
Liza dan teman sekelasnya berunding. Mereka menentukan siapa yang akan mengikuti lomba perwakilan dari kelas masing-masing
"Pokoknya gue ikut lomba pecah air!" Ucap Liza tidak mau diganggu
"Gue juga mau!" Ucap Sisca
"Gue juga!" Ucap Dion semangat
"Oke! Yang ikut lomba pecah air Liza, Sisca dan Dion" Alya segera mencatat nama mereka. Seharusnya itu dikerjakan oleh Sisca yanh bertugas sebagai sekeetaris tapi Sisca bosan karena saat pelajaran dia sudah menulis hampir setengah lembar buku (bagi Sisca itu banyak) Jadilan Alya sang ketua kelas yang mencatat nama peserta lomba dikelasnya
"Yang ikut lomba makan kerupuk?"
"Gueee!!!" Kayla dengan semangat menganggkat tangannya sambil loncat-loncat
"Terus?"
"Gue saranin Elon ikut dah!" Ucap Sisca. Elon adalah julukan dari siswa cowok yang paling gendut dikelas. Namanya terinspirasi dari buah melon dan elon suka warna hijau. Dan Liza memutuskan nama panggilan bocah gendut itu adalah Elon
"Heh lon! Mau gak ikut lomba makan kerupuk?!"
Elon dengan bersemangat menganggukkan kepalanya hingga pipi gembulnya naik turun
"Imut bangettt!!!" Sisca mencubit pipi Elon yang berada disampingnya
"Apa gue harus gendut dulu ya, biar Sisca mau deket-deket gue?" bisik Dion tepat ditelinga Liza
"Gue saranin lo obesitas dulu dah!"
"Jahat lo za!"
Liza memalingkan mukanya. bodo amat dengan muka Dion yang tertekuk
"Kurang satu. Siapa yang mau ikut lomba makan kerupuk?"
"Gue saranin triya deh. Soalnya emaknya kan jualan beras" Ucap Dion
"Gak ada hubungannya oy!" Liza dengan gercep memukul kepala Dion
"Oke deh!" Ucapan tak terduga dari triya
"Oke!" Alya menganggukkan kepalanya dan mulai mencatat "Siapa yang mau ikut lomba balap karung?"
Liham dan Putra kompak mengangkat tangan mereka sambil tersenyum jahil
"Kok gue ngerasa ada sesuatu ya" Ucap Alya
"Tulis aja~"
Putra dan Liham bertos ria "Lomba besok bakalan seru nih!"
"Siapa yang mau ikut lomba karangan pantun?"
"Gue!" Liza dengan pede mengangkat tangannya membuat orang-orang tak yakin
"Beneran za?"
"Udah tulis aja"
"Oke.." Alya denga ragu menulis nama Liza
"Yang mau ikut lomba baca puisi?"
Liza kembali mengangkat tangannya
"Beneran za? Lo mau ikut lomba baca puisi?"
Liza menggelengkan kepalanya "Bukan gue, tapi Dion. Gue mewakili Dion buat ngangkat tangan"
"Eh, enggak!—"
"Udah ikut aja!" Liza menyenggol bahu Dion
"Tulis aja al!" Ucap putra
"Beneran?"
"Iya udah tulis aja!!" Ucap Liham
"Eh lo berdua apaan dah!"
"Iya gapapa Dion!" Ucap Sisca yang sebenarnya disuruh Mila
"Oke!" Dion mengangguk mantap
"Bucin!" Bisik Liza dan Putra tajam dimasing-masing telinga Dion
Setelah berjam-jam, akhirnya lengkap juga peserta lomba tahun ini
Alya sebagai ketua kelas, dia mau kedepan untuk mebacakan siapa saja yang mengikuti lomba
"Balap karung. Putra, Liham, dan Joko.
Pecah air. Liza, Sisca, Dion.
Makan kerupuk. Kayla, Galon, dan triya
makan cabe. Mila.
karang pantun. Liza
Karang puisi. Dion
minum jamu. Liza, Kayla dan Sisca
Mengiris bawang merah. Mila, putra
Lari pusing. Dion, kayla"
"Okee!!"
"Oh iya! Ini ada lomba yang berkelompok. Lomba tangkap bebek. harus ada lima akan yang ikut. Siapa yang mau ikut?"
Liza, Sisca, Mila, Dion, dan Putra mengangkat tangan mereka
"Kurang satu nih"
"Kayla. Lo gak mau ikut?"
"Gak dibolehin Reyhan. Dia takut gue jatoh, kan mata kita ditutup"
"Jadi siapa nih?"
"Gue nyumbang Liham!" Dion merangkul bahu Liham
"Eh ogah!!" Liham menjauh dari Dion
"Nah dia setuju kan!" Ucap Dion
"Ogak oii!!" Ucap Liham
"Oke lo ikut!" Alya segera mencatat nama liham
"Lomba yang wajib diikuti seluruh murit satu kelas ada dua. 1.Tarik tambang. 2.Selfie unik tema 17 agustus"
###
"Sebenernya gue mau nungguin lo, tapi gue gak enak sama Reyhan solanya gue pulang sama dia"
"Hemm"
Dengan berat hati Kayla meninggalkan kelas
Liza menatap Mila memohon agar Mila menemaninya
"Apa? Gue ada jadwal ngedate. Gue pergi dulu~"
Hah!
Tok tok!
"Ngapain?!" Tanya Liza yang sudah tau itu Zio
"Lo jadi panitia persiapan ya?"
"Hem"
Tunggu-tunggu! Jangan bilang Zio juga jadi panitianya!
Zio menyodorkan satu gelas kopi didepan Liza
Liza menaikkan satu satu alisnya seakan bertanya apa nih?
Setelah Liza menerima kopi pemberiannya, Zio pergi tanpa berbicara apa-apa
"Maksutnya apaan coba" Gumam Liza
Liza menemukan kertas yang tertempel dibawah gelas kopi
Dengan malas Liza mengambil kertas itu dan membacanya
Semangat!
Liza menatap kertas itu dengan datar lalu menyobeknya dah gila nih orang
###
"Lo pasang kerupuk ini disitu" Gadis yang merupakan kakak kelas itu menunjuk tempat yang sudah dipersiapkan untuk mengantung kerupuk
"Hem" Liza mulai memasang kerupuk dengan asal-asalan
"Masang yang bener!"
"Hem"
"Jangan salah!"
"Aelah bct amat lo!"
###
"Pak!!" Liza berlari kecil menuju Pak radin
"Pak, saya jadi panitianya cuma hari ini kan?"
"Ya terserah kamu"
"Oke!"
"Eh Liza! katanya kamu mau beliin saya seblak didekat rumah kamu"
"Emm minggu depan aja pak" Liza segera berlari sebelum buku paket matematika yang sangat tebal terlempar kekepalanya
###
Sekarang ini Liza mengunggu abang ojek online yang sudah dia pesan
Liza berkali-kali menghembuskan napas sambil melihat jam tangannya
"Nunggu siapa dek?" Alan berjalan membawa cemeng dengan warna yang berbeda
"Eh bang, lo apain tuh kuceng?!"
"Gue warna. Gimana? cantik kan?" Alan memperlihatkan bagian pantat hingga ekor kucing itu yang diCat menjadi warna kuning
"Sinting lu bang!"
"Tapi lo suka kan? Kuningkan warna kesukaan lo"
"Ya tapi gak gutu juga bang! Entar kalo ada orang lihat malah dikira tuh kucing e'ek'nya nempel kemana-mana sampe satu pantat kena"
"Bodo amat! Eh dek! kalo mukanya gue cat merah gimana ya?"
"Otw gue masukin lo ke-RSJ"
Liza menggelengkan kepalanya. Hah! bukannya ngecat bulu kucing tuh bahaya ya?
TIN TIN!!
Alan dan Liza kompak melihat abang ojek yang tersenyum memperlihat deretan giginya
"Apa senyum-senyum?! Mau gue tampol?!" Liza mengangkat tangannya bersiap memukul abang ojol
"Senyum itu ibadah neng, karena senyum bisa membuat orang lain bahagia"
"Ya tapi senyum lo bikin gue eneg!" Liza berjalan menuju abang ojek lalu naik keatas motor
Senyam-senyum! kalo lo ganteng sih gapapa, senyum ae terus sampe gigi lo keropos! batin Liza
"Cepat berangkat!" Liza memukul pundak abang ojek dengan cukup keras
"Iya~" Abang ojek itu mulai mengegas motornya sambil tersenyum menahan sakit
###
"Pagi kawan-kawaaan~!!!" Liza masuk dalam kelasnya yang sudah lengkap diisi teman-temannya
Liza melihat jam tangannya yang masih menunjukkan pukul setengah tujuh
"Tumben udah pada dateng"
"Iya dong!" Ucap Sisca
Entahlah! Liza berjalan duduk dikursinya
"Gimana kemaren?" Tanya Mila
"Kemaren gue cuma masang tiga kerupuk terus pulang"
"Parah lo za"
"Emak gue nyuruh gue pulang. Ya gue pulang lah"
Sisca, kayla dan Mila menganggukkan kepala mereka "Ngapain mama lo nyuruh lo pulang?"
"Buat ngasih tau gue kalo uang jajan gue dipotong"
###