
Liza mulai bosan melihat antares dan alian yang sejak tadi saling menatap dengan sangat tajam
Orang yang duduk disebelah liza berdiri lalu pergi dan tempat duduknya digantikan oleh seorang nenek yang rambutnya sudah beruban
Huh! Ini semakin membosankan! Liza menjadi ngantuk
"LIZAAAA!!!"
Liza memfokuskan pandangannya pada antares yang memanggilnya dengan sangat keras
Liza mengangkat satu alisnya, seolah berkata 'Apa'
"Doain ayang bebeb menang ya!" Antares mengedipkan sebelah matanya dan melakukan kiss bye untuk liza
Orang-orang yang melihat itu merasa sangat iri sedangkan liza? Huh! Ingin muntah darah rasanya
Liza menatap antares dengan.... jijik
Liza dengan asal memegang tangan seorang nenek yang duduk disebelahnya, membuat nenek itu menolehkan kepalanya kearah liza
"Pengen muntah nek! Punya kresek gak?" Ucap liza
"Kamu hamil?!" Ucap nenek itu sambil membelakkan matanya
"Astagfirullah!" Liza menarik kembali tangannya
"Emang saya cantik tapi saya cewek baik, alim, soleh, patuh kepada kedua orang, tua dan sering silaturahmi keruang BK" Ucap liza asal
Nenek itu menggeleng lalu mengelus kepala liza membuat liza kaget
"Kamu emang cantik mangkanya cucu nenek suka sama kamu" Ucap nenek itu sambil menatap antares dan alian yang sedang memperebutkan bola
"Maaf ya nek, tapi yang suka sama saya itu banyak, guru matematika aja gak bisa ngitung. Jadi cucu nenek itu siapa?" Ucap liza
"Itu" Nenek itu menunjuk antares membuat mata liza membelak lebar
"Itu beneran cucu nenek? Mata nenek masih sehat kan?" Ucap liza. Liza merasa tidak yakin karena wajah antares dan nenek ini sangat berbeda
"Kamu meragukan kesehatan mata nenek? Mau nenek kasih tau surat kesehatan nenek?" Nenek itu membuka tasnya tapi tidak jadi karena tangan liza meraih tangan nenek itu
"Gak usah nek. Oke, nenek jujur, gak mungkin juga kan kalo nenek bohong, kan nenek udah tua" Ucap liza asal
"Kamu doain nenek cepet mati?!" Ucap nenek itu
"Eh bukan bukan! Udah nenek kan udah tua jadi, gak usah dipikirin" Ucap liza
"Heh! Umur saya masih 79 ya!" Ucap nenek itu
"Udah tua itu!" Batin liza
PRITttttt!!!
Suara peluit terdengar dengan sangat nyaring lalu disusul sorakan bahagia para penonton dari SMA Pancasila
"LIZA!! LOP YU!!!" Antares membentuk love besar dengan kedua tangannya
Liza memeluk nenek disebelahnya dengan lancang, menenpelkan wajahnya dilengan nenek itu
"Tolong kasih tau cucu nenek, kalo main tuh yang bener! Saya eneg lihatnya" Ucap liza
"Antares imut tauu!!" Ucap nenek antares
"Bagian mana yang imut? Air dirumah saya lebih imut dari pada dia" Ucap liza asal
###
"Banguun! Pemenangnya akan diumumkan bentar lagi!" Nenek antares menepuk pipi liza berulang kali
"Lima menit lagi" Ucap liza setengah sadar
"Heh... gak ada lima menit lagi! Cepet bangun" Nenek antares semakin keras menepuk pipi liza
"Aaaaa!!" Liza bangun dengan mengusap pipinya yang sedikit memerah
"Apa?" Ucap liza
Nenek antares mengarahkan kepala liza ketengah lapangan
"JADI PEMENANGNYA ADALAH........."
"Bodo amat" Ucap liza
Keadaan menjadi hening
Liza menguap lebar membuat nenek disebelahnya memukul kepala liza pelan
"Jangan ngerusak suasana!" Ucap nenek itu
"ALIAN!!!!"
Liza membelakkan matanya
Antares terlihat sangat kecewa pada dirinya sendiri
"Dimohon liza segera masuk dalam lapangan!"
"WOI!! Tadi gue diusir! Sekarang disuruh masuk! Mau lo itu apa sih?!!" Ucap liza
"MASUK AJA WOI!" Teriak alian dengan keras
PLAKkk!
Antares memukul kepala alian
"Jangan teriak-teriak woi! Kuping gue budek entar!" Ucap antares
"Biarin!" Alian menendang kaki antares hingga antares jatuh
Antares bangun lalu menonjok perut alian
"Gimana rasanya ditonjok tangan cool gue?" Ucap antares
"Rasanya gini!"
Buagh!
Alian memukul perut antares
"MOHON BERANTEMNYA DITUNDA DULU. SEKARANG INI MOHON PERHATIKAN LIZA YANG SUDAH TIDUR LAGI"
Lelaki dengan kaos hitam menganggat kedua tangan liza dan lelaki dengan rambut botak mengangkat kaki liza lalu mereka mulai melangkah kelapangan
"Eh! Apaan nih?!" Ucap liza yang sudah bangun
"Turunin gue!" Ucap liza
Kedua orang itu menurunkan liza diantara antares dan alian
"Main angkat-angkat aja!" Ucap liza saat dua orang itu melangkah pergi
"Heh! Gue ini yang menang!" Ucap alian
"Bodo amat!" Ucap liza cuek
"Pokoknya sekarang lo jadi pacar gue!" Ucap alian
"Oke" Ucap liza dengan enteng
Antares dan alian tidak menyangka liza akan menyutujuinya dengan semudah itu
Semudah ini untuk jadi pacarnya liza?
"Lo beneran mau?" Tanya alian, memastikan
Liza menganggukkan kepalanya sebanyak dua kali
Kalau tau gini sih antares akan berusaha lebih keras untuk menang
"Oke!" Ucap liza membuat antares, alian dan seluruh penonton menatapnya
Liza menarik nafas dalam
"Kita putus!" Ucap liza
"Apa?" Ucap alian
"Gak! Gue gak setuju!" Ucap alian
"Gue gak butuh persetujuan lo!" Liza menarik tangan antares untuk keluar dari lapangan
###
TIN TIN TIN!!!
Mobil antares dihadang oleh sebuah motor besar berwarna merah
Antares dan liza turun dari mobil lalu mendekat kearah pengemudi motor itu
"Apaan sih lo!" Ucap antares
"Haishhh! Apa lagi iniiii??? Lelah hayati!" Batin liza
Pengemudi motor itu melepas helmnya membuat liza membelakkan matanya
"Zio! Ngapain lo?!" Ucap liza
"Jemput lo" Zio menarik tangan liza tapi Antares baju liza, membuat tubuh liza juga ikut tertarik
"Lepas" Ucap zio, dingin
"Lo yang lepas!" Ucap antares
Zio dan antares saling menatap jatam lalu mereka melepaskan liza dan mendorong pelan tubuh liza supaya menyingkir
"Heh! Gue capek!!! Ngantuk!! Jangan ribut lah! Gue pingen cepet sampai rumah!" Ucap liza
"Lo sama gue aja! Gue kan bawa mobil" Ucap antares
"Bang alan suruh gue jemput lo" Ucap zio
"Lo itu bawa motor! Kalo liza jatuh gimana?!" Ucap antares
"Gak bakalan" Ucap zio
"Heh! Udah deh! Gue capekk!! Ucap liza yang tidak dipedulikan dua cowok itu
Liza mengeluarkan HPnya lalu menelepone 'seseorang'
"Iya, Apa ini dengan jasa santet online?" Ucap liza yang berhasil membuat zio dan antares terdiam
"Heh! Gak boleh! Dosa!" Ucap antares
"Dosa lo dah banyak! Jangan ditambah lagi, entar timbangannya gak kuat" Ucap zio membuat liza sangat ingin menuju melemparkan HPnya kearah zio
Kalau saja HP harganya lima ribuan, liza akan memukulkan HPnya kewajah zio hingga HPnya rusak lalu ganti HP lagi, lalu pukul lagi, lalu ganti lagi dan pukul lagi
Haish! Sudahlah
"Lo berdua diem! Jangan ribut!" Ucap liza
"Lo pulang sama gue aja!" Ucap antares
"Sama gue!" Ucap zio
Hah~ mulai deh!
Liza memesan ojek online
Liza duduk diaspal sambil sesekali kepalanya jatuh karena mengantuk
Tak lama kemudian ojek online pesanannya datang
Liza segera naik kemotor ojek online lalu liza pergi meninggalkan zio dan antares yang masih ribut
"Eh liza!" Ucap antares yang menyadari liza telah pergi bersama ojek online
"Lo sih!" Ucap antares
"Lo lah!" Ucap zio
###
KALO SUKA LIKE:)
___________________
♥