IceCream

IceCream
23:}Ulangan



Bu ratih masuk kedalam kelas liza sambil membawa tas merah yang besar


"Hari ini ulangan loh! Saya gak mau tau kalian udah belajar apa belum!" Ucap bu ratih sambil meletakkan tas merahnya diatas meja yang menimbulkan suara keras sehingga mata liza yang semulanya tertutup langsung terbuka lebar


"Masing-masing murit mengambil satu lembar soal dan jawaban! Awas aja kalo ada yang ngambil lebih dari satu!" Ucap bu ratih


Satu persatu murit mulai mengambil lembar soal dan jawaban lalu kembali ketempat masing-masing


"Tip ex mana woiii! mana?!!" Ucap putra sambil melihat kesana kemari


"Belum apa-apa udah pakai tip ex" Bu ratih menggelengkan kepalanya


"Ludah saya tadi muncrat bu!" Ucap putra


"Ludah kok ditip ex!" Bu ratih dan murit lainnya menggelengkan kepala mereka


"Dari pada saya suruh liza buat jilat!" Ucap putra asal lalu tak lama kemudian sepatu kuning liza melayang mengenai kepala putra


"Jijik banget deh! Bawa sini sepatu gue!" Ucap liza


"Gue buang sepatu lo!" Ucap putra


Liza menatap putra tajam


"Jangan sampai tas kayla nyasar kekepala lo" Ucap liza dingin


Hari ini tas kayla berisi tiga batu bata dan beberapa batu berukuran besar untuk berjaga-jaga apabila dibutuhkan


Putra berdiri, berjalan kearah liza lalu memasangkan sepatu kuning itu dikaki liza


"Wah! Ternyata pas! Apakah kamu putri salju?" Tanya putra asal


"Cinderela pinter!" Ucap sisca


"Gak pernah lihat TV lo?" Ucap mila


"Malu-maluin aja lo!" Ucap dion


"Pergi lo!" Liza menendang putra pelan


Liza mulai membaca soal didepannya, kepalanya mulai berdenyut. Tidak mengerti maksut soalan ini


"Ada yang punya bolpen dua gak???" Ucap mila, melihat sekeliling


"Ada nih! Tapi gak ada isinya" Kayla menganggat salah satu bolpennya


"Ya kalo gak ada isinya, tulisannya mana bisa kebacaaaa" Ucap mila


"Pake pensil aja" Ucap putra


Untung liza kemarin menemukan bolpoin dikelas dan sepertinya masih baru


"Bolpen gue abis!" Dion membanting bolpennya


"Purta! Lo punya bolpen gak?!" Tanya dion


"Gue aja gantian sama liham!" Ucap putra


"Ngenes amat hidup lo!" Ucap Liza


Tak lama kemudian kelas menjadi sunyi


Bu ratih bernafas lega karena kelas mulai tenang


30 detik kemudian kelas kembali riuh


"Alya! Nomer satu sampai dua lima apa?!" Liza bertanya dengan kencang, tidak peduli keberadaan bu ratih


"Lo kira-kira dong kalo nanya! Ini soalnya dua lima dan lo tanya semua kegue itu namanya perampokan!" Ucap alya yang duduk dibangku paling depan dekat meja guru


"Gue minta jawaban bukan rampok" Ucap liza


"Itu SAMA! lagian gue masih nomer lima!" Ucap alya


"Haish! ya udah! Satu sampai lima apa?"


"A"


"Terus?"


"Ya A semua"


Liza mengedipkan matanya dua kali lalu mengangguk


Kalo nomer satu sampai lima itu A, berarti nomer enam sampai sepuluh B! Pikir liza lalu mengusap kepalanya dengan bangga


"Otak gue emang yang tercerdas!" Batin Liza


BRAKkk!


Liza menggebrak meja lalu mengangkat kertasnya


"Gadis pintar sudah selesai!" Liza maju lalu memberikan kertasnya pada bu ratih


"Saya pamit jalan-jalan dulu bu~" Liza keluar dari kelas sambil melambaikan tangannya


10 menit kemudian sisca selesai mengerjakan soalnya


"Selesai~" Sisca berdiri lalu berjalan menuju meja bu ratih


"Eh jangan! Gue nyontek dulu dong!" Ucap dion


Bu ratih menatap dion dengan tajam lalu berjalan menghampiri dion


Bu ratih mengangkat lembar jawaban dion yang masih kosong


"A anu bu—" Ucapan dion terpotong


KREKkkk


Bu ratih merobek kertas jawaban dion dengan sekali tarikan


"Emmm ada yang punya lem gak?" Tanya dion ragu


BRAKkk!


Bu ratih menggebrak meja dion


"Kamu dilarang mengerjakan ulangan kali ini!" Ucap Bu ratih, tajam


"Terus nilai saya gimana bu" Tanya dion


"Kamu milih nol apa bulat?" Tanya bu ratih


"Sosis sama telor bebek dua" Ucap dion asal


"Surat panggilan orang tua akan segera mendarat ditangan kamu" Bu ratih kembali ketempatnya


Sisca memberikan kertasnya keBu ratih lalu memeluk bu ratih


"Saya mendukung tindakan Bu ratih untuk memanggil orang tua dion" Ucap sisca


"Heh! bentar! ini kenapa tulisan kamu pake bolpen merah?!" Tanya Bu ratih


"Bolpen hitam saya hilang bu! Padahal baru beli" Ucap sisca


"Ya sudah pergi sana!"


Sisca pergi dari kelas sambil menjulurkan lidahnya kearah dion


Kayla mengerjakan soalnya secepat mungkin supaya bisa cepat menyusul liza dan sisca


Kayla berdiri saat soalan dikertasnya sudah terisi semua. Kayla memberikan kertasnya pada bu ratih


"Heh! kenapa semua jawabannya A?!" Tanya bu ratih


"Itu saya kerjakan sebisa saya bu! Lebih baik mengerjakan sendiri walau salah dari pada mencontek tapi tetap salah!" Ucap kayla


"Ya sudah! Bagus! Cepat pergi!" Ucap bu ratih


###


Liza berdiri didepan pintu ruang BK, berharap bisa mendengar percakapan zio, antares dan bu lia. Tapi sudah lima menit tidak ada suara


Liza berfikir positif. Mungkin saja mereka berbicara dengan berbisik


Liza menempelkan telinganya kepintu tapi tetap tidak bisa mendengar apapun


"Ehemm! Minggir!" Ucap seseorang dibelakang liza


Liza membelakkan matanya lalu segera memutar badannya, menghadap orang itu


"Zio kok lo gak didalem?!" Ucap liza


Zio mengabaikan ucapan liza lalu masuk kedalam ruang BK yang ternyata kosong. Zio meletakkan setumpuk kertas diatas meja Bu lia


Liza masih diam didepan pintu ruang BK


Zio menyeret liza menuju ruang UKS


"Apasih lo! Lepasin! Kaki gue sakit ziooo!!!" Ucap liza


Zio menghentikan langkahnya


"Pak!" Zio memanggil tukang kebun yang kebetulan lewat sambil menyeret troli sampah


"Tolong angkat ini anak" Ucap zio


"Emang kenapa?" Tanya tukang kebun itu


"Kakinya sakit" Ucap zio


"Ohh saya gendong nih?" Tanya tukang kebun itu


"Naikin ditroli sampah juga gak masalah" Ucap zio


"Haha! Jangan lah! Kasihan masa cantik cantik bau sampah. Mending masnya aja yang gendong" Ucap tukang kebun itu lalu pergi


Zio memutar bola matanya lalu menggendong liza seperti karung beras


"AAAAaaaaa! Zioooo!" Liza memukuli zio


Liza baru diturunkan saat sampai diUKS. UKS ini sangat sepi, mungkin zio harus mengobati luka liza sendiri


Zio mengambil kotak P3K lalu mulai mengobati luka dilutut liza


"Tangan lo kenapa merah-merah gini?" Liza mengambil tangan zio lalu menekannya


"Aww! Udah tau luka malah diteken-teken!" Zio menarik tangannya lalu melanjutkan mengobati luka liza


"Ini pasti gara-gara tadi pagi!" Ucap liza


"Hemmm"


"Eh lo tadi pagi kenapa sih?!" Ucap liza


"Gatau!"


"Looo......... suka ya sama gue!" Ucap liza


"Najis!" Zio memukul lutut liza yang luka


"Awww!!"


"Kaki lo sakit! Jangan pergi sama leo!" Ucap zio


"Leo?"


"Yang makan chokolate lo"


"Oohhh!"


"Jangan pergi sama dia"


"Biarin"


"Jangan salahin gue kalo leo entar masuk UGD" Setelah mengatakan itu zio pergi


__________________


KALO SUKA LIKE:)



_____________________________________


Selamat hari raya idul fitri 1441 hijriah


♥:)