
TOK TOK!!!
"Permisi.......Paketttt!!!!"
Hah~ Dari suaranya aja Liza udah tau ini siapa. Hah, kebiasaan banget kalo main kesini pasti bilangnya paket
Kalo dateng-dateng bawa paket beneran sih gapapa. Lah ini dateng-dateng numpang tidur, minta makan dan ditambah lagi numpang WC
Untung saja yang kesini bukan Antares. Hah~ akhir-akhir ini setiap Antares datang pasti dia bilang Tok Tok... Jodoh datang!!
Jodoh jidat kau!
Liza menggelengkan kepalanya lalu berdiri dari sofa yang terletak diruang keluarga
Liza segera berdiri lalu berjalan menuju pintu utama
Liza membuka pintu dan menampakkan Sisca yang tersenyum lebar sambil mebawa tas besar yang pasti berisi baju
"Apa?" Ucap Liza datar
Ujung bibir Sisca seketika turun kebawah "Nginep lah!"
"Lo gak punya rumah?"
"Nyebelin lo! Kayak mantan!" Sisca memalingkan wajahnya
"Gue disama-samain sama abi coy! Sabar ae dah!"
Liza menggelengkan kepalanya lalu menarik tangan sisca menuju kamarnya
"Hai bang alan.... Lama gak ketemu" Sapa sisca saat melewati alan yang sedang bermain HP ruang keluarga
Alan mengalihkan pandangan dari HP menuju sisca
"Eh iya, lama gak ketemu. Makin cantik aja lo"
Modus ae lo dasar kang somay!
Dah berapa cewek yang lo modusin? Kena karma nangis sambil boker entar lo
Sisca tersenyum malu lalu Liza melanjutkan menarik tangan sisca menuju kamar Liza
"Hah~ Kamar lo makin bersih aja" Sisca membuang tasnya asal lalu menjatuhkan tubuhnya kekasur Liza
"Iyalah! Kamar tuh harus bersih, biar gak ada setannya!"
"Kenapa gak lo bersihin dari dulu aja?"
"Setannya baru dateng sekarang"
Liza mengambil tas sisca yang tergeletak didekatnya
"Tas lo gede banget! Lo mau nginep dirumah gue berapa hari?" Liza membuka tas sisca
"Gue cuma sehari nginep dirumah lo, tapi besoknya gue nginep dirumah Kayla, besoknya lagi gue nginep dirumah Mila"
"Gue 100% yakin lo gak punya rumah!"
"Gue emang gak punya rumah. Yang selama ini gue tinggalin itu rumah orang tua gue"
"Terserah lo dah!"
"Btw Kayla kapan kesini?" Ucap Sisca sambil berguling menghadap Liza
"Paling—"
"Permisi!!!! Mbakkk!! Beliiiiii!!!"
Liza dan Sisca saling menatap
"Nah! Nih pasti kayla!"
"Ya siapa lagi kalo bukan dia"
Liza dan Sisca pergi kebawah lalu mereka menuju pintu utama
"Hai sahabaaat~" Ucap Kayla begitu liza membuka pintu
"Sejak kapan gue jadi sahabat lo?" Ucap Liza sambil mengangkat satu alisnya
"Sejak...Kapan ya?" Ucap Kayla yang bingung sendiri
Liza dan Sisca menggelengkan kepala mereka lalu menarik Kayla menuju kamar Liza
###
"Zio beneran suka sama lo ya? Tanya Sisca sambil sesekali mengambil kripik singkong ditangan Kayla
"Eh iya waktu itu kan zio sendiri yang bilang" Ucap Kayla sambil menganggukkan kepalanya
"Paling cuma iseng" Liza menggaruk kepalanya, mengambil guling lalu memejamkan mata
"Masa sih?" Ucap Kayla
"Tapi akir-akir ini perlakuan dia keelo beda loh"
"Beda gimana?" Ucap Liza sambil menguap tidak perduli
"Lo gak peka banget sih" Sisca melemparkan kripik singkong bekas gigitannya
"Tau tuh!" Ucap Kayla
Liza melirik kripik singkong disampingnya
Ini kamar habis Liza bersihin! Entar kalo mereka dirubungi semut gimanaa?
Liza bangun lalu mengambil singkong itu dan melemparkannya kearah Sisca lalu Liza kembali tidur
"Woi Sisca! Kayla! Lo pada juga gak peka" Ucap Liza
"Gue peka" Ucap Sisca
"Eeeh, gue juga peka tauu! Gue tuh cewek terpeka diabad 21" Ucap Kayla
Liza dan Sisca menatap Kayla seolah berkata masa? lalu Liza menatap Sisca
"Sisca! Lo sadar gak kalo Dion suka sama lo? Pasti lo gak tau kan?!" Ucap Liza
"Tau tuh" Sisca kembali memakan kripik singkong
"Apa?! Ternyata Dion suka sama Sisca? Kenapa gak ada yang ngabarin gue???" Ucap Kayla
"Gak penting" Ucap Liza dan Sisca bersamaan
"Jahat lo pada!"
"Sisca, lo tau kalo Dion suka sama lo tapi kenapa lo diem aja?"
"La terus gue harus gimana??"
"Ya gimana gitu kek"
"Gini ya. Kalo gue bilang keDion bahwa gue tau kalo Dion suka sama gue, ya Dion bakalan nembak gue! Dan kalo gue tolak pasti kita bakalan cangung" Ucap Sisca
"Ya lo terima aja" Ucap Liza dan Kayla
Peka?
Liza menatap Kayla
Kayla saja tidak pernah sadar bahwa Reyhan menyukainya sejak SD
"Apa?" Ucap Kayla yang baru sadar sedang ditatap sinis oleh Sisca dan Liza
"Dulu kalo lo kena masalah kan zio selalu nambah masalah lo! Nah sekarang dia sering bantuin lo" Ucap Sisca
"Bantuin gue? Kapan?" Liza membuka matanya lalu mengingat kapan Zio membantunya. Hemm bukannya Zio bisanya cuma mengacau hidup Liza
"Waktu upacara itu (Eps 14)"
"Tapi ujungnya gue juga dihukum"
"Iya, tapi akirnya kita bebas dari hukuman" Ucap Sisca
"Eh, waktu itu lo kenapa mau nemenin dia dihukum?" Ucap Kayla
"Gue kasihan aja. Dia kan dihukum karena minjemin gue topi—Ah udahlah! Jangan dibahas lagi! Males gue!"
"Gue penasaran zio beneran suka apa gak sama lo"
"Gini aja" Kayla mengeluarkan hpnya
"Reyhan kan mau ketemuan sama dua kawannya itu, terus kita telepone dia, kita dengerin percakapan mereka bertiga. Siapa tau mereka bahas Liza"
Tumben otak Kayla berfungsi
"Bener tuh!"
"Emm oke"
Kayla mengambil HPnya dan mulai menelepone Reyhan
"Diangkat!" Ucap kayla saat telepone mereka mulai tersambung
"Apa? Lo mau martabak? Apa bakso? Mumpung gue masih dijalan nih" Ucap reyhan membuat Sisca iri
Dulu saat Sisca masih pacaran dengan abi, Sisca tidak pernah dibawakan makanan oleh Abi
Abi saja tidak pernah membelikan Sisca gorengan yang harganya cuma seribu
Hah! Ngenes banget dah
"Besok aja. Eh lo mau kemana?" Ucap Kayla. Sebenarnya Kayla ingin makan bakso tapi ya masa Reyhan mengantarkan bakso kerumah Liza
Mungkin besok Kayla akan menyuruh Reyhan untuk mebelikannya bakso mercon
"Gue mau ketemuan sama zio dan abi" Ucap Reyhan disebrang telepone
"Ohhh, Yaudah. Eh teleponenya jangan dimatiin ya!"
"Kenapa?"
"Pokoknya jangaaaan!!!"
"Iya deh!" Ucap Reyhan pasrah. Entah kenapa rasanya sangat sulit untuk menolak permintaan Kayla
Kayla mengacungkan jempolnya kearah liza dan sisca
Liza bangun lalu duduk disebelah Kayla
DiHP Kayla terdengar suara mesin motor dimatikan
"Abi makan sate berapa tusuk tuh?" Ucap Reyhan
"Lima puluh" Ucap Abi disela-sela makannya
"Lo mau gendutin badan lo? Biar gak kelihatan kerempeng banget?" Ucap Reyhan
"Iya. Biar Sisca mau balikan sama gue"
Liza dan Kayla menoleh kesisca
Sisca mengangkat satu alisnya seolah berkata apa?
Liza pikir kisah Sisca dan Abi sudah berakhir diSMP tapi ternyata mereka tidak berakhir semuadah itu
"Emang Sisca masih suka sama lo?" Ucap Reyhan
"Pastinya" Abi menjawab dengan sangat percaya diri
Haish! Tangan Sisca ingin menghantam mulut Abi
"Zio. Lo dari tadi diem aja. Mikirin Liza ya?" Ucap Reyhan
"Ya"
"Lo beneran suka sama Liza ya?" Ucap Reyhan antusias
Liza memfokuskan pendengarannya
"Mungkin" Ucap Zio
Ngabsen nama binatang boleh gak sih?
"Kalo jawab yang bener! Lo suka sama Liza gak?!" Ucap Reyhan yang terdengar emosi
"Mungkin" Ucap Zio yang masih tedengar santai
Tolong woi! Ini ngabsen nama binatang dosa.gak sih?!
"Yang bener woi! Gue siram juga lo pake teh panas nih!" Ucap Reyhan
Iya bener! Siram sono! Kalo perlu siram pake Air selokan. Hasih! Liza menggaruk kepalanya dengan kasar
"Bodo amatlah" Ucap Zio
"Berapa rasa suka lo sama Liza? 1-10" Ucap Abi
"0,3"
Liza langsung mematikan sambungan, membuat Sisca dan Kayla menoleh kearah Liza yang sedang menahan amarah
"Tolong pegangin tangan gue! Tolong woii! Tolong!!" Ucap Liza
"Kenapa emang?"
"Ini tangan gue udah gatel banget pengen banting HPnya Kayla"
Astagfirullah!! Kayla dan Sisca segera memegang tangan Liza
###
KALO SUKA LIKE:)
__________________
♥