IceCream

IceCream
17:>Rumah Hantu



"Oke karena liza orangnya 'gak penakut' kita masuk kesana" Zio menunjuk rumah hantu


"Yeey!!" Kayla bersorak gembira


Liza mengeluarkan keringat dingin. Bukannya liza takut dengan hantu, tapi didalam rumah hantu sana pasti banyak ngagetin. Emmm liza takut kelepasan


"Lo takut?" Zio menyenggol bahu liza pelan


"Gak" Liza menarik tangan zio untuk memesan tiket masuk


Antriannya tidak terlalu panjang sehingga liza dan yang lainnya bisa cepat masuk kedalam


"AAAaaaa! Sisca berteriak saat melihat tumpukan tengkorak mainan disebelah kaki liza


BRAKkk!


Liza yang kaget refleks menendang tumpukan tengkorak itu.


Tunggu! bukankah ini sama saja dengan merusak fasilitas? Liza menatap zio dan yang lainnya


"Sebelum kita dimarahin mending kita..." reyhan tidak melanjutkan ucapannya. Dia melihat kekanan dan kiri


Reyhan mengenggam tangan kayla erat, membuat kayla menatap sosok putih yang menatap tajam kearah mereka


"Emm mendingan kita pergi deh" Ucap kayla


"Tunggu apa lagi?!!!" Reyhan menarik tangan kayla. Berlari menyusuri rumah hantu itu lebih dalam


"Lari kalo gak mau ganti rugi!!!" Abi dan sisca berlari bersamaan menyusul reyhan dan kayla yang sudah jauh


Liza dan zio saling menatap.


"Lo harus ganti rugi!" Ucap zio dingin


"Lo ajaaaaaa!!" Liza berlari menyusul teman-temanya yang sudah jauh. Zio yang kebingungan memilih menyusul liza


"Woii! kalo takut ya teriak aja! jangan rusak fasilitas dong! tanggung jawwb luuu" Ucap sosok tersebut


Zio yang baru sampai menyusul mereka, dibuat kaget oleh Kayla yang sedang mencoret-coret lukisan perempuan zaman dahulu


"Wkwkwk! matanya kasih lope-lope kay!" Sisca menyuruh kayla membuat bentuk love mengunakan oli dimeja sebelah lukisan


"Iya! Terus kita kasih kumis biar keren" Kayla kembali mencoret lukisan tersebut


"Jangan lupa, janggut sama tompel" Ucap liza


"Hahahahaha" Mereka tertawa melihat hasil lukisan kayla


Haishh zio tidak habis pikir dengan tiga perempuan ini. Zio berjalan-jalan diruangan itu lalu menemukan tumpukan baju putih yang besar dan beberapa kain putih


"Lo ngapain?" Abi menghampiri zio yang sedang mengangkat baju putih itu


"Gue punya ide!" Ucap abi. Tak lama kemudian reyhan datang memakai rambut palsu yang ditemukannya dibawah meja dekat lukisan tadi


"Halo kakak-kakak! aku Syantiq gak?!" Ucap reyhan sambil berlagak seperti peremuan


"Jijik gue!" Abi mengambil rambut pasangan dari kepala reyhan


"Kain apaan tuh?" Reyhan mendekat dan mengukur panjang kain putih itu


"Lu mau gue pocongin gak?" Tanya abi


"Sip tuh. buat nakutin tiga cewek yang masih sibuk dandanin lukisan" Reyhan berbaring dilantai lalu abi dan zio membungkus tubuh reyhan hingga membentuk seperti pocong


"Tinggal disholatin terus dikubur nih" Celutuk abi


"Eh apaan! Gue belum mati jirr" Ucap reyhan


"Udah yuk!" Zio bersiap-siap keluar bersama abi


"Eh jangan dong! gue gak bisa bangun nih! Teme macam apaan sih lo!!" Reyhan bergerak kekanan dan kiri berusaha bangun tapi gagal


"Hahaha! kerena gue sobat lo yang paling baik, gue dengan berat hati akan bantuin lo" Ucap abi


"Cepetan sini!" Ucap reyhan


"Bantuin lihat maksut gue tuh!" Ucap abi lalu tertawa bersama zio


"Sabar, sabar, jangan berkata kasar" Ucap reyhan


"Udah lah! kasihan, anak orang nih!" Zio mendekat lalu membantu reyhan berdiri


"Pocongin gue juga dong" Abi berbaring lalu zio membungkus abi seperti reyhan


Zio mengambil rambut palsu lalu memakaikannya kekepala reyhan


"Terus lo gimana?" Tanya abi


Zio memakai baju panjang ditumpukan tadi lalu mengambil kain dan membentuknya sepeti kepala pocong


"Setengah pocong setengah kunti gitu?" Uacap reyhan


Zio menganggukkan kepalaya lalu mereka keluar, menghampiri para cewek yang masih sibuk mencoret lukisan


BUAGHhh!


Liza yang kaget reflesk menonjok perut reyhan yang kebetulan tepat didepannya


"Ini gue woi!" Ucap reyhan yang jatuh tertidur dilantai


"Ngapain kalian dandan begituan?" Tanya sisca


"Gapapa" Ucap abi


"Gue mau juga dong" Ucap kayla


"Emm seru juga sih!" Ucap liza


"Kalian nemu kainnya dimana?" Tanya kayla


"Disa—" Ucapan abi terpotong


"Heh! heh! bantuin gue berdiri dulu napa!" Ucap reyhan yang masih terbaring dilantai


"Sory bro! Gue satu spesies sama lo sekarang" Ucap abi yang sangat tidak mungkin bisa membantu reyhan berdiri karena tubuhnya terbungkus


"Gue males" Ucap zio


Kayla membantu reyhan berdiri dengan susah payah


"Gini dong! Pacar idaman nih" Ucap reyhan saat sudah bisa berdiri


"Gue gamau jadi pacar lo" Ucap kayla cuek yang membuat mereka tertawa


"Hahaha! Ditolak sebelum bertindak!!" Ucap abi yang tertawa paling keras


"Kain sama bajunya masih ada disana" Zio menggandeng tangan liza menuju tempat tadi. kayla dan sisca membututi liza dan zio


Liza melepas ikatan rambutnya supaya lebih mirip dengan mbak kunti


"Eh gue bawa lipstick nih!" Sisca mengeluarkan lipstick dari jaketnya lalu mencoret-coret bibirnya membentuknya seperti badut


"Mau mau!!" Kayla merebut lipstick dari tangan sisca, lalu membuat lingkaran besar dipipi kanan dan kiri


"Lo mau jadi dedemit apa badut sih?!" Tanya sisca tak habis pikir dengan kayla


Liza mengambil lipstick itu lalu membuat bulatan besar dikedua matanya dan membuat kumis kucing


Liza tersenyum menatap zio yang memasang muka malas


"Zio! Gue masih cantik kan?!" Tanya liza


"Lo gak pernah cantik!" Ucap zio cuek


"Gue cantik!" Ucap liza tegas


"Gak" Ucap zio malas


Liza menatap zio tajam lalu mendekat


"Bilang gue cantik atau..." Liza menggantungkan kalimatnya. Berfikir


"...Atau gue cium!!" Lanjut liza


Zio membelakkan mata. Serem juga ucapannya


"Oke lo cantik" Ucap zio


"Pinter!" Liza menepuk pelan pipi zio sebanyak dua kali


Sisca dan kayla dibuat semakin tidak paham oleh mereka berdua


Liza, zio, kayla dan sisca keluar menghampiri abi dan reyhan yang sedang lomba jalan dengan tubuh mereka yang masih terbungkus dari atas sampai bawah


"DORRRrrr!!!" Kayla mengageti reyhan hingga reyhan terjatuh


"Woi!! jangan ngagetin gue pinter!! susah nih bangunnya!!" Reyhan menggerakkan tubuhnya kekanan dan kiri, berusaha bangun


"Hahaha! Sini gue bantu berdiri" Kayla membantu reyhan berdiri


Mereka sudah sepakat untuk menakuti para pengunjung dan mereka berpencar


Liza dan sisca didalam lemari yang sangat besar. Reyhan dibalik pintu. Kayla dibawah meja. Zio dan abi dibalik gorden


Remaja cewek dan cowok yang bergandengan tangan masuk kedalam ruangan yang terdapat liza dan lainnya


"Hihihihihi..." Sisca tertawa meniru suara mbak kunti


"Gue kok serem sendiri ya dengerin tawanya sisca" Abi berbisik pada zio yang hanya menggelengkan kepalanya


"Beb, kok serem ya" Ucap perempuan yang datang itu


"Tenang aja beb ada aku kok!" Ucap cowok yang disebelah cewek itu


Iyww!!! Liza berasa ingin muntah


Liza dan sisca keluar lalu menghampiri dua orang itu. Liza dan sisca berlagak seperti zombi yang patah tulang


"AAAAAAaaaaaa!!!!!!!!" Cewek itu melepaskan pegangannya pada cowoknya lalu pergi


Zio dan abi keluar dari gorden lalu menghadang cewek tadi


Cewek itu mundur lalu kayla memegang kaki cewek itu


"AAAAAaaaaa!!!" Teriak cewek itu. Tubuhnya kaku


Cowok yang masih dihadang oleh liza dan sisca pergi menghampiri cewek itu lalu menarik tangannya tapi saat berbalik ternyata reyhan sudah ada dibelakang mereka. Cewek itu sudah sangat ketakutan hingga suaranya tidak bisa keluar sedangkan cowok itu pipis dicelana


"AAAAAAAaaaaaaaa!!!" Cowok itu menarik ceweknya lalu berlari dengan kaki yang masih gemetar


Liza, kayla dan sisca bertos ria lalu mereka semua tertawa penuh kemenangan


Tunggu! liza mendengar suara langkah kaki


"Ambil posisi!" Ucap liza. Mereka mengambil posisi seperti tadi


"Kene sing berjuang kono sing ngelamar. Perih ati iki makk!!" Ucap cowok menggunakan bahasa jawa diruangan sebelah


Cowok itu berjalan sambil bernyanyi


"Yo wes ben tak pendem roso sing ono ing jero dodo


tetep tak dongakno mugo urip mulyo


Cekap semanten maturnuwun... Huwaaa Atiku loro makk! nyawang dee rabi karo wong liyo!!!" Orang itu sampai ditempat liza dan lainnya


"Hihihihihihihi" Sisca dan liza keluar terlebih dahulu lalu disusul kayla yang keluar merangkak dari bawah meja lalu yang lainnya juga keluar


"Heh! mau nakut-nakutin saya? haha! Ora mempan! Saya itu yang punya rumah hantu ini!! kalian siapa?! kenapa bisa disini?!" Ucap orang itu


Liza dan yang lainnya saling menatap. Bingung harus berbuat apa


"Lari coy lariii!!!" Liza, kayla, sisca, dan zio berlari meninggalkan abi dan reyhan yang kesusahan untuk berjalan


"Lompat aja lompat!!! sanyang nyawa lurrr!!" Ucap reyhan. Abi dan reyhan melompat menyusul yang lainnya


Mereka sudah keluar dari rumah hantu lalu beristirahat dibangku taman yang melingkari pasar malam itu


"Pinggang gue encok!! Pijitin dong kay!" Ucap reyhan


"Ogah! emang gue bini lu apa?!" Ucap kayla


"Bukan. Lo itu ibu dari anak gue" Ucap reyhan


"Ih. Ogah baget dah!" Kayla memalingkan wajahnya


###


Liza sampai dirumah pada pukul 23:25


Untung pintunya belum dikunci. Liza berjalan mengendap-endap supaya tidak dimarahi karena pulang terlalu malam


"Heh! Siapa lu?!" Ucap alan yang tiba-tiba datang dari belakang


"Hehehe, Hai abang" Liza berbalik menatap alan


"AAAAaaaaa" Alan pingsan


__________________


KALO SUKA LIKE:)