
"Pagi Pak Sep!" Sapa Liza saat melewati Pak Sep yang bertugas sebagai tukang bantu-bantu disekolahnya
"Pagi neng Liza. Tumben dateng jam enam"
"Gak betah dirumah"
"Emang Kenapa?"
"Tadi rumah saya pagi-pagi udah kedatangan tamu"
"Oooh" Pak Sep menganggukkan kepalanya
"Eh, Pak Sep lagi ngapain?"
"Ngecat tembok"
"Mau dibantuin gak Pak?" Tawar Liza
Kalo dibantu Liza pasti kerjaannya malah ancur. Pak Sep memikirkan cara menolak yang halus
"Gak usah neng. Entar tangan neng Liza malah jadi kotor"
"Gapapa Pak! Dulu waktu saya kecil aja saya pernah mainin kotoran ayam. Dulu waktu masih SD saya juga pernah nginjek kotoran sapi dan waktu itu saya gak make sandal"
"Waduh gimana tuh rasanya neng"
"Anget"
Pak Sep tertawa pelan
"Dulu saya juga pernah gak sengaja minum susu yang didalemnya ada cicaknya. Hiii serem banget kalo diinget lagi"
Tuh cicak minta disantet emang!
"Pokoknya saya benci banget sama cicak! Waktu saya mandi pasti diintip sama cicak!"
"Terus cicaknya kamu apain neng"
"Saya guyur pake air!"
"Anak saya kalo nangkep cicak pasti cicaknya dipotong-potong terus dikasih makan kucing"
"Bagus tuh Pak! Dari pada daging cicaknya mubazir ya kan"
Pak Sep tertawa pelan
"Pak Sep ngecat tembok disebelah sana aja$/Liza menunjuk tembok disebelah kantor guru yaitu ruang kepala sekolah
"Terus saya ngecat dikantor guru. Sini pak catnya" Liza mengambil cat berwarna Hijau ditangan Pak Sep
Hah~ Pak Sep menghela nafas pasrah
###
Bel istirahat berbunyi. Guru dikelas Liza sangat bersyukur lalu segera mengemasi barangnya dan pergi tanpa mengucapkan salam
"Eh, hari ini gue bawa telor"
"Terus?"
"Mari kita melakukan eksperimen!!"
"Ayooo!!!" Ucap Dion
"Eh gimana kalo kita coba bekuin telornya?" Ucap Sisca
"Lah, Emang bisa?" Ucap Putra
"Mungkin. Biasanya kan direbus nah ini kita bekuin. Terus kita suruh dion makan telornya" Ucap Sisca
"Setujuuuu!!!" Ucap Kayla
"Oke nanti Kalo telornya udah beku akan kita kasih kedion buat dia makan" Sisca tersenyum kearah Dion
"Lah kok gue"
"Karena muka lo yang paling pantes buat dibully!" Ucap Sisca lalu mereka (kecuali Dion) Tertawa
"Gue gak ikut ya" Ucap Liza saat tawa mereka sudah reda
"Kenapa" Tanya Kayla
"Males"
###
Liza melangkahkan kakinya masuk kedalam tempat yang belum pernah dia masuki selama bersekolah diSMA Nusa Bangsa. Tempat itu perpustakaan
Mata Liza mengamati satu persatu siswa yang duduk diruang baca dengan tenang sambil membaca buku
Liza berjalan menuju kumpulan buku yang tertata rapi dirak buku yang sangat panjang dan tinggi
Mata Liza mencari kamus bahasa inggris
Ya~ Liza nanti harus mengerjakan remidi bahasa inggrisnya. Kalo nilai Liza tidak meningkat ya wasallam, Zio akan turun tangan untuk mengajari Liza
Liza mengambil kamus tebal didepannya lalu Liza duduk bersandar dirak buku
Liza tidak perduli dilihatin orang yang berlalu lalang. Yang penting sekarang ini bagaimana caranya Liza bisa menghafal satu kamus besar ini
Andai ada alat penukar otak pasti akan Liza beli
Liza mebuka kamus besar itu. Nyali Liza seketika ciut saat melihat deretan huruf berukuran kecil berjejer rapi
Seorang cewek berambut hitam sebahu datang menghampiri Liza
"Hai kak Liza" Sapa cewek itu
"Eh, iya" Ucap Liza sambil tersenyum kaku
Ya~ hampir semua murit dan guru mengenal Liza
"Kak Liza ngapain duduk dibawah?"
"Gapapa. Males aja duduk diruang baca"
"Ooh" Cewek itu duduk disamping Liza
"Oh iya. Kenalin kak, nama aku Bella" Bella mengulurkan tangannya
"Iya salam kenal" Liza menjabat uluran tangan Bella
"Kamu kelas berapa?" Tanya Liza
"Sepuluh IPA satu"
Ipa satu? Pinter juga dia
"Eh, tadi pagi kak Liza dicariin Bu Lia loh"
"Bu Lia ngapain nyariin gue?"
"Katanya tadi gini 'Kalo ada yang ketemu Liza, suruh dia keruang saya' Gitu"
"Hemm, perasaan gue hari ini gak bikin masalah deh. Iya kan?"
"Mungkin" Ucap Bella ragu karena tadi pagi Bella dengar bahwa Liza mencoret-coret tembok kantor guru dengan tulisan Buat apa kelas gue ada ulangan kalo gak pernah diajar
"Emang kak Liza tadi pagi ngapain aja?"
"Gue tadi pagi cuma bantuin Pak ?? buat ngecat tembok dikantor guru"
"Ooh bantuin ya" Ucap Bella tidak yakin
Bella melirik buku ditangan Liza
"Kak Liza lagi belajar ya? Maaf ya kak, aku ganggu" Bella berdiri dan hendak pergi tapi tangannya diraih oleh Liza, memuat Bella berhenti melangkah
"Gapapa duduk sini aja"
Bella kembali duduk disebelah Liza
"Emang kak Kayla sama kak Sisca mana?"
"Lagi melakukan eksperimen membekukan telor"
Kurang kerjaan banget emang
"Loh, Bella. Bgapain lo disini? Balik keUKS!" Ucap cowok yang tidak sengaja lewat
"Saya udah gapapa kok kak Ardi"
"Gapapa apanya?! Muka lo masih pucet tuh!" Ucap Ardi
"Kulit saya emang kayak gini kak"
"Masa sih? Udah gak usah banyak alasan. Ayo balik keUKS!" Ardi hendak menyeret Bella tapi Bella memeluk Liza dengan erat
"Gamauuu!! Mau sama kak Liza"
"Liza sibuk. Ya kan?!"
"Ha? Enggak tuh!" Ucap Liza
Ardi memutar bola matanya
"Gak bisa diajak kerja sama lu!"
Bella menatap Ardi dengan mata yang sudah memerah. Tak lama kemudian air mata Bella menetes membuat Liza dan Ardi kebingungan
"Eh! Aduh, kok malah nangis sih?!" Ucap Ardi yang kebingungan
"Mangkanya jadi cowok tuh jangan kasar!" Ucap Liza
"Kasar apaan!"
"Itu lo tadi kasar namanya! Iya kan bel?" Liza mengguncang tubuh Bella pelan
Bella tidak bergerak
"Eh Bella kenapa nih?" Liza menepuk pipi Bella berulang kali tapi Bella tetap tidak sadar
"Dia pingsan lagi. Sini gue gendong Bella. Eh lo ikut juga keUKS"
"Lah?"
"Entar kalo Bella bangun pasti nyariin lo"
###
"Kak Liza" Ucap Bella yang baru sadar
Liza langsung mematikan HPnya lalu menghadap Bella
"Karna lo udah sadar, gue pergi ya"
"Jangan"
Liza duduk kembali sebelah Bella
"Lo kenapa pingsan? Lo belom makan ya?"
Bella tertawa pelan "Udah kok. Aku emang gampang pingsan"
"Kenapa?"
"Aku punya penyakit anemia"
"Apatuh?"
"Semacam penyakit kurang darah lah"
"Jadi kalo orang yang kekurangan darah tuh sering pingsan ya?"
"Setau aku sih gitu"
Liza menganggukkan kepalanya
Brakk!!
Liza dan Bella yang kaget refleks menatap pintu yang dibuka dengan kasar oleh Dion
"Apa?" Ucap Liza
"Bu Lia koar-koar nyariin lo"
"Kapan-kapan kita ngobrol lagi" Liza menepuk pundak Bella pelan lalu segera berlari bersama Dion
"Gue harus gimana nih?" Ucap Liza, masih berlari
"Datengin Bu Lia aja" Ucap Dion
"Bu Lia bawa pasukannya gak?"
"Pasukan apaan?"
"Bu Ratih, Bu Titin dan seperkumpulannya"
"Untungnya kagak"
"Dia sendiri dong"
"Enggak"
"La terus?"
"Ada Zio"
"Aishh sebenernya gue ngelakuin kesalah apa sih?!" Liza berlari semakin cepat menginggalkan Dion
###
"Assalamuallaikum. Liza datang bawa nafas" Liza melewati Bu Lia dan Zio begitu saja lalu pergi kemejanya untuk mengambil minum yang biasa ditaruh dikolong mejanya
Liza meminum air dibotolnya hingga tersisa setengah
"Alhamdulillah. Aduh pingen pipis!!" Liza menarik tangan Kayla yang memang posisi bangkunya berada didepannya
"Maaf ya Bu Lia, saya tinggal pipis dulu. Mungkin akan lama karena saya akan mampir kekantin untuk menemuin bang Viro dulu" Ucap Liza lalu melesat pergi
"Liza!!!" Ucap Zio
###
Liza membuka pintu keluar toilet cewek dan betapa kagetnya Liza saat mengetaui Zio sudah berdiri tegak didepan pintu keluar
"Lo ngapain disini?"
"Ngunggu lo"
"Ngapain nunggu gue?"
"Biar lo gak nemuin bang Viro"
"Lah. Emang salah?"
"Ya"
"Salahnya dimana?"
"Pokoknya salah"
"Kenapa"
"Gue suka sama lo"
Otak Liza langsung mengingat bahwa rasa suka Zio padanya hanya 0,3
Hah! Ngeselin emang mulutnya Zio
"Iya gue tau! Rasa suka lo kegue cuma 0,3 kan?!!"
"Itu dulu"
"Sekarang berapa?"
"0,5"
Liza segera melepas sepatunya
"Sepatu gue ini belom dicuci sejak awa beli loh. Dan pagi tadi gue habis nginjek kotoran kucing"
"Oh"
"Ngeselin lo!" Liza melempar sepatunya tapi sayangnya meleset mengenai Pak radin
"Ehemm" Pak Randi menatap Zio dan Liza
"Kalian ikut saya"
"Maaf pak. Bu Lia sudah nunggu saya dikelas" Ucap Liza
"Saya juga" Ucap Zio
"Gapapa" Ucap Pak Radin
Liza dan Zio pasrah lalu mebututi Pak Radin dari belakang
"Lo sih!" Liza menyenggol bahu Zio
"Lo juga geblek!" Zio memukul kepala Liza
"Jangan mesra-mesraan dibelakang saya!"
Liza dan Zio segera menundukkan kepala mereka
"Rasa benci gue lebih gede dari pada rasa suka gue ke elo!" Ucap Zio berbisik
"Bodo amat!" Ucap Liza berbisik
"Heh! Dibilang jangan mesra-mesraan juga masih aja dilakuin!"
Pak Radin menggelengkan kepalanya lalu menarik sebelah tangan Liza dan sebelah tangan Zio
"Kenapa gue ditinggal sendiri!!" Ucap Kayla yang masih berdiri didepan pintu keluar toilet
###
KALO SUKA LIKE:)
__________________♥