IceCream

IceCream
1:|Liza+Zio=masalah



Pukul 04.00


Liza sudah berada didepan laptopnya sambil membawa buku catatan dan sebuah bolpoin. Liza sangat fokus sampai kedipan matanya bisa dihitung


Mungkin kalian berfikir bahwa liza anak yang rajin karena pagi-pagi sudah belajar


Haha, big no!


Liza sudah sejak jam 11 malam ia berada disana, tapi bukan untuk belajar melainkan menonton film horor


Buku catatan dan bolpoin itu digunakan untuk mencatat bagian cerita yang tidak dia mengerti. Memang otak liza sedangkal itu, karena film horor yang dia lihat sudah diputar lebih dari lima kali dan liza masih tidak paham alurnya


kriiingggggg!!!!!!


Suara jam alaram semakin membuatnya pusing, liza sangat ingin mengabaikannya, tapi apabila tak ia matikan, alaram itu akan terus berbunyi sepanjang hari


Braaakk


Liza membanting jam tersebut hingga hancur


Ia tersenyum puas melihat kaca jam alaramnya yang pecah


Tidak lama kemudian mama liza yang bernama Fani datang sambil mendobrak pintu


Braakk


"Astagfirullah!!"


Liza yang mulanya tidur menjadi duduk karena kaget mendapati mamanya masuk dengan ekspresi muka yang seram, menurut liza muka mamanya saat sedang marah lebih seram dibandingkan kuntilanak


Pandangan mata Fani turun kebawah, mendapati pecahan jam alaram milik anaknya yang sudah tak bernyawa "Jam ini yang beli tuh mama. Mama tuh udah jauh-jauh keaustralia buat beli jam ini! kamu lihat orang-orang duluar sana yang gak punya jam!" Fani menunjuk jendela kamar Liza yang langsung terarah keluar rumah


Mata Liza bergerak mengikuti telunjuk Fani "Diluar gak ada orang"


Fani menekuk kedua tangannya dipinggang. Menatap Liza ganas "Kamu tau jam ini dibeli pakek apa?!"


"Gatau, palingan juga jual beras"


jawab liza dengan nada se selow mungkin, padahal jantuangnya sedang lari maraton


"Uang jajan mama potong" ucap fani, dingin lalu pergi keluar kamar Liza tak lupa membanting pintu kamar


Aelah cuma jam doang, bisa gue beli sepabriknya batin Liza


"Ini masalah menghargai barang, bukan uang!!!"


Teriak fani dari luar kamar


Sejak kapan emak gue bisa baca pikiran orang? HEBAT Liza menggelengkan kepalanya sambil bertepuk tangan


06.00


Liza berangkat kesekolah jalan kaki, karena mamanya ngambek satu rumah jadi sengsara


Tadi pagi saja fani tidak masak dan akirnya menyuruh kakak Liza berangkat membeli makanan menggunakan motor Liza dan sampai sekarang motor Liza dan makanannya belum datang. Liza tidak mau menunggu, lebih baik langsung berangkat


Tapi ditengah jalan dia bertemu dengan seorang cowok yang seragamnya sama dengannya


Liza tahu betul bahwa itu Zio. Musuh Liza sejak kecil dan akan tetap menjadi musuh Liza sampai ayam jantan punya pak lurah bisa melahirkan sapi


Tidak mungkin kan? sama seperti Liza dan Zio. TIDAK mungkin akur


Wajah liza yang mulanya kusut seperti seperti baju sekarang menjadi cerah dan jangan lupa senyum liciknya


"Cowok! sendirian aja, mau ditemenin ga?"


Zio sudah tau betul suara siapa itu. Haishh suara yang membuat darahnya naik dan ingin muntah


"G" Jawab zio, dengan suara berat dan muka Zio yang lebih datar


"Datar amat itu muka kayak triplek" Kata Liza


"Datar amat itu badan kaya ga pernah makan" Demi apapun sekarang Zio sedang berusaha tidak tertawa dan Zio tau Liza sedang marah dan sebentar lagi pasti akan meledak


"WOI!!! nyolot lu!! berani lu ama gua?!! HAH?!!!"


Liza menendang Zio tapi tangan Zio dengan cepat menahan pergerakan kaki Liza yang hampir mengenai wajahnya


"Lepas kaki gue!!"


"G. siapa suruh lo nendang gue" Zio tersenyum sinis persis seperti iblis


Enaknya gue apain nih kaki? Batin zio


Zio membanting kaki Liza hingga tubuh Liza jatuh dengan posisi sujud dan parahnya Liza sujud didepan Zio!


"Lo mau minta maaf sama gue?" Tanya zio masih dengan senyum sinisnya


"Ga sudi" Liza mendorong tubuh Zio tak lupa menendang kaki Zio lalu Liza lari menjauhi Zio


Liza berlari sekuat tenaga entah Zio mengejarnya atau tidak, yang penting lari saja dulu


Sesekali ia mengengok kebelakang untuk memastikan Zio tak menyusulnya


Tangan Liza memegangi kedua lututnya. Entah kenapa sekarang terasa panas. Mata Liza tak sengaja menatap toko kecil tak jauh darinya. Pas sekali didepan sana ada toko ice cream


Dengan semangat Liza berjalan menuju toko yang tak jauh darinya itu "Bu, beli ice cream yang manis"


"Semua ice cream manis lah dek" Jawab ibu penjual, tertawa kecil


"Hehe iya deh saya beli ini satu" Liza menunjuk salah satu gambar ice cream


Sang pemilik toko segera mengambilkan ice cream yang Liza inginkan lalu memberikannya pada Liza


Setelah itu, liza melanjutkan perjalanan menuju sekolah


###


Bruugghh


Aishh Karena asik memakan ice creamnya, Liza menabrak orang didepannya dan orang itu ZIO!


Ice cream yang berada ditangan Liza jatuh kesepatu zio


Dalam batin Liza tertawa puas Sukurin! Dirubungin semut entar lo! Batin liza


"Bersihin" Suruh zio, dengan nada dingin


"Gabawa tisu!...Ketinggalan!....Ditoko!!" Ucap Liza diakiri tawa


Zio memiringkan kepalanya menatap Liza yang lebih pendek darinya. Ujung bibirnya terangkat "Kan ada lidah lo" Kata zio yang membuat wajah Liza merah karena marah


Iya sih Liza suka ice cream tapi bukan yang udah jatoh, kalo jatuh dilantai gapapa asal lantainya bersih, tapi ini jatuhnya disepatu musuhnya sendiri


Oke Liza, sabar, orang sabar jodoh cepat datang. Oke sabar masih pagi nih mana ini ditengah lapangan, kalo sepi sih gapapa, nah ini rame bangettt! dan semua lihat kesini.


Batin liza, masih ngomel


Oke! sabar... Orang sabar jodoh cepat datang! Jangan lupa ini masih pagi. Dan ditengah lapangan sekolah. Kalo sepi ga masalah. Lah ini rame baNget! Mana semua orang lihatin kita lagi! Batin Liza. Matanya kini menatap orang-orang disekitar lapangan yang menatapnya dan Zio


Liza jongkok didepan sepatu zio dan—


"Eh nyamuk! Lo apain sepatu gue!!" Kata Zio yang sudah jelas marah


Marah?


Iya lah!


Siapa yang gamarah kalo sepatunya diludahin dan yang ngeludahin itu musuhnya


Tawa Liza semakin keras dan terbahak-bahak didepan wajah Zio. hal itu tentu membuat zio semakin marah


Ups! anak kesayangan pak kepala sekolah marah


Batin Liza dan sebelum Zio menyeretnya menuju ruang BK, maka sebaiknya dia lari terlebih dahulu


"Eh lu mau kemana?!"


Lari liza! lari. Anggap aja dikejar anjing.


Batin liza karena memang kalau dikejar anjing larinya akan lebih cepat


"Woi! Liza! berhenti!"


Zio yang sejak tadi berteriak meminta Liza berhenti, tapi sia-sia


kucing satu itu selalu saja bisa lari


Batin zio


Sekarang Zio dan Liza sedang kejar-kejaran, mungkin orang-orang yang melihatnya berfikir mereka romantis seperti difilm-film, tetapi sekarang hidup Liza dalam bahaya dan jangan sampai Liza tertangkap


Orang-orang semakin tertawa, karena Liza dan Zio tidak hanya berlari tapi juga berteriak


"Berhenti lo nyamuk!! kalo dapet awas aja!!"—Zio


"TOLONGGG! gue dikejar biji salaaaakkk!—Liza


Orang-orang semakin tertawa dibawah penderitaan Liza. Liza semakin bingung bagaimana mengakhiri ini, apa dia harus mengalah? ahh tidak, liza tidak akan pernah kalah dari Zio


Hemmmm... apa gue kesana aja? Aman ga ya? Ah bodo amat lah! Coba dulu aja!


Liza berlari dan masuk kedalam pintu berwarna pink, dia sangat berharap cara ini akan berhasil


Aiiisshh sial, ternyata kosong! Batin Liza, melihat sekelilingnya sepi


"Lo mau jebak gue disini? haha! tapi sayangnya kamar mandi cewek lagi kosong"


Zio melangkah mendekat, liza semakin bingung. Liza sudah terjebak, tidak ada jalan keluar selain... Entah keberuntungan dari mana Liza bisa mendapat ide seberlian ini


Liza menarik satu ujung bibirnya, menatap Zio "AAAAAA TOLONG SIAPAPUN TOLOOOONGGG!!!" Liza berteriak sekuat tenaga


Orang-orang mulai berkumpul, tatapan mereka tertuju kearah ZIO


Mereka semua berbisik, dan itu terlalu keras, sehingga Liza dan zio bisa mendengarnya


"Kok cowok ke toilet cewek sih?"


"Itu zio kan anaknya kepala sekolah?"


Ya yang mereka bilang rata-rata begitu. Jadi liza berhasil keluar dengan selamat


Pada dasarnya cewek lebih beruntung


Batin liza


Dasar cewek licik


Batin zio


Lo gak akan pernah menang dari gue


Batin liza


Lo akan secepetnya kalah liza


Batin zio


Gue akan singkirin lo


Batin mereka berdua secara bersamaan


Liza dan zio saling menatap penuh benci dan saling mengumpat didalam hati


Liza dan Zio sedang perang batin


###


JANGAN LUPA


_TEKAN LIKE 👍


_DAN FAVORIT ❤