IceCream

IceCream
22:|Drama



"Lizaaa!!" Fani melangkah menuju kamar liza sambil menggendong kucing tersayangnya yang masih tertidur pulas (Cemeng)


"Apaaaa?" Ucap liza yang masih sibuk menyisir rambutnya


"Kamu udah ditungguin dari tadi tuh!"


"Ditungguin siapa?"


"Antares"


Liza membelakkan matannya, mengikat rambutnya dengan asal, mengambil tas lalu berlari menuju teras rumah


Ogah banget berangkat bareng dia! Emangnya liza gak punya kaki?


"Liza jangan lari-lari entar jatoh!" Ucap fani, berteriak


Liza tidak menghiraukan perkataan fani, dia terus berlari menuju teras


BRAKkk!


Liza jatuh tersungkur didepan pintu dimana terdapat anteres yang sedang duduk diatas motor besarnya


Urat malu liza nyambung lagi


Antares yang melihat itu segera menghampiri liza dan membantu liza berdiri sambil menahan tawa


Minta disantet emang


"Lo gak papa kan?" Tanya antares saat liza sudah duduk dilantai


"Mata lo gak blur kan? Lo gak lihat? lutut gue modelannya kayak habis ditonjok! Gak peka emang lo!" Liza berdiri menahan nyeri dilututnya


"Ngapain lo disini?" Ucap liza


"Nganter lo kesekolah"


"Kita beda sekolah taranes! Otak lo mudik kemana sih! Dibilangin jangan mudik juga! Jangan-jangan otak lo udah kena virus ya?!" Ucap liza


Antares menggelengkan kepalanya. Dimana liza belajar berbicara seperti itu


"Ohh, jadi zio boleh ya anterin lo kesekolah? Dia kan satu sekolah sama lo"


"Ya itu terpaksa!"


"Jadi siapa yang boleh anterin lo kesekolah? Sama gue beda sekolah! Sama zio terpaksa! Terus sama siapaa? Kepala sekolah? pak satpam? guru bk?"


"Gue dengan senang hati mau dianterin kesekolah sama orang tua gue, temen deket gue yang sangat cantik tapi cantikan gue, sama orang terkaya didunia juga gak papa, siapa tau gue dikasih pulau gitu. Pokoknya yang derajatnya tinggi, duitnya banyak, poin yang paling penting adalah mukanya harus diatas rata-rata" Ucap liza. Matanya mengarah keatas, menghayal


Antares menarik nafas panjang, menghadap kesamping lalu menghembuskan nafas cepat


"Gue gak bisa jadi itu semua! Jadi, lo berangkat kesekolah sama gue dengan terpaksa aja. Buat orang bahagia itu dapet pahala!" Antares menarik tangan liza menuju motornya


"Ihhh, kaki gue sakit lo main tarik-tarik aja! Kalo patah lo harus ganti pake kaki emas bertabur berlian loh ya!!" Ucap liza, menahan sakit dikakinya


"Gue ganti pake kaki sapi!" Ucap antares


"Gue telen lambung lo!" Ucap liza dingin


"Heh! Liza!" Ucap randi yang datang karena mendengar keributan yang mengganggu konsentrasinya saat sedang bermain catur


"Udah. Berangkat sama antares aja. Kaki kamu kan lagi sakit"


"Gamau. Entar kalo dijalan aku jatoh, keserempet, atau malah ketabrak gimana? Masih mending kalo cuma luka biasa, tapi kalo sampai patah-patah, amnesia atau malah jiwa, raga, nyawa liza melayang-layang gimana? Jadi hantu cantik dong! Kan gak lucu kalo ada manusia yang suka sama arwah liza" Ucap liza yang sedang membayangkan yang tidak-tidak, lalu mengusap lengannya


"Sejak kapan liza jadi lebay gini deh**!" Batin antares


Randi mengelengkan kepalanya, berjongkok didepan liza sambil mengamati luka liza


"Kalo udah sampe sekolah minta tolong sama zio buat ngobatin luka kamu" Randi berdiri lalu menepuk kepala liza sebanyak dua kali


"Eh jangan!" Ucap antares


Liza dan randi menolehkan kepalanya kearah anteres


"Saya aja yang ngobatin" Ucap antares


"Idih! Gamau! Entar kaki gue malah makin ancur! Ih amit-amit dah! jangan sampe kaki cantik gue berubah jadi kayak muka lo!" Ucap liza, menepuk kepalanya berulang kali


"Hust! Gak boleh gitu! Mulutnya jangan kasar-kasar, entar jodohnya kabur!" Ucap randi


"Ada Sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu juta cowok yang ngantri buat jadi calon penghuni kartu keluarga liza kelak nanti" Ucap liza asal


"Udah, halunya nanti aja. Sekarang berangkat dulu biar gak dapet hukuman istimewa dari bu lia" Randi mendorong liza kearah motor antares


"Mau naik sendiri apa gue naikin?" Tanya antares dengan salah satu alis yang terangkat


"Gue tepok ilang jantung lo!"


###


PRRIIITTTT!!!


Suara peluit pak satpam melengking ditelinga liza


Liza dengan refleks menepuk bahu antares berulang kali. Menyuruhnya berhenti


Antares menghentikan montornya tepat didepan gerbang sekolah. Antares melepas helmnya lalu mengusap rambutnya kebelakang, membuat para siswi yang lewat menghentikan langkahnya lalu bergerombol disekitar motor antares sambil berteriak seperti kesetanan


Liza menggelengkan kepalanya. Apa yang bagus dari wajah antares?


"Kamu siswa dari mana? kok seragam kamu beda?" Ucap pak satpan


"Saya memang bukan murit dari sini pak, tapi saya kesini karena nganter pacar saya" Ucap antares yang berhasil membuat semua orang menatap antares dan liza


"EHEMMM!"


Semuanya menghadap kearah orang yang berada didalam pos satpam


ZIO


Antares tersenyum lalu merangkul liza dengan bangga. Liza diam saja, masih meresapi keadaan


Zio melangkah menghampi liza


"Lepas!" Ucap zio tajam dan dingin


Antares semakin mengeratkan rangkulannya


"Atau gue lepas sekalian sama tangan lo" Zio memegang tangan antares dengan sangat erat hingga tulang antares rasanya ingin remuk


Antares menggenggam tangan zio lalu membantingnya. Antares turun dari motor. Menatap zio tajam


"Lo siapanya liza?!" Antares mendorong zio hingga jatuh


Zio tersenyum sakras


"Gue bisa jadi siapa aja buat liza" Zio bangun lalu—


Buagh!!


Zio memukul pipi antares hingga ujung bibir antares mengeluarkan darah


"Apa ini! Apa ini?" Reyhan dan abi masuk kedalam kerumunan sambil membawa semangkok bakso


Reyhan dan abi duduk disebelah motor antares dimana terdapat liza yang masih diam menonton zio dan antares diatas motor


"Semangat!! Yang menang boleh foto sama gue!" Ucap reyhan dengan keras


Abi memukul kepala reyhan


"Gak guna!" Abi mengambil bakso dimangkok reyhan


Bu lia yang melihat keributan dari jauh segera menuju ruang kepala sekolah


"Pak radin!" Bu lia langsung masuk kedalam


"Apa?" Tanya randin yang sedang sibuk bermain HP


"Zio pak zio anak bapak!!"


"Kenapa? Anak saya ganteng? Iya saya tau" Ucap radin


"Iya emang zio ganteng tapi sekarang dia lagi berantem! Entar kalo mukanya ancur jadi gak ganteng lagi pak!" Ucap Bu lia yang sangat panik


"Apa?!" Radin segera mematikan HPnya


"Tolong direkam ya Bu lia" Pak radin tersenyum, memberikan HPnya pada Bu lia


"Ha? Gi gimana pak?" Tanya Bu lia yang masih bingung


"Tolong ya bu" Ucap radin


Bu lia menerima HPnya pak radin lalu pergi menghampiri zio yang masih digerbang


###


"Diluar ada yang berantem!!!" Ucap mila saat baru masuk kekelas


"Siapa?!" Sisca segera menghampiri mila yang sedang mengatur nafasnya karena berlari menuju kekelas


"Itu...zio!" Ucap mila


"Ohh, sama siapa?" Sisca kembali ketempat duduknya lalu melanjutkan makan bersama kayla


"Gatau seragamnya beda" Ucap mila


"Beda seragam?" Kayla berfikir


"Sama anak SD ya?!" Ucap kayla


"Bukan! Seragam sma tapi kayak ada yang beda gituu!" Ucap mila


"Udahlah, yang penting bukan temen kita" Ucap sisca


"Ada abi juga!" Ucap mila


BRAKkk!


Sisca segera menarik tangan kayla


"Gamauuu!!" Ucap kayla


"Disana juga ada reyhan" Ucap mila


"Bodo amat!" Kayla memutar bola matanya


"Disana juga ada liza!!!!" Mila segera berlari, kembali kegerbang sekolah


Kayla dan sisca saling menatap


"Zio berantem" Ucap kayla


"Ada liza juga" Ucap sisca


Sisca dan kayla melebarkan kedua matanya lalu menggebrak meja, membuat dion, liham dan putra tersentak kaget


"LIZAAA!!!" Sisca dan kayla berlari menyusul mila


"Apasih?" Tanya dion


"Gatau tuh!" Ucap liham


"Eh, tadi diluar ada yang ribut!" Ucap putra


"Siapa?" Ucap dion dan liham bersamaan


"Zio sama siapa gitu! Tapi disana juga ada liza" Ucap putra


"Tebakan gue sih zio sama tuh orang lagi ngerebutin liza!" Ucap Dion


"Eh sama! Gue juga mikir gitu!" Ucap liham


"Aelah copas ae lu!" Dion mengambil tiga kacamata hitam lalu berjalan bersama putra, meninggalkan kelas


"Tunggu gue woi!"


###


"Sisca! Kayla!" Ucap Bu lia saat melihat sisca dan kayla berjalan menuju gerbang sekolah


"Apa? Kita lagi sibuk nih!" Ucap sisca


"Saya mau minta tolong—" Ucapan Bu lia terpotong


"Gamau" Ucap sisca dan kayla bersamaan


Bu lia menghembuskan nafas cepat


"Saya tambah nilai kalian" Ucap Bu lia dengan berat hati


"Oke!" Ucap sisca dan kayla bersamaan


Sisca menerima HP dari Bu lia lalu Sisca, kayla dan Bu lia berjalan bersama menuju gerbang


###


Reyhan dan abi yang melihat kehadiran Bu lia langsung pergi meninggalkan mangkok baksonya yang hanya menyisakan kuah bakso


"ZIO!" Ucap Bu lia


Gerakan zio yang ingin menonjok antares terhenti begitu juga antares yang ingin menendang zio


"Kalian berdua ikut saya keruang BK" Ucap Bu lia


Ujung bibir liza langsung terangkat begitu mendengar perkataan Bu lia


"Saya bukan anak sekolah sini" Ucap antares


"Pergi keruang BK sekarang!" Ucap Bu lia tegas


Antares dan zio berjalan menuju ruang BK


Bu lia menatap liza tajam


"Eeeehh! Saya gak ngapa-ngapain loh" Ucap liza yang sangat imut dimata cowok


###


KALO SUKA LIKE:)


________________