
"AAAAAAaaaaaa!!!!!" Liza terbangun dari mimpi buruknya
Jantung liza berdetak kencang dan seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat dingin
BRAKkk!!
"Eh kebo biji kelinci!" Liza mengeluarkan semua kata yang melintas diotaknya lalu mengambil bantal dan bersiap melemparnya kearah alan
"Woy! Ngagetin aja!" liza menurunkan tangannya yang masih memegang bantal setelah tau bahwa itu alan
"Lo ngapain teriak-teriak?! Mana malingnya?!" Alan berjalan kearah liza lalu duduk didekat liza
"Maling?"
"Iya mana malingnya?!"
Liza mengamati sekelilingnya
"Gak ada maling tuh"
"La terus lo ngapain teriak-teriak?! Ganggu gue lagi melakukan semedi panggilan alam aja!"
"Gue tuh tadi mimpi!"
Alan mengamati tubuh liza yang masih berkeringat
"Looo.... gak normal ya?" Ucap alan
"Gak normal gimana?" Perasaan liza normal-normal aja. Jantung masih ditempat, mata masih bisa melihat, nafas juga masih normal walaupun masih ngos-ngosan karena mimpi syalan tadi
"Hah! Lupain! Masih polos lo ternyata!"
Liza memukulkan bantalnya kekepala alan. Hah! baru tau dia kalau liza masih polos
"Btw lo tadi mimpi apa?"
"Pokoknya serem banget!"
"Ya seremnya gimana sutinah!"
Sutinah? Sepertinya liza pernah denger. Emaknya putra bukan sih?
"Ya kan gue tiba-tiba pake baju putih, terus ada angin gede banget, karena badan gue macam kapas, ya gue keseret angin lah! Terus tiba-tiba gue ada diatas tubuh burung yang lagi terbang—"
"Heh heh! Itu bukan serem tapi aneh! Reti gak?!"
"Ya dengerin dulu! Jangan asal potong! Gue potong juga tenggorokan lo!"
"Serem lo! Lanjutin cerita lo!"
"Terus gue jatuh dari burung itu dan semuanya gelap!"
Alan memiringkan kepalanya. Mungkin mimpinya sudah selesai
"Dan ternyata mimpi gue itu, gue lagi merem!" Lanjut liza
"Aelah!"
"Dan saat gue buka mata— BUUM!!"
Alan memundurkan kepalanya, kaget saat liza menepukkan kedua tangannya
"Ada antares didepan gue!! Aish! Serem banget ya Allah!!!" Ucap liza tidak mempedulikan alan yang masih kaget
"Lo kangen ya sama antares. Mangkanya lo mimpiin dia"
"Gak lah! Tapi gue emang pingen ketemu dia. Gue mau nagih ice cream yang dia janjiin"
Alan mulai membayangkan kalau dimimpi liza itu bukan antares melainkan zio, apa yang akan liza lakukan?
Alan menggelengkan kepalanya. Pastinya liza akan menendang wajah zio
###
BYURrr!!
"APIIIII!!!" Liza langsung membuka matanya
"Heh! Ini air! Water! Banyu! Bukan api! Haish! Malu gue punya adek kayak lo!" Ucap alan yang membawa ember
"Hehe, iya lupa"
"Udah jam tujuh nih! Cepet bangun! Kasihan orang didepan sana, udah nunggu lo sejak jam lima tadi" Alan pergi dari kamar liza
Liza bangkit dari kasurnya lalu mengambil seragam dan memakainya dengan asal
Mandi, gosok gigi, pakai parfum, atau dandan itu semua tidak liza lakukan
Liza mengambil tas dan memakai sepatunya lalu pergi keteras rumah
Tunggu!
Liza memegang rambutnya yang masih acak-acakan
Hah~ Liza bisa meyisirnya saat diperjalanan menuju kelas nanti
###
"Eh! Lo siapa?!" Liza menatap bingung pada cowok didepannya
"Lo lupa sama gue?"
"Emm, kita emang pernah ketemu?" Liza menaikkan satu alisnya
"Lo beneran gak inget sama pacar lo sendiri?"
Liza menggelengkan kepalanya
"Gue alian"
"Alian? Siapa ya?"
"Yang kemaren—"
"Oooh! Lo yang kemaren itu ya! Ngapain lo disini?!"
"Jemput pacar lah!"
Liza menengok kedalam rumah
"Mama gue?!" Ucap liza sambil membelakkan matanya
"Bukan lah!"
Liza mulai berpikir. Kalau bukan mamanya berarti.... cemeng! Eh cemeng cewek apa cowok? Hah! entahlah! Perut liza lapar
"Udahlah! Ayo berangkat!" Alian menarik tangan liza menuju motor besarnya
"Cepetan! Udah telat ini!!!" Ucap liza
###
"Turun!" Zio memberhentikan motor alian didepan gerbang sekolah
"Apa?" Tanya liza yang masih duduk dimotor
"Turun!" Zio menarik tangan liza membuat liza harus turun dari motor alian
"Lo siapa? Jangan sentuh liza! Dia tuh pacar gue!" Alian menarik tangan liza
Zio menatap alian dengan tajam setelah mendengan kata 'pacar'
"Apa?!" Ucap alian
"Lo harus jelasin kegue!" Zio menatap liza
"Malezzz!!"
Haish! Zio mulai berpikir. Kemarin liza pergi dengan Antares berarti cowok ini ada hubungannya dengan Antares
"Mana HP lo?!" Ucap zio mengantongkan satu tangannya didepan wajah liza
"Ada didalem"
"Dalem mana?"
"Saku baju"
"Gue ambil sendiri nih?" Ucap zio tidak yakin
"Gue patahin tangan lo!" Liza mengambil HPnya lalu memberikannya pada zio
"Mau ngapain?" Tanya liza
Zio mengabaikan perkataan liza. Zio memasukkan HP liza kesaku celananya
"Masuk!" Zio merangkul pundak liza lalu megiring liza masuk dalam sekolah
"Rambut lo berantakan, badan lo bau, iler lo kemana-mana! Gue yakin lo gak mandi! Dasar jorok udah jelek pake segala gak mandi! Makin ancur dah wajah lo!" Ucap zio
"Lo kalo ngomong jangan panjang-panjang! Ngeselin tau gak!" liza melepas rangkulan zio
"Gue ngomong panjang gini cuma sama lo! Harusnya lo bangga!"
"Cih! Gak guna!" Liza berjalan cepat mendahului zio dan melupakan HPnya yang masih ditangan zio
###
"Gurunya udah dateng belum?" Tanya liza saat sudah duduk dikursinya
"Lo gak lihat didepan sana kosong?" Ucap sisca
"Eh, iya gak lihat"
"Gaisss HP gue new doong!" Liham datang dengan memamerkan HPnya
"Mahal gak tuh?" Ucap sisca
"Awet gak tuh?" Ucap kayla
"Beli pake uang siapa tuh?" Ucap mila
"Ini tuh pastinya mahal dan semua yang mahal pasti awet dan yang beli pasti bokap gue doong!!" Ucap liham dengan bangga
"Beli pake duit bokap aja bangga!" Sisca memutar bola matanya
"Lihat nih HP gue murah dan gue beli ditempat penjualan HP bekas! Gue beli pake duit gue sendiri nih!" Mila mengeluarkan HPnya
"Lihat nih" Kayla mengeluarkan HPnya
"Ini gue dikasih reyhan! Gue dikasih loh! Bukan minta!" Ucap kayla
"Apalah HP murahan yang dibeliin papa gue waktu diluar negri" liza mencari HPnya ditas
"Kok gak ada?" Ucap liza
"Disaku paling" Ucap sisca
"Oh iya" Liza mulai merogoh saku rok dan bajunya
"Gak ada!!" Ucap liza yang mulai panik
"Tenang! Tenang! Itu cuma HP" Kayla mencoba menenangkan liza dengan mengipasi liza menggunakan tangannya
"HP gue harganya kurang lebih 662M!!" Ucap liza mebuat orang-orang disekitarnya panik
"Cari HP liza! Cepet!" Liham mulai berteriak sambil menghampiri dion dan putra
"Lo tadi ngapain aja. Coba deh diinget!" Ucap sisca yang berusaha tidak panik
"Gue tadi, gue.... ZIO! Iya zio!" Liza berdiri lalu melangkah menuju kelas zio
"Gue ikut!!!"
"Gue juga!!"
"Ikutt!!"
Pada akhirnya semua orang dikelas liza ikut pergi bersama kekelas zio
###
Ditempat lain, diwaktu yang sama
Kelas zio
"Buka galerinya!" Ucap reyhan
"Udah tadi!" Abi memukul kepala reyhan
Reyhan merebut HP liza dari tangan zio
"Balikin!" Ucap zio berusaha meraih HP liza tapi gagal
"Foto dulu~"
###
KALO SUKA LIKE:)
__________________
♥