
"Hai Bu guru BK~"
Liza, Sisca dan Kayla masuk satu persatu dan menuduki tiga kursi yang telah dipersiapkan
Didalam ruang Bk tidak hanya ada Bu lia, tapi ada enam guru bK lainnya
"Liza, Kayla, Sisca. Kalian tau kenapa kalian saya panggil kesini?" Bu lia tersenyum ramah berusaha untuk tidak emosi
"Emm Bu lia mau ngasih kita permen? baju? motor? rumah? istana? jod—"
"Enggak Kaylaaaaa" Bu lia menggertakkan giginya. Berusaha sabar
Para guru BK lainnya bsrusaha menenangkan Bu lia
"Liza! Kamu gak lupa kan? Besok kamu jadi panitia lomba 17agustusan?"
"Dia pasti gak tau" Sahut Bu Anik
Liza diam karena memang mereka gak tau
"Sisca, Kayla, Saya minta tolong, kalian jangan ganggu Liza oke?"
"Ga oke" Jawab Sisca dan Kayla kompak
Bu lia menghela napas berat "Sudah saya tebak pasti jawaban kalian begitu" Bu lia mengeluarkan kotak berukuran sedang berwarna pink lalu meletakkannya diatas meja yang tepat berada didepan Liza dan kedua temannya
"Sogokan nih!" Bisik Sisca pada Kayla
"Ini buat kalian"
Dalam hati Liza merasa lega karena kawannya tidak mudah disogok
"Apa tuh?" Tanya Kayla
"Sendal jepit bekas anak pertama saya"
Hah! Udah murah, bekas lagi! Kawan gue mana mau!
Sisca dan Kayla kompak berdiri dengan muka datar dan badan yang tegap
"KAMI BERJANJI BESOK TIDAK AKAN MENGANGGU LIZA" Ucap Sisca dan Kayla kompak
Liza menundukkan kepalanya malu, kecewa, marah semuanya campur aduk
"Kalo kalian melanggar janji kalian maka hukumannya adalah?" Bu Lia menaik turunkan satu alisnya
Sisca dan Kayla saling bertatapan sebentar
"Saya Kayla akan bersedia menerima hukumannya yaitu makan gratis dikantin selama setahun"
"Makan gratis dhengkulmu! Biar para guru BK saja yang menentukan hukumannya!"
"Silahkan bu. Sekalian para guru BK aja yang melaksanakan hukumannya" Ucap Sisca asal
"STOP! Diam atau saya buang tas kamu! Biar pececeran tuh foto mantan kamu!"
"Mantan saya cuma lima bu"
"Salah satunya Abi kan?"
"Engg... kok Bu lia tau?"
"Dia kemaren curhat kesaya"
"Saya permisi membunuh Abi dulu bu" Sisca keluar dari Ruang BK dan tidak lupa menutup pintu Ruang BK dengan 'sedikit' kasar
"Yasudah kalian berdua duduk diam disitu dulu. Saya mau membahas hukuman untuk Kayla dan Sisca" Bu lia dan para guru BK lainnya berkumpul dipojok kelas
"Kenapa lo mau aja sih dikasih sendal bekas gitu?" tanya Liza masih tak percaya
"Lo gatau? Sendal itu pernah dipake sama anak pertamanya Bu lia"
"Terus?"
"Anak pertamanya Bu lia tuh cogan! Kegantegannya setara sama Bang Viro!"
Hah~ tak heran kalau Kayla dan Sisca mau saja diberikan barang bekas
Liza memgambil Hpnya karena merasakan getaran yang semakin dibiarkan akan semakin menjadi-jadi
Terdapat notifikasi dari kontak bernama Antares gilak
Dengan sangat malas Liza membuka pesan dari Antares
Antares gilak
Liza. Gue ramal lo lagi bernapas
Antares gilak
Iya kan?
A-Liza(Anda)
Gue sedang dalam persiapan mengirim santet pada anda
Antares gilak
Lo mau nyantet gue biar gue suka sama lo 😍
Liza mengamati HPnya dengan sangat tajam dan jengkel seakan HPnya adalah Antares
Antares gilak
Liza! Tadi pagi gue kepleset disekolah, eh malah difotoin😑 Derita orang ganteng tuh gini
Antares gilak
Liza! Lo tau gak gue lagi ngapain?
Antares gilak
Liza
Antares gilak
Lizaaa
Antares gilak
Tau gak??
A-Liza(Anda)
E'ek!
Antares gilak!
Bener baget!😍
A-Liza(Anda)
_-
Antares gilak!
A-Liza(Anda)
Jijik oy! Gue tebas ambyar ginjal lo
Tanpa sadar Liza tersenyum dan tiba-tiba HP Liza diambil dengan kasar dari belakang
Liza memejamkan matanya, was-was apabila yang megambil HPnya adalah salah satu guru
Liza menghembuskan nafas berat. Liza memberanikan diri menengok kebelakang
!
"Zio" Gumam Liza
"Ngapain Chatingan sama Antares"
"Yaa... ya hak gue lah!"
"HP lo, gue sita seminggu karena asik chatingan saat diruang BK" Zio memasukkan HP Liza kedalam saku celananya lalu pergi
"ZIO!" Liza berdiri lalu mengejar Zio, meninggalkan para guru BK yang berteriak memanggili nama Liza dan meminggalkan Kayla yang hanya duduk sambil menekuk bibirnya
###
"ZIOO!!!" Liza masuk kedalam kelas Zio
BRAKkk!!
Liza dan Zio berhenti. Mereka berdua menatap murit cowok yang tadi melemparkan kursi
"Dia kenapa?" Bisik Reyhan pada Abi. Abi hanya menggeleng dengan mulut setengah terbuka
"Lo kenapa heh?! Kesurupan?" Tanya Reyhan
"Gue ditolak dengan alasan gue jelek"
Liza menggulum bibirnya supaya tidak kelepasan tetawa
Zio menarik tangan Liza keluar kelas
###
"Hp siapa tuh?"
"Zio"
"Kok bisa ada diElo?! Lo curi ya?"
"Astagfirullah! Gue tukeran Hp sama Zio tadi waktu abis diBK"
Sisca dan Kayla menganggukkan kepala mereka lalu mereka kompak mendekat pada Liza
"Buka buka!"
"Eh iya, dari tadi belum gue buka"
"Apa tuh apa tuh?!" Mila berlari dari pintu kemeja Liza dengan penuh semangat
"Eh ngapain lo disini? Jauh-jauh!" Sisca mengibaskan tangannya "Selagi lo belum bayar utang, lo gak boleh deket-deket gue!"
"Oke!" Mila duduk dikursi kosong sebelah Liza
"Eh! Ngapain malah duduk?! Dibilang jangan deket-deket gue juga!"
"Lah? Gue kan deket Liza"
"Ya sama—"
"Lo debat gue out!"
"Jangan, jangan!" Sisca dan Mila kompak menahan tangan Liza supaya Liza tidak jadi berdiri
Liza menganggukkan kepala sekali lalu kembali duduk
"Pertama kita harus buka fotonya dulu" Usul Mila
"Jangannn! Kita buka IGnya dulu!" Ucap Sisca
"Emm kita buka WAnya dulu aja" Liza, Sisca dab Mila kompak menyetujui ucapan Kayla
Liza memencet aplikasi berwarna hijau yang kerap disebut WA
"Kontak yang disimpen cuma 1" Mata Liza terbelak saat membaca nama kontak satu satunya diHP Zio
Liza
"Sebegitu penting kah lo? Ucap Mila tak percaya
"Sebegitu suka kah, Zio sama lo?" Ucap Sisca tak percaya
"Lo punya utang sama Zio ya za?" Tanya Kayla yang sukses membuat Sisca dan Mila menatapnya lalu kompak mendorong pelan kepala KaylSebegitu bencikah Zio dama gue? Punya dendam kesumat apa dia sama gue?" Liza menggelengkan kepalanya sambil berpikir perbuatan apa yang telah dia lakukan selama ini pada Zio
"Zio kok gak nyimpen nomer sohibnya sih"
"Hah!" Sisca memutar bola matanya "Mereka berdua tuh emang ga penting"
"Emang banyak sih nomer yang gak disimpen. Kebanyakan cewek"
"OY! LIZA! Dicari bebeb lo tuh!!" Ucap Dion yang sedari tadi duduk ditengah pintu
"Ha? Bebek?" Ucap Liza sambil menoleh kearah sang kepala sekolah yang tengah berjalan menuju Liza
"Berani kamu ngatain saya bebek? Sudah bosan hidup apa sudah bosan bernapas?"
"Engg. Siapa yang bilang bebek? Bapak udah budek kali" Ucap Liza setengah berpikir setengah asal ceplas ceplos
"Tadi ngatain saya bebek, sekarang ngatain saya budek! Oke! Otw chat mama kamu. Saya pastikan uang jajan kamu dipotong" Pak Radin bersiap mengambil HPnya
"Eh pak! Dideket rumah saya ada yang jual seblak. Enak banget! Biasanya anak yang masih muda makan disitu. Emmm coma deh bapak beli. Emmm saya beliin deh" Ucap Liza sedikit ragu diakhir kata. Percaya woy! Ini bapak satu kalo udah denger kata 'dibeliin', 'ditraktir' atau semacammya tuh gak tanggung-tanggung kalo minta
"Boleh juga. Sekalian beliin istri sama ketiga anak saya oke?"
Tuh kan!!
"O, Oke pak"
Beliin ketiga anaknya? Salah satu anaknya pak Radinkan Zio! Aish! Malez
Liza menaikkan satu ujung bibirnya saat sebuah ide jahat melintas dikepalanya
"Heh! Kenapa senyum-senyum? Kamu suka sama saya? Inget saya udah punya istri walaupun gak secantik kamu. Tapi kalo mau jadi menantu saya ya monggo!"
"Anak yang mana dulu nih?
"Pastinya siganteng paling bungsu. Zio!"
"Mati ae gue"
###