
"Kenapa dari tadi saya kalah sih?!"
Randi Angkasa (Papa liza) sudah dikalahkan sebanyak empat kali oleh zio
"Saya gak terima! ayok main lagi!"
Ucap randi
Malas sekali! sekarang zio harus apa. Kalau kalah, zio harus bolos sekolah dan menemani randi memancing dikolam yang sangat luas dan ikannya hanya satu! dan kalau zio menang, randi tidak akan terima
Mau menolak bermain catur tapi zio sungkan
"Saya pastikan saya akan menang!"
Ucap randi sangat yakin, padahal randi sudah mengucapkan itu sejak pertama bermain catur tapi tetap kalah
"Gak ada lagi-lagian! Zio sekarang harus anterin liza kemini market! Banyak barang yang harus dibeli!"
Fani yang sudah muak melihat suaminya terus-terusan bermain catur
"Sekali lagi aja lahh~"
Randi yang merengek seperti anak kecil
"Oke, tapi kamu yang gantiin liza belanja!"
Ucap fani
"Zio! panggil liza sekarang, terus langsung berangkat!"
Ucap randi yang tidak mau pergi kemini market yang pastinya sangat membingungkan karena dia saja tidak bisa membedakan mana brokoli dan mana bunga koll
Zio, naik kelantai atas lalu menuju kamar liza
Tok tok..
Zio mengetuk pintu kamar liza tapi pintu kamar liza masih tidak terbuka. Apa liza tidur?
Entahlah. Zio membuka pintu kamar liza dengan perlahan lalu mengintip liza
Iya liza tidur, tapi posisi liza sangat aneh. Liza tidur dengan posisi sujut
Zio masuk kedalam kamar. Tembok kamar liza berwarna violet dan kuning yang sangat cerah
Satu kata
Astagfirullah!!
Kamar liza layak disebut kandang sapi
Banyak bungkus jajan, cokolate berserakan, permen berceceran dan... apa ini
Zio mendekati sebuah celengan tapi sepertinya bukan uang didalamnya melainkan...kertas!
Dasar liza
Ada satu tempat yang sangat rapi
Tempat belajar liza sangat rapi
Iya rapi, tapi bukan karena dibereskan melainkan tidak pernah berantakan karena zio yakin liza tidak pernah menyentuh tumpukan buku itu
Hah~ sudahlah
Zio melangkah kekasur liza
"Woyy"
Zio mengguncangkan tubuh liza
"Hemmm..."
"Ayo belanja!!"
"G"
"Lah, liza kenapa? biasanya cerewet banget dah"
Batin zio
"Disuruh emak lo"
Ucap zio
Liza bangun lalu duduk, liza menatap zio sangat lama membuat zio salah tingkah
Liza mengambil tangan zio lalu menggenggamnya sangat erat
Zio semakin salah tingkah dan bingung harus berbuat apa
"Ziooo....."
Ucap liza sperti orang sakit
"A apa?"
"Gue benci sama lo, sampek jantung gue mau keluar dan nonjok lo!"
Ucap liza, melepaskan tangan zio dengan kasar
"Bodo amat lah. Cepet ganti baju, gue tunggu dibawah"
Zio berjalan menuju pintu
"Gue gini aja"
"Lo gak malu? penampilan lo awut-awutan gitu"
Zio mengamati pakaian liza. Baju polkadot dan celana panjang garis-garis sangat tidak nyatu, rambut liza dikucir atas tapi sebagian keluar
"Bodo amat"
Ucap liza cuek
"Seenggaknya benerin tuh rambut. Kalo dikucir ya dikucir, kalo gak ya gak"
Liza melepas kuciran rambutnya dan melemparkannya asal
"Dah, yok, berangkat!"
Liza turun dari kasurnya dan berjalan mendahului zio
"Kebetulan juga ada barang yang mau gue beli"
Batin liza
"Liza ini semua barang yang harus kamu beli"
Fani menyerahkan catatan dan uang pada liza
Liza menerimanya dan langsung keluar dari ruang keluarga menuju teras dimana zio sudah menunggunya
"Berangkat"
Ucap liza saat sudah naik kemotor
Zio menjalankan motornya dengan kecepatan normal
Selama perjalanan liza hanya diam dan melihat lurus kedepan
Liza dan zio turun dari motor dan memasuki mini market yang terdapat banyak cowok seusia mereka
Liza menunjuk mie goreng yang tersusun rapi didekat zio
Zio mengambilnya dan meletakkannya dikeranjang
"Lo terusin cari barangnya, gue mau cari camilan dulu"
Liza menyerahkan catatan belanja pada zio lalu pergi kearah tumpukan 'Barang' yang sangat dibutuhkannya, lalu mengambilnya dengan cepat dan pergi kearah snack
Liza melihat snack yang tersusn rapi. Ada berbagai macam snack yang belum liza coba
Hemm akan liza coba lain kali aja! sekarang yang ada difikiran liza adalah chokolate tapi tempat chokolate yang liza suka terdapat dirak paling atas, liza tidak bisa mengambilnya
"Mau ambil chokolate ya?"
Ucap cowok asing yang datang mendekati liza
"Mau ambil pisau buat nusuk lambung lo!"
Ucap liza taja
"Galak amat sih?! tapi gue suka"
"Gue jijik sama lo"
Ucap liza tajam
"Cantik-cantik kok omongannya gitu sih"
Ucapnya sambil mengusap rambutnya supaya terlihat semakin 'ganteng?'
"Jelek amat sih lo! eneg gue lihatnya!"
Ucap liza sambil mengambil chokolate yang berada didekatnya
"Baru kali ini ada yang bilang gue jelek"
"Semua orang yang bilang lo ganteng, matanya minus, kalo gue colok baru sembuh tuh!"
Batin liza
"Bodo amat! minggir sana! mata gue lama-lama minus lihatin lo!"
Liza mendorong cowok asing itu
"Liza? kenapa?"
Tanya zio yang baru datang karena mendengar suara keributan
"Ini siapa kakak lo ya?"
Tanya cowok asing itu
Liza dan zio hanya saling bertatapan
"Kakak? haha! gue punya abang modelannya kayak alan aja udah mau minggat aja, apalagi punya abang modelannya kayak zio, hah! coret nama liza dari kartu keluarga!!"
Batin liza
"Hai, gue antares. Pacar cewek ini"
Ucapnya sambil menunjuk liza
"Apa??? dih amit-amit dah! jangan sampek pokoknya! muka kayak cuilan tomat gitu siapa yang mau?! mending liza sama anaknya ibu kantin, kan wajahnya lumayan dan umurnya juga masih muda wkwkwk"
Batin liza
"Gue zio. Suaminya cewek itu dan Kita udah punya 17 anak, yang ke 18 nyusul"
Ucap zio
"APA?! suami apaan?! anak apaan?!"
Batin liza
"Ayo bun, Anak-anak udah ngunggu dirumah"
Ucap zio menarik tangan liza
"Bun? maksutnya bunda gitu? Ihh, jijik dah!"
Batin liza
Banyak sekali antriannya, kurang lebih ada 50 orang yang mengantri. Liza dan zio berada diantrian 28 dan yang mengantri semuanya cowok, hanya liza saja yang cewek
"Ada lagi yang mau ditambah?"
Tanya cowok yang mengunggu kasir
"Emm ada"
Liza memberikan benda yang sangat penting baginya
Wajah liza merah padam. Semua mata mengarah pada 'benda' yang dipegang pengunggu kasir
"Lo tadi lama banget ternyata lo beli roti jepang ya"
Ucap zio, berbisik
Liza menundukkan wajahnya yang sudah sangat merah
"Kanapa disebuuuuttt?! ini mas kasirnya lama banget lagi!!!"
Batin liza
"Woy! bisa cepet gak sih?!"
Ucap liza kepada penunggu kasir
###
Liza meletakkan belanjaan fani lalu pergi kekamarnya
"Liza kenapa?"
Tanya fani
"Pms kali tan"
"Ajakin jalan-jalan sana sambil makan ice cream"
Zio tidak berani menolak dan pergi kekamar liza
Tok tok tok....
Zio mengetuk pintu dengan pelan dan hati-hati
"BERISIK!!!"
Teriak liza dari dalam
PERINGATAN
Jangan ganggu macan betina yang lagi pms
_____________________
KALO SUKA LIKE YA:)