IceCream

IceCream
3:{Ruqyah



Liza menuju gerbang sekolah dengan mengibaskan rambutnya. Berjalan seperti seorang model


"Eneng bule ya? blasteran mana neng?"


Tanya pak satpam


"Saya blasteran Bandung-Jogja"


Jawab liza


"Haha, bisa aja si eneng mah. Kalo saya blasteran rumah nomer 4 sama rumah nomer 27"


Kata pak satpam


"Hahaha, si bapak bisa aja. Yaudah pak, saya mau masuk dulu"


Kata liza lalu melangkah pergi memasuki halaman sekolah


Semua pasang mata menatapnya.


Bukan. Bukan menatap wajah liza, tapi rambut liza



Liza berjalan menuju kelasnya


"Wahhh! keren! berani banget ya lo?!"


Kata teman sekelas liza yang bernama Kayla


"Yaaa, mumpung emak gue lagi lagi ke luar, gue warnain aja nih rambut"


Kata liza yang sedang berjalan memasuki kelas


"Hari ini ada PR gak?"


Tanya liza


"Gak tau"


Jawab kayla


"WOOII!!!"


Liza berteriak, orang-orang menatap liza


"Hari ini ada PR gak!!"


Tanya liza


"Ada. mat, sama bahasa inggris"


Jawab salah murit perempuan


"Pada udah ngerjain belum??!!!"


Tanya liza


Hening


"Oke! gue anggap semua belum ngerjakin!"


Kata liza


"TUTUP PINTUNYA!!"


Ucap liza. Orang yang berada didekat pintu langsung menutupnya


"SEMUA GAK BOLEH ADA YANG NGERJAIN! jam pertama Matematika yang ngajar Bu titik-"


Ucapan liza terpotong


"Titin"


Ucap siswa yang sedang memakai softlens


"Oke itu namanya. Ada yang tau informasi tentang bu itin? Sisca tau?"


Tanya liza


"Titin woi! Bu titin sifatnya galak suka sesuatu yang berlebihan, seperti dia pernah kepergok make lipstik 3 lapis 3 warna, menurut dia, penampilan nomer satu"


Ucap siswa cewek yang memang mempunyai sifat kepo akut dan tau segalanya. Dia Sisca. Bisa dibilang ratu gosip


"Oke waktu pelajaran Bu lilin biar gue aja yang maju"


Ucap liza


"Kenapa sih, lo sering lupain namanya Bu titin?"


Tanya kayla


"Dulu waktu gue masih kelas sepuluh dia pernah komentar tentang penampilan gue. Katanya, tas gue kuning sepatu gue kuning kenapa gak sekalian aja darah gue kuning?!"


Jawab liza yang masih kesal


"Terus lo dendam gitu sama Bu titin?"


Tanya kayla


"Yaps! setelah dia bilang gitu, langsung aja gue kumur-kumur baca mantra terus sembur dan tepat sasaran dong"


Jawab liza


"Tepat sasaran? maksutnya?"


Tanya kayla


"Gue sembur waktu dia lagi mangap alias buka mulut"


Jawab liza dan sontak seisi kelas tertawa


"Oke. Waktu pelajaraan Bu titin liza yang maju, terus waktu pelajaran bahasa inggris gimana?"


Tanya kayla


"Gak usah dikerjain lah"


Ucap dion


"Udah pikun tuh guru"


Ucap sisca


"Iya gak usah dikerjain. Gue baru aja pakek kutek"


Ucap Mila


"Oke!"


Pelajaran pertama dimulai. Bu titn masuk kedalam kelas


"Pagi anak-anak"


Sapa bu titin


"Pagi!"


Ucap anak-anak


"Kelas ini masih sama aja ya. kalo gurunya masuk bukannya semangat ini malah makin bosen! ada yang tidur, ada yang lagi mainan rambut terus yang didepan ini malah sibuk niupin kuku!"


Ucap Bu titin


"Woi! kayla!"


Ucap liza, berbisik pada kayla yang berada didepannya


"Apaan?"


Tanya kayla sambil menolehkan kepalanya keliza


"Ajak ngobrol bu tinti! tentang make up gitu. Pokoknya buat dia ngomong panjang lebar!"


Ucap liza, masih berbisik


"Oke!"


Ucap kayla


"Bu! saya mau tanya!"


Ucap kayla sambil mengangkat tangannya


"Tanya apa?! kalo gak penting saya kosongi nilai kamu!"


Ucap bu titin sambil berjalan menuju meja kayla


"Itu bu, saya mau tanya kenapa wajah ibu bisa tetap cantik walau sudah punya Tujuh anak?"


Tanya kayla


"Rahasia!"


Ucap bu titin


"Ayo lah bu, setidaknya kasih saya bocorannya dikiiiiittt aja!"


Ucap kayla dengan muka memelas


"Oke deh! Jadi kamu harus cari buah durian yang sudah sangat tua-"


Ucapan bu titin terpotong


"Bu!"


Ucap liza


"Aiiishh! murit sampah satu ini! kenapa?!"


Tanya bu titin


"Sampah?! lo yang sampah lihat aja entar! dasar limbah masyarakat!"


Batin liza


"Saya mau ke toilet bu"


Ucap liza


"Ya udah, pergi sana! kamu gak penting!"


Ucap bu titin


Liza pun berdiri dari tempat duduknya lalu melangkah ke meja sisca dan menarik tangan sisca


"Ikut gue!"


Ucap liza berbisik


Sisca berdiri dan berjalan bersama liza menuju toilet


"Jadi apa rencana lo?"


Ucap sisca saat sudah berada ditoilet


"Lo punya nomernya bu ninin kan?"


Tanya liza


"Punya lah!"


Jawab sisca


"Oke jadi gini. Lo telephone bu inin terus bilang kalau dia diundang keacara pameran kosmetik ditoko kosmetik remaja"


Ucap liza


Sisca segera mengambil HPnya dan menelephone bu titin


"Halo ini siapa ya?"


"Saya ini salah satu karyawan dari toko kosmetik remaja, apakah ini benar dengan bu titin?"


Tanya sisca dengan suara yang dibuat-buat


"Iya ini benar, saya Titin, tapi apa benar ini salah satu karyawan ditoko kosmetik remaja, soalnya suara anda seperti seorang remaja SMP atau SMA"


Liza langsung merebut HP sisca dari tangannya


"Ah maaf nyonya! Dia memang putus sekolah dan memang umur dia masih sangat muda. Jadi saya mengundang ibu keacara menyambut ulang tahun toko saya, dan saya mengadakan diskon 75%, dan karena ibu tamu istimewa jadi saya naikkan diskonnya menjadi 85%"


Ucap liza, dengan suara yang dibuat-buat sehingga tidak ada yang menyadarinya bahkan sisca tidak percaya bahwa itu suara liza


"Sepuluh menit lagi saya akan sampai!"


Ucap bu titin


Sambungan dimatikan


"****!! lo pinter bangeeet!"


Ucap sisca, takjub


"Kepinteran gue emang gak perlu diragukan"


Ucap liza sambil liza sambil mengelus puncak kepalanya


Liza dan sisca kembali kekelas


"KITA JAMKOOOOSSSS"


Ucap sisca begitu membuka pintu kelas


Seketika keadaan kelas menjadi sangat kacau


Semua meja diletakkan ditengah kelas lalu lampu dimatikan, pintu ditutup, cendela juga ditutup dan Mila naik keatas meja lalu menyayi dengan suaranya yang keras dan sangat bagus, sedangkan orang-orang dibawah mengambil HPnya lalu menyalakan senter


BRAAAAKKKK!!!


Seorang laki-laki menendang pintu kelas dengan kencang, membuat semua orang menatapnya


"Guru gak ada bukan berarti jamkos!"


Ucapan seorang lelaki yang tadi menendang pintu


"Lo ngapain sih!"


Tanya liza


"Lo! ikut gue!"


Ucap lelaki itu sambil mendekat kearah liza dan menarik tangannya


"Zio!! lo apaan sih!!"


Ucap liza yang sedang berusaha melepaskan tangannya dari genggaman zio


Liza mengigit tangan zio dan berhasil. Tangan liza terlepas dari cengkraman tangan zio


"Lo secara gak langsung udah cium tangan gue ****"


Ucap zio


"A-apa???!!!!"


Ucap liza


"Sekarang lo pilih jalan sendiri apa gue seret?!!"


Tanya zio


"Gue pilih yang ketiga"


Ucap liza


"Oke!"


Zio langsung menggendong tubuh liza menuju keluar kelas


"Ehh, lo apaan sih! turunin gue! pilihan ketiga gue tuh duduk!"


Ucap liza sambil memukuli zio


Zio tetap berjalan, tidak memperdulikan liza


"Lo ngapain bawa gue kesini?!"


Ucap liza saat sudah sampai di depan ruang BK


"Bu, saya bawa virus sekolah"


Ucap zio didepan bu lia


"Lepasin gue zio!!"


Ucap liza


Zio melepaskan tangannya secara langsung sehingga tubuh liza jatuh


"Lo sengaja ya?!"


Ucap liza


"Ya"


Jawab zio


"Oke sudah! zio kamu boleh kembali kekelas"


Ucap bu lia


Zio mengangguk lalu meninggalkan ruang BK


"Liza kamu melanggar tata tertib disekolah. Sudah jelas bahwa tidak boleh mengecat rambut!"


Ucap Bu lia


"Ya memang kenapa kalau saya ngecat rambut saya? kan Bu lia juga ngecat rambut ibu dan bukannya mengecat rambut dengan warna hitam itu tidak diperbolehkan ya? Bu lia emang udah tua rambutnya udah waktunya berubah warna, jadi terima aja. Tua ya tua. Atau jangan-jangan Bu lia mau dibilang muda ya?"


Ucap liza


"Saya tidak mau tau! pokoknya besok warna rambut kamu harus diubah! kalo tidak, rambut kamu akan saya potong sampai ke akar-akarnya! sekarang kamu pergi!!!"


"T-tapi bu!"


"Pergi!!!"


Ucap bu lia


Liza melangkah pergi dari ruangan BK


TTEEETTTT!!!!


Bel tanda istirahat sudah berbunyi, liza segera pergi kekantin


Saat sampai dikantin mata liza terfokus pada....... ZIO


"Biji salak disini ya! awas aja lo biji salak!!"


Batin liza


"Woi, zio! maksut lo apa! dateng kekelas orang sembarangan! terus main bawa gue keBK! ngajak berantem lo?!! sini maju! Gue patahin tulang kaki lo! Gue bikin tangan lo lumpuh!!"


Ucap liza yang mengepalkan tangannya didepan zio


"Dia kenapa sih?"


Tanya Reyhan. teman dekat zio


"Kerasukan paling"


Jawab zio


"Woiii! ada yang kerasukan! cepet panggil si Abi!!!!"


Reyhan berteriak sehingga semua pengunjung kantin bergerombol untuk melihat siapa yang kerasukan


"Apa? Siapa yang manggil gue??"


Tanya abi yang berhasil masuk dalam kerumunan orang


Abi merupakan cucu dari pemilik pesantren yang sangat terkenal dan merupakan anak dari ustad dan ustazah. Dikabarkan bahwa keluarga mereka sudah pernah berkunjung kemekah lima kali


"Ada yang kerasukan nih!"


Ucap reyhan


"Minggir minggir! ini tugasnya orang yang sudah berpengalaman! mohon saat saya membacakan doa semua bilang AMMIN sekeras kerasnya"


Abi sudah menyiapkan air dan tasbih


"Bismillah!!" —Abi


"AMMINNNNN!"—Semua orang


"Keluarlaaah! Dari tubuh orang tak berguna ini!" —Abi


"AMMINNNNNNN!" —Semua orang


"Tolong keluar! tidak ada gunanya engkau berada ditubuh orang jelek dan bodoh ini!" —Abi


"AMMINNNNNN!" —Semua orang


"Woi lu niatnya mau jelek-jelekin gue ya! dasar kulit pisang biji duren!" —Liza


"Keluarlah! keluarlah! orang ini sudah seperti setan jadi tidak perlu kau rasuki" —Abi


"AMMINNNNNNNNN!" —Semua orang


"Baiklah. Sekarang saatnya siraman Qolbu"


Kata Abi


"Mana air suci ku?"


Tanya Abi


Reyhan pun langsung memberikan segelas air yang tadi diberikan abi padanya


Mulut abi berkomat-kamit entah membaca apa


Lalu abi berkumur-kumur menggunakan air itu lalu—


Byuuurrrrr!!!


—disembur tepat di wajah liza


"1 kali" —semua orang


Byuuuuuurrrrrrrr!!!


"2 Kali" —Semua orang


BBYYUUUUURRRRRRR!!!


"3 KALI!!!" —Semua orang


"Aneh, kenapa semburan ketiga gak kerasa?"


Batin liza


"Wahhh! Tidak disangka ternyata bapak zio pasang badan untuk melindungi ibu liza"


Ucap reyhan seperti reporter


"Ohhh biji salak pasang badan buat gue. KENAPA GAK DARI TADI!!!"


Batin liza


Liza mengangkat kepalanya dan—


"Woahhhh! liza dan zio saling menatap! ini kejadian yang sangat langka!"


Ucap rayhan


Zio pergi membawa liza kekelasnya yang ternyata sepi


"Nih!"


Ucap zio sambil memberikan jaketnya kepada liza


"kenapa mendadak keadaannya gini sih? berasa lagi main film dah!"


Batin liza


"Emm, kalo gue pekek terus lo pakek apaan?"


Tanya liza


"Aelah kenapa gue ngomong gitu sih! tinggal diambil terus pergi! buat apa peduli sama biji salak?!"


Batin liza


"Gue entar gampang lah! Bisa nyuri punyanya si Reyhan"


Jawab zio


"Cepet pakek! keburu lo masuk angin!"


Ucap zio


"Emang kenapa kalo gue masuk angin?"


Tanya liza


"Kasihan anginnya. Udah masuk entar gabisa keluar. Cepetan peke!!"


Kata zio


"Aelah! iya iya! bentar! tangan gue kaku nih"


Ucap liza


"Gue pakekin apa pakek sendiri?!"


Tanya zio


"Gue bukan bayi! gue bisa pakek sendiri"


Ucap liza sambil berusaha memakai jaket itu


"Lama!"


Zio mendekat dan membantu liza memakai jaket


Wajah mereka sangat dekat sehingga membuat wajah liza memerah


"***** bangke e'ek kucing! mau meledak aja gue rasanya!"


Batin liza


KALO SUKA LIKE YAAA!


:)


MAKIN BANYAK YANG LIKE MAKIN CEPET UPDATE


:)


:)