Ice Senior Is My Husband

Ice Senior Is My Husband
19



*Ku duduk kan bokongku ke kasur tepatnya samping kak Ari. Ku tempelkan tanganku di kening kak Ari. Gak panas hangat sik, tapi kayaknya masih normal. Kak Ari mengerjap. Apa aku mengganggunya yah*?


"Kak Ari mau Sari pijitin. " tawarku. Melihat keadaan kak Ari begini membuatku merasa tidak tega sekali, ada perasaan sesak di hati ini.


"Hmm. " Kak Ari  berdehem lalu mengubah posisi tidurnya jadi tengkurap. Aku mulai memijit punggung nya. Kulihat kak Ari memejamkan matanya kembali.


"Tadi kamu disekolah kenapa buat onar ? " astagfirullah, aikkk ingat juga dia, kirain dah lupa. Kak Ari masih sempat membahas itu, padahal kan dia lagi gak vit.


"Oh..itu..mm...anu..anu..kak aduhh..gini loh kk..mn," Isss susah amat buat ngejawab, tapi mau jawab apa, otak tiba-tiba blank lagi.


"Masih cari alasan? " datar kak Ari. Nih orang uda lagi gak vit masih ajah suka berdebat.


Aku melirik wajah nya sekilas," ngak kok kak. Tadi itu lagi kekosongan kekuasan eh maksudku jam kosong kak. Heheee," cengirku.


"Oh, jadi jika jam kosong boleh jingkrak jingkrak heboh kayak tadi." Pedas juga ya mulut kak Ari ralat kata kata kak Ari. Nanti para pembaca pada salah paham lagi,cmengira jika aku pernah mencium bibir kak Ari sehingga aku tau mulut kak Ari pedas. Aku dan kak Ari belum pernah ciumam, ehhh aku gan ngarep ya,tapi pengen si iyah. hehe,


Ka Ari berbalik dan duduk," bengong!"


"Hah?" aku mengerjap erjapkan mataku, "oh, tapi kan jam kosong kak. Sayang gak di manfaatkan untuk...-"


Kak Ari memotong kalimatku cepat, "ribut trus nyanyi nyanyi heboh dan teriak teriak bikin rusuh. " Ucapnya dingin dengan wajah tanpa ekspresi.


"Hehehhe. " Cengirku sembari menggaruk garuk pipi ku yang tak gatal.


Kak Ari menatapku tajam. Kalau sudah begini ya tau lah. Aku menundukkan kepalaku.


"Maaf. " kataku dengan suara yang pelan masih dengan kepala yang tertunduk.


kak Ari menghela nafas lalu menarikku dan membawaku dalam dekapannya, "jangan di ulangi lagi! " Kak Ari mengelus  lembut rambutku.


Aku menatap kak Ari, "oke. "


"Janji!! "


" janji kak. " cengirku memperlihatkan deretan gigiku. Untung rajin gosok gigi jadi si chili dan saudaranya gak nyangkut disana membentuk formasi gigi kawat.


Kak Ari tersenyum. Uhhhkkk manisnyaaaaa, bisa diabetes dadakan ini.


"Uda makan? " Tanya kak Ari.


"Belom, tapi kan aku nunggu kak Ari pulang. "


"Istri idaman baget kamu. " Kak Ari kembali tersenyum lalu melepas ku dari dekapannya, yaa..sedikit kecewa sik. Kak Ari  beranjak dari tempat tidur.


"Ayo! " aku mengerutkan keningku, ini nih kalau kak Ari ngomong terkadang  hematnya minta ampun.


"Makan! " Oh makan rupanya. Segera aku turun dari tempat tidur kami dan menyusul kak Ari yang sudah pergi duluan.


***********


Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu datang juga, yap hari minggu. Setelah selesai dengan pekerjaan rumahku mulai dari bersi-bersi hingga bergulat di dapur. Sekarang disinilah aku dan kak Ari, di depan tv  sedang menonton iklan. Hehehe, soalnya filmnya lagi iklan.


Ting!


Ku periksa hp ku .Oh ternyata dari grup wa taik badak aroma trafi.


Taik Badak aroma terafi


Tika


Lisa imuZ


hadir nyet😜😜


Tika


si sari kampret mana.😒😒😒😒


Tika


woiii..sariiiii.masih idup gak.😦😦


Taik si tika pake nanya uda hidup lagi. Yaaa idup lahhh, masa mati emang si Tika punya uang buat takziah .


Dasar!!


Gak usah dibalas deh dasar setan.


"Kenapa? " ku tatap kak Ari yang juga sedang menatapku.


"Gak kok kak." kataku glagatan. Kak Ari menaikkan alisnya lalu kembali mengarahkan pandangannya ke layar tv.


"Kak Ari gak belajar apa. Kan sebentar lagi mau  UN ." kupandang kak Ari. Aduh kapan sik ni orang jelek. Selalu aja tampan mau tidur, marah, datar, dingin, baru tidur apalagi baru mandi. Ukhhhh, menggoda iman cuyy.


"Mengagumi wajah ku, hum? " aku tersadar dari lamunanku lalu  memalingkan wajahku salting. Malu! tertangkap basah cuy.


Kak ari terkekeh,"aneh kamu."


' yahh, aku memang aneh. Selalu memujamu dalam diam. Muachh ' batin ku terseyum gelik.


Aku melototkan mata ku. Anjritt!! Batin akguh lebay banget. Sumpah! gelik njritt.


" Ehh kak Ari. Oh iya tadi kak Ari belum jawab pertanyaanku! " kataku sok kesal. Sesekali kesal kan gak papa.


"Imutt !! " gemas kak Ari dengan mencubit pipiku pelan membuatku melogok tidak percaya. Seorang kak Ari yang tampannya mengalahkan artis tampan di tv bisa bertingkah mengemaskan seperti tadi. Wow!!!


Ehh konsen Sar konsen.


"Srius loh kak. Kakak ko gak blajar sik kan mau UN." ku ulangi pertanyaanku.


Kak Ari menyandarkan kepalanya lalu melirikku "malas. "


Sungguh aku di buat terkejut untuk ke dua kalinya. Seorang Aryansyah Wijaya bisa malas. OMG ," Aikkk, kak Ari bisa malas! "


kak Ari menatapku, ia mengerutkan keningnya.


"Yaa bisa lah, manusia juga." Kak Ari berkata datar. Ehhh benar, kak Ari juga manusia.


Tapi sebagai istri yang baik aku harus mengingatkannya," gak boleh malas loh kak. Nanti kalau nilai ujian nya jelek, gimana? "


"Gak. Malas!!  " susah juga ni suami tembok di kasih tau.


Ting!!


Jan lupa Like like, vote, dan comen yah.😉