
Liza memegang bahu Zio dan menatap Zio dengan intes
"Zio. Gue saranin lo cepet pulang!"
"Kenapa?"
"Gapapa! Cepet pulang!" Liza mendorong tubuh Zio supaya cepat pergi dari teras rumahnya
"Oh iya! Jangan lupa bawa motor lo"
"Emangnya dirumah lo ada apa sih?"
Liza mendekat kearah Zio "Ada monster muka tebel" Ucap Liza berbisik
Zio menaikkan satu alisnya
Liza mendorong muka Zio "Ekspresi lo gak banget sumvah!"
"Kak Liza! Itu siapa?" Seorang gadis keluar dari pintu
Liza dan Zio kompak menoleh kepintu
"Monsternya dateng" Bisik Liza pada Zio
"Hai~ Aku Tanisha" Gadis bernama Tanisha itu mengulurkan tangannya didepan Zio
Tanisha itu anak dari adeknya mamanya Liza. Dia dua tahun lebih muda dari Liza
"Ya" Zio memalingkan wajahnya dan tidak membalas uluran tangan Tanisha membuat Tanisha kembali menarik tangannya dengan malu
"Ngapain lo keluar?"
"Gapapa"
Sebenarnya Tanisha keluar karena mendengar suara cowok
Liza mengamati bibir Tanisha. Liza merasa tidak asing dengan warna liptin yang dipakai Tanisha
"Heh bocil! Lo pake liptin gue ya?!!" Ucap Liza didepan muka Tanisha
"Iya" Jawab Tanisha tanpa rasa bersalah
"Siapa yang suruh lo make?!"
"Gak ada. Asal kak Liza tau ya. Barang kak liza tuh barang aku juga! Jadi terserah aku mau pake liptin ini apa enggak!!"
Barangku barangmu juga? Gue tendang mental lo keneraka!
Hah~ oke sabar
"Oke barang lo, barang gue juga. Sekarang sini'in ginjal lo! Mau gue mau gue jual kepasar senen!" Ucap Liza
"Enggak lah!"
"Kalo gitu hapus liptin dibibir lo atau gue viralin vidio lo yang ngomong sama sapi?!"
"Iiiih! Dasar orang tua!" Tanisha masuk dalam rumah dengan menghentakkan kakinya
"Dasar bocil masih ngompol!"
"Pftt!"
Liza menatap Zio tajam
"Kenapa ketawa?! Suka gue marah-marah?!"
"Iya"
"Kenapa? Biar gue cepet tua?!"
"Lo imut"
Liza memutar badannya dan berjalan cepat menuju pintu "Gue masuk dulu"
"Gue balik. Besok berangkat sekolah bareng gue" Zio menyalakan mesin motornya dan memakai helmnya
"Ih ogah gue—"
"Gak terima penolakan" Setelah mengatakan itu Zio menarik gas motornya lalu melesat pergi
###
TOK TOK TOK!
"JODOH DATANG!!"
TOK TOK TOK!!
Liza menulikan pendengarannya. Dia mengambil earpone disebelahnya lalu menyetel musik dengan volume keras
Liza melanjutkan memakan biskuit 'gagal' buatannya dan kakaknya
Walaupun gagal dan rasanya sedikit aneh, menurut Liza itu adalah maha karyanya
Apapun yang Liza buat hasilnya akan tetap enak dimulut Liza. Walaupun besok Liza yakin akan bersemedi sambil merapalkan doa-doa pemohon ampun diWC
Liza sedikit memiringkan kepalanya karena musik yang didengarkannya mati
Liza melihat kebawah dan mendapati kabel earponenya putus
Liza mengengok kesamping dan mendapati Alan sedang tertawa sambil membawa gunting
Cari mati emang!
Liza menhancurkan bisuit itu menjadi remahan-remahan kecil lalu mengguyurkan kearas kepala Alan yang masih tertawa
"Aish! Dek! Gue baru mandi!!!"
"Ya bodo amat"
"Jahat banget lo! Gue pecat lo jadi adek gue!"
"Ya Alhamdulillah" Liza bangun lalu melangkah keruang tamu
Liza sedikit bingung saat melihat Tanisha yang duduk didepan Antares. Mereka berdua sedang mengobrol dan sesekali tertawa
"Siapa yang suruh lo masuk?" Tanya Liza pada Antares
"Tanisha. Emang kenapa?" Tanya Antares
Liza memutar bola matanya sebagai jawaban
"Kak Liza ngapain disini?" Tanya Tanisha yang tidak tau diri
"Ini kan rumah gue. Suka-suka gue lah!"
"Antares ngapain lo kerumah gue?"
"Ya gimana gak bener kalo setiap hari lo nelepone gue dan terus-terusan ngingetin nama lo! Hah berasa diteror gue"
Antares terkekeh sebentar lalu berdiri menghampiri Liza
"Ikut gue yuk"
"Ogah!"
"Yaudah. Gue pergi sendiri aja ketoko ice cream"
"Oke gue ikut"
"Aku ikut juga ya?!!"
Liza dan Antares kompak menoleh kearah Tanisha
"Gak—"
"Boleh" Potong Antares cepat. Liza menatap Antares dengan mengerutkan dahi
"Yey!" Sorak gembira dari Tanisha
"Lo mau duduk distir apa diban?"
Seketika ujung bibir Tanisha turun saat mendengarkan ucapan Antares
"Aku mau duduk diJok belakang" Ucap Tanisha dengan memelas
"Gak bisa. Itu tempat khusus buat Liza yang paling cantik"
"Kalo aku dandan yang cantik, aku boleh duduk situ gak?"
"Gak boleh. Lo pake make up 100 lapis pun lo gak bakal bisa duduk situ, karena mau diapa-apain pun muka lo gak bakal bisa lebih cantik dari Liza"
###
"Kita mau ketoko ice cream yang mana?" Tanya Liza sedikit berteriak karena suaranya terbawa angin
"Toko ice cream emaknya Leo"
Liza jadi teringat saat Antares, Zio dan Alan memecahkan piring dan gelas milik mamanya Leo
Liza juga sudah lama tidak bertemu Leo. Entah Leo masih ingat Liza apa tidak
"Oy! Turun gak?"
"Eh! Iya"
Liza dan Antares masuk dalam toko ice cream milik mama Leo
Liza memperhatikan sekelilingnya. Yeah~ toko ini masih sama seperti pertama kali Liza kesini
"Assalamuallaikum. Cepet bayar uang kontrakan!" Ucap Antares asal
"Kontrakan ndas mu!" Leo datang dengan membawa satu gelas ice cream rasa cokolat kacang
"Eh ada Liza" Ucap Leo saat menyadari keberadaan Liza disebelah Antares
"Tumben kesini. Kangen gue yak?!"
Sebelum Liza menjawab, tangan Antares terlebih dahulu memukul kepala Leo
"Saya mewakili Liza dengan ini mengatakan NAJIS!"
"Sakit loh" Ucap leo dramatis
"Saya mewakili Antares dengan ini mengatakan BODO AMAT!"
Liza dan Antares bertos ria didepan Leo
"Udahlah. Gue pesen semua yang enak. Antares yang bayar" Ucap Liza seenak jidatnya
"Perasaan gue gak bilang kalo mau bayarin lo dah" Ucap Antares berbisik
"Emang lo gak bilang. Tapi gue yang bilang"
Tak lama kemudian pesanan mereka datang dibawakan oleh Leo yang sebenarnya dipaksa oleh mamanya
Setelah meletakkan pesanan dimeja, Leo dengan lancang duduk diantara Liza dan Antares
"Ngapain lo duduk disini?"
"Suka-suka gue lah. Inikan toko gue"
"Pembeli adalah raja"
"Itu gak berlaku buat gue"
"Sudah-sudah. Tolong biarkan nyonya makan dengan tenang" Ucap Liza menengahi
nyoya?
Antares dan Leo saling menatap senbentar
"Antares?!" Cewek seumuran mereka datang menghampiri meja mereka
"Eh, Adira. Mau beli ice cream buat adek lo ya?" Tanya Antares
"Iya. kamu ngapain disini?"
"Oh iya. Kenalin. Ini Liza gebetan gue"
Deg!
Jantung Adira seakan dihantam oleh benda keras
Bodo amat
"Liza, ini Adira pacar gue"
Liza membelakkan matanya dan menatap Anak tak percaya
"Antares lo kemaren habis ngenalin mantan lo yang baru aja balikan sama lo. Sekarang lo ngenalin gebetan lo. Sebenernya lo anggep gue apa sih?" Ucap Adira dengan mata yang sudah memerah menahan tangis
"Gue anggep lo pacar" Antares berucap dengan santai sambil menyendokkan ice cream kemulutnya
Haish Liza sangat ingin menenarik jantung Antares
"Oh iya dan mungkin Liza akan jadi pacar ketujuh gue"
###
BERSAMBUNG:)
♥