
Liza membuka lemari besar berwarna putih yang terdapat dikamar Kayla. Dia melihat banyak baju dengan rata-rata warna hitam tersusun rapi
Liza mengambil salah satu baju yang menurutnya paling pas dibadannya
"Emmm gimana kalo kita kerumah dion pake dress item?"
Kayla melihat baju ditangan Liza lalu melihat Liza bergantian "Kita berdua? oke!"
"Kita semua"
"Ha?? lo pikir kita mau ngelayat?!"
"Kan seru!!!"
Kayla diam sebentar. Agak aneh sih tapi... yaudahlah tapi yang dikawatirkan Kayla adalah saat mereka memasuki rumah Dion nanti reaksi ibunya Dion akam seperti apa
Tapi ya udahlah ya. Toh ada Liza "Okeh!"
GRUP KELAZ!
Alizya mengeluarkan Dhiyon
Putra bukan putri
Lah anak orang kagak salah apa-apa dikeluarin
Liham doang
Jahat emang
Alizya
Nanti kita pake baju warna item! harus!
Putra bukan putri
Lo pikir kita mau ngelayat heh!
Triya
Dion beneran mati?!
Alizya
pokoknya harus kompak pake baju item!
Liham doang
Gapunya woii
Amila CyantiQ
nyolong
Putra bukan putri
nyuri
Liham doang
sesat lo pada
Triya
Dion beneran mati??
Alizya
Teserah pokoknya baju item yak!!
Liham doang
Gue gimanaa???!
Putra bukan putri
Emak gue punya daster item. Lo mau?
Liham doang
Gila ae lu
Triya
Terus aja kacangin gue!
Triya
Gue ngambek!
Triya
Bye!
Triya keluar
Putra bukan putri
Mantan lo tuh, ham
Liham doang
mantan lo juga bwangkhai
Putra bukan putri
Diem Lu!
Putra bukan putri
Itu rahasia woi!! aelah nyesel gue curhat ke elo!
Putra bukan putri
Kagak gue traktir bakso lagi ya lu!
Liham doang
Gue izin keluar ya nyai @Alizya
Liham doang
mau nyari baju item ditempat sampah terdekat
Liham doang keluar
Alizya
Woii!! balik sekarang!
Alizya
Aishh!
Putra bukan putri
maklum aja za, Liham dulu pas kecil kagak disakih akua
###
Orang-orang sudah berkumpul ditempat Kayla hanya kurang Sisca, Triya, Liham dan Mila
TIN TIN
Orang-orang kompak menoleh pada mobil hitam yang berjalan memasuki halaman rumah kayla
Seorang cewek turun dari mobil dia memakai dres hitam sepanjang mata kaki, memakai kacamata hitam, membawa payung hitam, memakai kerudung serta membawa....
"Heh jamilah! Ngapain lo bawa kembang mawar setangkainya?!" Celutuk Putra
"Eh bukannya kita mau ngelayat?" Ucap Triya dengan polosnya
Liza menyenggol bahu Kayla "Saingan ke'begoan lo tuh"
"Dih"
"Eh, Putra! Kawan lo satunya kemana?" Tanya Liza. Putra yang ditanya sempat sedikit bingung "Siapa dah?" Tanya putra sambil menggaruk belakang kepalanya
Ini nih efek kebanyakan makan makanan hasil utang dikantin, jadi lupa kan sama temen sendiri. Untung gak diceburin kelaut loh sama Liham
"Liham"
"Ohh, dia nyiapin kendaraan buat kita nanti"
Syukurlah, setidaknya mereka tak kepanasan nanti
"Liza, kita beneran gak bawa oleh-oleh nih?" tanya sang ketua kelas
"Ngapain repot-repot, kan udah ada kembangnya Triya" Ucap Putra yang diberi acungan jempol oleh teman-teman sekelasnya
Setelah satu jam lebih menunggu akhirnya Liham datang dengan membawa kendaraan untuk mengangkut mereka semua
Benar-benar mata Liza tak buka lepas dari sebuah kendaraan besar berwarna kuning yang kini memasuki pekarangan rumah Kayla
Suasana yang riuh seketika hening, menyisakan suara mesin truck berwarna kuning
"Ayok masuk" Ucap Liham dengan santainya
"Masuk pala lo!!" Ini sih namanya sama ae penas-panasan
"Gue gak bisa" Triya duduk menekuk kakinga lalu ia menenggelamkan kepalanya diantara lututnya. Triya bisa muntah kalo terlalu lama berada didalam truck
Putra menghitung satu-persatu temannya yang sudah hadir dan benar saja. Sisca dan Mila masih belum datang "Kita tunggu Sisca sama Mila dulu"
"Gak usah" Liza berdiri lalu menepuk-nepuk dres'nya yang terasa berdebu "kita langsung samperin aja"
"Gila ae lu! Apa kata tetangganya nanti?!" Ucap Putra
"Ga peduli" Liza berjalan mendekati truck besar lalu segera naik dengan susah payah "lo pada nunggu apaan? cepetan naik udah panas nih!"
###
"Astagfirullah! Lo pada, ngapain kesini peke truck sedege itu kesini?!" Ucap Mila yang kini berada didepan rumah tengah mengeringkan tambutnya
"Buruan ayok! Panas nih!"
Mila segera masuk dan buru-buru memakai baju Hitam. Tak sempat dandan lebih baik dia tetap membawa beperangkat alat make up nya
Mila sangat terburu-buru hingga tak sadar sandal yang dipakainya beda antara kaki kanan dan kaki kiri "Dah yok berangkat!" Ucap Mila yang masih menggosok rambutnya dengan handuk kecil
"Lo mau bawa handuk itu?" Tanya Putra tak percaya. Mila hanya mengangguk sebagai balasan
Truck mulai berjalan menuju rumah Sisca. Sepanjang perjalanan Mila tah henti-hentinya mengeluh karena jalan truck nya yang menurutnya cukup asal-asalan hingga membuat make up nya hancur
"ASSALAMUALLAIKUM!" Ucap seluruh penghuni truck bersamaan
"Waalaikumsallam— astagfirullah!!! anak saya belum mati ya!!" Ucap Ibu Sisca begitu keluar rumah
"Kita kesini mau jemput Sisca, tante" Ucap Liza
"Ayo" Sisca keluar dari rumah, menyalami ibunya lalu naik keatas truck
###
"Gila lu?!" Ucap Liza yang baru menyadari baju Liham
Liham celingukan melihat kesana kemari lalu menunjuk dirinya sendiri "Gue?"
"Iya lah!"
"Kenapa?" Tanya Liham dengan polosnya
"Baju lo nyet!" Liza benar-benar tak habis pikir dengan Liham pasalnya saat ini dia memakai baju batik berwarna hitam
"Gak salah kan? Kata lo kan harus item"
"Ya gak batik juga woii!! Lo mau ngelayat apa kondangan?!"
Liham tersebut kikuk sambil menyatukan kedua tekapak tangannya "Ya maap"
Liza menggelengkan kepalanya lalu matanya menangkap sesuatu yang aneh lagi "Mila! sinting lo ya! Sendal bukan jodohnya kok dipake!"
Mila menatap sandalnya kaget "lah sandal emak gue ngapain nangsang dikaki kanan gue?! Sandal bapak gue juga ngapain dikaki kiri gue!"
Orang-orang kompak menggelengkan kepala mereka
Triya memegangi perutnya yang terasa mual "gue mau muntah nih. Ada kresek gak?"
Putra celingukan "Gak ada tapi bajunga Liham ada nih!"
"Jangan ngawur ya kau!" Liham melepas topi Putra lalu memberikannya pada Triya dan benar saja Triya langsung mengeluarkan isi perut lewat mulutnya
Batin Putra sedang meneriaki topi yang kemarin baru saja diberikan oleh pacar barunya
"Aish baunya" Sisca meberjalan menjauh dan disusul lainnya
"Lo makan apaan dah?" tanya Putra
"Hehe" dengan wajah pucat Triya masih bisa tertawa "tadi pagi gak sengaja makan tahu busuk"
"Iyyy" lutut putra terasa lemas sekarang ini tenggorokannya terasa tak enak
"Lo perasaan kemaren sakit perut gegara makan ikan busuk, sekarang tahu busuk terus besok apaan?" ucap Alya
"Hehe ayam busuk mungkin" Ucap Triya asal
Alya dan lainnya menggelengkan kepalanya. Sebenarna Triya itu orang kaya tapi kenapa makanan busuk pun dia lahap
"Putra ini topinya gue balikin" Triya menyudorkan topi Putra yang sudah terisi muntahannya
Putra segera berlari menjauh "Buang woi gue jijik!!!"
"Ohh langsung buang nih?"
"Ehh, jangan!!" Ucap Liza menghentikan pergerakan tangan Triya
"Jangan asal buang woi! entar kalo kena orang lain gimana?"
"Terus ini gimana?"
"Simpen dulu"
"Woi Liza! Gue bunuh lo ya!" Ucap Putra, wajahnya sudah pucat dan tenggorokannya semakin tak enak
###
"Permisi! Assalamuallaikum tante!!" Orang-orang berlomba-lomba memasuki kamar Dion hingga melupakan tata krama yang diajarkan disekolah
"Astagfirullah... Ngapain item-item gini?" Tanya ibu Dion
"Mau jenguk Dion tante" Liza menyalami ibu Dion lalu segera melesat pergi menyusul Putra yang sudah terlebih dahulu berlari memasuki kamar Dion
Triya menundukkan kepalanya sambil berjalan kearah ibu Dion "Tante" Ucapnya "Turut berduka cita" Triya menunduk sambil menyerahkan bunga mawarnya lalu pergi menyusul teman-temannya
"Tanteee!!" Liham memegang erat tangan Ibu Dion. Dia menatap tajam wanita yang hampir berumur 40 tahun itu "Nanti numpang madi yak!" Tanpa disetujui Liham segera berlari menuju kamar mandi yang tempatnya sudah ia ketahui
Mereka semua sudah dikamar Dion tapi tak mendapati sang pemilik kamar
"Dimana mayitnya?" tanya Triya polos
"Dibelakang rumah mungkin" Putra berjalan terlebih dahulu menuju taman belakang rumah Dion
Dan benar saja, Dion sedang duduk direrumputan sambil curhat dengan kambing. Tubuh Dion terlihat sangat sehat hingga orang-orang berpikir Dion hanya pura-pura sakit karena menghindar dari pelajaran para guru galak
"Ah malu gue punya temen dia" Putra menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya
Liza berlari menghampiri Dion untuk memukul kepala anak itu
"Aww!!" Dion mengelus kepalanya lalu menatap Liza kaget "ngapain lo disini?!"
Dion semakin kaget saat melihat teman sekelasnya berlari menghampirinya untuk memukul atau hanga berceloteh ria
"Eh tunggu tunggu!! Jangan keroyokan ya! pawang gue galak nih!" Dion mengarahkan kambingnya pada teman-temannya dan benar saja, orang-orang mulai berjalan mundur
"Pentes kagak laku! temennya aja kambing!" Ucap Liza asal
"Heh! kambing gue lebih manusiawi ya dari pada kalean!"
"Dih"
"Dion!" Ucap Triya
"Apa?" balas Dion malas
"Katanya kamu mati!"
"Heh! Siapa yang bilang?! gue fine fine aja kok!"
Liza duduk agak jauh dari Dion "Nama kabing lo siapa?"
"Violeta navira purpleliana antica putri permata dewi" ucap Dion bangga
"Nama apa kereta tuh?!" celutuk Mila
"Lah ternyata elo mill? Muka lo makin ancur aja ya!"
"Ngomong sekali lagi anduk gue melayang loh!" Ucap Mila sambil bersiap melemparkan handuknya
"Nama panggilannya siapa?" tanya Kayla
"Kancil"
"HAH?" Ucap kompak teman-temannya
"Aneh lu! adek sendiri dipanggil kancil!"
"Kancil emang udah gue anggep adek sendiri sih"
"Dion!" Ucap Liham "Besok disekokah jangan nyapa gue ya. Pura-pura gak kenal aja"