
Liza sedang berada didalam mobil antares. Mereka sekarang dalam perjalanan menuju sekolah SMA Pancasila (Sekolah antares)
Kenapa liza mau diajak antares?
Ya karena antares berjanji akan mengirimkan liza ice cream setiap hari selama satu bulan
Sejak perjalalan antares tidak berhenti bercerita tentang kehebatan timnya dalam memenangkan sejumplah pertandingan
Haish! Liza sangat tidak mengerti apapun tentang basket
"Jadi, walaupun kaki gue waktu itu sakit, gue tetap memaksakan diri gue untuk tetap bertanding! Dan tim gue menang! Emang usaha gak akan menghianati hasil!" Ucap antares dengan bangga
"Bodo amat" Liza memejamkan kepalanya yang terasa pusing karena ocehan antares
"Lo bisa main basket gak?" Tanya antares dengan pandangan yang tetap mengarah kedepan
Liza menghembuskan nafas cepat
"Gak"
"Oke besok gue ajarin lo main basket!" Ucap antares dengan enteng
Liza mengarahkan kepalanya kearah antares dengan cepat
"Gue gak minta lo ajarin gue!" Ucap liza
"Gue sendiri yang mau ajarin lo"
"Gue gak mau!" Ucap liza
"Gue mau"
"Ya tapi gue gak mau!!"
"Ya bodo amat"
"Aishh!!" Liza menolehkan kepalanya kedepan. Lebih enak melihat jalanan dari pada melihat muka ngeselinnya antares
Liza menghela nafas
"Selamat! Gue angat lo menjadi orang ketiga yang paling gue benci!" Liza menepuk puncak kepala antares dengan sekali hentakan
"Gue harus bangga apa sedih nih?" Ucap antares
"Adain syukuran lah!" Ucap liza dengan asal
###
"Bentar ya. Gue ganti baju dulu" Ucap antares
"Terus lo ninggal gue disekolah lo gitu?" Ucap liza yang menatap antares tidak percaya
"Terus lo mau ikut gue ganti baju gitu?" Ucap yang menaikkan satu alisnya
"Ih!" Liza memutar bola matanya
"Lo keliling dulu aja" Antares memegang puncak kepala liza
"Kalo gue nyasar gimana??" Liza mengambil tangan antares lalu menghempaskannya
"Gue suruh orang buat nyari lo" Ucap antares
"Terserah lo deh!"
"Oke! Gue tinggal dulu! Jangan mau nerima permen dari orang yang gak lo kenal! Entar lo sakit perut toilet sekolah gue jadi bauuu!!" Antares melambaikan tangannya lalu pergi sebelum sepatu liza terlempar kearahnya
"Dasar lo kecoak!" Liza melempar sepatunya tapi sayangnya antares sudah pergi dan sepatunya mengenai seorang laki-laki yang kebetulan lewat
"Eh!" Liza menghampiri orang tersebut
Orang itu menatap liza dengan tajam
"Anu, Gue mau....... minta sepatu gue" Ucap liza
Orang itu menatap sepatu liza dengan tidak percaya lalu membuang sepatu liza kearah kolam ikan disebelah mereka
Liza membelakkan matanya
Liza menatap orang itu dengan lekat dan tajam
"Heh muka ancur!"
"Astaqfirullah!" Batin alian
"Apa?!" Ucap liza
"Kenalin! Gue Alian" Cowok itu mengulurkan tangannya kearah liza
"Ha? Alien?" Ucap liza, mengabaikan tangan alian
Alian membelakkan matanya
"Bodo amat lah! Beliin gue sepatu baru sekarang!" Ucap liza
Alian sedikit menunduk, menyamakan tingginya dengan liza
"Kalo gue gak mau beliin?" Ucap alian sambil mengangkat satu alisnya
"Kalo lo gak mau beliin......" Liza mendekatkan wajahnya dengan alian
"Gue pastiin lo gak akan bisa megang bola, sendok atau apapun itu! Lebih jelasnya sih, gue akan patahin tangan lo!" Liza mengangkat salah satu ujung bibirnya
"Gimana cara lo matahin tangan gue?" Ucap alian
"Gampang lah!" Liza mengambil pisau lipat disaku celananya lalu mengarahkan pisau itu keleher alian
"Lo mau patahin tangan gue apa bunuh gue?!" Alian mundur tapi liza malah semakin maju hingga pisau itu hampir menyentuh leher alian. Apabila alian bergerak sedikit saja....nyawanya akan melayang
"Gue akan bunuh lo dulu, baru patahin tangan lo" Ucap liza dengan senyum iblisnya
"Emmm.... apa sebaiknya gue patahin dulu tangan lo ya? Biar lo kesakitan dulu baru gue bunuh" Ucap liza
"Heh liza!" Ucap antares yang sudah berganti baju
"Aish! Lagi seru-serunya juga!" Batin liza
"Jauhin pisau lo!" Ucap antares yang tidak ditanggapi oleh liza
Antares mendekat kearah liza lalu menarik tangan liza dengan perlahan
Alian memperhatikan gerakan antares saat mengambil pisau ditangan liza dengan sangat hati-hati
"Kayaknya dia penting banget buat lo. Terus gimana para pacar lo? Para selingkuhan lo? Dan para gebetan lo? Apa dia lebih penting dari mereka?" Alian menatap liza dengan remeh
Liza menatap alian dengan tajam. Jari liza sangat ingin menusuk kedua mata alian sampai keluar
"Modelan macam gini laku juga ya" Batin liza saat melihat antares
"Sepenting apa sih dia buat lo? Lebih penting dia apa mereka?" Tanya alian
"Mereka itu ibarat makanan. Habis dirasain terus dikeluarin dalam wujut berbeda" Ucap antares.
Ya~ Antares berbicara jujur
Antares tidak perduli akan perasaan, kepedulian atau bahkan pengorbanan mereka
Tapi liza berbeda. Saat gadis lain selalu ingin melihat atau menyentuh wajahnya liza malah sangat ingin menghancurkan wajah antares
Serem sih. Tapi antares menyukai cewek seperti itu
Menurut pandangan liza, wajah antares adalah muka-muka lelaki brngsk
###
Sejak tadi antares terus menatap liza sambil melakukan kiss bye, membentuk love dengan kedua tangannya yang berada diatas kepala dan bahkan antares meneriakkan nama liza dengan sangan keras. Tapi untungnya tidak banyak orang mendengarnya karena suara antares tidak sekeras teriakkan penonton
Aishh! Liza sangat ingin melempar minuman ini hingga mengenai muka antares. Tapi sayangnya jarak mereka terlalu jauh
Antares memasukkan bola kedalam ring. Semua penonton dari SMA Pancasila bersorak terutama kaum wanita
Antares menatap liza sebentar lalu menyuruh timnya berkumpul dan membisikkan sesuatu pada mereka. Mereka mengangguk, menatap liza lalu mereka berteriak
"LIZA!! ANTARES SUKA SAMA LO!!! PEKA DONG!!!" Ucap mereka dengan kompak
Liza menatap antares yang tersenyum lalu menunjuk liza, membuat semua orang menatap liza
Liza menutup mukanya. Malu gaezzz!!
Liza berdiri lalu mebuang minummannya kesembarang arah, tidak perduli minumannya akan mengenai siapa
Liza berjalan masuk lapangan dengan seenak jidat mulusnya
Keadaan menjadi hening
Liza berhenti didepan antares
PLAKkk!
Liza memukul kepala antares, membuat orang-orang terkejut
Antares merupakan orang terpandang didalam sekolah dan merupakan orang yang disegani diluar sekolah
"Aishh! Kepala gue!!" Antares memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing
"Apa?! Mau gue gampar kepala lo biar otak lo tambah geser?!" Liza bersiap memukul antares, tapi tangan antares dengan cepat memegang tangan liza
"Main yang bener! Jangan dikit-dikit lihat gue!! Gue colok juga mata lo!" Ucap liza lalu berbalik, ingin menuju tempat duduknya yang semula, tapi tangan antares berhasil membuat kaki liza tidak bisa melangkah lebih jauh
"Apa lagiii?" Liza berbalik menatap antares dengan terpaksa
Antares tersenyum membuat tangan liza sangat ingin menonjoknya
"Gue mau ngomong apa ya?" Ucap antares, membuat tangan liza dengan cepat memukul kepala antares
"Gak jelas banget sih lo!!" Ucap liza
"Eh! Jangan pergi dulu!!" Antares menarik tangan liza
"Apaan?!!!" Ucap liza yang sudah sangat jengkel
"Emmm...." Antares bingung harus mengatakkanya apa tidak
Salah satu teman dekat antares menghampiri antares lalu mendorong antares hingga bibir antares mengenai jidat suci liza
"Gitu aja susah banget!" Ucap teman antares
Bumm!!
Wajah antares merah padam. Antares tidak bisa bergerak. Tubuhnya terasa kaku
Dan Bummm!!! untuk amarah liza yang sudah meledak
Liza melepas sepatu yang dipinjamkan antares dengan mudah
Liza melemparkan sepatu itu hingga mengenai wajah teman antares yang sudah mendorong antares tadi
"Mati lo!!!" Liza melemparkan sepatunya yang satu lagi tapi sayangnya meleset
"Lepasin sepatu lo!!" Ucap liza, menyuruh antares melepas sepatunya
"Heh!!" Liza memukul bahu antares
"Eh! A apa??" Ucap antares
"Cepet lepas sepatu lo!!" Ucap liza
Antares tidak mengerti. Kenapa dia harus melepas sepatunya
Liza menggelengkan kepalanya lalu berlari mengejar teman antares itu
"Berhenti looo!!! Gue dorong lo sampai lo gak bisa berdiri lagi!!!" Ucap liza yang masih berlari tanpa mengenakan sepatu
###
Liza kembali duduk ditempatnya setelah berhasil membuat teman antares jatuh hingga tidak bisa berjalan untuk sementara waktu
Pertandingan selesai dan dimenangkan oleh tim dari sekolah SMA Pancasila
Liza memutar bola matanya. Tidak perduli siapa yang menang dan yang kalah
"Oke! Gue terima kekalahan tim gue! Tapi gue tantangin lo main basket satu lawan satu! Kalo gue menang....." Cowok itu menatap liza
Liza melihat cowok itu dengan lekat
"Dia cowok tadi kan?" Batin liza
"Dia harus jadi pacar gue!" Ucap Cowok itu sambil menunjuk liza membuat liza membelakkan matanya
"Dan kalo lo kalah?" Antares memiringkan kepalanya
"Terserah lo!"
"Oke!" Ucap antares dengan enteng
"HEH! GUE GAK TERIMA YA!!! KALIAN KALO MAU TARUHAN JANGAN BAWA-BAWA GUE!!!" Ucap liza yang berteriak dengan seluruh tenaganya
Walaupun dilarang tapi liza tetap kembali masuk dalam lapangan
Plaakkk!!!
Liza memukul mereka dengan menggunakan kedua tangannya
"Tenang aja. Gue balakan menang kok" Ucap antares
"Menang eyes your!" Ucap liza dengan pengetahuan bahasa inggris ala kadarnya
"Kebalik bahasa—"
"Diem!" Liza memotong perkataan antares
"Tenang aja! Gue akan bawa lo pulang kerumah gue kok" Ucap alian
"Bawa pulang head father's your**!" Ucap liza yang masih menggunakan bahasa inggris yang masih asal-asalan
"Kemampuan bahasa inggris lo buruk banget!" Ucap alian
"Buruk your face**!" Ucap liza
"Udah. Lo balik duduk disana!" Antares menunjuk tempat liza duduk tadi
"Tapi gue gak setuju dijadiin barang taruhan lo!" Ucap liza
"Kita gak butuh persetujuan lo!" Ucap alian
Liza sangat ingin memukul orang itu tapi sayangnya liza kembali diseret oleh tiga orang lelaki
Liza hanya bisa pasrah
###
KALO SUKA LIKE:)
__________________
♥