IceCream

IceCream
5:}Pergi sama zio-_-



Liza berdiri didepan cermin, menatap baju yang sedang dia pakai



Liza berjalan keluar dari kamarnya dan menuju kamar Alan


Brakkk


Liza menendang pintu kamar Alan


"Bang! minta duit!"


Ucap liza sambil menjulurkan tangannya


"Astagfirullah liza! lo mau kondangan dimana?!"


Ucap Alan sambil melihat pakaian liza dari bawah keatas


"Minta uang!"


Ucap liza


"Ganti baju dulu! entar gue kasih!"


Ucap Alan lalu melanjutkan bermain PS


Liza melangkah pergi kekamarnya, entah bagian mana yang salah dari bajunya


Liza mengamati lemari pakaiannya. Haishh, liza harus pakai baju seperti apa??


Entahlah. Liza asal mengambil baju lalu memakainya



Gimana? masih seperti orang kondangan?


Kalau menurut Alan pakaian liza masih salah, Liza akan memakai baju alan saja. Eh, tidak tidak! baju alan sangat panjang, liza tidak mungkin memakai baju alan, Jadi... liza bakar saja baju baju alan sekalian lemarinya


Baiklah~ liza berjalan menuju kamar Alan


"Nah!"


Ucap alan yang tiba-tiba sudah berada di pintu kamarnya


"Bekicot! ngagetin aja!"


Ucap liza


"Gini kan bagus! Cantik lo!"


Ucap Alan


"Jelek lo!"


Ucap liza


"Heh! untung aja lo adek gue! kalo bukan, udah gue tendang melayang sampek australia nyusul emak lo yang lagi cari suami ke 2"


Ucap Alan


"Dari pada bapak lu! kerja gak inget rumah! punya bini baru tuh?!"


Ucap liza


"Bapak gue, bapak lu juga!"—Alan


"Emak gue, emak lu juga!" —Liza


"Aishh! udah! masalah baju aja diribetin!"—Alan


"Emang kenapa baju gue yang tadi?"—Liza


"Mirip bajunya mantan gue! cuma beda warna"—Alan


"Mana korek api?!"—Liza


"Ada didapur, buat apa?" —Alan


"Bakar kamar lu" —Liza


"Serem lo dek!" —Alan


"Mana uang?!"


Ucap liza sambil menjulurkan tangannya


"Nih! cepet pulang! Gue sendirian dirumah nih!"


Ucap Alan sambil memberikan tiga lembar uang seratus ribu


"Gue tinggalin lo selamanya!"


Ucap liza


"Lo jahat dek! Gue baru aja ditinggalin Vlana, masa lo juga mau ninggalin gue?"


Ucap alan dengan nada memelas


"Kenapa kak Vlana putusin lo?"


Tanya liza


"Gue ke-Cyiduk selingkuh sama dosen gue"


Jawab alan


"Mam—"


Ucapan liza terhenti


Tok tok tok!!


Liza dan alan saling menatap


"Siapa tuh dek?!"


Tanya alan


"Gatau, jangan-jangan maling?!"


Ucap liza


"Pinter banget sih lu! mana mungkin maling ketok pintu!!"


Ucap Alan


"Kalo bukan maling berarti..."


Ucap liza menggantungkan kalimatnya


"RAMPOK!!!"


Ucap liza dan alan bersamaan


"Gue ambil teflon sama sapu dulu"


Ucap alan lalu pergi kedapur


"Emm, gue ambil gergaji mesin sama gunting rumput aja!"


Ucap liza lalu pergi kekebun belakang


Lima menit kemudian liza dan alan sudah berada didepan pintu utama


"Dek mulai hitungan ketiga gue buka pintunya dan lo siap-siap!"


Ucap alan, berbisik


"Oke!"


Ucap liza, berbisik


"TIGAAA!!!!!"


Alan langsung membuka pintu dan memukuli 'Rampok' tersebut


Sedangkan liza masih cengoh dibelakang alan


"Eh eh! woi! apaan sih?!"


"Eh bang! berhenti dulu!"


Ucap liza


"Jangan berhenti sampai dia matiii!"


Ucap alan semakin keras memukul


"Eh! woi! aelah salah gue apasih?!"


"Bang berhenti dulu napa! kayaknya gue kenal nih orang!"


Ucap liza


"Masa?! siapa?!"


Ucap alan lalu berhenti memukul'i 'Rampok?' tersebut


"Ini gue woii!!!"


"ZIO!!"


Ucap liza, kaget


"Ya.. ya.. ya mana gue tau! mangkanya jangan pakai helm!"


Ucap liza


"Ya kalo gue gapake helm gimana nasib kepala gue?!?!?!?!"


Ucap zio gemas. Zio ingin sekali meremas muka liza hingga hancur


"Eh dek! lu urus nih bocah ya! gue mau ke warung dulu, mau bayar utang!"


Ucap alan lalu pergi


Ucap liza sambil berteriak


"Sekarang lo harus tanggung jawab!"


Ucap zio dingin


"Oke... karena seorang liza tidak pernah lari dari masalah"


Ucap liza


Zio menaikan salah satu alisnya


Setau zio, liza selalu lari dari masalah


"Oke! sekarang lo ikut gue!"


Ucap zio lalu menarik tangan liza menuju motornya


Liza naik kemotor zio dengan berpeganggan pada pundak zio


Kretekk


"Suara apaan tuh?"


Tanya liza saat sudah duduk diatas motor


"Tulang gue mau retak aja rasanya!"


Batin zio


Zio mengegas motornya dan motornya berjalan sangat cepat, tidak baik berlama-lama dengan liza


"Hah~ zio pasti berharap gue bakalan pegangan pinggangnya. haha tidak semudah itu bekicot!"


Batin liza dengan sangat PDnya


Ckiiittttzz


Zio mengerem motornya dengan sangat mendadak karena didepan terdapat lampu merah


"Bangke kucing ayam!"


Umpat liza dalam batin karena kaget dia refleks perpegangan pada pinggang zio


Liza langsung melepaskan pegangannya


Lampu sudah hijau dan zio langsung melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata


Liza dengan refleks kembali memegang pinggan zio


"Bekicot!"


Umpat liza dalam batin


Tak lama kemudian liza melepaskan pegangannya


CKIIITTZZZ!!!


Zio mengerem motornya dengan cepat karena ada seorang anak laki-laki yang sedang menyebrang


Dan lagi-lagi liza berpegangan pada pinggang zio


Buakhh


kretekk


Liza memukul pundak zio dengan sangat keras


"Akghhh!!, tulang gue beneran ancur dah!"


Batin zio


"Lo sengaja ya?!!!"


Ucap liza sambil melepaskan pegangannya


"G"


Ucap zio lalu mengegas motornya dengan kecepatan normal


15 menit kemudian liza dan zio sampai disebuah mall


Sskarang ini mereka sedang berkeliling entah mencari apa


"Hai zio!"


Ucap perempuan yang tengah berjalan mendekat kearah zio dan liza


"Gue udah lama keliling buat cari lo tau!!"


Ucap perempuan itu


"Jadi masalah tawaran gue kemarin gimana? lo pasti mau kan?!"


Ucap perempuan itu


"Lo gak lihat disebelah gue?"


Tanya zio dengan datar dan dingin


Tunggu tunggu! liza tidak paham dengan keadaan ini


"Hai~ Gue Aina! calon pacarnya zio!"


Ucap ania sambil menjulurkan tangannya kearah liza


Liza masih diam. Liza bingung harus berbuat apa


"Ini liza! Pacar gue"


Ucap zio penuh penekanan


"A Apa?!"


Ucap aina lalu menarik kembali tangannya


"Perlu gue ulang lagi?"


Tanya zio


"Lo cuma punya gue! lo gak bisa giniin gue! cepet putusin dia!!!"


Ucap aina meledak-ledak


"Bdoamt!"


Ucap zio dengan cepat dan datar


"Lo gak bisa gini ziooo!"


Ucap aina


"Gue pacarin lo karena gue kalah main game sama si reyhan. Kita pacaran kan cuma tiga jam, gak usah lebay deh!"


Ucap zio


"Kenapa harus gue?"


Tanya aina dengan mata yang memerah menahan tangis


"Seru nih! ada drama lokal! xixixi tontonan gratis!!"


Batin liza


"Reyhan maunya lo"


Ucap zio dengan santai


"Dasar lo pelakor!"


Ucap aina


"Eh eh! kenapa ini?! kok gue?!"


Batin liza


"Rambut ungu pelakor!"


Ucap aina berusaha menarik rambut liza tapi terhalang oleh zio


Liza menatap rambutnya


"Lah, apa hubungannya pelakor sama rambut ungu?"


Batin liza


Haishh! liza tidak terima!


"Ya dari pada rambut lo! kaya muntahan kucing eyww pasti bau tuh!"


Ucap liza yang membuat aina semakin marah


"Dasar lo tepos! miskin!!"


Ucap aina


Apa tepos? liza tidak salah dengar?! bentuk tubuh liza yang seperti model ini dikata tepos?! Haishh!


"Badan gue bagus nyet! zio aja mau sama gue! mending lo ngaca punya kaca gak? ha? lo gak punya kaca? dasar melarat! kaca aja gak punya! mau gue beliin?! Badan lo tuh depan belakang pakek sumpelan aja bangga! baju kurang bahan aja dipakek! gak ada baju lain?! mau gue beliin?! make up lo juga tebel banget! lo pasti jelek banget ya?!!! mangkanya makek make up tebel, biar dikira cantik ehh, padahal makin ancur tuh muka! Ngemis-ngemis minta balikkan, dasar murahan! berapasih harga diri lo? gue beli deh harga diri lo! tinggal sebut aja, lo mau berapa?"


Ucap liza panjang lebar hingga aina kehilangan kata-katanya


Aina menatap liza dengan tajam lalu pergi begitu saja


_______________________


KALO SUKA LIKE YAA:)