Ice Senior Is My Husband

Ice Senior Is My Husband
17



Sari POV


Huammmm!!!


Aku sudah beberapa kali menguap mataku mulai sayu otakku juga sudah tidak bisa bekerja lagi selain merapalkan mantra  ' tidurlahh...tidurlahhh...'


Huammmm !!


ku tutup mulutku yang melebar dengan punggung tanganku. Singguh aku sudah tidak kuat lagi, bahkan meja itu seakan-akan merayuku untuk membaringkan kepalaku diatasnya.


' tetap bertahan sari, hanya sebentar lagi ' batinku mensugesti diri sendiri.


Aku berdecak, sial. "Mana guru hari ini killer lagi. " gumanku pelan.


Kulirik teman sekelasku yang duduk di bangku depan. Wah pada fokus coy sungguh murit teladan.


Lalu kuarahkan pandanganku pada teman sekelasku yang duduk di bangku tengah. Eihh ada yang tidur, berani sekali dirinya tidur tidak tahu apa kalau guru killer bin monster yang masuk.


Dan terakhir ku tatap teman-teman yang paling belakang ~ yang sejajar denganku. Astagfirulloh, ALLAHuakbar naujubilalah. Semua pada tepar nan merem alias berkunjung dialam mimpi yang sering kita sebut dengan istilah tidur.


Apa mereka tidak takut dengan buk Maznun, yang apabila berurusan dengannya sudah seperti berurusan denan polisi yang buat mati kutu.


Kembali ku arahkan pandanganku ke depan dengan daya mata yang sudah hampir kao. Sungguh penampakan tak terduga. Entah aku yang baru menyadarinya, ternyata si Lisa hutu alias telur kutu juga lagi bobok manja, anjay.


Kulirik kesampingku, Tika juga tidur. Uwahhh gak ngajak ngajak. Jadi hanya dirikulah yang tidak pergi mengunjungi alam minpi di barisan paling belakang. Oke baiklah kalau begitu mari kita tidur!!!!


Tapi sialnya rencana ku gagal ,karna ...


Tut...tututuu.......*.*.*!!!


Bel berbunyi.


Dan seketika daya mataku terisi kembali, sungguh sebuah keajaiban.


Dan yang paling ajaibnya adalah siswa/i yang tidur tadi  dengan serempak selurunya bangun dari alam mimpi. Pemandangan yang aneh ajaib nan unik.


Dengan serempak kami menjawab salamnya." Waalaikumsalam. "


dan setelah itu kami langsung bergerak bubar menuju tujuan masing masing. Ada yang ke kantin seperti yang akan kami lakukan, Ada yang ke km bukan kilo meter ya tapi kamar mandi bukan kamar mayat juga ya. Ada juga yang ke lapangan basket.


"Kantin yuk!" Ajak Tika.


Aku memasukkan alat tulisku ke dalam tas, " ayo. "


*******


Di kantin.


Kami mencari bangku yang kosong untuk di tempati, yep ternyata masih ada bangku di tengah tengah kantin. Kami berjalan kesana dengan sedikit senda gurau.


Tak sengaja mataku bertemu dengan kak Ari yang ternyata juga dikantin ini dan tengah duduk di samping meja kami. Aduhhh sial, kenapa ketemu dengan kak Ari sik padahal aku masih takutt coui. Apalagi aku masih ingat kejadian saat dikelas kami saat aku tertangkap basah sedang ribut dikelas. Lebih tepatnya nyanyi nyanyi heboh.


Aku menatap kedua teman taik badak ku,"Pesen a a apa, hari ini biiar aku yang pesenin. " tawarku sengaja agar menghindari kak Ari. Setidaknya aku bisa terhindar walau hanya sebentar.


"Tumben? Biasanya ..- "belum selesai Lisa bicara langsung ku potong pembicaraannya.


"Ye resek kamu. Cepetan ih.." kesalku.


"Eh, anehh tau tiba-tiba lo jdi..-" Kembali kupotong kalimat Lisa.


"Sekali-kali. Lagian buat nambah amal pahala." alibiku. Tika hanya memutar bolanya malas.


Tika berdiri dan langsung pergi tanpa sepatah kata apapun.


"Tika matematika, mau kemana lo?" Teriak Lisa nyaring membuatku spontan menutup telinga dan setelah ia diam, ku usap telingaku kasar. Bisa-bisa  aku terserang budeg dadakan gara-gara si Lisa hutu.


"Mesen!" Balas Tika berteriak juga.


Jan lupa like like nya yah, Komen dan Vote nya juga.