
Liza dan zio dihukum ditempat yang berbeda karena kalo dibarengin ya bakal rusuh yang ada hukumannya gak akan kelar dan malah akan nambah masalah
Zio dihukum membersihkan Perpustakaan
Kalo Liza dihukum doble karena Liza melakukan kesalahan dua kali
Hukumana pertama Liza membersihkan UKS. Kalo kalian mikir uksnya paling kecil. Itu salah besar! Uks dusekolah liza itu gede banget! Karena didalamnya ada 50 tempat tidur setiap tempat tidur diberi selambu putih
Hukuman kedua Liza itu, Liza harus menjadi salah satu panitia persiapan Lomba yang akan diadakan dua minggu lagi
Entah lomba apa
Dan setelah Liza telusuri lebih dalam ternyata semua yang menjadi panitia itu hanya Osis, jadi Zio tidak ikut
###
Liza masuk dalam UKS. Liza mengira uks akan kosong tapi ternyata masih ada manusia yang terbaring diatas kasur dengan posisi menyamping membelakangi liza
Dilihat dari belakang sepertinya itu Bella
Liza menghampiri Bella dengan pelahan supaya tidak meninbulkan bunyi. Liza ingin memastikan Bella tidur atau hanya numpang rebahan
Ternyata Bella tidak tidur
"Bell" Liza memegang bahu Bella
Bella sedikit tersentak kaget lalu Bella menghadap Liza
"Eh kak Liza. Kenapa kesini kak?"
"Coba tebak"
Tanpa berpikir panjang Bella sudah tau Liza pasti dihukum
"Pasti kak Liza dihukum"
"Kok lo tau sih?"
Bella hanya tersenyum
"Lo ngapain disini? Numpang rebahan ya?"
"Nunggu jemputan"
"Kok disini? kenapa gak didepan?"
"Males. Nunggu jemputan tuh pasti lama"
"Emangnya siapa—"
Oh my my my
Oh my my my
Pandangan Liza dan Bella langsung tertuju pada HP Bella yang tergeletak disebelah Bella
"Lagu apa tuh?" Batin Liza yang baru dengan ada lagu itu
"Bentar ya kak" Bella mengangkat telephone entah dari siapa
Liza mengangguk lalu mengambil sapu yang letaknya lumayan jauh dari tempat tidur Bella
Liza mulai menyapu dengan asal. Bersih gak bersih bodo amat yang penting udah disapu
Oh iya. Nanti yang jemput Liza siapa ya? Hah~ Siapa aja gapapa lah yang penting jangan—
"Eh kak Zio. Ada apa kak?"
—Jangan Zio!
Liza langsung menintip dari balik selambu. Dilihatnya Zio sedang berjalan menuju Liza
Liza segera berbalik dan menyapu dengan teratur
"Heh! Udah selesai belom?!"
Liza menatap Zio sebentar lalu memutar bola matanya
"Gue dihukum gini gara-gara lo ya!"
"Salah lo sendiri"
"Ehemm! Kak, aku pamit pulang dulu ya" Ucap Bella
"Eh, iya" Ucap Liza menatap Bella sambil tersenyum lalu menoleh keZio dengan senyum yang sudah pudar dan dengan mata tajam
"Jadi lo ngapain sih kesini?!" Ucap Liza
"Mau mastiin lo nyapu bener apa enggak. Dan ternyata enggak"
"Diem lo! Bisanya komen aja! Bantuin kek!"
"Gak"
"Ya kalo gak mau bantuin lo harus diem!"
"Gak"
"Kalo gitu lo pergi!"
"Gue pergi kalo lo juga pergi"
Liza memutar bola matanya
"Emangnya kenapa sih?!"
"Gapapa"
Hp Zio bergetar yang menandakan ada yang meneleponenya
Zio mengangkat telepone lalu berjalan keluar
"Nyapunya yang cepet" Ucap Zio sebelum pergi
"Emang kenapa sih?!" Ucap Liza tapi sayangnya Zio sudah keluar
Liza kembali menyapu denga asal lalu melipat selimut yang berserakkan
Gerakan tangan Liza berhenti
Apa ini? Liza mengamati cairan berwarna aneh yang menempel diselimut yang dipegangnya
"Arghh!! Muntahan!!" Liza membuang selimut ditangannya
Liza memegang perutnya yang terasa mual
Kepala Liza pusing. Selalu saja seperti ini ketika Liza melihat muntahan
Ah! Liza tidak kuat. Liza berjalan lemas kepojok tembok
Liza menekuk kakinya lalu menundukkan kepalanya
Liza merasakan sentuhan disalah satu pundaknya membuat Liza menganggat kepalanya menatap kak Ardi yang ternyata sedang berjongkok didepannya
"Lo kenapa?"
"Loo... Lagi tidur ya?"
Plis! Bunuh orang dapet pahala berapa?
"Kayaknya lo emang beneran tidur deh! Gue angkat kekasur deh. Kasihan anak orang masih punya nyawa"
Ardi bersiap mengangkat Liza tapi kerah baju Ardi ditarik oleh Zio dan Zio memberi bogeman mentah tepat dipipi didekat ujung bibir
Suara yang sangat keras membuat Liza mengangkat kepalanya
Apa lagi ini?? Ini Liza lagi sakit woi!
"Apaan sih lo!" Ucap Ardi
"Lo apain Liza?!"
Zio kembali memukul Ardi hingga Ardi tersungkur dan ujung bibirnya mengeluarkan darah
Zio segera menarik lengan tangan Liza dan menyeret Liza keluar dari UKS
Liza hanya pasrah sambil menahan sakit diperutnya
"Aaaaa!!" Teriak kaget para cewek didekat pintu membuat Liza dan Zio memberhentikan langkah mereka
Zio menoleh kekumpulan cewek yang dari tadi meguping didekat pintu
"Emm... Kita dengernya cuma dikit kok" Ucap salah satu dari mereka
Zio tidak memperdulikan itu. Zio melanjutkan menarik tangan Liza hingga mereka sampai diparkiran
###
"Lo kesini naik apa?" Tanya Zio sebelum memakai helm
Liza hanya menatap Zio dan tidak berniat menjawab karena perutnya masih terasa sakit
"Cepet naik!"
Liza mendekat lalu—
Byurr!!
Liza muntah hingga mengenai seragam hingga wajah Zio
Hah~ perut Liza terasa enakan
Liza menatap Zio yang ternyata Zio sedang melihat Liza dengan buas
Liza mengamati seragam dan wajah Zio yang sudah terkotori oleh muntahannya
"Eh gue bawa tisue!" Liza membelakkan matanya saat menyadari tasnya tidak ada
"Zio! Tas gue! Ketinggalan! Bentar gue ambil dulu" Liza akan melangkah tapi tangannya dicekal oleh Zio
"Jangan balik keUKS!" Ucap Zio dingin dan tajam
"Emang kenapa?"
Zio menatap Liza tajam membuat Liza membatalkan niat untuk kesana
"Terus gue sekolah besok gimana?"
"Gak usah bawa tas"
"Terus barang gue gimana?"
"Barang apaan?"
"Emmm—"
"Titipin kegue aja"
"Lo gak paham Zio!! Barang yang gue maksut tuh privasinya cewek!!" Batin Liza
"Gak usah! Gue titipin temen gue aja"
Zio menganggukkan kepalanya
"Eh, tapi buku gue buat pelajaran besok apa?"
Zio mengangkat satu alisnya
"Emang lo bawa?"
"Eee... Udahlah! Ayo anterin gue pulang!"
"Betar gue lepas seragam dulu"
"Jangaaan!!!" Ucap Liza membuat gerakan tangan Zio berhenti
"Kenapa?"
"Badan lo jelek!"
"Lo gak lihat seragam gue kena muntahan lo?!"
"Cih! Cuma kena muntahan doang!"
"Sini gue muntahin lo!" Zio akan menarik tangan Liza tapi Liza dengan cepat menghindar
"Jangan!"
"Udah. Lo diem! Badan gue bagus!"
"Masaaa?? Perut lo ada roti sobeknya gak?" Tanya Liza, meremehkan
"Ada"
"Masaa??"
"Hemm"
"Berapa kotak?"
Pertanyaan Liza membuat Zio langsung menatapnya
"Lo mau lihat apa pegang?"
"Mau gue datarin!"
Zio membuka seragamnya membuat tangan Liza refleks menutup matanya tapi Liza masih bisa mengintip dicela-cela jarinya
"Gak usah tutup-tutupin mata lo. Gue pake kaos"
Liza menurunkan tangannya dan melihat kaos hitam yang dikenakan Zio
###
LIKE:) LIKE:) LIKE:)
♥ ♥ ♥