
"Heh! gak ada makanan apa?"
"Gak"
"aelah kan kita jarang2 kesini, seenggaknya siapin cemilan kek!"
"jarang apaan? hampir tiap pulang sekolah lo mampir kesini buat cerita tentang si mila!"
Mila yang merasa namanya disebut segera menatap Dion dan Putra "Gue kenapa?"
Putra menatap Dion tajam seakan bicara 'awas lo kalo ember!'
Liza menyenggol bahu Kayla disebelahnya "Ada camilan kagak?"
"Lah, kan Dion udah bilang kalo gak ada. Ah lo gak merhatiin sejak awal cerita sih!"
"Yaudah kuy! Kita pesen" Liza mengeluarkan HPnya untuk memesan makanan online
Dion tersenyum lalu merangkul bahu Putra yang memang berada delisebelahnya "Dia suka sama lo!" Ucap Dion enteng tak peduli tatapan Putra yang siap memangsanya
Sungguh itu tak benar! Putra hanya bercerita kalau dia hampir menyukai Mila, bukannya benar-benar suka! Bahkan sekarang ini Putra sudah memiliki pacar
"Eh, beneran?" Mila tersenyum licik menatap Putra "gue kasih tau ke pacar lo yaaa!!" Mila merogoh saku bajunya untuk mengambil HPnya
"Eh Dion cuma ngarang tadii!!!" Putra bangkit dari duduk untuk menghentikan pergerakan tangan Mila yang akan mengirimkan pesan pada sang pacar
"Eh mill!!" Putra berlari menyusul Mila yang sedang berlarian menghindari Putra
Liham menggelengkan kepalanya. Mereka masih sama seperti saat mereka masih duduk dibangku SMP
Yaa... Liham Liham merupakan salah satu saksi bisu antara dua orang aneh yang merupakan temannya sejak SMP dan ternyata jarak antara rumah Mila dan Putra tak begitu jauh. Bisa dibayangkan apabila kedua orang itu bertemu dijalan akan sericuh apa keadaannya
Hah! Liham bangkit. Tubuhnya terasa sangat lengket. Ya sejak kemarin tubuhnya belum menyentuh air "Gue mandi dulu yak!" Tanpa disetujui Liham langsung melesat pergi
"Pantesan dari tadi baunya gak enak" Gumam Triya yang ternyata didengar orang-orang
"Salah lo juga, ngapain duduk disebelah Liham. Mendingan juga duduk disebelah gue" ucap Dion
"Ogak lu bau kambing!"
Orang-orang kembali tertawa termasuk Triya
"Heh Dion!" Entah kenapa tiba-tiba Mila menunjuk Dion. Hal itu membuat orang-orang yang tadinya tertawa menjadi bungkam
Mila melanjutkan ucapannya "Besok jadi saksi ya. Besok gue mau ketemuan sama pa– ehem mantannya Putra" Mila melirik Putra yang saat ini benar-benar bungkam
"Oke aja sih. Tapi gue dapet apaan nih?"
Emang temen bwangkhey! Putra benar-benar menyesal berteman dengan Dion. Mana temannya yang satu lagi belum kembali. Tuh orang mandinya sengaja dilama-lamain apa ya
Tapi walaupun Liham ada mungkin dia hanya diam memantau kedua temannya. Nah kalau saja Dion dan Putra baku hantam baru dia turun tangan untuk memfotonya lalu dengan senang hati dia akan mengirimkannya pada sang guru BK tersayang
Diantara mereka bertiga gak ada yang bener emang
"Ah! Pasrah gue!" Putra berjalan mendekat Liza untuk duduk didekatnya
"Za" Putra memanggil Liza dengan lesu. "Lo kan bijak nih. Kasih gue saran dong!"
Bukan hanya Liza tapi seluruh orang disana juga kaget dengan ucapan Putra, hingga Alya tak sadar menjatuhkan HPnya
Seketika suasana menjadi sunyi bahkan kambing milik Dion pun ikut terdiam
Dion menggelengkan kepalanya. Wah! baru kali ini Liza disebut bijak
"Ehem! saran gue sih mendingan lo ikhlas dan tabah. Punya temen yang modelan macam Dion tuh harus sering-sering dibawa rukiyah. Biar ilmu-ilmu kegobloqannya lenyap"
Hah! Putra membaringkan tubuhnya "gue gak sanggup"
"Yaudah lo bales aja" Ucap Alya yang sebenarnya bodo amat
Dengan semangat Putra bangkit. Ia tersenyum pada Dion. Menarik napas dalam-dalam "Dion suka sama sisca!!!"
Orang-orang kaget termasuk Mila yang dengan cepat menutup mulutnya. Ia tak menyangka perasaan yang sudah sejak SMP dipendam Dion akan terbongkar oleh teman lucknutnya
Orang-orang menatap Sisca yang terlihat tenang sambil menatap ponselnya
Orang-orang masih diam menatap Sisca yang tak bergerak hingga Mila mendekat untuk menendang kaki Sisca
Sisca refleks menoleh kearah Mila lalu ia mencopot earphone yang ternyata sudah sejak tadi menyumpal ditelinganya
"Apa?" Tanya Sisca pada orang-orang yang sejak tadi melihatnya
"Gajadi" Ucap kompak orang-orang sambil memalingkan wajah mereka
Entah Dion harus senang atau tidak
###
Liza merogoh saku rok panjangnya untuk mengambil HPnya yang sejak tadi bergetar
Ternyata sejak tadi Antares mengirimi pesan beruntun
Chat
______
Antares
Lo dimanaaa??
______________
14.25
Hah?????
________
14.25
Woyy!!!
_______
14.25
Lizaaaaaaa
_____________
14.25
Beb!
_____
14.25
Lo dimanaa???
_______________
14.27
Gue tadi kerumah lo
_____________________
14.27
Kata mama mertua lo lagi keluar
__________________________________
14.27
Katanya kerumahnya... Siapa ya tadi?
______________________________________
14.27
Ah bodo amat dah!
___________________
14.28
Lo dimanaa???
________________
14.30
Heiii!!
_______
14.30
Za
_____
14.30
Liza hanya menatap pesan dari Antares tanpa berniat membalasnya
Tiba-tiba saja muncul satu pesan lagi yang membuat Liza kaget hingga HPnya hampir jatuh
Antares
Kalo gak lo bales, kita jadian
_____________________________
14.31
Dengan cepat Liza menjawab
Liza
Apaaa????
___________
14.31
Kenapaaa???
______________
14.31
Ada apaaaaa???
_________________
14.31
Why??????
____________
14.31
Antares
Lo dimana?
_____________
14.32
Liza
Rumah temen
_______________
14.32
Antares
__________
14.32
Liza
Ngerampok
_____________
14.32
Antares
Ikutan woi! Lo dimana?
________________________
14.32
Liza
Rumahnya Dion
________________
14.33
Antares
Sherelock gue otw
___________________
14.33
###
Liza berkali kali menghembuskan napas berat. Harusnya dia tau kedatangan Antares ialah untuk memaksanya pulang bersamanya
Antares menghetikan motor karena didepan mereka terdapat anak-anak genk motor yang sepertinya mengenal Antares
Hah entah akan ada apa lagi ini
"Hee! Pa kabar bro?!" ucap salah satu dari mereka yang sepertinya adalah ketua dari kelompok anak motor itu karena tampilanya sangat mencolok hingga mata Liza sakit
Tapi sepertinya Liza tak asing dengan orang itu. Sepertinya dia pernah menemui peria dengan tubuh besar bertambut hijau menyala sepanjang leher sedikit keriting
"Ini yang baru?" Dia mengamati liza Dari atas hingga bawah "Cih gak ada mirip-miripnya sama yang dulu!"
"Bct lu!"
Cowok berambut hijau didepannya kembali menatap Liza "Boleh nih buat besok"
"Gak!" Ucap Antares cepat "Dia terlalu berlian buat seorang batu bata"
"Lo tuh juga gak lebih bagus ya dari pada gue"
Antares memiringkan kepalanya dengan ujung bibir terangkat seolah mengejek sambil berkata 'masa?'
Dilihat dari ujung hidung pun orang-orang sudah tau, mana berlian mana butiran pasir
Hah! Liza memutar bola matanya. Ia sudah sangat malas berada disini "Please ya! Gue lagi laper! Jangan menghambat perjalanan pulang gue!" Ucap Liza yang sedari tadi menahan rasa lapar. Para cacing diperutnya sungguh meronta menginginkan sesuap nasi
"Gue tau tempat makan deket sini"
Liza menatap cowok rambut ijo didepannya
"Gue teraktir deh"
Liza menepuk bahu Antares "Kuy berangkat!" Kalo geratisan pokok gas ae lah
Hah Antares benar-benar pasrah. Tapi dia juga sedikit was-was pasalnya kali ini dia sendiri, tak ada teman-temannya
Ia sudah biasa babak belur tapi kalau Liza... tidak! Antares tak akan membiarkan Liza lecet sedikitpun!
###
"Wah jamuan perdamaian nih!" celutuk Antares saat makanan mereka telah sampai "eh Jangan dimakan dulu!" Antares menghentikan pergerakan tangan Liza
"Kenapa?"
"Jaga-jaga kalo ada racunnya" Ucap Antares sambil melirik 'si rambut ijo' didepannya
Si rambut ijo menatap Antares tajam lalu dia menusuk daging dengan pisau seolah daging itu ialah Antares
"Kalem dong! Cewek gue kaget nih!"
Liza menatap Antares. Memang suaranya keras tapi jantung Liza tak selemah milik Antares
Setelah melihat rival didepannya menelan makanan baru Antares percaya bahwa tak ada racun
"Gue kalo mau ngeracunin lo ya lihat-lihat situasi kali"
"Yaa siapa tau lo mau ngeracunin gue biar besok gak jadi ikut—" Antares melirik Liza yang menunggu lanjutan dari ucapannya "Ehem! Gajadi" Liza memalingkan wajahnya. Emang Antares orang aneh!
Liza mengamati cara makan orang-orang didepannya yang sangat brutal seperti tak pernah diberi makan saja. Emm atau memang mereka jarang makan karena semiskin itu
Hah~ sangat malang nasip mereka
Liza mengeluarkan beberapa lembar uang 100ribu lalu ia menyodorkan uang itu pada beberapa anak motor didepannya
"Apa?" Tanya salah satu dari mereka
"Buat beli makan ya" Liza menaruh uangnya didepan orang tadi "Hah~ cari uang buat makan emang susah. Tapi—" Liza menjeda uacapannya. Ia mengamati tampilan anak motor didepannya lalu Liza menunjuk mereka satu persatu "Kaian jangan cari makan ditempat sampah ya! Itu jorok tau!"
Anak motor itu termasuk Antares membelakkan matanya menatap Liza
Berani sekali dia
Tawa Antares lepas memecah suasana menegangkan "tuh dengerin! Jangan makan sampah!"
Liza menganggukkan kepalanya "iya nanti kalian ikutan jadi sampah masyarakat lagi" ucap Liza polos
Antares kembali tertawa lebih keras sementara orang-orang didepannya menatap Liza tajam seolah ingin menghabisi Liza saat itu juga
Liza tersenyum melihat orang-orang didepannya yang menatapnya tajam "Iya gue tau gue cantik, tapi kalo lihat gue jangan kayak gitu!! entar cantiknya gue nular lagi! entar muka lo pada jadi serem-serem cantik gitu kan orang-orang jadi pengen nampol! Kan gak lucu!"
Orang-orang didepannya mulai memunduk menatap makanan mereka masing-masing
Salah satu dari mereka berbisik kepada pimpinannya "Sifatnya agak mirip kayak yang dulu sih. Tapi yang dulu kalo bicara lembut banget kalo dia sih...." Orang itu menjeda ucapannya untuk menatap Liza yang kini dengan lancang mengambil makanan orang didepannya "Kalo dia kayak setan" Lanjutnya
Liza mengambil HPnya yang kembali bergetar. Ia membuka aplikasi WA untuk melihat pesan dari Zio
Chat
______
Zio
Kalo dah selese cpt pulang
___________________________
16.45
jangan mampir kemana-mana lgi
_________________________________
16.45
Liza
Kenapa?
_________
16.45
Zio
Mau gue jemput
_________________
16.45
Liza
Gausah udah ada Antares
__________________________
16.46
Zio
Jaga sikap lo kemereka
________________________
16.47
Liza
Eh siapa?
__________
16.47
Zio
Orang-orang didepan lo
_______________________
16.47
Kenapa Zio bisa tau? Liza melihat sekelilingnya lalu matanya menatap orang yang memakai jaket hitam dan bertopi hitam. Tak salah lagi itu Zio!
Liza
Lo ada disini ya?
_________________
16.49
Zio
ya
_____
16.49
Liza
ngapain? ngikutin gue yaaa!!!
______________________________
16.49
Liza memasukkan kembali HPnya karena tak mendapat balasan dari Zio
"Siapa za?" Tanya Antares yang ternyata sejak tadi memperhatikan Liza
"Tikus" Ucap Liza asal
"Ha? Lo chat an sama tikus?" Antares menggaruk kepala belakangnya "sejak kapan tikus bisa main WA?" Gumam Antares
###
BANYAK TYPO. Beneran deh