
Liza, Sisca dan Kayla duduk dikursi panjang yang terletak diruang tamu
Mereka sibuk memilih barang yang terjual dionline shop
"Ini, beli yang ini aja" Kayla menunjuk liptin ditablet yang dipegang liza
"Bentar. Kita lihat harganya dulu" Liza meng-klik gambar liptin itu
98000 Tulisan harga yang terpapar dengan sangat jelas itu membuat Liza dan kedua temannya membelakkan matanya
"Emmm, kita cari yang lain aja" Ucap Sisca yang disetujui oleh Liza dan Kayla
Pada akhirnya mereka menghabiskan 5 jam untuk membeli barang dionline shop
"Liza. Beliin gue bakso lima bungkus" Ucap Alan yang datang dari ruang keluarga
"Ogah" Ucap Liza yang masih sibuk memilih barang dionline shop
Alan menghela nafas berat
"Kembaliannya buat lo bertiga"
"Oke!" Liza mematikan tablet lalu menghadap kearah Alan
"Mana uangnya?"
Alan mengeluarkan selembar uang 100ribu dari saku
"Pake sambel tapi jangan pedes" Ucap alan setelah Liza menerima uang itu
"Ha? Gimana?"
"Pake sambel tapi jangan pedes" Ulang Alan
"Ini omongan lo yang gak bener apa otak gue yang terlalu pinter? Haish! Bodo amatlah!"
"Lo beli baksonya jalan kaki!"
"Lah?!"
###
"Pak beli bakso lima bungkus" Ucap Liza
"Oke. Pake saos? Kecap? Sambel?"
"Pokoknya pake sambel tapi jangan pedes" Ucap Liza tidak yakin
Pak penjual itu kebingungan tapi tak lama kemudian mengangguk
Entah penjual itu benar mengerti atau tidak
Liza, Sisca dan Kayla menunggu sambil duduk dikursi panjang yang telah disiapkan
"Entar kembaliannya kita beliin apa nih?" Ucap Liza
"Emm gimana kalo mobil?" Ucap Kayla membuat kedua temannya serentak mencubit pipinya
"Ihhhh, nanti pipi gue makin tembem" Kayla berusaha melepaskan tangan kedua temanya
"Ya gapapa" Sisca semakin kuat menarik pipi Kayla
Biar Reyhan makin bucin ke-elo
Kayla menarik rambut Liza dan Sisca membuat mereka berhenti menarik pipi Kayla
Kayla berhenti menarik rambut Sisca dan Liza lalu mengelus pipinya yang memerah
"Gak boleh cubit-cubit pipi gue!"
"Biar lo lebih imut" Ucap Sisca
"Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik" Ucap Kayla
"Neng, ini baksonya" Bapak penjual itu meberikan bakso pada Liza
Liza menerimanya lalu memberikan uang yang diberikan oleh Alan tadi
Bapak penjual itu me menerima uang Liza lalu bapak itu memberikan uang kembalian
"Loh! Kok cuma 5ribu?!" Ucap Liza
"La emang segitu"
"Bakso gini aja harganya mahal banget!"
"Ini tuh bakso spesial! Resep turun temurun dari mantannya buyut saya"
"Ya bodo amat!"
"Yaudah kalian pergi sana!"
###
"Za!! Gue capek!" Sisca duduk ditengah-tengah jalan
"Eh lo ngapain duduk ditengah jalan?! Lo mau nyawa lo melayang-layang?!" Liza menarik Sisca menuju pinggir jalan yang ditumbuhi rumput
"Hari ini panas banget!!! Sini duduk dulu" Liza menarik tangan kedua temannya untuk duduk berselonjor disebelahnya
"Kita duduk disini gapapa kan? Jangan-jangan kita diusir gara-gara dikira orang gila" Ucap Sisca
"Mana ada orang gila secantik gue" Ucap Liza dengan pedenya
"Atau jangan-jangan kita dikira pengemis?!"
"Ya gapapa sih. Kalo kita dikira pengemis kan kita bakalan dikasih uang" Ucap Liza
"Kalo lo mau dikasih uang, mending lo lepas baju lo" Ucap Sisca membuat Liza dan Kayla menoleh kearahnya
"Apa? Gue bener kan?! Lihat tuh baju lo za. Mana ada pengemis pake baju Dior" Sisca menaikkan satu alisnya
"Oalah! Gitu dong! Ngomong yang bener! Bikin orang salah paham aja" Ucap Liza yang disetujui Kayla
"Lah. Emang otak lo pada mikir apa?"
"Kalo gue sih mikirnya Liza lepas bajunya buat dijual" Ucap Kayla
"Kalo gue sih mikirnya—"
"STOP!!!" Kayla dan Sisca mengarahkan telunjuknya kebibir Liza
"Jangan dilanjutin! Gue yakin pikiran lo udah muter kemana-mana!"
"Heh! Otak gue masih polos ya! Gue tadi tuh mikir kalo gue bakal lepas baju gue terus gue sobek-sobek dan gue pake lagi! Gitu! Biar gue dikira gembel!"
Sisca dan Kayla menganggukkan kepala mereka
"Otak kalian tuh yang 19+++"
"+ kebanyakan!"
"Ya bodo amat! Kan yang ngomong gue!"
"Hemm ya serah lo dah. Aishh! Gue laper kan!"
Sisca dan Kayla melirik bakso yang masih didalam kantong kresek
"Emm Liza! Lo laper gak?"
"Iya sih"
"Gimana kalo kita makan baksonya?"
Tanpa berpikir panjang Liza langsung menyetujuinya
Liza membuka kantong kresek itu tapi pegerakan tangannya terhenti oleh suara yang membuatnya eneg
"Lagi ngapain yank" Ucap Cowok yang berdiri didepan Liza
Yank? Liza disamain sama layank-layank?! Minta digampar nih orang
"Heh! Lo ngejek badan gue? Badan gue tuh gak kayak layang-layang! Enak aja! Seorang Alizya anaknya pak Randi yang paling cantik dibilang mirip layangan! Muka lo tuh mirip terasi!" Ucap Liza panjang
"Omongan gue tadi ada yang salah ya?"
"Salah banget! Udah deh! Lo pergi jauh-jauh sana!"
"Jadi lo ngusir pacar sendiri nih!"
"Lah? Lo siapa?!"
"Udah dua kali lo lupa sama pacar sendiri"
"Ha? Emang gue punya pacar?"
"Iya! Lo beneran lupa sama gue? Gue itu—"
"Oooh gue tau lo! Heh! Kita udah putus!"
Haish! Kenapa Sisca tidak tau! Sepertunya akhir-akhir ini Sisca ketinggalan banyak gosip terbaru
"Woi!"
Mereka menoleh kearah Zio dan Antares yang berjalan bersama menuju kemari
Tumben kucing pasar dan kucing jalanan
"Heh Alian! Gak usah lama-lama. Gue langsung ngomong keintinya aja" Ucap Antares sambil merangkul pundak Alian
"Seru nih!" Sisca membuka bakso itu lalu memakannya menggunakan sendok plastik yang sudah ada dikantong kresek
"manis banget!"
"Gak enak" Kayla memuntahkan kuah bakso
"Masa sih?"
"Iya. Coba deh minum kuahnya"
Liza mengamati kuah bakso yang berwarna hitan karena kebanyakan kecap
"Emm, gue cari aman aja dah" Liza membuang kuah bakso dibelakangnya yang terdapat rumput yang tinggi
Alian menaikkan satu alisnya dan menepis tangan Antares "Apa?"
"Jadi—"
"Jauhin Liza" Ucap zio cepat
"Kalo gak mau?"
"Gue geser jantung lo" Ucap liza sambil mengangkat tangannya yang masih memegang sendok
Antares dan Zio menatap Liza tajam, mengisyaratkan Liza untuk diam
Kayla menarik tangan Liza "Kita makan aja"
Antares kembali menatap Alian
"Pokoknya lo jauh-jauh dari Liza. Jangan ngomong sama Liza, jangan lihat Liza, pokoknya jauhin Liza"
"Dan kalo gue gak mau?"
"Gue laporin perbuatan lo keorang tua lo, kepala sekolah, guru, polisi—" Ucapan Zio terpotong oleh Kayla
"Tetangga, pak lurah, pak RT, Pak RW, dokter, saudara, sepupu, ponakan—"
"Sttt!!!" Liza dan Sisca membekap mulut Kayla
"Jangan ganggu. Ini lagi tegang-tegangnya!" Ucap Sisca
"Kelakuan gue yang mana?"
"Lo suka minum-minum, main cewek, lo juga pernah bikin anak orang amnesia karena lo tabrak pake motor pas lo mabuk" Antares mengangkat satu ujung bibirnya
Alian berkeringat dingin. Matanya bergerak kesna-kemari. Dia bingung harus bagaimana
"A Apa sih? Lo... lo tau dari mana? Jangan ngarang!"
"Gue punya rekaman CCTVnya"
"Awas aja kalo sampai lo sebarin!" Setelah mengatakan itu Alian berlari menjauh
"Lah? Udah selesai?" Ucap Sisca
Pas sekali bakso Liza dan Kayla sudah habis
Antares berjalan kearah Liza lalu mengambil bakso yang masih dikantong kresek
"Main ambil aja!" Liza mengambil kembali bakso ditangan Antares
"Anngep aja imbalan gue yang udah bantuin lo" Antares mengambil bakso ditangan Liza
Liza memutar bola matanya lalu mata Liza tak sengaja bertemu mata Zio yang menatapnya
"Apa?! Lo juga mau minta imbalan? Ambil tuh! Baksonya masih ada satu bungkus!"
"Gue gak mau bakso"
"Terus?"
"Gue maunya lo"
Liza menatap Zio malas
"Terus?"
"Besok lo ikut gue"
"Gak! Liza besok harus ikut gue! Gue mau ajak Liza kerumah nenek gue!"
"Gue yang ajak Liza duluan"
"Gue udah ada rencana buat ngajak Liza sejak kemaren"
"Gue yang ngomong duluan"
"Gue udah ada rencana—"
"Heh! Mending kalian makan tuh bakso! Gue mau pulang!" Liza, Sisca dan Kayla berdiri
"Eeh, Liza!" Panggil Antares membuat langkah Liza terhenti
"Apa?" Ucap Liza malas
"Gimana? Lo terima kan lamaran gue?" Ucap Antares membuat Zio membelakkan matanya
Lah. Ini apa lagi ya Allah
"Kapan lo ngelamar gue?!" Liza mengacak-acak rambutnya
"Ohh jadi lo pingen gue lamar" Ucap antares lalu tak lama kemudian tangan Zio memukul kepala Antares
"Apasih?! Siapa yang mau lo lamar! Astagfirullah!! Ya Allah!! Berapa banyak sih dosa gue selama ini?!" Ucap Liza sambil memijat kepalanya
"Dosa lo banyak banget!" Ucap Zio
"Tau dari mana lo?!"
"Itu lo makin item, makin gendut juga" Ucap Zio asal
"Apa hubungannya itu semua sama dosa gue Supriadi?!!"
Kayla langsung menoleh kearah Liza
"Ngapain sebut-sebut nama papi gue?!"
###
"Assalamuallaikum. Liza pulang masih bawa nyawa"
Liza dan kedua temannya duduk dikursi ruang tamu
"Bakso gue mana?" Ucap Alan yang tiba-tiba muncul
"Ada tadi"
"Sekarang mana?"
"Gue makan satu bungkus"
"Gue juga" Ucap Sisca yang hampir tertidur
"Sama" Kayla mengangkat tangannya
"La terus yang dua bungkus?"
"Gue kasih kekucing" Ucap Liza tidak peduli wajah Alan yang menahan emosi
Haish! Alan mengusap wajahnya
"Yaudah! Kembaliannya mana?!" Ucap Alan pasrah. Alan mengulurkan tangannya
Liza merogoh saku bajunya lalu saku celananya
"Gak ada!!"
"Kenapa gak adaa???" Alan mengacak-acak rambutnya
"Mungkin jatoh"
###
KALO SUKA LIKE:)
__________________♥