
"Eh, si liza ganti warna rambut!"
"Keren bangeeet"
"Panutankuuu"
"Tambah cantik jir!"
Begitulah teriakan para fans liza
Haishh, sekarang liza bertambah PD
Liza berjalan seperti di red carpet dengan semua pujian yang dilontarkan kepadanya
"Eh itu liza?"
Tanya reyhan pada zio
zio mengamati rambut liza
"Apa karena kemaren?"
batin zio
Mata liza tidak sengaja menatap zio yang sedang mengamati rambut liza
Liza sangat yakin bahwa zio sedang terkagum-kagum dengan kecantikannya
Liza mengibaskan rambutnya
"AAAAAaaa!!"
Percayalah bahwa itu adalah teriakan cowok penggemar liza
Tapi ada juga tatapan iri dari sebagian perempuan
Bruughh!
liza tersandung oleh kakinya sendiri
"Ooh, tidaaak! Nona liza jatuh tersungkur dengan sangat tidak cantik!!!"
Ucap rayhan dengan begitu keras
"Mau ditaruh dimana muka cyantik gue?!"
Batin liza
Memang sakitnya tidak seberapa tapi malunya luwar byasah!
Semua orang tertawa kecuali zio
Zio berjalan menghampiri liza
"Tuan zio menghampiri nona liza daaan apa yang akan terjadi selanjutnya????!"
Ucap rayhan yang mendadak menjadi reporter
Zio berjalan mendekati liza dan mengulurkan tangannya didepan wajah liza
"Ooohh!! ternyata tuan zio ingin membantu nona liza untuk berdiri!!!"
Ucap rayhan
Liza melihat tangan zio dengan lama
"Sebenarnya apa yang ditunggu nona liza?! mari kita lihat bersama-sama!"
Ucap rayhan
Liza menerima uluran tangan zio
"YAAKK!!!"
Ucap rayhan dan para penonton
Tapi tangan liza langsung ditepis oleh zio
"Oh tidaaak!! Nona liza terkena PHP dari tuan zio!!"
Ucap reyhan dengan nada kecewa
Sebagian murit yang melihat itu berusaha agar tawanya tidak lepas
Liza menatap zio dengan penuh tanda tanya. sebenarnya apa mau zio
Hening~
Semua penonton fokus pada drama dadakan ini
Deng! deng! deng! deng! deng!
Suara gendang berukuran mini yang sedang ditabuh oleh abi terdengar nyaring hingga membuat para penonton semakin penasaran apa yang akan terjadi
"Mana jaket gue?"
Tanya zio, datar
"YAH!~"
Ucap seluruh penonton dengan nada kecewa berat
Apa? liza tidak salah dengar? Hanya jaket?
"Di tas!"
Ucap liza
Liza memberikan tasnya pada zio
Zio membuka tas berwarna kuning cerah itu dan mengambil jaketnya
"Dah gue cuci tuh! awas aja kalo lo bilang bau!"
Ucap liza
Zio mengambil jaketnya, tapi sepertinya ada yang salah
Ini... bau parfum liza! aishh, berapa botol yang liza gunakan untuk menyemprot jaketnya
"Wangi kan? iya lah! gue sengaja semprot jaket lo pakek tiga botol parfum gue! Itu supaya lo gak bisa lupain gue!"
Ucap liza
Zio mengerutkan alisnya
"Bau parfum gue tuh gak bakalan hilang selama seminggu"
Ucap liza
Liza segera bangkit dan berjalan menuju kelasnya
"Ooh, tidak! drama dadakannya sudah berakhir!"
Ucap reyhan kecewa dan semua para penonton pergi
Reyhan dan abi pergi menghampiri zio
"Punya korek ga?"
Tanya zio
#####
Liza mengikuti pelajaran seperti biasa
Mata liza memang memperhatikan guru yang sedang mengajar, tapi otak liza sudah melayang pergi kekantin, meikirkan apa yang akan dia makan nantinya
"Yang bisa menjawab soal dipapan akan saya beri tambahan nilai"
Ucap guru yang sedang mengajar
"Kalo yang gak bisa?"
Tanya kayla
Brakk!
Gebrakan meja dari guru tersebut membuat liza kaget
"Akan saya usir dari kelas!"
Jawab guru tersebur dengan tegas
Hening
Belum ada yang bisa menjawabnya
10 menit berlalu
Hah~ guru itu berfikir bahwa tidak ada yang bisa diharapkan dari kelas ini
Liza mengangkat tangannya
"Yak! pintar sekali! cepat jawab!"
Ucap guru tersebut
"Saya tidak tau jawabannya, jadi usir saya dari kelas"
Ucap liza
"Kamu mengecewakan saya. Hah~ ya sudah, saya usir kamu dari kelas"
Ucap guru tersebut sambil memijat pelipisnya
Liza melangkah menginggalkan kelas, saat didepan kelas liza mengedipkan satu matanya pada kayla setelah itu liza pergi
Oh tidak! sekarang kayla tau liza akan pergi kemana dan kayla juga ingin ikut
"Bu!"
Ucap kayla sambil mengangkat tangannya
"Ya?! kamu tau jawabannya? oke bagus cepat jawab!"
Ucap guru tersebut
"Jawabannya tiga!"
Ucap kayla dengan tegas dan penuh keyakinan
"HEH! saya ini mengajar bahasa indonesia! bukan matematika! sekarang kamu keluar dari kelas!"
Ucap guru tersebut
Kayla berdiri dari kursinya lalu melangkah kedepan dan menyalami guru tersebut
"Makasih bu!"
Ucap kayla lalu pergi
"Siska, dua teman kamu sudah pergi, kalau kamu mau pergi silahkan, dari pada nyampah!"
Ucap guru tersebut yang sudah sangat lelah
"Dengan senang hati"
Ucap sisca lalu pergi menyusul liza dan kayla
"Lo baru dateng? gue udah habis dua mangkok bakso"
Ucap liza
Sisca duduk disebelah kayla lalu makanan
10 menit berlalu
Liza, kayla dan sisca sudah menghabiskan makanan mereka
Dan sekarang ini mereka sedang bergosip ria
"LIZA!!! kan saya sudah bilang, ganti warna rambu kamu!"
Ucap Bu lia yang tiba-tiba datang
"Lah ini kan sudah saya ganti. kemarin kan ungu, sekarang pink"
Ucap liza
"Bukan itu maksut saya! pusing saya ngurus kamu!"
Ucap Bu lia
"Ya gak usah ngurus saya"
Ucap liza
"Haishh! kemarin ungu sekarang pink besok apa? kenapa gak sekalian aja dua warna kamu gabung?!"
Ucap Bu lia
"Boleh juga"
Ucap liza
"Liza kayla dan sisca ikut saya ke ruang BK!"
Ucap Bu lia
"Apa salah kita?"
Tanya liza
"Ini jam pelajaran bukan istirahat!"
Ucap Bu lia
"Kita bertiga disuruh keluar kelas"
Ucap liza
"Ya bukan berarti kekantin!"
Ucap Bu lia
"Ya terserah kita, kan kita disuruh keluar kelas bukan dihukum"
Ucap liza
"Ya paling guru yang ngajar dikelas kamu sudah tidak tau harus menghukum kamu seperti apa, mangkanya kalian bebas"
Ucap Bu lia
"Ga tanya"
Batin liza, kayla dan sisca bersamaan
"Sudah lah"
Ucap Bu lia lalu pergi
"Liza, hukuman apa yang paling lo benci?"
Tanya kayla
"Gue tebak semua hukuman yang ada zionya!"
Ucap sisca, sangat yakin
Liza hanya mengacungkan jempolnya sebagai jawaban
"Besok rambut lo gimana?"
Tanya sisca
"Kita lihat aja besok"
Ucap liza dengan santai
"Eh liza benci sama zio, sisca benci sama abi dan gue benci sama reyhan. kok bisa kebetulan gitu ya"
Ucap kayla
"Kenapa lo benci sama zio dan kenapa lo benci sama abi"
Tanya kayla
"Dan kenapa lo benci sama reyhan?"
Tanya liza
"Emmm, kita bahas besok aja. Sekarang udah mau ganti pelajaran. Yuk kekelas"
Ucap sisca
"Eh, iya ayok! entar kalo telat bisa dihukum"
Ucap kayla
"Iya. Pak botak itu selalu punya 1001 cara buat hukum kita, terutama gue. Entah ada dendam apa dia sama gue"
Ucap liza, lalu mereka bertiga berdiri dan berjalan menuju kekelas
KALO SUKA LIKE YA:)