
Zia, sisca dan kayla mengendap-endap menuju kantin Bu sur. untuk menitipkan sepatu mereka yang warnanya melanggar peraturan sekolah
"Bu sur, kita nitip sepatu ya?!" Ucap liza
"Taroh aja didalem neng" Ucap Bu sur
Liza, kayla dan sisca melepas sepatu mereka lalu meletekkannya didalam
"Makasih bu!"
Hp sisca yang berada disaku roknya terus bergetar. Sisca mengambil HP di-roknya yang terus bergetar
Dion. nama yang tertera dilayar HP sisca
"Apa?!" Tanya sisca, ketus
"Bu lia mau kekelas kita! Dua puluh langkah lagi Bu lia sampai dipintu!" Ucap dion disebrang telephone
Sisca mematikan sambungan telephone lalu menarik tangan liza dan kayla
"Apa?" Tanya kayla yang tangannya masih ditarik sisca
"Bu lia hampir sampai dikelas kita!" Ucap sisca
"Apa?!" Ucap liza dan kayla bersamaan
Liza kayla dan sisca berlari sekuat tenaga menuju kekelasnya
"Bu lia udah sampai mana?" Tanya liza, masih berlari
"Mungkin 10 langkah lagi" Ucap sisca. Mata kayla dan liza terbelak
Pintu kelas mereka sudah terlihat, liza, kayla dan sisca berlari semakin cepat
Brakkk!
Liza membuka pintu kelas dengan sekali dorongan
Liza, kayla dan sisca duduk lemas dilantai
"Jantung gue dak dik duk nih!" Ucap sisca berusaha mengontrol nafas
"Inikah yang namanya cinta?" Ucap kayla yang masih bisa tertawa
"Ikuti metode pernafasan gue!" Ucap liza
Tidak hanya kayla dan sisca saja yang mengikutinya tapi seluruh murit juga mengikutinya
"Oke! tarik nafas dalaaaaaaammm!!!!" Liza dan yang lainnya menghirup nafas sedalam mungkin
"Tahan sampai seminggu!" Ucap liza yang mendapat sorakan dari seluruh murit
"Ngikutin lo sesat!" Ucap dion
"Oke oke! serius nih!" Ucap liza
"Tarik nafas yang dalaaaaaaaam!!!" Liza dan seluruh murit kembali menghirup nafas dalam
"Keluarkan perlahan dari lubang yang sudah ditentukan~" Liza dan seluruh murit mengeluarkan nafas dari hidung mereka kecuali
*Ddd**DuUuUUuuTttt*!!
Liham mengeluarkan angin atau bisa disebut gas mematikan dari bawah
"Iiiwwww!"
"Jorok lo!"
"Bau banget! gak tahan gue!"
"Lo makan apasih?!"
Seluruh murit menutup hidungnya
"Tengan gais, tenang! gue punya ramuan ajaib dari nenek moyang gue!" Mila mengeluarkan semprotan nyamuk dari tasnya
"Lo ngapain?!" Tanya liza
"Gue kira parfum, ternyata pengusir nyamuk!" Ucap sisca
"Tenang! kita semprot dulu!" Mila mulai menyemprot kelas mereka
"Gimana? udah mendingan kan?!" Mila memasukkan kembali semprotan nyamuk kedalam tasnya
"Eh, iya!"
"Mendinggan sih!"
"Sip lah!"
"Eh ada apa ini?! kembali ketempat duduk masing-masing!" Bu lia masuk bersama kepala sekolah
"Hari ini kita akan mengadakan razia! tolong semua tas taruh dimeja masing-masing!" Bu lia dan pak kepala sekolah mulai menggeledah tas semua murit
"Eh Bekicot! isi tas gue sangat memprihatinkan?!" Batin liza
"Pak radin, saya menemukan seperangkat alat make up, Semprotan nyamuk, beberapa jepit rambut dan masker wajah" Ucap Bu lia lalu mengambil tas mila dan meletakkannya didepan kelas
"Pak, saya menemukan satu Laptop, Tiga HP, satu kamera dan dua Iped" Bu lia mengambil tas milik sisca lalu meletakkan didepan, disamping tas milik mila
"Pak, saya menemukan minyak goreng, kopi, teh, beras, gula, garam, tepung, bubuk cabai dan teflon" Bu lia membawa tas kayla kedepan dengan bersusah payah karena berat
Bu lia tersenyum sinis didepan meja liza. Bu lia sangat yakin bahwa liza akan membawa barang yang lebih parah dari tiga temanya itu. Bu lia membuka tas liza dan—
"Mengecewakan! Pak! isi tas liza hanyalah satu buku tulis kosong!" Bu lia membawa tas liza kedepan
"Ada yang lebih Mengecewakan lagi bu. Tiga anak ini tidak membawa tas" Pak radin menunjuk Dion, putra dan liham
"Ada yang lebih parah dari kita!" Ucap sisca berbisik pada Mila dan liza
"Hah~" Pak randi menghembuskan nafas pasrah
"Kalian berempat!" Pak randi menunjuk liza, kayla, sisca dan mila
Liza, kayla, sisca dan mila menuju halaman dengan wajah...... seperti tidak memiliki masalah
"Dan kalian bertiga" Pak radin menunjuk Dion, putra dan liham
"Kalian pergi kehalaman seperti liza dan temannya!" Ucap Pak randi
###
"Udah setengah jam kita disini dan gak ada yang dateng sama sekali!" Ucap kayla
Sekarang mereka sedang duduk ditengah halaman
"Lama banget tuh orang datengnya! kayak jodoh aja!" Dion melirik sisca yang bersandar dipundak kayla
"Gue tebak yang bakal ngehukum kita tuh ketua osis!" Ucap mila
"Mungkin juga sih! kalo menurut lo siapa za?" Tanya putra
"Manusia yang hidup dan bernafas" Ucap liza cuek
"Percuma gue tanya sama lo!" ucap putra
"Mendadak perasaan gue gak enak" Liza memeganggi kepalanya
"Kalo yang gak enak perasaan, ya yang dipegang dada dong! bukan kepala!" Ucap sisca tak habis pikir dengan temannya yang satu ini
"Oh iya lupa! hehe!" Liza tertawa garing
"Enak ngerumpinya?" Tanya abi
Mata sisca terbuka lebar melihat abi yang datang
"Ngapain lo disini!"
"Kangen gak sama gue?" Tanya abi tersenyum lebar didepan sisca
Dion menatap tajam kearah abi
"Ih, najis syalala!" Sisca memutar bola matanya
"Drama!" Liza membentuk pelangi dengan tangannya
"Iya drama! seru gak?!"
Mata liza langsung terbuka lebar kearah zio yang merangkul pundak abi
"Heh biji salak ngapain lo disini? ganggu aja! pergi sana! jauh-jauh!!!" Liza berapi api
"Apa hak lo ngusir gue?!" Tanya zio
"Drama" Ucap Kayla dengan suara yang dibuat-buat
"Bukannya lo suka nonton drama?!" Ucap reyhan
Kayla hanya membuka matanya lebar, tidak bisa berkata apa-apa
"Kenapa? gue ganteng ya sampai lo kehabisan kata-kata?!" Ucap reyhan sangat pede
"Gantengan kucing liza dari pada lo!" Ucap kayla
"Cemet cewek" Ucap liza yang masih perang mata dengan zio
"Oke sekarang hukumannya akan ditentukan oleh zio!" Ucap abi
"Kok zio sih? kenapa gak ketua osis aja?!" Liza tidak terima. Zio pasti akan memberikan hukuman terberat
"Jabatan gue lebih tinggi dari pada ketua osis!" Ucap zio
"Biji salak gaguna sombong banget!" Batin liza
"Lo bertiga" Zio menunjuk Dion, putra dan liham
"Bersihin sekolah selama seminggu!"
Dion, putra dan liham menatap zio tidak percaya
"Harus bersih!!" Ucap abi
"Kalo gak bersih..." Reyhan menggantungkan perkataannya
"Gue tendang lo dari sekolah" Zio melanjutkan perkataan reyhan dengan suara dingin dan tajam
Kalau begini ceritanya lebik baik Bu lia saja yang memberikan hukuman
"Dan untuk lo berempat..." Zio menggantungkan perkataannya karena reyhan memberinya saran
"Oke! lo!" Zio menunjuk mila
"Lo bantuin mereka bersihin sekolah"
"Dan untuk lo bertiga" Zio, abi dan reyhan menatap liza, sisca dan kayla dengan senyum sinis
"Perasaan gue gak enak" Kayla berbisik pada liza dan sisca
"Jantung gue main lompat tali" Bisik liza
"Inikah yang namanya cin—" Ucapan kayla terpotong
"Jangan bercanda! tangan gue dingin baget nih!" Ucap sisca
"Tapi lo keringetan" Ucap kayla
"Lo bertiga nanti malem ikut kita" Ucap zio
JEDERRRR
Jantung mereka bertiga rasanya seperti tersambar petir
__________________
KALO SUKA LIKE:)