IceCream

IceCream
36:'|Pake Liza!!



Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore semua murit sudah pulang tapi ketiga remaja cewek masih duduk berselonjoran dibawah pohon mangga yang terletak dihalaman sekolah


Liza, Sisca dan Kayla berbincang-bincang dan sesekali mereka tertawa karena lelucon aneh serta garing


Liza mengamati bendera merah putih yang terpasang ditiang bendera


"Bentar lagi 17 agustus nih"


Sisca dan Kayla ikut mengamati bendera yang berkibar tertiup angin


"Entar disekolah kita bakalan diadain lomba apa ya?"


Kayla menghela nafas "Palingan sama kayak dulu"


"Gimana kalo kita ikutan adain lomba disekolah?" Usul Liza. Kayla dan Sisca dengan antusias duduk medekat pada Liza


"Kita adain lomba perang-perang gitu"


"Perang? Pake pedang?" Ucap Sisca membuat Kayla menggelengkan kepalanya


"Bukaan! Tapi pake tombak!"


Liza memutar bola matanya. Heei!! ini hanya perang-perangan. Bukan perang beneran!


"Ya kalo kita pake pedang atau tombak itu namanya bunuh-bunuhan! Gak habis pikir gue sama lo berdua"


"Terus kita perangnya pake apaan??"


"Balon yang diisi air. Kita pake balon yang kecil sama yang besar"


"Oke! Tapi masa cuma kita doang. Kan gak seru"


"Bukan cuma kita. Tapi kelas kita sama kelas Zio"


###


"Heh! Bangun!"


"Rey. Ambilin air"


"Sebotol?"


"Seember"


Tak lama kemudian tubuh Liza, Sisca dan Kayla basah tersiram air


Liza, Sisca dan Kayla seketika bangun dari tidurnya (Masih dibawah pohon mangga)


"Eh Zio! Lo kira-kira dong kalo nyiram! Baju Kayla jadi basah kan!"


"Reyhan" Panggil Kayla dengan tatapan melasnya


"Zio! Apa-apaan sih lo?!" Ucap Liza


"Siapa suruh lo tidur disini?"


Zio dan Liza saling manatap tajam


Liza memalingkan wajahnya


"Puas lo ngelihat baju gue transparan!" Liza hendak pergi tapi tangannya dicekal oleh Zio


"Disana banyak orang"


"Udah tau disana banyak orang kenapa lo nyiram gue? Mau malu-maluin gue?"


"Gak. Gue mau pinjemin jaket baru gue"


Dia mau pemer ya?


Liza menundukkan kepalanya, tanganya mengepal kuat


Adai satu tonjokan bisa buat Zio mental sampai benua antartika


Liza diam membiarkan jaket yang masih berbau Khas toko mahal itu menempel ditubuhnya


"Lo ngapain masih disekolah?" Tanya Zio saat sudah selesai memakaikan jaketnya pada Liza


"Cari cogan" Ucap Liza asal


"Sekarang udah ada cogan didepan lo. Sekarang mau lo apain?" Zio memajukan wajahnya menatap wajah Liza lebih dekat


Buagh!


Satu tonjokan tepat mengenai pipi kanan Zio. Setelah menonjok Zio, Liza pergi dengan menggandeng Sisca dan meninggalakan Kayla yang masih sibuk dengan Reyhan


###


"Masa kita pake baju basah terus sih?!" Ucap Sisca. Sekarang ini Sisca dan Liza tengah berada didalam kelas


"Ya gimana lagi"


Liza dan Sisca menghela nafas bersamaan


"Haii kawan-kawan sesatku~"


Liza dan Sisca kompak mengengok kepintu yang menampakkan Kayla yang tengah berjalan menuju Liza dan Sisca


"Baju lo—"


"Dipinjemin Reyhan dong!!"


"Pantes kegedean" Cibir Sisca


"Terus Reyhan pake apaan? Pake seragam lo? Atau pake daun pisang?" Ucap Liza asal


"Dia pake seragam olahraganya"


"Emang dia bawa gitu?"


"Bawalah kan dia emang lagi latihan basket"


Brakk!


Liza menggebrak meja lalu berdiri


"Berarti Zio juga latihan basket dong?!!"


"Iya" Ucap seseorang dipintu


Liza, Sisca dan Kayla kompak menoleh kepintu yang menampakkan Zio tengah bersandar dipintu


Zio berjalan kearah Liza lalu melemparkan seragam osisnya pada Liza


"Pake"


"Ih ogah!" Liza melemparkan kembali baju itu pada Zio


"Pake Liza!" Zio kembali melemparkannya pada Liza


"Iih ogah Zio!" Liza kembali melemparkan baju pada Zio


Zio tak ingin ambil pusing. Dia menarik tangan Liza dan menyeret Liza keluar dari kelas menuju UKS


Sesampainya diUKS Zio mendorong Liza pelan supaya masuk kedalam UKS


"Cepet pake!"


"Ogah!"


"Atau gue pakein"


Liza menatap Zio dengan horor


"Oke gue pake" Pasrah Liza


"Oke" Zio menganggukkan kepalanya dan masih berdiri ditempat


Liza dan Zio sama-sama diam menatap satu sama lain


"Ngapain lo masih disini?!"


"Ha? Apa?"


"Pergi!!" Liza mendorong Zio keluar dari UKS


Tak lama kemudian Liza keluar dengan memakai baju Zio


"Baju lo gede banget sumvah!"


"Iya. Badan lo jadi kelihatan teposnya" Ucap Zio asal membuat amarah Liza naik


"Ucapin sekali lagi!" Liza mengangkat satu tangannya. Bersiap memukul kepala Zio


"Lo cantik"


BLUSH!


Liza menundukkan kepalanya. Pipinya terasa panas


"Ayo pergi!" Liza melangkah mendahului Zio


"Ada yang kurang"


"Apa?"


Zio menarik tangan Liza menuju kelas Liza. Liza dengan pasrah mengikuti Zio


Sesampainya dikelas, Zio mengambil jaket barunya yang tergeletak diatas meja


"Disini lo ternyata" Abi dan Reyhan masuk kedalam kelas Liza


"Udah ditungguin orang-orang noh!"


"Lo bawa benda yang gue minta"


Reyhan menyerahkan megapone pada Zio


"Buat apaan sih?" Tanya Reyhan yang penasaran


Zio mengabaikan perkataan Reyhan. Dia memberikan megapone itu pada Liza


"Buat apaan?"


"Semangatin gue lah"


"Giliran Liza aja dijawab. Apalah arti gue dimata lo" Gumam Reyhan yang masih bisa didengar Abi


Abi berusaha menahan tawanya tapi gagal karena Reyhan sudah tau


"Apa lo ketawa? Gue masih mending dari pada lo"


"Soal apa?"


"Percintaan!"


###


Liza, Sisca dan Kayla duduk menonton Zio dan teman-temannya yang sedang latihan basket dilapangam


"Sisca. Sejak kapan lo pake seragam cowok?" Tanya Liza yang baru sadar


"Sejak tadi"


Liza menatap nametag diseragam yang dipakai Sisca


!


Agilang Dion P


Demi apa itu seragam Dion!


"Lo minjem seragamnya Dion?!"


"Dia sendiri yang nawarin"


"Eh, enggak juga sih. Tadi Abi juga nawarin Sisca tapi Sisca milih punyanya Dion" Ucap Kayla yang memang tadi bersama Sisca


Drttt!!!


Getaran disaku celananya membuat Liza mengambil HPnya


"Liza kamu dimana?"


"Sekolah. Liza kan anak rajin"


"Rajin dhengkulmu! Cepet pulang. Kamu dicariin tante Riana tuh"


Tante Riana? Tumen dia main kerumah Liza. Hah! jadi males pulang kan


"Mungkin besok Liza pulang"


"Heh! Gak ada besok-besokan! Cepet pulang!"


"Iyak!!"


Liza mematikan HPnya dan memasukkannya kembali kedalam saku celana


"ZIO!! Gue mau pulang!!" Ucap Liza didepan megapone


Zio dan lainnya mengakhiri latihan hari ini. Zio, Reyhan dan Abi berjalan menuju Liza dan kedua temannya


"Mana?" Zio mengulurkan tangannya didepan Liza yang memasang wajah bingung


"Apanya?"


"Minum"


Liza memutar bola matanya "Gak ada"


"Kaylaaaa!!" Reyhan berjalan kearah kayla yang sedang duduk disamping Sisca sambil


"Lo beliin gue minum?" Tanya Reyhan


"Lupa!" Kayla menepuk jidatnya lalu dia berdiri "Gue beliin dulu"


"Zio!" Panggil Reyhan


Zio mengengok keReyhan lalu mengangkat satu alisnya seolah dia berkata apa?


"Gue dibeliin Kayla minum loh"


"Terus?"


"Itu tandanya Kayla suka sama gue"


"Itu tandanya Kayla lagi balas budi terhadap lo yang selama ini jadi babunya" Sahut Liza membuat orang-orang yang ada disana tertawa


"Tapi masalah percintaan tuh gue yang paling beruntung" Ucap Reyhan


"Kok bisa?" Tanya Sisca yang sejak tadi menyimak pembicaraan


"Ya bisalah. Walaupun gue bukan pacarnya Kayla, tapi kita tuh selalu ada untuk satu sama lain. Jadi gue yakin 1000% kalo Kayla tuh suka sama gue, tapi dia gak mau bilang karena pasti dia malu!" Ucap Reyhan dengan PDnya


Liza dan Sisca tersenyum berusaha menahan tawa mereka


"Ngapain lo senyam-senyum? Suka ya sama gue?! Emang pesona gue tuh tak tertandingi!" Reyhan menatap Sisca dan Liza bergantian lalu mengusap rambutnya kebelakang


Zio maju mendekati Reyhan lalu mendorong wajah Reyhan diikuti Abi yang memukul kepala Reyhan


"Eeeeh!!"


Kayla berlari mendekat KeReyhan lalu dia menarik tang Reyhan supaya menjauh dari Zio dan Abi


"Gak boleh pukul-pukul tau! Kalian kan temen!"


Zio dan Abi saling menatap


"Kayla. Kepalaku sakit tau" Keluh Reyhan pada Kayla


"Iya nanti kita pergi kembah dukun"


"Ngapain?!"


"Kita santet mereka" Kayla menatap Zio dan Abi tajam


"Kayla. Lo peka gak?" Ucap Liza tiba-tiba


"Peka lah!"


"Emm kalo lo peka, lo pasti tau dong disini siapa aja yang suka sama lo"


Kayla mengangguk mantap dia mengamati semua orang yang ada disekitarnya dan dengan PDnya Kayla menunjuk Putra membuat putra melongo


"Sinting!" Ucap Putra secara tidak sadar


"Ngaku aja. Lo suka kan sama gue! Buktinya kemaren lo minjem uang gue!"


Putra dibuat semakin melongo


"Dan bukan cuma Putra aja yang suka sama gue. Liham juga suka sama gue!"


Liham tersedak air minumnya


"Nah dia jadi salting kan!" Ucap Kayla


"Gak bener nih orang" Cibir Liham


"Besok kita Rukyah dia" Bisik Putra pada Liham


"Iya besok gue bawa bunga buat dicampur sama airnya"


"Bunga apaan? Disekitar rumah lo kan gak ada bunga"


"Gue ambil dikuburan"


Putra dan Liham bertos ria. Liza yang berada tak jauh dari mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya


"Kayla lo kan sering barengan sama Reyhan. Nah lo anggep Reyhan tuh siapa lo?" Tanya Sisca


Kayla berpikir cukup lama


"Emmm hewan peliharaan!"


###


"Liza gue anterin lo pulang ya"


"Gak usah"


"Oke gue anterin lo pulang!" Zio menarik tangan Liza menuju tempat parkir motor


Kupingnya Zio dah budek apa


###


♪♥