
"Assalamuallaikum!"
Liza dan seluruh murit kelas 11ips3 masuk dalam kelas zio yang kebetulan sedang tidak ada guru
"Wihh jamkos nih!"
"Kelasnya bersih banget"
"Minta sepidol satu yak!" Tanpa disetujui mila langsung mengambil tiga sepidol dan menyisakan dua untuk Kelas zio
"Apa ini? Apa ini??" Kayla berlari menuju tempat sampah yang berada dibelakang pojok kelas
"Wahh ternyata tempat sampah!" Kayla membolak-balik tempat sampah yang dihias menjadi cantik
Mata dion tertuju pada sapu-sapu yang tergantung rapih disamping tempat sampah
"Wiih!! Banyak banget sapunya! Kelas gue aja gak punya sapu" Ucap dion, tak lama kemudian sebuah sepidol melayang mengenai kepalanya
"Sapu dikelas kita udah lo patahin semua!" Ucap mila, sang pelaku pelemparan sepidol
"Yeee, bukan cuma gue yang matahin. Noh! Siputra juga!" Dion mengantongi sepidol itu
"Itu sepidol gue!!" Ucap mila yang sontak membuat murit kelas zio menghadap kearah mila
"Papan tulisnya bersih banget!!" Sisca mengambil salah satu sepidol yang tersisa dimeja guru lalu mulai menulis
"Gue baru aja bersihin papan tulis itu woi!" Ucap abi
Sisca menengok sebentar kearah abi
"Ohh, selamat membersihkan kembali" Sisca mrlanjutkan menulis
Sisca menulis Sisca Syantick! dengan sangat besar mebuat mata liza sakit saat mihatnya
Liza mengabaikan tulisan sisca lalu berjalan menuju zio yang masih memegang HP liza
"Heh! Mana HP gue?!" Liza langsung merebut HPnya dari tangan zio
"Lo tadi apain HP gue?!"
"Cuma minta nomer HPnya antares"
"Buat apaan?"
"Kenapa? Emang cuma lo aja yang boleh punya nomernya antares? Lo suka sama dia?" Ucap zio
"Apasih?"
"Udah gue bilangin jangan deket-deket sama dia, lo masih ngeyel aja!"
"Lah?"
Bentar-bentar! Ini kenapa zio jadi gini?
"Lo kemaren kemana sama antares?" Zio menatap liza dengan tajam
"Kok gue berasa ditanyain sama pacar ya?" Ucap liza
Zio mengalihkan pandangannya. Aishh! Zio ini kenapaa?
Hah! Sepertinya zio salah makan tadi pagi
"Zio!" Liza mendekatkan wajahnya kezio membuat zio memundurkan wajahnya
"Sekarang lo jujur sama gue! Lo.... suka ya sama...... Antares!" Ucap liza
Zio mendorong wajah liza
"Pertanyaan lo aneh!"
"Atau...." Reyhan menggantungkan kalimatnya membuat semua orang melihatnya
"Atau lo suka sama liza?!" Ucap reyhan
Liza menatap zio cepat
Zio menatap liza lekat
"Iya"
###
Seperti biasa, murit kelas liza sangat ramai, membuat Bu ratih bingung bagaimana cara mengumumkan nilai ulangan anak murit kelas 11Ips3
Bu ratih keluar dari kelas untuk pergi keruang kepala sekolah. Hah~ bisa-bisa Bu ratih stres didalam kelas liza
Bu ratih merasa iri saat melewati kelas zio. Semua murit menghadap kearah guru yang sedang mengajar dan saat diberi soalan semua murit langsung mengangkat tangannya. Andai saja Bu ratih bisa mengajar dikelas zio
Bu ratih melanjutkan langkahnya menuju ruang kepala sekolah
Bu ratih membuka pintu dengan lesu
"Pak, saya menyerah"
Bu ratih duduk dikursi depan meja Radin
"Ada apa lagi bu"
"Tolong saya pak"
Radin menghela nafas. Ini pasti karena kelas liza
Hah~ Liza dan kawan-kawannya itu sangat merepotkan
###
"Anak-anak....! Kalian bisa diam tidak?!!!" Radin berbicara menggunakan megapone hingga kelas sebelah juga bisa mendengarnya dengan jelas
"Bentar pak! Tunggu kita selesai mabar" Ucap putra yang masih sibuk dengan gamenya
"Matikan HP kalian! Atau saya ambil"
"Ambil aja pak. Saya masih punya banyak HP dirumah" Ucap putra enteng
"Kalo HP gue diambil, gue minta HP ditoko bokap lo ya" Ucap liham
"Ambil aja. Bokap gue punya banyak toko HP"
Radin menggelengkan kepalanya lalu berjalan menuju meja liza yang disana sudah ada liza, kayla, sisca dan mila yang sedang mengobrol
"Liza tolong buat kelas kamu menjadi diam sebentar aja" Ucap radin
Liza mebatap radin
"Terus saya dapet apa?"
"Emmm, suruh zio beliin kamu ice crem" Ucap radin
"Oke!"
Liza berdiri dari kursinya
"Gais! Gaizzzz!!! Lo pada diem dulu deh! Lima menit aja!"
"Terus kita dapet apa?"
"Gue beliin kalian semua gorengan" Ucap kayla
"Gue mau jus jeruk dong!"
"Gue juga!"
"Oke oke! Kalian tulis aja dikertas"
"Oke pak! Kita udah diem"
"Oke jadi saya mau kasih tau kalian kalau satu kelas remidi!" Ucap Bu ratih
"Gak kaget"
"Dah biasa"
"Kok bisa?! Sebelum ulangan gue udah belajar loh!"
"Ini pasti ada kesalahan bu"
"Nilai paling jelek siapa bu?" Purta mengangkat tangannya dengan tinggi
"Harusnya kamu tanya nilai yang paling bagus!" Bu ratih menggelengkan kepalanya
"Saya udah tau kalo nilai saya bukan yang paling bagus tapi bisa jadi kalo nilai saya paling jelek. Mangkanya saya tanya yang paling jelek"
"Yang paling jelek pastinya liza" Ucap Bu ratih
BRAKkkk!!
Liza menggebrak meja
"Gak mungkin! Otak saya itu yang paling cerdas!" Ucap liza
"Yang paling bagus siapa bu?" Tanya dion
"Yang paling bagus kayla" Ucap Bu ratih. Hah~ entah bagaimana bisa kayla dapat nilai yang lumayan bagus
"kok bisa?!" Ucap liza
"karena jujur akan membawa keberhasilan" Ucap kayla dengan bangga
###
Hah~ Kepala liza pusiiiing!!!
Zio suka liza? Hahaha! Gak mungkin! Eh! Tapi mungkin aja kan? Haish! Kepala liza semakin pusing
Liza butuh vitamin penambah stamina!
Cogan! Ya! Liza butuh itu
Tapi sekolah ini krisis cogan!!
Liza dan dua temannya meuju kekantin paling depan. Penjualnya seorang ibu-ibu yang sangat ramah dan juga sudah punya anak lelaki yang sangat bisa dibilang cogan. Tapi sayangnya anaknya ibu itu jarang menemani ibunya jualan dikantin
"Buuuu beliii....!"
"Apa?" Keluar seorang peria berusia kurang lebih 19 tahun
"Aaaaa!!" Teriak Kayla dan sisca
Cowok itu anaknya ibu kantin
"Mau beli apa?" Tanya cowok itu sambil tersenyum ramah
Sisca mendekatilu mengulurkan tangannya
"Hai kakk! Namaku Sisca Karina Putri! Bisa dipanggil sisca, karina atau putri! Tapi aku saranin kakak panggilnya sayang aja"
Liza menundukkan wajahnya. Hah~ malu gaesss punya temen modelan yang macam gini!!
Sisca menurunkan tangannya karena tak mendapat respon
"Nama kakak siapa?"
"Panggil aja bang viro"
Sisca menganggukkan kepalanya
"Gak mau!" Ucap kayla
Bang viro menatap kayla
"Aku maunya panggil kamu beb!" Ucap kayla membuat liza menatap kayla dengan aneh
"Jadi... kalian mau beli apa?"
"Beli cilok dibungkus pake hatinya abang" Sisca mengedipkan sebelah matanya membuat kayla dan liza jijik
"Ih!" Liza mendorong wajah sisca, pelan
Kayla mengambil catatan dari dalam saku roknya
"Aku beli gorengan 35 jus jeruk 15 sama cilok sepuluh ribu"
Setelah mengatakan itu kayla menyobek catatan yang ditulis menggunakan tip-ex oleh dion
Yaa~ kelas mereka sedang krisis bolpen
"Tumben belinya banyak. Pasti minta bonus nih!" Ucap bang viro
"Hehe tau aja" Kayla tersenyum 'sok imut'
"Bonusnya gorengan ya?"
"Jangannn! Bonusnya foto kakak aja~"
"Oke deh"
"Kayla nanti fotonya bagi bagi ya" Sisca mendekat kearah kayla lalu sisca memasang muka melas
"Iih kan cuma satuuu!"
"Kita sobek biar jadi dua"
"Gamau!"
Bang viro meberikan selembar foto pada kayla
"Gue borong semua gorengan" Ucap liza membuat semua kayla, sisca dan bang viro menatapnya
"Tapi setelah itu lo langsung otw lamar gue!" Ucap liza asal
"Heh! Apaan nih?!"
Mereka menatap zio yang datang seorang diri
"Ini bukan jam istirahat! Masuk kelas sana!" Ucap zio
"Bodo amat"
"Gue seret lo!"
"Gue tabok melayang ginjal lo!"
Zio menggelengkan kepalanya
"Gue denger nilai ulangan lo jelek ya?"
"Gak tuh!"
Zio mengangkat kertas ulangan yang sejak tadi dia pegang
"Ini punya siapa kalo buka lo?"
Dari mana dia punya kertas ulangan liza?!?!.
Aish ini pasti Bu ratih!
"Pulang sekolah nanti gue kerumah lo!" Zio melipat kertas itu lalu memasukkan kedalam saku celananya
"Ngapain?!"
"Ngajarin lo lah!"
"Sok pinter banget sih lo" Liza memutar bola matanya
"La emang gue pinter!"
Liza mengangkat satu alisnya
"Lo gak pernah lihat piala gue yang udah mau menuhin lima lemari gue?'
"Alah paling lemarinya kecil"
"Segede lemari lo!"
liza gak yakin
bodo amat lah
Zio emang pinter sih! Hais liza jadi iri
plis! ada gak sih ramuan yang sekali minum langsung pinter?
Atau alat yang bisa nuker otak liza jadi otaknya pak habibe?
Atau gini aja deh! Liza mau didatangkan kucing biru yang punya kantong ajaib!
Haishh!
Kenapa zio bisa pinter ya? Emm mungkin pergi kembah dukun
Astagfirullah! positif thingking! Mungkin zio punya kelainan otak
"Heh mikir apa lo?!" Zio membuyarkan khayalan liza
"Apa sih!" Liza menarik tangan kedua temannya untuk pergi kekelas
###
KALO SUKA LIKE:)
__________________
♥
♥#BONUS# MASA KECIL LIZA♥
(Liza 4th Alan 7th)
"Dek! HP papa itu anti banting loh!" Ucap alan
"Maca cih?" Liza membolak balik HP radin
"Kemaren kan gak sengaja abang senggol sampe jatoh, tapi HPnya gak kenapa-napa" Ucap alan
BRAKkk!!
Liza membanting HP radin
Liza mengambil HP randi lalu menyalakannya
"Kok gak bisa?"
♥♥♥
(Liza 4th)
"Beliiiiiii!!!!!!!" Liza berlari menuju penjual ice cream
Liza menyerahkan uang kertas lima ribuan dua**
"Ini ice creamnya" Bapak penjual itu meberikan ice cream rasa chokolate
"Kok cuma atu?" Liza menerima ice cream itu lalu menatap bapak penjual
"Ya emang adek dapetnya cuma satu"
"Tapi kan aku kacih uangnya dua. Halusnya aku dapet ice cleam dua!"
"Gak bisa dek. Emang adek dapetnya cuma satu" Bapak penjual itu berusaha untuk sabar
"Ini namanya PENIPUAN! Gak bisa dibialkan! Lica halus tepone pak polici!!"
♥♥♥
_______
LIKE:)