
Liza, kayla dan sisca berjalan mengendap-endap melalui pintu belakang sekolah, berniat ingin colut
Liza mengutak-atik kunci gembok dipintu belakang sekolah
"Susah!" Liza mengambil batu berukuran sedang lalu memukulkannya kekunci gembok itu tapi tetap saja tidak bisa
"Susah banget dah nih!" Liza membuang batu itu asal
"Perasaan dulu kuncinya gak sesusah ini deh" Ucap kayla yang duduk berjongkok disebelah sisca yang sibuk bermain HPnya
"Terus gimana nih?" Tanya kayla
"Lewat pintu depan aja" Sisca memasukkan HPnya kedalam saku rok
"Aman gak?" Tanya liza
"Kata dion tadi aman" Jawab sisca
"Oke!" Ucap kayla penuh semangat
"Jangan lupa kita bawa tas. Kalo kita keluar bawa tas kan orang-orang bakal curiga" Ucap sisca
Liza berjalan mendekati tumpukan sampah yang letaknya lumayan jauh dari mereka. Liza mengambil kardus yang besarnya muat untuk tiga tas. Liza memasukkan tasnya lalu berjalan menghampiri kayla dan sisca
"Masukin tas kalian" Sisca dan kayla memasukkan tasnya kedalam kardus lalu liza menutup kardus itu
Mereka bertiga berjalan santai menuju gerbang sekolah sambil berbincang seperti biasa
"Neng liza, tadi den zio nitipin surat buat eneng" Pak satpam memberikan kertas berwarna merah pada liza
"Eaaaa, warnanya merah. Simbol apa nih" Ucap kayla
"Kirim-kiriman surat nih kalian sekarang" Ucap sisca
Liza meletakkan kardus yang dibawanya kemeja yang terletak dipos satpam lalu liza membuka kertas itu
______________________________________
Gara-gara lo gue sakit nih! Pokoknya nanti habis pulang sekolah lo harus kerumah gue! Kalo lo gak mau, gue bakalan suruh orang buat seret lo
ERZIO
———
Jangan lupa bawaain gue buah tangan
______________________________________
Sisca dan kayla mengintip tulisan dikertas itu lalu mereka tertawa diam-diam
Liza merobek kertas itu
"Gue bawain buah tangan yang bisa bikin lo tambah sakit" Batin liza
"Neng liza kenapa bawa kardus? mau kemana neng?" Tanya pak satpam sambil mengamati kardus itu penuh curiga
"Ini kita disuruh Bu lia nganter 'barang?' ditoko khusus perempuan" Ucap liza
"Barang apa?" tangan pak satpam sudah hampir menyentuh kardus itu tapi dipukul oleh kayla
"Ehhh, ini barang perempuan! Pak satpam sebagai kaum cowok harus hargai dong!" Ucap kayla
"Iya, ini tuh privasi!" Ucap sisca
"Tau privasi gak? Kalo gak tau ya udah" Liza, kayla dan sisca berjalan keluar dari sekolah
"Terus kita mau kemana nih?" Tanya sisca berbisik
"Makan dong. Laper nih" Ucap kayla
"Oke" Ucap liza dan sisca bersamaan
"TAHAN PAK!!" Bu lia berteriak dari kopsis lalu berlari menghampiri liza dan teman-temannya
"Jangan biarin mereka pergi!!!" Ucap Bu lia dengan raut wajah yang minta digosok
Liza, kayla dan sisca berlari. Mereka tidak hanya dikejar pak satpam dan Bu lia, tapi mereka juga dikejar oleh satpol pp suruhan Bu lia yang jumplahnya ada tujuh
Mereka berlari lurus entah kemana, yang penting lolos dulu dari Bu lia dan lainnya
TIN TIN
Sebuah mobil berhenti tepat disebelah mereka bertiga
"Masuk!" Ucap cowok yang mukanya familiar diingatan liza
"Lo penculik ya?" Ucap kayla
"Lo penipu ya?" Ucap sisca
"Lo.......jelek" Ucap liza
Hah~ Liza tetaplah liza. Tapi Antares tetap mau menolong liza dan teman-tamannya
"Udah lah masuk aja! Kalian mau sampai kapan main kejar-kejaran sama mereka?" Ucap leo yang duduk ditempat pengemudi
Liza Kayla dan sisca memilih masuk kedalam, dari pada melaksanakan hukuman dari Bu lia
"Kalian gak mau bilang makasih gitu?" Tanya antares saat liza dan lainnya sudah duduk
"Gak" Ucap liza, kayla dan sisca bersamaan
Antares menghela nafas pasrah
"Kalo gak ditolongin kasihan, kalo ditolongin ngeselin! Tapi anehnya gue suka sama mahluk modelan kayak liza gini! Tapi ngeselinnya dia gak suka sama gue! Huh! Demi liza gue sampai rela putusin sembilan pacar gue!........... Untung gue masih punya tiga" Batin anters
"Kemana aja yang penting jangan kerahmatullah" Kayla memegang dadanya yang masih jedak jeduk
"Seriusan kemana aja?" Leo tersenyum ala dedemit
"Pokoknya lo nyetir aja. Kita lagi ngos-ngosan nih!" Ucap liza
"Oke! Kita keclub!" Ucap Leo mantap
"Lambemu!" Kayla melebarkan matanya. Kayla tidak mau lagi menginjakkan kakinya ketempat itu lagi, karena dulu dia hampir diculik, untung saja ada reyhan yang datang bersama papinya
"Mat*mu" Sisca membayangkan hal yang tidak-tidak lalu merinding sendiri
"Sampai sana gue bakalan lepas kepala jelek lo berdua!" Ucap liza dingin dan tajam
"Hehe. Canda. Jadi kalian mau kemana nih?" Tanya leo
"Kita jadi makan gak nih?" Tanya kalya pada liza dan sisca
"Makan dimana?" Tanya sisca
"STOP!!" Ucap liza. Leo menginjak rem dengan kuat, membuat tubuh mereka terdorong kedepan
"Makan disana yuk!" Liza menunjuk tempat makan yang cukup nyaman dan tidak terlalu ramai
###
Mereka bertiga masuk kedalam tempat makan yang tidak begitu ramai. Memesan makanan lalu mereka lanjut mengobrol
Sebenarnya antares dan leo ingin ikut makan bersama tapi tidak diperbolehkan oleh liza. Kalau antares dan leo tetap ingin ikut, liza pastikan makanan yang mereka makan tidak akan sampai ditenggorokan
"Diperut kita masa ada cacing sih?" Tanya kayla
"Itu pelajaran bocah SMP! Lo kemana aja dulu waktu pelajaran ipa?" Sisca menggelengkan kepalanya
"Hehe. Sekarang cacing diperut gue lagi ngapain ya?" Kayla memegang perutnya
"Main dakon" Ucap liza asal
"Bisa ae lu sukinah! Eh tumben dion sama dua temen peyeknya itu gak ikut" Tanya kayla
"Gatau tuh" Sisca menaikan bahunya. Tidak perduli
"Oh iya. Lupa!" Liza memukul lengan kayla pelan
"Lo yang lupa napa gue yang ditabok sukinah!" Kayla mengelus lengannya yang terasa sedikit sakit
"Lupa apa?" Sisca meletakkan HPnya dimeja
"Kemaren gue janji sama dion and duo peyek buat neraktir mereka dikantin"
"Itu doang? Gue kira apa" Ucap sisca
Liza berfikir bagaimana nasip dion dan duo peyek. Mungkinkah mereka sedang menunggu liza dikantin? Atau malah mereka sudah makan? Tapi kalau mereka sudah makan, apa mereka membayarnya? Atau utang? Atau cuci piring? Atau........ kabur!
Bodo amat lah. Liza pikirkan nanti saja, sekarang peliharaan diperutnya sedang butuh makan
Pesanan mereka datang, diantar oleh......
"Bukannya bapak penjual sosis bakar ya? Eh, bapak juga penjual mie ayam kan?!" Liza menunjuk bapak itu
"Saya gak cuma jualan itu"
"Maksutnya?" Liza menaikkan satu alisnya
Bapak itu menarik nafas panjang
"Saya jualan martabak manis, martabak telur, bakso, somai, nasi goreng, sate, soto, cilok, cilor, cimol, pokoknya semua makanan yang bisa saya buat ya saya jual" Ucap bapak itu
Liza, kayla dan sisca hanya bisa membuka mulut mereka. Bapak itu tersenyum lalu pergi setelah meletakkan makanan yang sudah dipesan oleh liza, kayla dan sisca
Mereka menyantap makanan masing-masing
"Kemaren anjing gue lari ketakutan gara-gara lihat muka gue yang kayak mbak kunti" Ucap sisca lalu mereka tertawa bersama
"Kemaren abang gue pingsan coy" Ucap liza. Kayla dan sisca tertawa sambil mengelengkan kepala mereka. Tidak habis pikir dengan alan yang kelihatannya bad boy ternyata nyalinya rumput laut
"Kemarin gue sama reyhan nakut-nakutin warga. kita dikira setan beneran sampai mau dibakar masa" Ucap kayla membuat liza dan sisca kagum lalu tertawa
"Parah lu" Sisca memukul lengan kayla pelan
"Yang parah tuh reyhan! Gue disuruh mijitin dia semaleman tau!" Kayla menunjukkan tangannya yang masih lemas
"Ya jelas lah badanya pada pegel. Kan reyhan kostumnya pocong" Ucap sisca sambil mengambil somay dipiring liza
"Masalahnya tuh kenapa lo mau mijitin reyhan?" Liza mengambil satu bakso dimangkok kayla
"Ya karena gue dipaksa orang tua gue. Katanya reyhan kasihan" Kayla mengambil jus alpukat liza dan jus buah naga sisca lalu meminumya bersamaan melalui sedotan
"Ya sabar aja" Ucap liza dan sisca lalu mengambil minumannya masing-masing
"Eh, kok rasanya kayak ada yang kelupaan ya?" Liza mengingat kembali selama mereka disekolah tadi
"Lupa? Apa?" Kayla dan sisca juga mengingat kembali
BRAKKkk!
Liza, kayla dan sisca menggebrak meja, membuat para pengunjung menoleh kearah mereka
"Kotak/Kardus/Tas!" Ucap liza, kayla dan sisca beraamaan
__________________
KALO SUKA LIKE:)