
Author pov
Sari membasuh wajah nya, kemudian menatap panyulannya di cermin. Ia mengeluarkan hp nya kemudian membaca kembali pesan yang Ari kirimkan padanya.
'UN nya gimana? '
'Kuliah dimana? '
'Ambil jurusan apa? '
Selama 5 tahun ini, hanya 3 pesan saja yang Ari kirimkan untuknya. Tiga pesan yang isinya mungkin memperlihatkan jika Ari masih peduli padanya. Tapi tetap saja 3 pesan itu sedikit kecewa. Kenapa hanya tentang pendidikannya saja yang Ari tanyakan? Kenapa tidak menanyai kabar Sari? Sesulit itukah bagi Ari untuk menanyai kabarnya?
Sari mendesah lelah, ia kembali mebasuh wajahnya kemudian melap nya dengan tissu.
Sari kembali mendesah lelah, Apa benar Ari-nya akan pulang? Tapi kikalaupun Ari benaran pulang, dia pulang untuk siapa? Sari atau yang lain? Atai jangan jangan Ari pulang hanya berniat untuk menceraikannya?
Sari memebalakkan matanya, tidak mungkin Ari akan menceraikannya, yah tidak mungkin.
Tika memgeryit ketika matanya menatap wajah Sari dari pantulan cermin, wajah yang sangat tk enk dipandang mata.
"Woi,, lo kenapa nyet? Gila dadakan kah?! "
Sari dengan dengan cepat menoleh ke arah Tika, ia menatap kesal pada teman taik badak rasa duriannya itu. Bisa bisanya temannya ini mengganggu pikiran negatifnya tadi pada suaminya. Ingat ya!! berpikir negatif juga butuh konsentrasi yang tinggi maka dari itu perbanyak lah minum susu zee udah tinggi banyak akal lagi.
Sari memdengus kesal kemudian berjalan keluar dari toilet, mengabaikan Tika yang masih menatapnya dengan dahi berlipat. Oihhh, padahal sudah baik Tika bertanya walau kesannya kesannya ia seperti suzanna, nongol tak diundang pergi meninggalkan korban dengan riwayat penykit jantungan.
Tika membola saat Sari malah keluar dari toilet tanpa menjawab pertanyaannya, dia dilacangin ***!!
"Sar,, oiii... Sari kampret kutu!! denger gak sik?! Woii..Sari,, " ia berteriak sekencang mungkin menghiraukan tatapan kesal dari pengguna toilet lainnya, kalau soal malu mungkin malunya sudah ia gadaikan dengan cilok.
Sari yng mendengar Tika meneriakiny semkin mempercepat langkahnya sembari menggerutu kesal, ingin rasanya ia berhenti dan menyeret sahabatnya Tika ke penjahit agar mulut sahabatnya tersebut yang kaya toa itu dijahit sekalian dipasangkan res latingnya dengan dua kereta api agar bisa digembok sekalian. Dan kunci gembiknya dibuang ke laut ajah.
Apakah niatan Sari tersebut terlalu jahat???
Oh..ayolahh,, tadi ia harus menahan malu karna salah kostum, lari lari kaya pelari dan sekarang temannya yang sudah persis orang gila itu berteriak teriak persis seperti orang kesurupan atau gila dadakan .
Sari menatap sekelilingnya, kan benar!! Sekarang ia dan teman gila nya yang masih tertinggal dibelakang telah menjadi pusat perhatian. Beberapa orang menatap mereka bingung, bererapa juga menatap mereka kesal, beberapa sekali lagi menatap mereka gelik dan adapula orang yang sampe meletakkan jari telunjuknya miring di dahi. Itu maksudnya dianggap gilak kan?!
Sari berhenti sebentar untuk memastikan sahabatnya yang tiba tiba sudaj berhenti berteriak, ia bisa melohat Tika sedang berkacak pinggak, gadis itu terlihat berusaha mengatur npasnya yang memburu dikarekan harus berteriak sembari berlari.
Tika mendongak, ia kemudian melambaikan tangannya yangsudah tak bertenanga ke arah Sari, "Sari my loplop, cintaku padamu sayangku. Muachhh,, tungguin bebeb! " teriak gadis itu kembali tanpa malu. Sedangkan orang yang berlalu lalang menatap nya melotot sembari menggelengkan kepala, berpikir bahwa gadia yang berteriak tadi adalah korban penganiayaan oleh pecarnya sendiri.
Sari membelalak, Tika benar benar mempermalukannya. Oke,, kesabaran Sari menipis.
"Bisa ngak, tak usah teriak teriak?!!! Ini bandara, bukan hutan, monyet!! " Sari berkata kesal sambil meneriaki temannya juga.
Lihat!! Sari sudah ikut gila seperti Tika. Kata Sari tadi jangan berteriak, tapi ia malah mengataknnya dengan terikan yang cukup menggelega. Ah, tadi betapa malunya Sari saat Tika berteriak padanya, tapi kenapa ia malah ikut ikutan berteriak. Pertanyaannya, malunya tadi yang sebesan induk gaja kemana? Ataukah malu nya sudah ia gadaikan dengan secangkir es cendol?
Tika masih diposisinya begitu pula dengan Sari masih dengan posisi sedikit jauh dari Tika.
"nyadar Sariroti RotiSariRoti! Lo juga nerteriak. Udah kaya ada maling ajah. " protes Tika dengan berteriak, kemudin ia bersedekap sembari menatap Sari kesal.
Akibat teriakannya itu membuat orang orang tidak berani berlalu lalang dihadapan Tika dan Sari, membuat mereka berdua bebas melempar tatapn tajam bak seorang koboy ah mungkin kogirl yang akan rival.
"Bodo!! " ketus Sari dengan meneriaki temannya, kemudin ia berjalan melanjutkan langkahnya yang tertunda tadi.
"Sari tungguin akgohhh!!! " Tika kembali berteriak kemudian mempercepat langkahnya untuk menyusul sahabatnya yang berjalan sedikit jauh didepannya.
Sari menoleh sebentar ke belakang, memastikan ke adaan temannya. Bisa jadikan Tika pingsan atau ditangkap keamanan karna berteriak seperti orang kesetanan.
Lihatlah! dalam keadaan dirugikan saja, Sari perhatian apalagi kalo dalam keadaan untung.
Sari mendengus mendapati jika temannya sedang mempercepat langkahnya. Sari kemudian ikut mempercepat langkahnya, ia benar benar tak ingin jika Tika bisa menyai langkah mereka. Bisa bisa semua orang dibandara tersebut tahu jika orang gila yang berteriak tadi adalah temannya.
Bugh'
*************
**TBC\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
jan lupa like, komen dan vote yehhh reades kohh yang comel, tuampan dan cuantikkk!😉**