IceCream

IceCream
48:|Ternyataaa!!



"Astagfirullah! bocah ngapain hujan-hujan disini?!! kesamber bledek baru tau lu pada!!"


Seorang lelaki paruh baya datang membawa kentongan serta memakai sarung


Antares berdecak, ia tau akan ada perdebatan antara Liza dan bapak itu. Antares mengeluarkan HPnya lalu memesan taksi online


"Pak!! bisa!! pergi!!! dulu!! gak?!?!" Liza berteriak karena suara hujan


"APA?!?!" Ucap peria paruh baya itu yang juga berteriak


"LO BISA PERGI GAK??!!"


"Iya saya ganteng tapi udah punya istri tiga" ucap bapak itu membuat amarah Liza memuncak


Liza mendekati bapak itu, ingin meneriaki kupingnya yang mungkin sudah tertutup dosa


"Waduh main nyosor ae ni bocah" gumam bapak itu. Dia mendekatkan pipinya pada Liza


Dengan cepat Liza memukul pipi bapak itu dengan tangan kanannya hingga tubuh bapak itu oleng "ngapain pipi lo deket-deket bibir gue?!! mau gue ludahin?!"


Antares menarik tangan Liza dan Bella pergi menuju warung


Bapak itu menggelengkan kepalanya "anak muda zaman sekarang kenapa pada gitu ya. Untung saya dulu langsung dijodohkan dengan dua gadis sekaligus (saking gak lakunya)"


Bapak itu mengambil dua payung yang tergeletak begitu saja "Alhamdullilah bisa dijual lagi"


###


"Bu, payungnya saya ilangin"


Ibu itu masih diam mengamati Bella dan Liza yang berada diantara Antares


"Saya ganti pake motor aja" Antares memberikan kunci motornya pada ibu itu


"Eh?" Ibu itu kebingungan. Ia ingin mengembalikan kunci itu pada Antares tapi Antares sudah terlebih dulu pergi bersama Bella dan Liza menggunakan taxsi yang dia pesan


"Kak Liza" ucap Bella pelan


Liza menoleh pada Bella "apa?"


"Kak Liza suka ya kak Antares?"


"Kata siapa woii?!"


"Menurut yang aku lihat sih gitu" Bella menunduk


"Mata lo bermasalah nih! Pak! langsung ke RSJ ya!"


Tangan Antares memukul kepala Liza "ngadi-ngadi lo!"


Oh iya, ada pertanyaan yang sejak tadi ingin Liza tanyakan pada Bella "Bell, lo suka sama Antares ya?"


Bella menunduk sedangkan Antares pura-pura tidak dengar


"Emm iya tapi itu dulu"


Dalam hati Antares merasa lega karena bagaimanapun juga Bella adalah salah satu orang yang tak ingin ia dekati. Melihatnya saja ia sudah muak


"Kenapa sekarang enggak?" tanya Liza


"Karena perasaan ini gak seharusnya ada buat kak Antares"


Liza menatap Bella bingung. Apa karena umur mereka yang berjarak setahun? Atau....


Bella menghela nafasnya "kita adik-kakak"


"Apa?!"


Antares menundukkan kepalanya. Ia sangat membenci fakta ini. Kenapa? kenapa harus Bella? kenapa harus salah satu orang yang ia benci


Bella juga sangat membenci fakta ini. Ia benci setiap hari dipandang seperti kuman oleh Antares


###


PLAKK!!


Liza membelakkan matanya. Ia menatap Antares yang kini masih diam menatap pria paruh baya didepannya


Rasa panas menjalar dipipi kiri Antares. Antares menatap sang ayah tajam dan menggenggam erat tangan Liza


"Kenapa Bella pulang sama kamu dalam keadaan basah?! kamu gak bisa jaga dia?!"


"Gak"


"Anak tak berguna!" Papa Antares melayangkan satu tamparan keras hingga membekas merah dipipi Antares


"Siapa ini?! bisa juga ya kamu gantiin cewek gagal itu"


Amarah Antares sudah tak bisa ia tahan. Kalau saja didepannya ini adalah orang lain pasti orang itu sudah habis


"Berhenti sebut dia cewek gagal!"


"Bukankah dia memang gagal?"


Antares menarik Liza masuk kedalam kamarnya. Ia tak ingin Liza mendengar lagi ucapan tak enak dari papanya


Antares melepas tangan Liza lalu ia duduk dikasurnya. Ia sangat lega karena berlangsung lama seperti biasanya


"Antares, lo beneran kakaknya Bella bukan sih?"


"Dia adek tiri gue"


Antares menghela nafas "Mau denger cerita serem gak?"


Liza mengangguk semangat


"Waktu gue masih kelas 7 SMP tuh mama gue sakit. Tiba-tiba aja bunda dibawa ke RS. Gue gak tau apa penyakitnya, papa juga gak pernah ngasih tau gue. Dan saat itu papa sering bawa melati kesini—"


"Siapa tuh?!" Potong Liza cepat


Antares berdecak "emaknya Bella"


"Ohh oke lanjut!"


"Nah gue kan sebagai anak pasti sebel banget kan mana papa juga gak pernah jenguk mama! Aish! langsung skip aja yak!"


"Oke"


"Pas bunda meninggal tuh besoknya papa malah nikah sama melati!"


"Iya lah! pake nanya lagi!"


"Hehe terus?"


"Gue bakar dong tendanya!" Antares tertawa pusa lalu tiba-tiba mukanya menjadi datar karena mengingat yang dia lakukan hamya sia-sia "tapi tetep aja mereka udah sah nikah"


"Tamunya pada lari dong?"


"Iya lah"


"Papa sama ibu tiri lo gimana?"


"Hehe, melati pingsan dong"


"Kalo papa lo?"


"Gue kunciin dikamar mandi dong"


"Lah? kenapa?"


"Biar gak bisa bantuin mati! Haha!!"


"Beedosa banget ya kamu!"


"Eh dan kata bunda, bunda tuh dijodohin sama papa"


"Iya dan lahirlah anak yang tak diharapkan"


"Enak aja! Kalo gak diharapkan ngapain gue lahir?"


"Ya gak taulah! Lo tiba-tiba nongol mungkin saat emak lo lagi e'ek"


"Emm mungkin" Antares dan Liza tertawa bersama


Mata Liza tak sengaja menatap foto gadis berkulit putih dengan berambut yang juga berwarna putih sepanjang bahu. Foto itu sungguh sangat besar hingga Liza dapat melihat jelas wajahnya


"Antares, itu?"


"Aqisa"


"Dia..."


"Albino"


###


"Dek coba lihat! Cemeng bisa push up!"


"Lo apain dia woiii!! Dia tuh cewek!!!"


"Ah masa! Coba kita lihat dia punya 'anu' apa enggak"


Liza menggelengkan kepalanya. Kenapa dia bisa memiliki kakak seperti ini heii!!


"Eh, kalo kucingnya cowok tuh bentuk 'anu'nya kayak gimana ya?"


"Ya gak tau lah! punya manusia aja gue gak tau bentuknya kayak gimana!"


"Masa sih😳?"


"Iya lah!"


"Ya udah gue tanya gugel aja!"


Liza pergi sambil menggelengkan kepalanya. Masa bodolah dengan apa yang akan dilakukan kakaknya kepada cemeng


"Astagfirullah! Ngapain pagi-pagi kesini?!" Liza sedikit kaget dengan keberadaan Zio yang entah sudah sejak kapan berada diruang tamu


"Gpp"


"Ya udah! yok! kesekolah!"


"Minggu"


"Apa?"


"Hari"


"APA?!! Astagfirullah! lupaaa!! gue udah susah-susah bangun pagi! udah mandi udah wangi udah cantiq tinggal pake sepatu kuning tercintanya dan ternyata! TERNYATA! LIBUR!!"


"Hem"


"Ah ya udahlah gapapa! gue bisa rebahan lagi!"


"Lo ikut gue!"


"Kemana?!"


"Rumah Kayla"


"Ngapain?! Lo mau ngelamar Kayla?!"


"Reyhan"


"Terus mau ngelamar Kayla?!"


Zio berdecak. Kalau saja jarak mereka dekat pasti tangan Zio sudah memukul kepala Liza


"Nomong sama Liza tuh harus banyak-banyak sabar! Soalnya loadingnya lama" Ucap Alan yang datang sambil menggendong cemeng


"Lo apain lagi tuh kucing bang?!?!"


"Jangan lebay dah! ini cuma gue pakein pempes!"


Liza mengamati pempes yang dipakai cemeng "punya siapa tuh?"


"Nemu😳" Alan segera lari sebelum Liza memukulnya


"Nemu dimana woii!!"


"Bukan punya lo dekkk!!!"


###


Banyak typo ya?? maap🙏