
"Permisi!! Paket!!"
Seorang lelaki bertubuh tinggi tegap, berkulit sawo matang masuk kedalam kelas dengan mengendarai motor vespa berwarna orange
Antares_-
Dia pas lahir tuh diazanin apa digibahin sih?! kok pas gede tingkahnya udah mirip mangky lupa habitat
"Hai neng Liza~ Hayuk abank anter kepasar senen"
Liza menyembunyikan wajahnya dibalik buku tulis milik Mila. Liza sudah sangat muak mendengar ocehan unfaedah dari Antares
"Oh iya, gue kesini bawa oleh-oleh"
Masa bodo lah. Orang-orang juga pada tau kalo oleh-oleh yang dibawa Antares pasti aneh, sesuai sama sikapnya
"Barangnya tadi dibawa sama tukang kebun sekolah gue, tapi sekarang dia dimana ya"
Mendingan barangnya ilang dari pada bikin Liza tambah malu
"Ehem"
Antares menoleh pada orang disampingnya "ngapain lo disini?" pandangan Antares turun pada sebuah benda yang dipegang Zio "rangkaian kembang pengantin gue ngapain bisa lo bawa?!"
Liza segera mengangkat kepalanya saat mendengar nama Zio disebut. Wasalam kelas ini akan semakin ancur
Eh? kembang pengantin? Pikiran Liza langsung menangkap maksut Antares yang membawa rangkaian bunga melati putih
"Bawa sini!" pergerakan tangan Antares kalah cepat dengan gerakan tangan Zio yang sedang menarik satu persatu bunga hingga rangkaian bunga khas pengantin itu tak berbentuk
"Baunya gak pantes buat Liza" ucap Zio dengan tangan yang masih mencopoti satu persatu bunga
"Siapa bilang? baunya enak cocok buat Liza"
"Baunya mirip bunga kuburan"
"Apaan?! lo bisa bedain mana mawar mana melati gak sih?! Cewek tuh pada suka bau bunga melati! emak gue aja suka!"
"Kan emang emak lo dah mati"
Deg!
Pikiran Liza dipenuhi dengan ucapan terakhir Zio
"Maksut—"
"Benerkan?" Zio menjatuhkan butiran bunga melati didepan mata Antares
Amarah Antares sudah meluap-luap tangannya sangat ingin memukul wajah Zio saat ini
"Heh! posisi saya disini sebagai guru loh! bisa-bisanya kalian menghiraukan saya—" ucapan pak ahmat terhenti dengan teriakan Liza
"ZIO!!" Liza berdiri hingga kursinya terjatuh dan menimbulkan suara keras "sejak kapan mulut lo sesadis hidup mila?!!"
"Eh apaan bawa-bawa gue!" Mila merebut buku tulisnya dari Liza dan tak lupa Mila memukul kepala Liza terlebih dahulu
"Res! Jangan diem aja! Pukul kek, tendang atau tonjok gitu! Gue udah siapin camilan nih!" Liza mengeluarkan camilan dari tas Mila
"Itu punya gue!!" Mila berusaha mengambil snack dari tangan Liza
"Sekali-kali gue nistain elo lah"
Mila memutar bola matanya mengingat sudah ratusan kali dia dinistakan oleh Liza
Mila memilih duduk disebelah Liza menikmati snack berdua walaupun Liza yang paling banyak makan snack tersebut
"Kapan baku hantamnya?"
Antares membuang pandangannya kearah lain sedangkan Zio mendatangi Liza dengan masih menenteng tas dan sepatu milik Liza
Tanpa basa-basi Zio meletakkan tas dan sepatu kuning itu diatas meja Liza hingga meimbulkan suara
Liza menatap Zio "ternyata lo jahat juga ya"
Zio menatap Liza dengan satu alis yang terangkat
"Setelah lo ngomong gitu ke Antares, lo gak ada rasa bersalah?" ucap Liza dengan mulut yang masih sibuk mengunyah snack
Zio masih diam menunggu ucapan Liza selanjutnya
"Heh kulit kacang!" Liza melemparkan satu butir snack kearah Zio "hati lo ternyata masih beku" Liza berdiri, dia sedikit mendorong bahu Zio "ternyata lo jahat ya. Haha" ucap Liza di akiri dengn tawa yang hambar
"Res! gue lagi ngambek sama Zio nih. Anterin gue beli air yuk! Snacknya Mila bikin seret" Liza langsung megambil pergelangan tangan Antares dan menyeretnya pergi
Kelas mulai hening. Semua orang menatap Zio yang masih menatap kepergian Liza dan Antares
Ujung bibir Zio sedikit terangkat "lo belom tau semuanya za" gumam Zio
###
"Lo bolos sekolah?"
Antares menganggukkan kepalanya. Mulutnya tengah sibuk mengunyah mie ayam
"Lo sering bolos ya?"
Antares kembali mengangguk
Hah! Liza sudah muak melihat Antares yang hanya mengangguk tanpa basa-basi Liza mengambil mangkok berserta sumpit milik Antares. Dengan lancang Liza memakan mie ayam tanpa memperdulikan tatapan aneh Antares
"Itu punya gue zaa!! balikinnn!!" Antares berusaha mengambil mangkok mie ayamnya tapi Liza dengan cepat menarik mangkok mie ayam itu
"Gue laper!"
"Gue jugaa!!"
"Yaudah makan berdua aja"
"Ini udah gue ludahin. Lo masih mau?"
"Jorok lo!"
"Ini satu-satunya jalan supaya gue bisa makan nih mie ayam"
Hem! Antares mengabaikan Liza yang tengah asik memakan mie ayam, Antares memilih bermain game diHPnya
Liza tersadar ada pertanyaan yang belum dia tanyakan pada Antares. Pertanyaan yang sejak tadi mengganggu pikirannya
"Res—"
"Telen dulu"
Liza segera menelan mie yang masih ia kunyah tak lupa dia juga mengambil jus jerus milik Antares dan meminumnya hingga habis
"Alhamdullilah" Liza mengelus perutnya yang terasa semakin membuncit
"Antares!!"
"Apaaaaaa????"
"Gue mau tanyaaaaaaa!!!"
"Iyaaaaa" Antares mematikan hpnya dan memasukkannya kedalam saku celana. Antares berdiri dan mengambil dan duduk didepan Liza
"Omongan Zio tadi bener?"
Antares mengangguk dan berusaha tersenyum meski terlihat aneh
Liza sangat mengenal senyum ini, dia sering menjumpai orang-orang yang memasang senyum ini diwajahnya untuk menutupi kesedihan
"Kenapa?"
"Kecelakaan" ucap Antares masih mempertahankan senyumnya
"Kapan—"
"Mau kemakamnya?"
Liza terdiam. Dia bingung harus menjawab apa. Bukannya Liza tak ingin tapi Liza merasa tak pantas
"Besok?"
Liza masih terdiam
"Oke gue anggap besok"
Hah~ ya udahlah lagian Liza juga besok harus mengantarkan coklate-coklat dirumah tante nila
"Besok sekalian anterin gue kerumah tante nila ya"
Antares menganggukkan kepalanya lalu berdiri "gue mau pesen mie ayam lagi. Lo mau?"
"Emm bakso aja"
"Oke"
Selang beberapa lama Bella datang menghampiri Liza "Hai kak"
Liza mengangkat kepalanya menoleh kesamping "lo ngapain? bukannya ini masih jam pembelajaran ya?"
"Temen aku tadi ada yang pingsan, aku kesini buat beli air"
"Kok bisa pingsan sih?"
"Katanya sih dia hampir aja ketabrak motor vespa orange"
"Ha?"
"Iya, motor vespanya itu dikendarain disekolah jadi tadi pada heboh banyak juga yang hampir ketabrak untungnya aku tadi lagi diUKS"
Tak salah lagi si pengendara itu ialah Antares
"Parahnya lagi itu motor vespanya milik pak hardi guru pkn" Bella menggelengkan kepalanya lalu kembali berbicara "anehnya gimana bisa tuh orang ngambil kuncinya"
Namanya saya Antares pastinya dia punya 1001 cara untuk membahagiakan diri sendiri meski itu merugikan orang lain
Pandangan Liza terfokus pada Antares yang tengah kesusahan membawa dua mie ayam dan satu es teh "Lo mau tau siapa yang ngendarain itu motor gak?"
Bella menganggukkan kepalanya
"Susah banget bawa beginian dah" Antares meletakkan satu persatu mie ayam dan juga es teh diatas meja
Bella sedikit kaget melihat Antares. Bella seger menundukkan kepalanya
"Lo kenapa?" ucap Liza kebingungan melihat tingkah Bella
Antares melirik Bella lalu tak lama kemudian Antares duduk didepan Liza dan mengabaikan keberadaan Bella
"Aku kekelas dulu kak" Bella segera melesat pergi
Hah~ entahlah mungkin karena wajah Antares, Bella jadi takut atau mungkin karena wajah Antares yang terlalu tampan? hah entahlah
"Res, tadi lo habis bikin anak orang pingsan ya? rusuh banget emang lo"
Antares terdiam memikirkan beberapa orang yang sudah dia buat jatoh karea ia tabrak "Perasaan gue gak bikin orang pingsan. Gue cuma nabrak beberapa orang aja"
"ya siapa tau habis lo tabrak dia pingsan"
###