia?"
Tanya bu ratih
"Teman terbaik saya bu"
Ucap liza
Cemet adalah kucing kesayangan papa liza. sebenarnya namanya itu cemeng tapi liza tidak suka dengan nama itu
"Alasan kamu tidak masuk akal! sekarang kalian semua saya hukum lari keliling halaman sepuluh kali!"
Ucap bu ratih
Jdaarrrr!!
petir menyambar langit, lalu hujan turun dengan sangat deras
"Hujan gaezzz!"
"Ayo keluar!"
"Hujan-hujaaannn!!!!"
"Mantaapp!"
"Yeeyy!"
Semua murit keluar, menginggalkan bu ratih yang sedang menatap tidak percaya
Ya, beginilah kelakuan anak-anak kelas 11IPS3
Semua murit termasuk liza, tertawa dan berlarian dibawah derasnya hujan
"Gaezzz! ayo kita bikin permainan!"
Ucap sisca
Semuanya berkumpul kearah sisca
"Yang cowok polisi yang cewek maling"
Ucap sisca
Semua siswa setuju
"Oke! dari hitungan ketiga mulai ya!"
Ucap liza
Semuanya bersiap
"SATU! ENAM! EMPAT!-"
Liza mulai menghitung dengan tidak jelas
"Aelah bisa ngitung gak-"
Ucapan dion terpotong
"TIGA!!!"
Ucap liza. semua orang lari
Liza, kayla dan sisca lari bersamaan, mereka dikejar lima orang cowok
Liza tertawa hingga matanya membentuk eyes smile
"Yang paling cantik tuh liza ya?"
Tanya reyhan yang sedang berjalan keluar dari kantor guru
Zio pun menatap gerombolan murit yang sedang berlarian dibawah hujan
"Itu yang rambutnya paling ngelantur itu"
Ucap reyhan sambil menunjuk liza
Zio mengikuti arah telunjuk reyhan dan... Liza sedang menatapnya
Iya, liza menatap zio dengan senyuman dan eyes smail yang masih belum pudar
Waktu zio dan liza seketika berhenti, mereka saling menatap
Tapi tiba-tiba tangan liza ditarik oleh dion
Zio menatap tangan liza yang sedang dipegang oleh dion dengan tatapan...tidak suka
"Sisca udah gue tangkep, lo juga udah, sekarang kayla!"
Ucap dion setelah menarik tangan liza menuju gerombolan siswa yang sudah kalah
Dion mengejar kayla dengan seluruh tenaganya.
"Kayla!! gue capeekk! cepet kalah kek, lo"
Ucap dion yang masih berlari
"Gak mauuu! cepet kejar gue!"
Ucap kayla
Reyhan yang melihat itu seketika mukanya memerah dia menatap tajam kearah dion
"Ehemm! lo kenapa marah?"
Tanya zio
"Gue gak marah"
Jawab reyhan
"Lo kurang pinter buat bohongin gue"
Ucap zio lalu berjalan menuju kelasnya, reyhan pun juga berjalan mengikuti zio
TTEETTTT!!!
Bel berbunyi, murit kelas 11IPS3 segera masuk kekelas dengan keadaan basah kuyup. Mereka mengambil tas masing-masing lalu menuju gerbang
"Woi liza!"
Ucap zio yang sedang berjalan kearah liza
Liza menghembuskan nafas dengan kasar. Ada apa lagi kali ini
"Apaan?!"
Tanya liza
"Entar malem gue kerumah lo!"
Ucap zio
"Ngapain?!!"
Tanya liza
"Udahlah, sekarang lo pulang bareng gue!"
Ucap zio
"Gue udah ada yang jemput!"
Ucap liza
"Siapa?"
Tanya zio
"Manusia nomer dua yang paling gue benci!"
Setelah mengatakan itu, liza langsung pergi kearah orang yang sedang bersandar dipintu mobil berwarna hitam
Siapa lagi kalau bukan Aqlan Ghifari Angkasa, panggil saja Alan, kakak liza
"Hai Alizya Claura Angkasa! Adek gue terzeyeng"
Ucap Alan
"Bodo amat!"
Ucap liza, lalu naik kedalam mobil tersebut
"Dek! gue penasaran, kan nama lo Alizya kok lo dipanggil liza? kenapa gak ali aja?"
Tanya alan yang sibuk menyetir
"Bodo amat! setir yang bener! entar kalo kecelakaan terus gue mati, siapa yang bakalan bocorin ban motor lo!"
"Iya iya! gue bakal nyetir ati-ati kok! entar kalo gue mati siapa yang bakalan party dipemakaman lo!"
Ucap alan