
Liza bersiap-siap menuju rumah zio. Kalau diingat-ingat Sepertinya liza sudah lama tidak main kesana
Terakhir liza kesana itu, liza berhasil memecahkan semua piring dan gelas dirumah zio
"Dek! Ayo berangkat! Gak usah dandan. Lagian juga gak bakal ada yang ngelirik lo!" Ucap alan dari bawah
"Bodo amat! Gue berangkat sendiri!!!" Ucap liza yang masih menyisir rambutnya
"Gue disuruh zio anterin lo kesana!!"
"Disuruh zio aja mau. Giliran gue suruh lo malah kabur?!"
"Ya gue mau lah! Supaya zio juga mau bantuin gue jadian sama cewek yang gue kasih boneka waktu itu" Alan naik keatas lalu masuk kedalam kamar liza
"Abang gue bucin amat tempat jual abang bucin dimana sih?!" Batin liza
"Lo lama amat sih!!" Alan menarik tangan liza
"Kalo alan dijual laku gak?" Batin liza
"Jangan tarik-tarik gue!!!" Liza berusaha melepaskan tangannya dari alan
"Sebenernya zio nyuruh gue seret lo, tapi karena lo adek gue sendiri, mangkanya gue tarik! Baikkan gue?" Ucap alan
"Baik dengkulmu!" Batin liza
"Seenggaknya biarin gue naroh sisir ini dulu!!" Liza memukulkan sisirnya kekepala alan
###
"Assallamuallaikum! ZIO!!! DIMANA LO?!!! KELUAR!!!" Liza berteriak diruang tamu
"ADA MANUSIA GAK SIH DIRUMAH INI?!!" Ucap liza yang masih berteriak
"GUE KESINI BUKAN BUAT NAGIH UTANG!!!" Ucap liza
"BIJI SALAK! KELUAR DARI KULIT LO SEKARANG!!!"
"ZIO!!! LO LAGI GANTI KULIT YA?!!"
"ZIO LO DIMANA SIH?!!!" Liza mulai frustasi
"LAMA-LAMA GUE BAKAR RUMAH INI!!!" Tenggorokan liza mulai sakit
"Lizaaaaaa!! Aduuh tante kangen banget sama kamu" Tiana (Ibu zio) berlari memeluk liza
"Aku juga kangen sama tante. Tapi aku lebih kangen mukulin zio!" Ucap liza
"Kamu boleh pukulin zio tapi nanti"
Tiana dan liza duduk diruang tamu
"Kamu kesini sama siapa?" Tanya tiana
"Bang alan. tapi dia udah pulang duluan"
"Kenapa gak mampir?"
"Gatau tuh! Mungutin sampah dulu paling" Ucap liza asal
"Haha. Iya nyari sampah terus didaur ulang dapet duit deh" Ucap tiana
"Terus uangnya dikasih kepacarnya" Ucap liza
"Terus putus deh" Ucap tiana
"Terus ganti profesi jadi pengemis deh" Ucap liza
"Terus—" Ucapan tiana terpotong oleh Asher yang baru datang
"Kompak banget kalo ngejelekin orang" Asher duduk disebelah liza
"Ihhh, lu bau banget! Gak mandi berapa tahun?! Aduh mau mati rasanya" Liza menutup hidungnya. Padahal tidak bau
"Ihhh. Iya! Dada tante udah sesak nih!" Tiana memegangi dadanya. Pura-pura sesak nafas
"Sakit ati loh aku" Ucap asher
"Jangan buka mulut! Makin bauuu" Ucap liza
"Iya ihh. Sebenarnya kamu tuh anak aku gak sih?!" Tanya tiana pada asher
"Asher juga penasaran. Sebenernya asher anak kandung mama bukan sih?" Ucap asher
"Sebenernya itu mama nemuin kamu ditempat sampah deket pasar. Parahnya itu kamu dibuang gitu aja! Gak ada kranjang. Cuma dibungkus pake koran bekas nasi" Ucap tiana lalu tiana dan liza tertawa
"PAPAaaaaa! Anakmu ini dizalimi oleh istrimuuuu!!!" Asher pergi menghampiri radin diruang keluarga
Tiana dan liza bertos ria
"Eh tante. Kok nama papa ku sama om radin hampir sama ya?" Tanya liza
"Karena—" Ucapan tiana terpotong
"Shttttt!" Randi yang baru datang membekap mulut tiana
"Biar liza denger cerita dari sumber terpercaya!" Radin melepaskan tengannya dari mulut tiana
"Om kira dulu itu, om sama papa kamu itu saudara yang terpisah" Ucap radin
"Pftt! kebanyakan nonton sinetron!" Ucap liza
"Haha! Bener tuh! pingen jadi artis sinetron nih!" Ucap tiana
"Gak kesampean jadi cuma bisa mimpi!" Ucap liza
"Setelah mimpi jadi halu!" Ucap tiana
"Setelah halu jangan-jangan jadi....." Liza menggantungkan perkataannya
"GILA!" Ucap tiana dan liza lalu tertawa bersamaan
"Kenapa dulu aku nikahin tiana?" Batin radin
"Udah-udah! Sekarang aku mau cerita!" Ucap radin
Tiana dan liza diam
"Jadi dulu tuh aku kira, aku sama randi itu saudara yang terpisah. Tapi ternyata....." Radin menggantungkan perkataannya
"Apa?" Tanya liza dan tiana
"Cuma kebetulan" Ucap radin. Liza dan tiana memalingkan wajahnya
"Eh, zio beneran sakit ya?" Tanya liza
"Iya" Ucap tiana
"Karena aku ya?" tanya liza
"Ha? Siapa bilang? Dia tuh sakit karena kakaknya" Ucap tiana
FLASHBACK ON
Zio mengantar liza pulang lalu kembali kerumahnya
Zio memasukkan mobilnya kegarasi yang terisi tiga motor dan lima mobil. Yeah~ Sepertinya kakak pertama zio sudah pulang dari luar
Zio melangkah, membuka pintu rumah
BYURRRR
Zio tersiram oleh ember yang berisi air dan beberapa es batu yang diletakkan diatas pintu
Asher dan Brian keluar lalu menembak zio menggunakan semprotan air hingga baju zio basah
"Serprise!! Gue udah pulang dari prancis lohh" Ucap brian (Kakak pertama zio)
"Surprize Bang!" Batin zio
FLASHBACK OFF
Singkat cerita zio masuk angin karena disiram air oleh kakaknya
"Lah emang bukan. Emangnya kenapa?"
"Liza pamit kekamar zio tante" Liza berlari menuju kamar zio
Amarah liza sudah menguap. Liza sangat ingin memukul zio hingga patah tulang supaya zio benar-benar sakit karena liza
"Eh liza mau kemana?" Tanya brian
"Mau kekamar zio. Mau mukulin zio. Mau patahin tulang zio"
"Bentar bentar" Brian pergi kekamarnya mengambil raket nyamuk lalu segera menghampiri liza
"Nih! Semangat!" Brian memberikan raket nyamuknya pada liza lalu menepuk bahu liza
Brian dan asher memang suka menjahili zio sejak kecil, tapi yang paling kejam itu brian
Liza melanjutkan langkahnya kekamar zio. Liza membuka pintu kamar zio yang menunjukan zio sedang tidur sambil bermain hp
"Mana buah tangannya?" Ucap zio yang menyadari kehadiran liza
"Ini" Liza melompat kekasur zio lalu memukuli zio dengan brutal
"SE MA NGAT! SE MA NGAT!" Brian dan asher menonton dipintu sambil memakan popcron
"Abang gue doyan banget lihat gue disiksa" Batin zio
"Aku padamu liza!!!" Ucap brian, membuat mata zio menatap brian tajam
"Ehh,liza udah. Anak om jangan disiksa gini!" Radin yang kebetulan lewat menghampiri zio dan liza
"Kalian berdua sini! bantuin! Jangan ketawa-ketawa dipintu!!"
###
"Lo gak mau minta maaf gitu?" Tanya zio. Tubuh zio rasanya sangat sakit
"Lo yang nyuruh gue bawa buah tangan" Ucap liza cuek
"Ya maksut gue bukan ituuu!!" Aish! Percuma saja ngomong sama liza
"Ya semua itu salah lo! Kalo ngomong lain kali yang jelas!! Gue tabok lo lama-lama!!" Liza mengangkat tangannya bersiap memukul zio tapi—
"Awww!!"
Terkena seorang cewek yang baru membuka pintu
"Sakit tau!!" Ucap cewek itu
"Mangkanya kalo kekamar orang tuh ketok pintu dulu!" Ucap liza
"Siapa suruh lo masuk?!" Ucap zio
"Diluar tadi gak ada orang, ya udah aku masuk aja" Cewek itu menunduk
"Cih! Gak tau sopan santun!" Cibir liza
"Kamu juga gak tau sopan santun! Kamu tadi mukul wajah aku! Entar kalo wajahku kenapa-napa gimana?!" Ucap cewek itu
"Lagian muka lo udah jelek. Tambah jelek dikit lagi gapapa lah" Ucap liza cuek
Liza membuang tatapannya kearah lain. Malas menatap cewek sok polos ini
"Zio! Kamu sakit apaaa????" Cewek itu mendekat kearah zio. Zio memalingkan wajahnya yang berubah menjadi sepet
Liza melihat muka zio yang sepet itu. Aishh! tangan liza sangat ingin mencuci wajah zio
"Vivi Kaget banget waktu denger zio sakit" Cewek bernama vivi itu mendorong tubuh liza supaya menyingkir dari zio
"Vivi udah bawain bubur buat zio nih" Vivi membuka bubur itu
Zio mengambil hpnya disebelah bantal lalu mengetikkan pesan keliza
______________________________________
Bantuin gue ngusir vivi. Gue beliin lo Ice cream
______________________________________
"Gue bisa makan sendiri" Ucap zio
"Tangan vivi udah pegel nih. Zio cepetan buka mulut" Ucap vivi
Zio membuka mulutnya membiarkan bubur itu masuk
"Uhuk uhuk!" Zio sengaja batuk supaya bubur dimulutnya muncrat ketubuh vivi
Oke! liza sudah tau apa maksut zio
"Bentar, gue ambilin minum dulu" Liza berlari kedapur mengambil sirup yang sudah disiapkan dikulkas
"Ini minumnya" Liza masuk kekamar zio
"Cepetan!!!" Ucap vivi
"Aduh! Pusing nih! Efek samping penyakit jomblo gue kumat! Aduh pusing bangett!!!" Liza menabrak vivi hingga minuman ditangannya tumpah dibaju vivi
"Aduh vivi maaf ya" Liza meletakkan gelas itu dimeja dekat kasur
"Ini kayaknya karena gue kurang makan deh. Emang punya Penyakit jomblo itu harus punya banyak energi" Liza mengambil bubur ditangan vivi lalu memakannya
"Emmm ini enak banget! Lo beli apa bikin sendiri!" Ucap liza yang terus memakan bubur itu
"Lo mau?" Tawar liza
Vivi hanya bisa menggeleng. Vivi bingung harus berkata apa
Liza memakan bubur itu hingga habis
"Alhamdulillah. Masih ada dikit nih! Dengan senang hati gue sumbangin ini kevivi" Liza memberikan mangkok plastik bubur itu kevivi
"Bubur ini kan aku yang beli!" Ucap vivi
"Baju lo berantakan banget. Mendingan lo pulang deh, ganti baju, dandan yang cantik terus jangan balik lagi" Liza mendorong vivi keluar lalu liza menutup pintu kamar zio
Liza berbalik menatap zio
"Oke! Sekarang mana ice cream gue?" Tanya liza
"Besok disekolah" Ucap zio
"Gue besok gak sekolah" Ucap liza
"Kenapa?"
"Tas gue ilang! Dibawa orang!" Untungnya tas liza tidak ada isinya
"Siapa?"
"Lupa namanya. Pokoknya kita pernah ketemu"
"Kapan"
"Sebelum kita kepasar malam"
Zio bangun, mengambil jaket yang mengantung didekat lemarinya lalu mengambil kunci motor
"Lo mau kemana?" Tanya liza
"Ambil tas lo" Zio menarik tangan liza
"Katanya lo sakit" Liza bingung. Sebenarnya zio beneran sakit gak sih?
"Udah sembuh!"
"Zio Semangat banget mau ketemu sama dia! Atau jangan-jangan zio suka sama dia?! Iyww dia kan satu spesies sama zio" Batin liza
__________________
KALO SUKA LIKE:)