IceCream

IceCream
49:]Senyumin ae



Zio membawa Liza menuju salah satu bangku yang ada ditaman


"Za,"


Liza diam. Lebih tepatnya dia pura-pura budek biar Zio marah dulu


"Liza!"


Liza masih diam memandangi para bocil yang tak begitu jauh darinya


"Liz! Za!" Kali ini Zio memukul pelan bahu Liza, membuat tubuh Liza terdorong kesamping hingga hampir jatuh


"Lo jadi cowok tuh kalem dikit napa!" Liza mengusap lengannya yang terasa sedikit sakit


"Lo kemaren kemana aja sama Antares?"


"Gak"


"Dia cerita apaan ke elo?"


"Banyaakk!!!"


"Salah satunya"


"Aqisa"


"Siapa?"


"Aqisa! Budek banget sih lo!"


"Dia gak ngasih tau tentang.... gak jadi"


"Gak jelas banget sih lo!"


"Terus apa lagi?"


"Dia ngasih tau kalo foto cewek dikamarnya itu Aqisa. Dia albino tau!"


"Iya emamg— eh apa?! lo masuk kamarnya ya?!!"


"Iya" Ucap Liza dengan santainya


"Gue bunuh Antares beneran"


"Dosa woiii!" Liza memukul kepala Zio sangat keras hingga para bocil beradatangan kearah mereka


Para bocil berusia sekitaran 6th berjejeran menatap Liza dan Zio lama hingga salah satu diantara mereka membuka mulutnya "Waaah cantik ya ternyata"


Mata Zio terbelak lalu mengambil cepat dia menyeret bocah itu kedepannya lalu menutup mata bocah itu "Jangan dilihat!"


"kenapa?" tanya polos bocah cowok itu


"Haram!"


"Haram? kata mami aku haram itu b*bi. Berarti kakak ini—" Zio segera membungkam mulut bocah itu sebelum otak lemot Liza menyadari satu hal yang pasti membuatnya marah


"Kakak! kenapa kulit kakak bisa putih?" tanya salah satu bocil cewek berbibir merah yang sepertinya memakai lipstic punya emaknya


"Mau punya kulit putih kayak kakak ya?"


Para bocil kompak mengangguk


"Coba pakailah deterjen pemutih! atau kapur semut! atau pakailah produk dari rumah kakak yaitu cat tembok! kalian hanya perlu mengusapkan wajah kalian ketembok rumah kakak selama sebulan maka hasilnya wajah kalian akan mulus, semulus jalanan sawah!" Ucap Liza ala-ala iklan


Zio menggelengkan kepalanya lalu menyeret Liza sebelum para bocil itu terinfeksi oleh kegilaan Liza yang sangat mudah menular


###


Liza kembali melihat tukang penjual bakso yang sudah ia lihat tiga kali


"Mau kemana sih?! udah tiga kali kita muter-muter!!"


"Muter-muter aja"


"Biar apaan coba!"


"Biar kegilaan lo gak nyebar!"


"Huh!" Liza memutar bola matanya hingga tak sengaja melihat sosok cowok tinggi yang tengah duduk dibecak sambil menghisap rokok


Liza menepuk bahu Zio "itu Antares kan?!" dengan cepat Liza melambaikan tangannya sambil meneriaki Antares


Zio berdecak karena telat membungkam mulut Liza


Liza melambaikan tangannya kearah Antares lalu berteriak kencang membuat orang-orang menatapnya aneh "WOI NAJIS!!!"


Dan entah kenapa Antares merasa terpanggil oleh sebutan itu. Gila emang


Antares mengangkat tangannya keatas untuk membalas lambaian tangan Liza "WOY DAKI!!"


Zio menundukkan kepalanya. Ia saat ini benar-benar malu akan tingkah Liza


Bisa-bisanya mereka saling sapa menyapa menggungakan nama aneh yang mereka buat sendiri. Itupun kalo sepi gapapa. Lah ini jarak mereka terhalang jalan yang sangat teramat ramai. Hah~ mau ilang aja dah rasanya


Antares segera membuang rokoknya lalu membayar becak dan dengan riang gembira dia berlari menghampiri Liza


"Cayangkuh cyintakuh!!" ucap Antares yang masih berlari menghampiri Liza dengan kedua tangan terbuka bersiap memeluk Liza


"Najiskuh sampahkuuuh!!!" Liza juga berlari menghampiri Antares untuk memukul wajah Antares


"Aww!! istri gue jahat banget!"


"Trimakasih my babu"


Zio menggelengkan kepalanya. Kenapa? kenapa kegilaan mereka harus kumat di tempat ramai ini?!!


"Eh ada musuh" ucap Antares saat melihat Zio


bodo amat


"Eh kenapa naik becak? motor lo kemana?"


"Kan udah gue kasih buat ganti payung"


"Hah?kapan?"


"Baru aja episode kemaren"


"Ah gak taulah lupa!" Liza melihat jam tanganya yang sudah menunjukkan pukul 10.45


"Jam berapa?" tanya Antares


"11" ucap Liza tak peduli


"Beneran udah jam jam 11?!" Tanya Antares tak percaya


"Mungkin"


"Gue harus cepet-cepet nih!"


"Kemana?"


"Bayar arisan"


###


Zio ada urusan dengan Reyhan jadinya dia datang kerumah Kayla karena Zio tau Reyhan pasti ada dirumah Kayla


Zio menyeret Liza masuk kedalam rumah Kayla


"Lo mau ngapain kesini?" Tanya Liza yang pasrah diseret


"Gpp"


Mata Liza tak sengaja menatap sosok cogan yang tengah bermain HP diruang makan


"Liat apaan?" Tanya Zio. Liza tak menjawab pertanyaannya, ia masih ingin mengamati sosok cogan yang sangat jarang ia temui


Saat pikirannya hampir saja memproses ke'hallu'an tiba-tiba saja seorang sampah masyarakat menghampiri sang malaikat disusul oleh satu limbah masyarakat yang juga ikutan duduk disebelah sampah masyarakat


sebut saja sampah masyarakat itu Alan (kakaknya) dan limbah masyarakat adalah Reyhan (sobat melarat Zio)


"WOY! ganggu pemandangan aja!"


Reyhan dan Alan kompak menoleh kearah Liza "Lah bakteri ngapain kesini? jangan sebar fitnah ya! Awas aja lu kalo ngira gue gay" ucap Alan disertai kepalan tangannya yang mengarah ke Liza


Liza mengabaikan kakaknya. Dia memilih menyapa sosok bening disebelah kakaknya


Bukan Reyhan! Tapi Kak Adam (kakak Kayla)


"Kak adam~" sapa Liza seramah mungkin membuat Zio yang berdiri disebelahnya merasa muak


"Hem" jawab singkat dari Adam


"Lagi ngapain?"


"Hem"


"Ham hem ham hem mulu. Pita suaranya copot yak?"


Adam menatap Liza membuat Liza salah tingkah lalau Adam menatap Zio "Zio" Adam melmbaikan tangannya pada Zio menyuruh Zio menghampirinya


"Liza dicari Kay!" Ucap Adam supaya Liza cepat pergi dari hadapannya


###


"Ngapain kay?"


"Ha?" bingung Kayla karena Liza tiba-tiba datang kekamarnya "Ah, enggak. Eh coba lihat grup kelas deh"


"Yang lengkap. Yang semua guru ada itu lohh"


Liza menganggukkan kepalanya lalu mengambil HPnya


Grup [Jangan sebar tugas!]


Dhiyon


Assallamuallaikum. Saya ingin memberitahukan bahwa saya masih sakit. Emmm tidak adakah yang ingin menjenguk saya sekalian membawakan bingkisan makanan atau uang?


Sekian trimakasih


Amila CyantiQ


Sama"


Putra bukan putri


Sama"


Liham doang


Sama"


Alya


Sama"


Sisca


Ohh lo sakit


Dhiyon


Iya:(


Sisca


Kapan matinya?


Amila CyantiQ


Turut tertawa atas hal ini


Putra bukan putri


Sisca gak boleh gitu! Harusnya langsung kita siapkan kuburannya


Liham doang


Tenang gaiss!! Udah gue pesenin


Alya


Kapan nih pemakamannya? Gue udah pesen baju item nih


Triya


Dion beneran mati yak?


Dhiyon


Ku menangisssss!! membayangkan, betapa kejamnya kalian pada dirikuuuu!!


Amila CyantiQ


Ga peduli


Triya


Ga baca


Putra bukan putri


Ga denger


Amila CyantiQ


Saudara Sisca masih bernapas kah?


Sisca


Hm


Kayla menyenggol bahu Liza membuat Liza berhenti membaca Chat grup kelasnya


"Gue mau ceritaa!!"


"Hem" Liza yakin cerita yang Kayla maksut adalah gibah


"Sebenernya gue gak tau ini boleh diomongin apa enggak, tapi... yaudahlah gapapa! Toh orangnya gak tau"


"Yaudah cerita aja"


"Kemaren gue lihat Sisca samaa..." Kayla menggantungkan kalimatnya membuat Liza menunggu-nunggu


Sudah beberapa detik berlalu tapi Kayla hanya am em am em gak jelas


"Sama siapa woi!!!"


"Kakak kelas"


Demi apa please! Seorang Sisca yang sampai sekarang masih belum bisa move on dari Abi tiba-tiba aja jalan sama kakak kelas cowok!


Harus viral!


Tanpa basa-basi Liza mengetikkan sebuah pesan ke grup chat


Alizya


Gaess!! Sisca jalan sama gebetan baru!!


Amila CyantiQ


Siapa woi?!!


Putra bukan putri


Jangan ngadi-ngadi lu surti!


Triya


emak gue jangan disebut juga!!🐍


Kaylaaa!!


Liza dateng-dateng bikin masalah gaes!


Alizya


Yang pertama bikin masalah bukannya lo ya kay_-


Kaylaaa!!


Diamlah kawanku tercintah!


Alizya


😑


Joko


Apasih rame"?! hp gw geter mulu dari tadi pen gw buang aj dh


Liham doang


RIP ati dion


Amila CyantiQ


RIP ginjal dion


Alya


RIP jantung dion


Putra bukan putri


RIP darah dion


Sisca


kenapa dah?


Putra bukan putri


Mbak Sisca gak peka banget sih!!


Liham doang


untuk saudara dion apakah baik-baik saja?


Dhiyon


:)