IceCream

IceCream
38:>Bongkar aib



"Oh iya. Mungkin Liza akan jadi pacar ketujuh gue" Ucap Antares tanpa memperdulikan raut wajah Liza dan ..


Plakk!!


"Najes!"


Liza menatap Adira lalu menarik tangan Adira keluar dari toko


Sebelum keluar dari toko Liza menyempatkan untuk memperingatkan Antares untuk duduk diam sampai Liza kembali


Liza berhenti menarik tangan Adira saat mereka sampai dibelakang toko milik mama Leo yang ternyata adalah taman yang terbuka


Liza menarik tangan Adira untuk duduk dikursi panjang tepat disebelahnya


"Lo udah tau Antares punya pacar banyak?" tanya Liza serius


Adira menganggukkan kepalanya tanpa menatap Liza


"Terus kenapa lo masih mau sama dia?"


Adira menghembuskan nafas panjang "Gue udah mengagumi dia sejak gue masih smp


Oh, fans berat ternyata


"Lo tau kelakuan dia waktu smp kayak gimana?"


Andira menganggukkan kepalanya dengan semangat sambil menatap Liza "Gue sejak smp selalu sekelas sama dia. Jadi gue tau tingkahnya dulu kayak gimana. Antares tuh dulu gak kayak gini"


Liza memiringkan kepalanya "Antares dulu lebih aneh? lebih gak jelas? apa lebih gak waras? Eh! apa jagan-jangan Antares dulu pernah masuk rumah sakit jiwa ya?!"


"Bukan. Dia dulu tuh pinter. baik, gak aneh-aneh kayak sekarang"


Liza diam. Liza jadi semakin ingin tau tentang masa lalu Antares. Antares menjadi seperti sekarang ini pasti ada alasannya


"Gue pingen balikin Antares yang dulu" Ucap Adira


"Lo yakin mau ngerubah Antares? Apa lo udah bener-bener tau masalalunya?"


Adira menghela nafas "Yang gue tau Antares berubah gara-gara cewek gila itu!"


Liza mengerutkan dahinya. cewek gila?


"Kenapa?"


"Ya kerena—"


"Oy Liza!"


Liza dan Adira menoleh ke Leo yang entah sejak kapan berada tak jauh dari mereka


"Antares mau pulang noh!"


"Masa sih?"


"Iya. Tadi tiba-tiba papanya nelepone"


Liza menatap Adira lalu memegang pundak Adira "Gue saranin lo putusin Antares. Dia cuma mikirin dirinya sendiri"


Setelah mengatakan itu Liza pergi dengan Leo menghampiri Antares


###


Mumpung tidak ada guru Liza dan semua murit berkumpul untuk bergosip dengan riang gembira


"Lo pada tau gak. Kantin yang tempatnya dibelakang udah bangkrut" Ucap Sisca mengawali pembicaraan


"Kenapa?" Ucap Dion cepat


"Banyak orang yang bayarnya kurang"


"Iya gue pernah denger tuh. Katanya orang-orang kalo beli gorengan lima bayarnya tiga. Ya kan jadi rugi" Ucap Kayla


"Orang-orang gak bener tuh yang ngelakuin itu" Ucap Mila di-iyakan oleh semua orang


Hah~ Padahal kelakuan mereka juga banyak yang gak bener


"Heh! heh! Sebelum ngatain orang mending lihat diri sendiri! Lo pada lebih parah dari mereka" Emang anak kelas sini kalo ngatain orang gak pandang diri sendiri


Kayla menggelengkan kepalanya "Ya enggak laaah!!"


Enggak pala bapak kau!


"Gue gak pernah beli makanan dikantin belakang" Ucap Mila dengan santainya sambil mengoleskan lipstik dibibirnya


"Bukan soal kantin belakang. Tapi soal kejahatan"


Semua orang mendekat pada Liza "kejahatan apa?"


Mata Liza langsung menatap lipstik yang dipakai Mila "Hehe. Milaa~ Lo beli make up tapi gak bayar kan?! Lo langsung kabur gitu aja pas penjualnya sibuk sama pelanggan lain. Kurang lebih lo udah ngelakuin itu tiga kali loh"


Semua orang menatap Mila sambil menggelengkan kepala mereka. Make up yang dipake selama ini gak halal berarti. Pantes mukanya gak tambah cantik


"Oh iya gue masih inget banget nih! Sisca!" Liza menunjuk Sisca


"Eh, apa?"


"Lo pernah banting hp mahalnya Bu tiya sampe ancur gak berbentuk karena saat mengajar Bu tiya sering teleponan sama pacarnya dan Bu tiya sampe sekarang masih nyari pelakunya" Liza menaik-turunkan alisnya


"Ternyata itu elo?!" Ucap Mila tak percaya


"Siapa suruh dia teleponan saat lagi ngajar"


"Tetep ae lo dapet dosa!" Mila memukul kepala Sisca menggunakan gulungan buku tulis "Insap oy! Umur gak ada yang tau"


"Emm gue besok mau puasa senin-kamis" Ucap Sisca sambil mengelus kepalanya


"Ini kan udah hari rabu. Bukannya udah gak bisa ya?" Ucap Kayla


"Kalo gitu nanti gue solat tahajud deh"


Liza menggelengkan kepalanya. Bodo amat dah!


Mata Liza tertuju pada Kayla. target baru~ "Kayla!" Liza menunjuk kayla tepat didepan mata kayla


"A apa"


Kayla mulai gelagapan "I itu kan yang nyetir Reyhan"


"Tapi yang nyuruh cepet-cepetkan elo"


"Tapi kucingnya udah gue kubur dipemakaman secara layak dan udah gue doain biar tenang"


"Tetep ae lu dosa" Mila memukul kelapa Kayla menggunakan gulungan buku tulis yang belum ia lepaskan sejak memukul Sisca


"Sukurin lo, dapet dosa!" Ucap Putra dengan sangat menyebalkan


Kayla menatap putra sambil sedikit mengembungkan pipinya "Dosa lo juga banyak"


"Ih siapa bil—"


"Putra!" Liza tersenyum sakras, memotong ucapan Putra


"Apa? Lo tau apa? Gue gak pernah bunuh makhluk hidup, gue gak pernah nyuri, gue juga gak pernah ngehancurin barang orang"


"Tapi lo pernah ngintip Bu elsa pas mandi. Itu kejadiannya waktu kemah setahun lalu"


"Jeng jeng jenggg!!!" Ucap Dion, Liham, Putra, Mila dan Kayla bersamaan


Wajah Putra menjadi pucat. Padahal tidak ada yang tau soal itu. Tapi kenapa Liza tau?


"Emm gue kekantin dulu" Putra berlari cepat kekantin meninggalkan orang-orang yang tertawa terbahak-bahak terutama Liham. Tawanya menggelegar hingga perutnya sakit


"Heh! ketawa lo biasa aja! Lo lebih parah dari Putra" Ucap Liza yang kesal melihat Liham yang tertawa keras sambil berjongkok memegang perutnya


Seketika Liham berhenti tertawa. Liham mulai was-was


Liza menatap Liham dengan senyum sakrasnya "Lo pernah gak sengaja megang pantat adek kelas waktu dikantin dan untungnya kantinnya lagi rame"


Liham menundukkan kepalanya. Malu gaes!


"Dan semenjak itu lo jadi kesenengan dan lo udah beberapa kali ngelakuin hal yang sama dan hasilnya gagal" Lanjut Liza


"Untung gagal" Lega anak perempuan dikelas


"Oh iya! Dikelas kita ada yang hampir jadi korban" Ucap Liza membuat murit perempuan dan Dion membelakkan mata mereka


"Cewek apa cowok?" Pertanyaan tak masuk akal keluar dari mulut Dion


"Cewek lah! Lo pikir gue mau megang lunya lo apa?! Najis amat dah" Ucap Liham


"Ya gue takutnya lo gay!"


"Iya juga sih. Liham kan belom pernah deket sama cewek" Ucap Mila disetujui oleh semua orang


Liham berdiri "Kawan-kawanku yang sesat. Saya yang paling waras ijin undur diri karena sudah tidak tahan dengan kegilaan kalian" Liham membungkuk lalu pergi menyusul Putra dikantin


Liza menggelengkan kepalanya lalu mata Liza tak sengaja bertemu dengan mata Dion


Liza menatap Dion dengan jijik karena tiba-tiba teringat sssuatu "Dion! Gue pingen bongkar aib lo, tapi aib lo terlalu menjijikkan"


"Ya jangan disebar!"


"Oke gue sebar!"


"Jangan woii!"


"Gapapa dikit aja!"


Mau bagaimanapun juga Liza akan tetap membongkar aib Dion. Mending gue minggat ae dah. Dion lari menyusul Putra dan Liham dikantin


"Dion pernah nyuri CD cewek waktu kita kemah setahun lalu" Ucap Liza diakhiri dengan menggebrak meja


Sisca membelakkan matanya lalu berbisik pada Liza "CD gue ilang waktu itu!!"


Liza menganggukkan kepalanya. Ya~ Liza sudah tau itu. Bahkan Liza tau bagaimaa nasip sang CD sekarang ini


"Oke! Gue mau bongkar aib yang dosanya paling banyak!"


"Heh!"


Semua orang menoleh kepintu dimana Zio, Reyhan dan Abi berjalan menghampiri Liza


"Dosa lo juga banyak" Ucap Zio sambil berjalan menuju Liza


"Sok tau banget lo!"


"Emang gue tau" Zio duduk dikursi kosong sebelah Liza yang tadinya diduduki oleh Putra


"Idul adha tahun lalu lo pernah ngelepas tiga sapi"


"Sapinya kasihan! Dia nangis! Orang-orang malah pada sibuk mikirin nanti daging sapinya mau dimasak apa"


Zio mendorong pelan kepala Liza "Lo tuh terlalu baik apa terlalu ****?"


"Terlalu sempurna"


Zio menghela nafas "Rey! Sampai'in pesannya Bu Lia" Suruh Zio pada Reyhan yang sejak tadi sibuk memainkan rambut Kayla


"Bu Lia nyuruh Liza, Sisca, Kayla, Putra, Dion dan Liham untuk pergi keruang BK sekarang"


"Perasaan kita gak buat masalah deh!" Ucap Liza


"Ada yang mau disampaikan Bu lia" Ucap Abi


"Dion sama temennya lagi dikantin" Ucap Sisca


Reyhan dan Abi menyusul Dion dan kedua temannya


"KeBK sekarang yuk! Udah lama gak kesana" Liza berdiri dan berjalan terlebih dahulu


"Iya nih! Udah kangen sama Bu lia" Kayla berlari mengejar Liza


"Gue kagen sama ACnya dan kicauan Bu lia yang bikin gue tidur" Sisca mengambil bantal kecil didalam tasnya lalu berjalan menyusul Liza dan Kayla


Zio menggelengkan kepalanya Perasaan seminggu yang lalu mereka dipanggil keBK karena mecah'in kaca jendela kelas gue_-


###


:)