
"Sisca! Dion ngajak lo duduk sini" Putra berteriak sehingga membuat orang-orang menatapnya
Dion membelakkan matanya "Eh kagak! Fitnah nih!"
"Enggak ya? Padahal gue mau duduk disitu" Ucap Sisca kecewa
"Eh, tadi—"
"Kalo gitu gue duduk sama Liza dan lainnya aja deh" Sisca berjalan menuju Liza dan lainnya
"Mereka duduk dimana?" Tanya Dion saat Sisca masih tak jauh darinya
"Mereka duduk sama Zio—"
"Ada Abi?"
"Em, a ada"
Dion menarik tangan Putra dan Liham dan membawa mereka berdua duduk didekat Sisca
______________________________________________
Urutan duduk
Abi | Zio | Reyhan | Kayla | Liza | Sisca | Dion | Putra | Liham
Mereka duduk berjejeran dibarisan paling depan
_______________________________________________
"Woahhh!!"
Orang-orang berteriak sambil bertepuk tangan karena cowok gendut yang berada dibarisan paling samping telah menghabiskan kerupuknya dalam tiga gigitan
"Mulutnya gede banget" Sisca bertepuk tangan sambil menggelengkan kepalanya
"Gak salah lo milih dia" Liza ikutan menggelengkan kepalanya
Reyhan menyenggol bahu Kayla "Kayla, habis ini giliran lo"
"Iya nih. Emm kalo gue gak menang gimana ya?"
"Gapapa. Besok kita adain lomba sendiri dan juara pertamanya pasti lo" Ucap Reyhan
"Bucin" Ucap Zio
"Siapa yang bucin?" Kayla menoleh pada Liham yang sejak tadi melihat Liza mengaduk-aduk minumannya "Yang Zio maksut bucin tuh Liham ya?" Tanya Kayla dengan polosnya
Semua kompak menatap Kayla
"Emang Liham kenapa?" Tanya Sisca
"Sejak tadi dia lihatin Liza terus"
Zio menatap Liham tajam "Tutup mata lo apa gue colok?!" Ucap Zio dingin dan tajam
Liham gelagapan lalu dia memilih menunduk "Padahal gue lihatin minuman Liza karena haus" gumam Liham
Putra menepuk bahu Liham "Hidup tuh keras"
"Kay, mendingan lo cepet kesana deh, sebelum Pak Radin mengarahkan pengurus osis buat nyari lo"
"Eh, iya udah giliran gue" Kayla segera menuju lapangan
"Oke semua siap..... 3 2 1!" Bendera merah putih dikibarkan lalu disusul suara peluit yang nyaring
Reyhan mengeluarkan dua senter lalu menyalakannya "Kaylaaaa!!! Lo bisaaa!!!"
"Kurang lengkap. Harusnya lo bawa megapone juga" Ucap Liza
"Tadi gue mau minjem toa masjid tapi gak boleh"
"AAAA!! TINGGI BANGET!!" Kayla berusaha memakan kerupuk sambil loncat-loncat tapi tetap saja tak sampai
Reyhan berdiri lalu melambaikan tangannya kearah Pak radin "WOI PAK!! Punya Kayla kenapa tinggi banget?!"
PRITTtt!!
Peluit dibunyikan pertanda sudah ada yang memenangkan babak kali ini
"Yahh Kayla gak menang" Reyhan kembali duduk
"Ya gak menang lah. Punya Kayla aja tingginya hampir setengah badannya" Ucap Abi
"Siapa sih yang masang tuh kerupuk?!"
Liza menundukkan kepalanya sambil berusaha tak tertawa
Karena kemarin Liza sangat malas jadi Liza memasang kerupuk dengan asal
###
Lomba ke2 (minum jamu)
"Baik anak-anak, untuk menghemat waktu maka semua peseta duduk dikursi sesuai kelas masing-masing"
Liza, Kayla, Sisca dan murit lainnya duduk dikursi yang sudah disiapkan
Mata Liza terbelak saat melihat jamu hitam pekat yang terisi penuh dibotol besar. Seketika lidah Liza terasa pait
"Pak!" Liza mengangkat tangannya "Ini harus diminum semua?"
"Ya iya lah"
"Mati gak nih kalo diminum?" Bisik Sisca pada Liza
"Paling-paling cuma sekarat" Ucap Liza asal
"Siapp!! 1 2 3!!"
Liza menutup hidungnya dan mulai minum
Sisca membolak balik jamu takut ada kecoak
Kayla mengkocok jamu, siapa tau jadi manis
"Bismillah! Semoga gak beracun" Sisca mulai meminum jamu itu "Paitt!! Kayak muka dion!"
Kayla bersiap meminum "Aaaa!!" Kayla berteriak saat botol itu menyentuh bibirnya
Kayla tidak merasakan jamu itu, dia hanya berteriak karena takut
"AAAaaa" Kayla kembali berteriak saat ada 'sedikit (setetes)' jamu yang masuk dalam mulutnya
Semua peserta mengeluh kecuali Liza yang sudah tepar
###
Lomba ke3 (balap karung)
Para penonton, guru dan peserta dikejutkan oleh kejadiran Putra, Liham dan Joko yang datang dengan memakai kostup pocong
"Anak-anak hari sudah semakin panas dan kulit saya sudah tidak tahan, jadi kita percepat lombanya. Kalian berbaris yang rapi sesuai kelas"
Para peserta berbaris rapi sesuai kelas
Aturan mainnya adalah satu peserta loncat dari garis srart kegaris finish lalu kembali lagi kegaris start lalu peserta kedua dari kelas itu mulai bermain hingga peserta ketiga dari kelas itu
"Sebelum lomba dimulai peserta diwajibkan memakai helm untuk keselamatan otak supaya tidak semakin anjlok" Ucap Pak anto
"Masa saya juga pake pak? ya gak cocok dong. Masa pocong pake helm" Ucap putra
"Gak ada penolakan"
Putra, Liham dan Joko pasrah memakai helm
"SIAP!!! 1 2 3!!" Pak anto bersiap meniup peluit "PRITT!!"
Putra mulai melompat dengan sekuat tenaga sampai kegaris finish lalu kembali kegaris start lalu digantikan oleh Liham lalu digantikan oleh Joko
Banyak peserta yang jatuh. Ada juga peserta yang loncat dan melupakan bahwa karungnya tertinggalan dibelakang
###
Lomba ke4 (lari pusing****)
"Semangat kaylaaa!!" Ucap Sisca, Liza dan Reyhan ketika Kayla berjalan memasuki arena perlombaan
Kayla berdiri digaris yang sudah disiapkan untuk kelas 11Ips3
"Semua sudah siap kan? Pertama kita puter dulu badan mereka" Ucap Pak anto
Kayla mengangkat satu tangannya "kenapa pak?"
"Ya namanya aja lari pusing"
Kayla pasrah badan diputar-putar oleh salah satu guru yang bertugas
"Oke! 1 2 3!!"
Kepala Kayla terasa pusing, semua yang dilihatnya berputar
Kayla menguatkan diri untuk berlari tapi....
Baru dua langkah saja badan Kayla sudah ambruk
"Saya nyerah pak" Gumam Kayla
"Yaaah!!" Teriakan kecewa dari kelas Liza
Reyhan dan tim PMR segera menghampiri Kayla dan membawanya keUKS
"Tunggu tunggu!" Kayla merasakan ada yang mengganjal dimulutnya
"Apa kay—" Ucapan Reyhan terpotong saat Kayla muntah dibaju Reyhan
Bau tak enak dicampur bau mie instan mulai menusuk penciuman tim PMR terutama Reyhan
"Gue tadi habis makan mie. Hehe" Ucap Kayla tanpa rasa bersalah
Liza dan Sisca tertawa ngakak dikusri penonton "Gue suka adegan ini" Ucap Sisca
"Gue lebih suka kalo yang dimakan Kayla tuh gulai sapi" Liza tertawa sambil mebayangkan
Lomba lari pusing babak pertama sudah selesai dan sekarang saatnya babak kedua. Putra sudah berdiri digaris start
Badan putra mulai diputar lalu peluit dibunyikan tanda sudah waktunya lari
Putra mulai lari lurus. Iya larinya lurus tapi lurus kesamping hingga keluar arena dan menabrak kumpulan adek kelas yang duduk berselonjoran didekat para juri
"AAAAaaaa!!!" seketika kumpulan adek kelas itu bubar berlarian kemana-mana
"Woiii! Lari yang bener!!" Teriak Liza
"Gak ada harapan nih" Gumam Sisca
###
Lomba ke5 (pecah air)
Putaran pertama perwakilan dari kelas 11IPS3 adalah Dion
"Lo harus menang! Jangan malu-maluin!" Ucap Liza saat mata dion akan ditutup
"Aelah! Serah gue lah!"
"Harus menang ya" Ucap Sisca
"Pasti!"
Liza menggelengkan kepalanya
"Siap! 1 2 3!" Pak anto membunyikan peluit
Dion berjalan sambil memukulkan tongkatnya keudara
Dion berjalan lurus kedepan. Dia tak perduli sorakan orang-orang yang menyuruhnya berhenti
"Kelewat woii! Lo kelewatan!!" Teriak frustasi Liza
"Temen lo gak ada harapan" Ucap Zio tiba-tiba
"Pergi lo!"
BYURR!!
PRITTTT!!
Peluit dibunyikan tanda permainan babak pertama telah selesai tetunya tidak dimenangkan oleh Dion
Dion membuka penutup matanya dan betapa kaget serta malunya dia saat mengetahui dia berada jauh dari para peserta lain
Liza dan teman sekelasnya menggelengkan kepala mereka sedangkan Dion hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya
"Punya temen kok bisanya cuma malu-maluin" Ucap Putra
"Tau tuh temen lo!" Ucap Liham
Putra memukul kepala Liham "Temen lo juga!"
"Maap nih ya. Gue udah pensiun jadi temenya"
Babak kedua giliran Sisca
"Lo bisa Sisca!" Ucap Liza saat mata Sisca akan ditutup kain hitam
"Yang bener ya. Jangan contoh Dion dari kelas Liza itu"
Liza menatap tajam pada pak anto (pengajar olahraga dikelas Liza) kenapa nama gue dibawa-bawa?! Gue cuma murit disana woi!
"Siap! 1 2 3!!"
Sisca berjalan perlahan-lahan supaya tak terlewat seperti Dion
"Itu Sisca kenapa jalannya lama banget?! Suruh jalan bu!" Suruh Pak anto pada Bu lia tapi Bu lia pura-pura tak mendengar
Dengan sangat terpaksa Pak anto turun dan berjalan menuju Sisca
"Jalannya masih jauh! Jalan sekarang" Pak anto menarik tangan Sisca tapi Sisca mengira itu tangan peserta lain
Sisca menjauh dan tongkat pemukulnya tak sengaja mengenai kepala Pak anto
Sisca yakin itu air yang dibungkus plastik. Gue pasti menang!
Sisca memukul kepala Pak anto sekuat tenaga membuat para murit tertawa dan sebagian guru berlari menarik Sisca
CYAR! BYUR!
Dengan cepat Pak anto meniup peluit saat peserta dari kelas lain berhasil memecahkan air
Sisca segera melepas penutup matanya. Sisca mengira dia yang meecahkan airnya tapi...
"Kamu!" Pak anto menatap Sisca tajam
"Saya kenapa pak? Saya menang ya? Oo ya jelas dong!"
"Kamu ikut saya keruang BK"
Sisca pasrah mengikuti Pak anto
Babak ketiga, giliran Liza
Huh! Gue bisa! Tinggal mecahin air didepan sana aja!
Liza menghadap kesamping. Matanya tak sengaja menatap Zio yang berada disampingnya "ngapain lo?"
"Ikut lomba lah"
"Lo tiru-tiru gue ya?!!"
"Ya" Ucap Zio tak mau semakin panjang. Zio segera memakai penutup mata
Liza ingin bicara lagi tapi Bu lia dengan cepat memakaikan penutup mata pada Liza
"Siap! 1 2 3!!"
Liza berjalan lurus dengan cepat sambil memukulkan tongkatnya kesembarang arah
"Aish! Kepala gue Liza!" Ucap Zio
"Apa? Kanan?" Liza memukulkan tongkatnya kekanan hingga mengenai kepala Zio lagi
"Liza!!" Ucap Zio mulai emosi
"Apa apa?" Liza mengarahkan tongkatnya kesembarang arah hingga berkali-kali mengenai Zio dan peserta lain
CYAR!! BYUR!!
CYAR!! BYUR!!
CYAR!! BYUR!!
Liza memecahkan tiga air dipastik miliknya, milik Zio dan Milik kelas lain yang berada dikiri Liza
Liza segera melepas kain yang menutup matanya
"Gue menang yey!" Liza mengejek Zio dengan menyenggol bahu Zio
"Hem"
###
Liza, Sisca dan Kayla meminjam baju serta celana pada ibu kantin karena baju Liza dan Kayla basah
Baju Sisca tidak basah tapi dia hanya ingin memakai baju seperti Liza dan Kayla karena baju olahraganya sudah bau
Liza dan kedua temannya naik kelantai atas untuk melihat lomba supaya lebih jelas
Lomba ke6 (Makan cabe)
Liza dan kedua temannya datang keatas saat lomba sudah dimulai
"MAKKK!! PEDES!!!" Ucap Mila yang bisa didengang dengan jelas oleh Liza dan kedua temannya
"Kuat banget dia makan cabe" Ucap Kayla
"Denger-denger Mila waktu kecil pernah gak sengaja makan cabe rawit" Ucap Sisca
"Kata orang-orang sih kalo waktu kecil pernah makan cabe, nanti besarnya kuat makan cabe" Ucap Liza
Sisca dan Kayla menganggukkan kepala mereka
"Mila kok maksain diri buat ikut lomba makan cabe sih? Padahal kemaren dia habis putus" Ucap Sisca. Semalam Mila sempat curhat pada Sisca
Tetep ae dicurhatin padahal mulutnya Sisca tuh ember bocor yang bctnya pececeran kemana-mana
"Beneran putus dia?" Tanya Kayla
"Iyap!"
"Karma tuh. Kemaren Mila ninggalin gue demi pacarnya" Ucap Liza
"Mungkin dengan makan cabe rasa sakit atinya bisa ilang ya?" Ucap Sisca diangguki oleh Liza dan Kayla
PRITTTT!!
"Udah selesai ya?" Tanya Kayla
"Siapa pemenangnya?" Sisca berusaha melihat pemenangnya tapi terhalang oleh murit lain
"Udah capek-capek naik keatas, tetep aja gak kelihatan" Ucap Liza
"Habis ini lomba apa?" Tanya Kayla
"Motong bawang merah" Ucap Sisca
Liza, Sisca dan Kayla duduk selonjoran dilantai. Mereka tak berminat melihat perserta yang menangis sambil mengeluarkan ingus
"Aaaaa!! Mata guee!!!" Teriak salah satu peserta
"Itu pasti suara Mila" Ucap Sisca yakin
"Iya lah siapa lagi yang punya suara cempreng selain dia" Ucap Liza
"Eh kok suaranya Putra gak kedengeran ya?" Tanya Sisca
"Bentar gue cek dulu" Kayla berdiri dan memfokuskan matanya pada Putra yang berjongkok sambil menangis histeris
"Dia kenapa?" Tanya Sisca
Kayla menggelengkan kepalanya "tak bisa diharapkan"
###