
Setelah kepergian keluarga Galu, Ari dan keuarganya juga membawa Sari kembali pulang. Aminah, ibu kandung Sari tersebut juga tak masalah jika Sari kembali pada keluarga yang sebelumnya. Lagi pula, Sari bukan miliknya lagi. Karena putrinya tersebut sudah menikah dengan Ari. Jadi putrinya sekarng adalah milik suaminya.
Sari duduk tegang di atas kasur mereka. Dia sedang menunggu Ari selesai mandi. Setelah kepulangannya kerumah mereka, Sari dan Ari sama sekali belum bertukar cerita atau sekedar hanya menyapa.
Alasan sari tak mau berbicara, ia malu dan merasa bodoh saja dengan kelakuannya yang menghilang selama beberapa hari. Sedang Ari mungkin masih dongkol padanya.
Cklek'
Sari spontan menoleh saat Ari keluar dari kamar mandi. Ari terlihat me-lap rambutnya dengan handuk kecil. Ari sekilas menoleh pada Sari kemudian berjalan ke sana. Ia duduk di samping Sari kemudian melempar handuk di tangannya ke arah Sari.
Sari menatap handuk di pangkuannya. Ia melirik Ari yang sudah bersedekap dengan menatapnya datar. Sari bergerak kebelakang punggung Ari, ia kemudian mengeringkan rambut Ari dengan handuk tadi.
"Maaf!"
Ucap keduanya tiba-tiba.
Sari menoleh sebentar pada Ari lalu kembali melanjutkan kegiatannya. Sedangkan Ari memimih diam, menunggu Sari selesai mengeringkan rambutnya.
Setelah selesai mengeringkan rambut Ari, Sari menjemur handuk tersebut kemudian kembali ketempatnya tadi.
"Aku minta maaf, My Wife!" Ujar Ari dengan menatap Sari senduh. "Salahku karena membentakmu dan mengabaikanmu. Maafkan aku!" Ucapnya dengan tulus.
Sari menundukkan kepalanya. "Maafkan aku juga yang masih kekanak-kanakan. Maafkan aku yang udah buat Kakak dan keluarga cemas."
Ari tersenyum tipis. Ia menarik sari dalam pelukannya. Ari mengelus sayang rambut Sari kemudian menciumnya beberapa kali.
"Maaf, belum bisa menjadi imam yang baik untukmu." Ari kemudian mengecup kening Sari dengan lembut.
Entah kenapa perkataan sederhana Ari tersebut malah membuat Sari ingin menangis. Dengan cepat ia menghapus air matanya kemudian ia mendongak, menatap Ari dengan mata berkaca-kaca. "Sari juga bukan istri yang berbakti!" Cicitnya saat rasanya ia sulit untuk mengeluarkan suara.
Ari mengembangkan senyumnya. Sarinya yang menggemaskan telah kembali setelah sekian lama terkubur dalam raga sang sitri. Ari menangkup kedua pipi Sari lalu menatap istrinya tersebut dengan sorot dalam. "Sariku yang terbaik!" Ucapnya kemudian mencium bibir Sari sekilas.
"Jangan menangis lagi, Sari," ucap Ari dengan mengusap lembut pipi Sari. Sedangkan Sari menganggukkan kepalanya kemudian memeluk Ari dengan erat.
"Aku rindu, Kakak!" Ucapnya dengan nada cemberut.
"Kan ceritanya aku lagi ngangbek!" Cabik Sari masih memeluk Ari.
Ari kembali terkekeh. "Ouh, jadi sekarang kamu ngak ngambek lagi?"
Sari langsung melepas pelukan Ari, ia menatap Ari tajam kemudian berdirj dari tempatnya. "Aku lupa!!" Ketusnya sembari masuk ke kamar mandi dengan sengaja membanting pintu kamar mandi dengan kuat.
Ari menggelengkan kepalanya sembari terkekeh pelan. Ia berjalan ke arah pintu kamar mandi, kemudian mengetuk pintu tersebut.
"Apa?!" Galak Sari dengan membuka pintu kasar.
Ari menahan senyum di bibirnya. "Nothing!"
"Cih. Bahasa Alien!" Ketus Sari. "Apasih Kak?" Tanya kemudian saat Ari masih disana.
"Yang wangi! Ngak lupa kan ini malam sunah?!" Ari semakin menahan senyumnya saat melihat ekpresi Sari yang beruhah merah dengan sorot horor.
"Aku lagi ngambek, loh!!" Peringat Sari. Takut saja Ari lupa jika dirinya sedang mengambek.
"Sunah, Sayang!" Ari mengacak rambut Sari. Ia sedikit mendorong bahu Sari ke dalam kamar mandi. Kemudian menutup pintu dari luar. "Ingat!! Yang wangi!" Ujarnya sedikit berteriak.
...****************...
Tes!!
Masih ada yang baca ngak nih?!
Ahehehe... canda. Maaf sebelumnya karena author hiatus sangat lama. Mungkin ini juga Author ngak bisa janji untuk kembali aktif, karena laporan author blom kelar. Urusan kampus Author terkeche dan tercomel ini belum usai. Yah.... jadi curhat nih! Tapi, maaf kan author klen ini yah.
Mohon respons, dukungan dan semangatnya lewat komentar yah. Jika banyak yang nyemangatin Author dan penggemar cerita ini makin banyak, dijamin deh author kembali mood nulis meski ada urusan kampus.
Salam manis dari author!😘😘😘