
Sari pov
"Jadi. " Kak Ari menatap ku tajam. Sungguh sangat tajam, melebihi tajamnya siletz.
Aku menatap kak Ari hanya beberapa detik dan langsung menundukkan kepalaku kembali, "ja jadi apa kak? " ku angkat kepalaku kembali.
Kak Ari menaikkan alisnya, "pura-pura tidak tahu! "
Apa kak Ari ku ini marah yah.
Kuteguk salivaku kasar lalu ku geleng-gelengkan kepalaku. Sungguh rasanya gugup dan takut yang berkolaborasi jadi satu, "bu..bukan kak. Umm, Sari jujur deh. Sari tadi menulis contekan di meja trus Sari bagi sama teman-teman saat UTS. Hehehe. " ku akhiri kalimatku dengan cengiran yang sangat bodoh.
Kak Ari kembali melayangkan tatapan tajamnya membuat keberanianku menciut, "maaf!! " sesalku dengan wajah lesu dan menunduk. Dapat ku dengar kak Ari menghela nafas .
"Sudah makan? " tanya kak Ari.
Aku mendongak. Pandapangan kami bertemu.
Aduhaiii aku bahkan sudah terhanyut dalam mata coklat pekat miliknya, mata yang meneduhkan meski tajam dan terkadang menakutkan. Tapi untungnya dah halal, jadi pandang-pandangan tidak akan termasuk zina mata.
Aku tersadar dari mata yang menghayutkan itu dan dengan cepat menggelengkan kepalaku.
"Ayo! " kak ari berdiri dan langsung menuju dapur.
Dan lagi lagi makan yang menjadi pengakhir persidangan kami.
.......
Kami makan dalam diam. Sebenarnya mau bicara tapi takut coy, baru disidang. Tahu diri memang aku yang salah. Tapi mau bagai mana lagi, kalau belajar nanti image ku sebagai anak teladan alias bandit kelas disekolah bisa-bisa hancur. Itu terdengar konyol sikk kalau boleh jujur.
Kak ari berdehem, "ehmm. " Aku mendongak. Dapat kulihat kak Ari sekarang tenga memandangku datar.
"Ada hubungan apa kamu sama Fais? "
Aku terbatuk keselegz nasi, kak Ari langsung menyodorkan minum padaku yang langsung ku sambar dan kutegug habis.
"Hati-hati!! " aku hanya menganggukkan kepalaku. Sungguh pertanyaan kak Ari tadi membuatku sial. Padahal tadi aku masih dalam khayalanku di dunia makanan.
"Hah? "
Kak ari menatapku datar, "ck. "
Aku jadi kaku kalau ditatap intens bengini. Oih ingatkan aku untuk menjawab. Pertanyaannya hubunganku dengan Fais, yah? Eh tapi kenapa yah kak Ari tiba-tiba nanya kayak gitu. Aneh deh.
"E emaaang kenapa kak ? " kutatap kak Ari yang tenyata masih setia menatapku. Kali ini dengan tatapan yang aku tidak tau.
"Jawab saja! " ini kak Ari kenapa sik. Kok jadi galak eh emang galak sik tapi kok jadi aneh, kayak orang yang mengintrogasi pacarnya. Kayak cemburu gituh. Eh gak mungkin lah.
"Gak ada kak. Cuma teman dekat doang, teman sekelas doang, teman ke kantin doang kok. Emang kenapa? "
"Hmm. " hanya itu. Wow!! aku ngejelasinnya panjang jawabnya hanya humm doang. Sekali lagi wow!
Kutatap kak Ari dengan mata yang menyipit, "kakak gak cemburu kan? " kak Ari meminum kandas air di gelas lalu berdiri dan langsung pergi tanpa sepatah kata apapun. Aku merutuki diriku karna pertanyaan konyol ku tadi.
Aku langsun menyusul kak Ari yang meninggalkanku dengan piring kotor. Dimana kewajibanku sebagai istri yang baik untuk membereskannya. Sampainya disana, ku daratkan bokong ku di kasur empuk kami, tepat disebelah kak Ari.
kak Ari menatapku sekilas, "kak Ari! " kak Ari hanya berdehem, dia masih sibuk dengan hp nya.
"Kak Ari beneran cemburu sama Fais? " kak Ari menatap ku datar. Yehh akhirnya respon juga walau cuma dengan tatapan datar. Yang penting sekarang bisa melihat wajah tampanmu suamiku, muachh. Tak sia-sia pengorbananku duhai kakang. Hee....heh.
"Kuharap sik ngak. Kan seru bisa temenan sama Fais. Apalagi Fais itu ketua kelas, idaman cewek, baik, tampan, kadang-kadang manis. Oouh perhatian, banyak bicara gak kayak ka...- " Kak Ari langsung menatapku tajam membuat ku menciut tapi tetap melanjutkan kalimatku yang tertunda, "kak, heeheheh. " cengirku sambil mengaruk tengkukku yang tidak gatal.
kembali dapat ku rasakan tubuhku mendadak jadi patung dan kakuh karna mendapat tatapan tajam dari kak Ari. Tatapannya yang menghunus kedepan dan langsung memusnahkan niat buruk ku untuk memanas manasinya, mentalku alias keberanianku menciut kayak suara kentut yang ditahan.
Aku menegug salivaku kasar. Takutz coy.
**********
Maaf atas segala typonya ya....
Jangan lpa vote dan comen yaaa.