IceCream

IceCream
16:)Hukuman dari zio



"Kita mau kemana sih?!" Tanya kayla yang duduk disebelah sisca


"Lo dari tadi ngomong mulu deh!" Telinga reyhan mau retak rasanya menedengar segala macam keluhan dari mulut kayla


"Heh! yang dibilang kayla tuh bener! kita udah seabad dimobil ini, kapan sampainya?!" Ucap sisca


"Lo juga diem aja! jangan lebay! kita baru aja lima menit!" Ucap abi yang sudah malas mendengar keluhan dari sisca


"Udahlah, lo berdua diem aja dibelakang. Duduk manis walaupun muka kalian pait!" Reyhan mengeluarkan HPnya lalu menekan aplikasi yang akhir-akhir ini dimainkannya


"Contoh tuh, dua orang didepan sana!" Abi menunjuk zio dan liza yang dari tadi diam, menatap lurus kedepan


"Iya mulut mereka emang diem, tapi batin mereka omongannya kasar!" Ucap kayla


"Jelasnya itu, mereka lagi perang batin!" Ucap sisca yang disetujui oleh kayla


Leher liza rasanya pegal. Mau nengok kesamping tapi malu karena ada zio. Entar kalo liza nengok kesamping, zio malah ge'er, dikiranya liza lihat dia, padahal mah liza sangat eneg melihat wajah zio


Kapan mereka akan sampai?! Aishh! liza sudah tidak tahan


"Woi! lama amat sih! dari tadi kagak ngampe! Gue aja yang nyetir!" Ucap liza berapi api


"Jangan!!!" Ucap empat orang yang ada dibelakang


Kalo liza yang menyetir, mereka yakin tidak akan selamat sampai tujuan


CKITzzz!!


Zio mengerem mendadak, membuat semuanya yang berada dimobil kaget


"Kebiasaan banget sih lo ngerem dadakan!" Ucap liza


"Bukannya elo ya?!" Zio menatap liza dengan mengangkat sebelah alisnya


"Ya elo lah! lama-lama gue makan juga lo!" Liza sangat ingin mengunyah daging zio


"Sebelum makan gue, gue udah telen lo duluan" Zio membuka pintu mobil lalu keluar


"Huh! Ginjal zio kalo dijual laku gak sih??" Batin liza


"Udahlah za. Ayo turun" Ucap kayla sebelum dia turun


Mereka pergi kesebuah cafe lalu berjalan menuju bangku yang sudah diisi tujuh cowok yang penampilannya seperti anak nakal


"Dateng juga lo" Ucap salah satu dari tujuh orang itu


Zio dan yang lainnya duduk disofa, depan tujuh cowok itu


"Kok rambutnya merah, kuning, ijo sih?! Kayak anak ayam yang biasa dipasar!" Ucap kayla, membuat reyhan, abi, sisca, dan kayla tertawa lepas


"Bukan bukan, yang bener tuh mirip lampu lalu lintas!" Ucap sisca yang membuat tawa mereka semakin menjadi jadi


"Dibuletin aja. Mereka itu anak ayam yang nyari induknya dilampu lalu lintas!" Ucap kayla


Liza sangat ingin tertawa tapi mulutnya dibekap zio


"Jangan ketawa dihadapan mereka!" Bisik zio


Setelah beberapa saat zio baru melepaskan tangannya


"Emang kenapa sih?!" Tanya liza, kesal


"Gaboleh!" Ucap zio, cuek


Huh! memang zio siapanya liza? ikatan darah gak ada, ikatan temen gak ada, ikatan hati juga mana mungkin ada!


Salah satu dari tujuh cowok itu dari tadi melihat liza dengan sangat lekat


"Lo liza ya?" Tanya orang itu


Liza menaikkan salah satu alisnya lalu memutar bola matanya kearah lain


"Banyak banget dah fans gue!" Batin liza


"Iya beneran lo liza! Lo gak lupa sama gue kan? Gue leo!" Ucap leo


"Oh" Ucap liza sangat tidak perduli


"Lo cewek yang dimini market kan? Gue antares! Jangan bilang lo lupa sama cowok seganteng gue?!" Ucap antares yang duduk disebelah leo


"Gue lupa" Ucap liza cuek


"Jangan cuak gitu lah. Gimana kabar 17 anak lo?" Tanya antares


"APA?!!" Reyhan, Abi, sisca dan kayla menatap liza, meminta penjelasan


Liza memalingkan wajahnya


"Bukan urusan lo"


"Lo sama zio beneran suami istri gak sih?!" Tanya antares


"APA?!!" Reyhan, abi, sisca dan kayla menatap liza dengan tajam


"Cerita sama gueee!" Kayla mengguncangkan tubuh liza


"Suruh zio cerita" Ucap liza cuek


"Woi zio! Kapan lo nikahin liza?!" Ucap kayla


"Kalian tinggal berdua?" Tanya sisca


"Beneran udah punya 17 anak?" Tanya abi


"Kapan bikinnya?" Tanya reyhan


Mata liza dan zio menatap tajam kearah reyhan


Pertanyaan macam apa ituuuu?!!


"Pertanyaan lo aneh!" Kayla memukul bahu reyhan


"Tapi gue juga kepo sih!" Ucap abi


"Emm gue juga sih" Ucap kayla


Hah~ ada apa dengan otak mereka?


"Temen lo juga pada gak tau? Atau jangan-jangan waktu dimini market itu, lo bohongin gue?!" Ucap antares


Zio memutar otaknya tapi masih tidak menemukan jawaban. Hah~ lebih baik zio kabur dari masalah ini


"Gue udah tepatin janji gue. Sekarang gue pergi!" Zio menarik tangan liza untuk berdiri


"Lo boleh pergi, tapi biarin liza disini. Berapa pun gue bayar" Ucap antares


"Heh! harga diri gue mahal ya! lo gak bakal mampu bayar!!" Ucap liza


"Sebutin aja harganya" Ucap leo santai


"Sekarang gue tanya deh! angka terakhir itu berapa?" Tanya liza


Semuanya diam


Hah~ sudahlah. Percuma ngomong dengan setumpuk sampah yang hanya bisa mengandalkan uang hasil ngemis dari orang tua. Lebih baik liza pergi


Liza menarik tangan zio pergi dari tempat itu


"Cari tau nomor HPnya liza!" Ucap antares


###


Liza mengajak mereka pergi kepasar malam yang letaknya tidak jauh dari cafe itu


"Gue ketoilet dulu ya! lo duluan aja!" Kayla pergi menuju toilet


"Gue ikut!" Reyhan menyusul kayla


"Gaboleh! dasar mesum!" Kayla mempercepat langkahnya tapi reyhan berlari menyusulnya


"Gue cari duit yang jatoh dulu ya!" Sisca pergi bersama abi


Sekarang hanya tinggal zio dan liza yang hanya berdiri mengamati sekeliling


"Tante!" Anak perempuan dengan pipi tembam berusia empat tahunan itu menghampiri liza


"Eh" Liza kebingungan karena anak perempuan itu memeluk kaki liza


"Tanteee!" Ucap anak itu


"Ehemm" Zio memalingkan wajahnya untuk menutupi tawanya


"Maaf dek, saya bukan tante kamu. Emang wajah saya udah kayak tante tante ya?" Liza mengelus rambut anak itu


Anak itu mengangkat kepalanya untuk melihat wajah liza


Liza memukul bahu zio keras


"Papaaa" Anak itu lari kepelukan zio


Zio kebingungan, dia melihat kekanan dan kiri, mencari orang tua anak ini


"Gimana nih??" Tanya liza


"Apa kita adopsi aja?" Zio sengaja bertanya seperti itu karena ingin melihat ekspresi liza


"Apa? Kita? Lo aja! Gue mah ogah!!" Hah~ kalo liza pulang bawa anak, apa kabar dengan panci pink milik fani. Hah~ mungkin akan terbang melayang mengenai wajah syantiq liza


"Dasar pencuri anak!!" Ucap ibu ibu yang datang


"Eh ibu salah paham! biar saya jelasin dulu!" Ucap liza yang ingin meluruskan permasalahan


"Kalo mau anak tuh bikin sendiri! jangan asal ambil anak orang!!" Ibu itu menggendong anak itu lalu pergi sambil mengomel


"Gue ada salah ya?" Tanya liza polos


Bolehkah zio mengakui bahwa liza sangat imut?


Zio merangkul pundak liza lalu pergi menuju pedagang sosis bakar


"Pak sosis bakarnya satu" Ucap zio yang masih merangkul liza


"Kenapa gak dua sekalian aja? Yang satu kan bisa buat pacarnya" Ucap pak penjual


"Pacar? haha! ketok pala Syantiq gue! biar gue bangun dari mimpi suram bin kejam ini!" Batin liza


"Aelah! kalo belinya satu ya satu!" Ucap liza cepat


Eh tunggu! sepertinya liza ingat dengan bapak penjual ini


"Bapak bukannya penjual mie ayam ya?" Tanya liza


"Iya neng!" Ucap bapak itu yang masih sibuk membakar sosis


"Bapak penjual aja diinget tapi dua cowok tadi gak diinget!" Ucap zio


"Lo mau gue nginget dua orang tadi?" Tanya liza menaikkan satu alisnya


"Gak! jangan diinget! gak baik!" Ucap zio


###


"Sekarang kita mau kemana?" Tanya kayla


"Makan dulu baru pulang" Ucap reyhan sambil memasukkan cilok kedalam mulut kayla


"Kapan kita selesai makan?" Tanya kayla setelah menelan cilok itu


"Entar, kalo makanannya udah habis" reyhan kembali memasukkan cilok kedalam mulut kayla


Liza dan sisca yang melihat interaksi dua orang itu hanya bisa salaing bertatap, bingung harus berkata apa


Liza menggigit sosis bakar yang dibelikan oleh zio


"Lo gak mau nawarin gue gitu?" Tanya zio yang melihat liza makan dengan enaknya


"Lo mau?" Tanya liza


"Iya lah"


"Beli sendiri sana!" Liza kembali mengigit sosis bakar itu


"Yang lo makan itu, gue yang beli!" Ucap zio


"Ikhlas gak?! Lo kan kaya! beli sendiri aja! sekalian beliin gue satu lagi!" Ucap liza yang masih mengunyah


"Gue yang beli, dia yang makan!" Batin zio


Zio mengigit sosis bakar ditangan liza


"Lo gak jijik apa?" Tanya liza


"Jijik sih, tapi mau gimana lagi" Ucap zio


Liza mengigit sosis bakar bekas gigitan zio


"Lo gak jijik?" Tanya zio


"Lo inget gak, waktu kita kecil dulu satu permen kita makan secara gantian" Ucap liza mengingat waktu dia dan zio masih berusia lima tahun


"Jangan dibahas!" Ucap zio menundukkan kepalanya karena pipinya memerah


Reyhan membuang bungkus cilok beserta tusukannya kebelakang, dimana terdapat anjing beauceron


Wajah abi dan yang lainnya sudah pucat, kecuali zio


"Anjingnya pasti diiket tuh" Zio kembali mengigit sosis bakar ditangan liza


"Tali rantai disana ya? udah aku lepas tadi" Ucap kayla


Guk guk!


"Masalah nih!" Abi melepas sepatunya


"Cuma satu jalan keluarnya" Reyhan juga melepas sepatunya


"Lariiiii!!!" Ucap mereka bersamaan


Zio dan yang lainnya berlari mencari tempat aman


Liza membuang sosis bakarnya kearah anjing itu, tapi bukannya diam dan memakan sosis itu, anjing itu malah semakin berlari mengejar mereka


Alergi daging palingan


"Mungkin kalau kita lari, kita malah makin dikejar" Ucap kayla


"Kalo kita diem, kita malah dimakan!" Ucap reyhan tak habis pikir dengan jalan pikiran kayla


Abi menarik tangan sisca menuju keantrian bianglala


Kayla menarik tangan reyhan menuju keantrian komedi putar


Sedangkan zio menarik tangan liza menuju kora-kora


Kora-kora? gak salah? Liza sangat takut dengan ketinggian


Liza duduk disebelah zio. Tak lama kemudian kora-kora ini mulai bergerak, semakin lama semakin cepat


"AAAAAaaaaaaaaaa!!!!" Teriak liza


Zio menutup telinganya


"AAAAaaaaa!!! gue!! benci!!! Ziooo!!!! Mau mati aja rasanyaaaaaaa!!!" Teriak liza yang bisa didengar oleh sisca dan abi yang sedang tertawa melihat bintang diatas bianglala


"Zio zio zio!!! kok mesinnya mati sih?!! ini posisi kita dibelakang dan kita diatas!!!" Ucap liza dengan keringat dingin


"Udah diem!" Ucap zio


Tak lama kemudian kora-kora kembali bergerak dengan cepat


"Ayam!!!! Kecoak!!! Tikus!!!! Kuda laut! kuda darat! kuda terbang!!!" Ucap liza menyebutkan semua hewan yang ada dikepalanya


"Hah! gue gak kuat!" Ucap liza


"Udah selesai ini!" Ucap zio lalu menarik liza untuk turun


"Oh udah selesai ya! bentar amat!!" Ucap liza


"Bentar apaan! dari tadi lo teriak mulu!" Ucap zio yang membuat liza bungkam


Sisca dan abi berjalan menghampiri liza dan zio


"Liza, lo tadi ngapain teriak teriak? Gue sampek denger loh" Ucap sisca


"Gapapa"


"Tadi yang teriak itu liza ya ternyata" kayla dan Reyhan datang menghampiri mereka


"ternyata lo bisa takut juga ya" Ucap reyhan sambil menaikkan satu alisnya


"Takut? haha gak lah!" Liza memutar bola matanya


"Oke karena liza orangnya 'gak penakut', kita masuk kesana" Zio menunjuk rumah hantu


__________________


KALO SUKA LIKE:)