
"Keluar, jalan-jalan"
Zio duduk dikursi belajar liza dan membuka buku catatan liza
Tulisan tangan liza sudah mencerminkan sifat liza
"Ice cream!"
Ucap liza yang masih tidur dengan posisi sujut
"Iya entar gue beliin"
"Naik apa?"
Tanya liza
"Naik kaki"
"Kaki lo aja, gue numpang"
Ucap liza
"Maksut lo, gue gendong lo gitu?!"
Zio tidak habis pikir dengan liza. Segitu malaskah liza
"Hemm..."
###
Liza mengulurkan kedua tangannya pada zio saat mereka diteras
"Entar aja, waktu lo makan ice cream"
Zio berjalan mendahului liza
Liza menurunkan kembali tangannya lalu berjalan dengan sangat lama
"Beli ice cream dimana?"
Tanya zio yang sudah sampai didepan pagar rumah liza
"Beli dimana woi?!"
Tanya zio, tapi tidak ada balasan
Zio menengok kebelakang dan ternyata liza sedang duduk lemas dilantai teras
"Nyusahin!"
Batin zio
Zio menghampiri liza lalu menarik tangan liza hingga liza berdiri
"Kalo lo bisa jalan sendiri, entar gue beliin dua ice cream"
Ucap zio
Liza berdiri tegak lalu berjalan sambil menggandeng tangan zio
Jalanan tidak terlalu sepi karena masih ada ibu-ibu yang mengerumpi
didepan masjid, Hah~ apa mereka tidak takut dipukul oleh malaikat yang lewat?
dan ada juga anak-anak yang masih bermain petak umpet. Katanya kalo main petak umpet saat malam akan diculik oleh hantu? apa mereka tidak takut
Dan yang paling parah adalah ada sekelompok remaja Smp dan Sma yang asik membuat vlog dirumah kosong yang disekelilingnya ditumbuhi pepohonan
"Hai gaeezzz!! kali ini kita akan menggombali mbak kunti yang ada dipohon sebelah gue ini! Penasaran? lihat aja!"
Ucap salah satu orang yang membawa kamera
Hah~ liza menggelengkan kepalanya. Anak jaman sekarang ada-ada saja
"Dan setelah kita menggombali mbak kunti, kita akan memotong rambutnya supaya gak jadi sarang nyamuk! baik kan kita? iya lah! kita disini membuka salon geratis bagi para penghuni rumah angker ini!"
Ucap orang yang membawa kamera
Liza merasa kasihan dengan para hantu dirumah itu. Para anak remaja itu seperti menginjak-injak harga diri para hantu
Hantu yang seharusnya seram malah menjadi bahan tertawa
"Mie ayam, mie ayamm. mumpung masih anget mumpung masih panas mumpung masih malem. Neng mie ayam neng? enak loh neng! mie rasa ayam yang saya ubah menjadi mie ayam!"
Ucap penjual mie ayam yang lewat disebelah liza
"BERISIK! gak jelas banget sih lo! pergi sana! ganggu aja!!!"
Liza mempercepat langkahnya
"Enak loh neng!! ada rasa pedes ada rasa gak pedes!!!"
Ucap penjual itu sambil berteriak, berharap liza dan zio menjadi pelanggannya
"Gak jelas lu! pergi sana!!!"
Liza melangkah cepat, menghindari penjual mie ayam itu
"Beli ice cream disana aja"
Zio menarik tangan liza menuju toko ice cream
DEG!
Liza dan zio dihadang oleh banci didepan pintu toko
"Hai bang~"
Ucapnya
"*****! jijik gue!"
Batin zio
"Kenapa diem aja? sini ikut sama adek~"
"Eh *****! pengen nonjok tapi jijik"
Batin zio
Zio dan liza masih diam mematung
"Akuh namanya Phink! Kamuh siyapa?"
Tanya banci itu
Zio yang ditanya masih diam, sangat jijik
"Jangan takut. Bilang sama dedek Syantiq"
"Cantik pala lu kotak!"
Batin zio
Banci itu memegang tangan zio yang membuat seluruh bulu kuduk zio berdiri tegak
Plaakk!
Liza memukul tangan banci itu
"Banci jelek gak guna! pergi lu! jijik gue lama-lama!!"
Ucap Liza
"Apa sihh...!"
Banci itu semakin memegang erat tangan zio
Batin zio
"Lepasin, dasar banci jelek!!"
Buagh!!
Liza memukul pipi banci itu
"Awas aja ya kamuh! kalo ketemu lagi, akuh gosok kamuh sampai datar!!!"
Banci itu pergi sambil memegangi pipinya yang membiru
"Awas ya lo! kalo ketemu lagi, gue keluarin usus lo!"
Liza berjalan memasuki toko, lalu membeli dua ice cream cone rasa chokolate dan vanila
"Lo gak beli?"
Tanya liza yang melihat zio hanya diam saja
"Gak"
Ucap zio datar
Liza dan zio keluar dari toko
"Kalo makan tuh duduk!"
Ucap zio
"Gak ada tempat duduk. Lo mau gue dudukin?!"
Tanya liza
"Naik!"
Ucap zio dengan posisi jongkok
"Ha?"
"Cepetan naik!"
Liza naik kepunggung zio lalu zio menggendong liza
"Udahlah bodo amat yang penting makan!"
Batin liza
"Nih anak gak tau trimakasih ya?!"
Batin zio
Jalanan semakin sepi. Hanya ada lima orang remaja yang umurnya sekitar 19 tahunan
"Kakinya kenapa neng?!"
Tanya salah satu dari lima orang itu
"Kaki gue terlalu jijik buat melangkah didepan lo!"
Liza tetap menatap depan sambil menjilati ice cream conenya
"Sini, gue aja yang gendong lo"
Ucap salah satu dari mereka yang mendekat kearah liza dan zio
"Gak sudi!"
Ucap liza tajam
"Jangan gitu lah neng!"
Orang tak dikenal itu memegang pundak liza hingga amarah liza naik
Liza turun dari punggung zio lalu berdiri tegak menatap orang tak dikenal itu
"Lo ternyata putih juga ya"
Orang tak dikenal itu melihat liza dari atas kebawah
"Lo item banget sih! gue bantu lo biar putih!"
Liza mengoleskan ice cream cone rasa vanila kemuka orang tak dikenal itu
"Lo apaan sih!"
Orang tak dikenal itu ingin menampar liza tapi
Plakk!!
Liza memukul wajah orang tak dikenal itu dengan sandalnya
Lebih baik menggunakan sandal karena lebih aman. Liza tidak ingin tangannya terkena kuman virus bakteri atau apalah itu
PLAKKkkk!
Liza kembali memukulnya saat orang itu akan menonjok liza
"Item! lo gak papa kan?"
Tanya temanya yang datang ingin menolong
"Lo nyebut temen sendiri gitu? tega amat lo! sini gue bantu biar lo ngerasain keiteman temen lo!"
Liza mengoleskan ice cream cone rasa chokolate kemuka teman cowok tak dikenal itu
"Udah lah males gue! nih ice cream ambil aja"
Liza membuang ice cream itu ketanah lalu menarik tangan zio untuk pergi
"Aishh!! ice cream gue udah gak ada! sekarang gue makan apa?! mana gue gak bawa duit lagi! aishh ini semua salah lo!"
liza menunjuk zio sebagai penyebab masalahnya
"Gue?"
Tanya zio sambil menunjuk dirinya sendiri
"Iyaa ini semuaaa salah lo!"
Ucap liza
"Hai dek~"
Panggil om om dekat mobil yang terparkir disamping jalan
"Adek, adek. Emang gue adek lo? dasar tua bangka!"
Ucap liza
"Galak banget sih. Saya punya uang, pasti cukup untuk membeli toko ice cream"
Ucap om om itu
"Bapak gue malah bisa beli sepabriknya! lagian lo tuh ngaca! lo tuh udah tua! perut lo udah buncit! istri udah lima! anak udah puluhan! percuma kaya, kalo muka jelek gak bisa buat pamer jalan-jalan! liat nih cowok sebelah gue! udah pinter, muda, kaya, ganteng pokoknya Plus plus plus. kalo lo cuma minus besar!"
Liza meluapkan amrahnya pada om om itu, lalu menarik tangan zio pergi dari sana
"Kuping gue gak salah denger?"
Batin zio yang sejak tadi diam, mencoba meresapi parkataan liza
__________________
KALO SUKA LIKE:)