
"Oke! Pada hitungan kesatu mulai!" Ucap liza yang bersiap mengibarkan bendera semapur pemberian mama leo
"99..."
"98..."
"97..."
"96..." Ucap liza
"Kelamaan jamilah!" Leo mengambil bendera semapur dari tangan liza
"Gue aja yang ngitung!" Ucap leo
Liza memutar bola matanya
"3!" Leo mulai berhitung mundur
"2!"
Alan, zio dan antares sudah bersiap memegang piring dan sabun masing-masing
"Bentar-bentar!!" Ucap leo lalu pergi
"Aelah!" Ucap zio
"Ingin ku berkata khasyar!" Ucap antares
"Jangan lama-lama beb!" Ucap alan, membuat semua orang menatapnya dengan jijik
"Apa?" Tanya alan yang tidak sadar dengan ucapannya barusan
"Untung ganteng!" Batin sisca
"Bang alan homo ya?" Tanya kayla pada dirinya sendiri
Antares menggelengkan kepalanya
"Cepetan woi! Jangan bikin gue karatan disini!" Ucap antares yang melihat leo tidak kunjung pergi
Leo pergi kedalam sebuah ruangan lalu kembali dengan membawa sempritan dua kemoceng dan satu megapone
"Ngapain lo bawa begituan?!" Antares menaikkan satu alisnya
Leo mengabaikan pertanyaan antares. Leo memberikan masing-masing kemoceng pada kayla dan sisca lalu memberikan megapone pada liza yang sedang asik memakan ice cream
"Buat apaan?! Lo suruh kita bersih-bersih?!" Tanya sisca
"Ihhh, gamauuu!! Gue aja setahun sekali bersihin rumah!" Kayla mengembalikan kemocengnya pada leo
"Gue tebak dia bersihin rumah pas lebaran aja" Batin alan
"Bukan! Itu buat kalian semangatin mereka yang lagi berjuang!" Leo memberikan lagi kemoceng ditangannya kekayla
"Terus ini buat apaan? Gue jual aja ya!" Liza mengangkat megapone berwarna putih itu
"Eh, kok mirip punya masjid deket sekolah itu ya!" Liza mengamati megapone putih itu
"Beda sukipeh! Itu namanya
"Oooh gue kira lo nyuri" Ucap liza sambil tersenyum, membuat leo tidak jadi bicara
"Terus ini buat apaan? Lo mau sumbangin ini kemasjid deket sekolah gue?" Ucap liza
"Itu buat lo nyemangatin mereka yang lagi ngerebutin lo! Lama-lama gue nikahin juga lo!" Ucap leo
"Heh! Liza tuh calon istri gue!" Ucap antares
"Amit-amit!" Batin liza
"Lo berdua bukan seleranya liza" Ucap zio dingin
JLEBbb!
Perkataan zio menusuk jantung leo dan antares
"Sudah! Sekarang liza semangatin mereka pakai megapone itu" Ucap mama leo
"Gak mau!" Liza membuang megapone kelantai
"Kalo kamu semangatin mereka, tante akan kasih kamu lima ice cream" Ucap mama leo, berbisik pada liza
Liza segera mengambil megapone dilantai dan mulai berteriak
"Semagaaat!!! Gue yakin kalian pasti gak bisa!" Ucap liza
Plakk!
Leo memukul kepala liza
"Bahasa lo gak bikin mereka semangat sama sekali!" Ucap leo
"Heh! Lo jangan asal pukul kepala adek gue! Kalo otak adek gue geser gimana?!!" Ucap alan
"Calon pacar gue tuh! Gue tabok kepala lu pakai piring, tinggal nama lo!" Antares bersiap melayangkan piring ditangannya tapi dicegah oleh mama leo
"Tahan! Itu anak saya! Nanti kalo saya udah punya anak lagi, kamu boleh mukul anak saya" Ucap mama leo
"Leo gak mau punya adek! Awas aja, kalo sampai leo punya adik, leo akan minggat!" Ucap leo
"Ya minggat aja. Gak masalah. Mama malah seneng" Ucap mama leo
"Emm, gak jadi deh! Leo masih pengen warisan" Ucap leo
"Dasar anak durhaka! Mama kutuk jadi panci tau rasa kamu!" Ucap mama leo
"Ampun ma!!" Leo memeluk mamanya
"Heh! Kenapa jadi drama gini!" Liza menggelengkan kepalanya
"Hehe! Oke! Gue akan mulai berhitung!" Ucap leo
Zio memutar bola matanya. Lelah mendengar semua ini. Zio hanya ingin mengajak liza pergi kesekolah atas perintah Bu lia. Haish! kenapa zio harus bersusah-payah seperti ini
"3!" Leo mulai menghitung mundur
"2!"
Priitt!!
Leo mengibarkan bendera semapur lalu meniup peluit merah yang menggantung dilehernya
Alan, zio dan antares mulai mencuci piring masing-masing
"Hoaamm!!" Liza menguap didepan megapone
"Semangat" Liza berucap dengan lesu
"Ayo"
"Semangat"
"Kalau kamu bisa bikin mereka tambah semangat, tante akan kasih kamu voucher makan gratis selama satu bulan"
"Ayo para parasit! Semangat! Biar bisa menutupi kesampahan kalian!" Ucap liza
"Biji salaaakkk!!! Lo lemes banget sih! Muka lo mirip jemuran baju! Semangat dong! Lo tadi mandi gak sih?!" Ucap liza, asal
"Apa hubungannya semangat sama mandi?" Ucap kayla pada sisca. Sisca hanya menggelengkan kepalanya
"Abangkuh zeyenk!!! Semangat!!! Biar pacar lo nambah lagiii!!!" Ucap liza membuat alan semakin semangat dan semakin cepat
"Baranteeesss!!!—"
"Antares!!!" Ucap semua orang yang berada disana
"Semangaaaatt!! Aranteeess!!!" Ucap liza yang masih salah menyebutkan nama antares
"Segitu susah ya nama gue?" Tanya antares pada dirinya sendiri
"Ayo semua semangat!! Rantanes juga semangat!!" Ucap liza
Antares terlalu bersemangat mencuci piring, membuat sabunnya mengenai muka alan
"Sabun lo muncrat kemuka surgawi gue!!" Ucap alan
"Maaf bang!" Antares tidak melihat muka alan, dia tetap mencuci piring didepannya
"Bersihin!" Ucap alan
"Sory nih ya bang! Tapi gue sedang berusaha untuk bisa mengajak liza pergi! Doain aja liza bisa cepet nikah sama gue" Ucap antares
"Amit-amit! Mending gue sama zio!" Ucap liza asal membuat semua orang menatapnya
"Gue?!" Batin zio begitu mendengar namanya disebut
"Apa yang barusan liza katakan ya Allah??". Batin liza
"Apa ini pertanda tidak ada kesempatan buat gue?" Batin antares
"Mulut adek gue keselek apaan nih?!" Batin antares
"Otak liza beneran geser ya?" Batin sisca dan kayla
"Eh, salah! Lidah gue keseleo tadi! Amit-amit dah gue sama biji salak! Mending gue sama tukan cilok disekolah!" Ucap liza
"Ooh!" Mereka menganggukkan kepala lalu alan, zio dan antares melanjutkan mencuci piring
Beberapa menit kemudian sabun antares mengenai wajah alan lagi
"Woi! Sabun lo minta disantet ya?!! Bersihin!" Ucap alan
"Sibuk!" Ucap antares
Alan mengengok kearah zio yang sedang mencuci dengan damai
"Zio—"
"Gak" Ucap zio memotong perkataan alan
"Aelah!" Alan menyenggol bahu zio membuat piring ditangan zio jatuh dan pecah
Antares kaget lalu tangannya tidak sengaja menyenggol tumpukan piring bersih. Tumpukan piring bersih itu jatuh kebawah mengenai tumpukan piring kotor
Semua piring pecah
"Uuuuuu" Ucap liza didepan megapone
"Bukan saya!" Ucap alan cepat
"Bukan saya juga" Ucap antares
Semua orang menatap zio
Zio membelakkan matanya
"Bukan gue lah!" Ucap zio
"Sabar ma! Sabar!" Leo mengelus pundak mamanya
"Aduh! Ojek online gue dateng!" Sisca segera pergi dari toko. Sisca tidak ingin ikut mengganti rugi
"Ini semua tuh sebenernya salah—" Ucapan leo terpotong
Kayla segera menarik tangan liza untuk pergi menyusul sisca. Kayla yakin liza pasti yang akan disalahkan
"Kabuuuuuurr!!!!" Ucap kayla sambil menyeret liza
Leo segera melemparkan sandalnya, tapi sayangnya meleset mengenai vas bunga kesayangan mamanya
Vas bunga itu pecah membuat amarah mama leo semakin meninggi
"Kalian berempat....Harus ganti!" Ucap mama leo, dingin dan tajam
###
KALO SUKA LIKE:)
__________________
♥