Ice Senior Is My Husband

Ice Senior Is My Husband
48



Ari pov.


Ah,, akhirnya aku sampai ke tanah air. Dan sebentar lagi aku akan segera bertemu dengan pujaan hati tercinta yang amat kurindu.


Aku menghela nafas kasar, aku ragu Sari akan mengenalku. Secara selama kami berpisah negara, aku dan dia belum pernah bertemu. 5 tahun bukanlah waktu yang sedikit, dan waktu itu benar benar menyiksaku.


Mungkin Sari masih mengenalku, yah mungkin. Tapi aku yakin Sari akan kembali menjadi kaku berhadapan denganku atau malah menganggapku orang asing. Arggg, sial!!


Andai saat aku berumur 19 tahun tidak kekanak kanakan dan gegabah, mungkin ceritanya akan lain. Mungkin aku dan Sari tak akan pernah berpisah, mungkin sekarang kami sudah bahagia dan mungkin saja kami sudah menimak anak. Tapi nyatanya benar benar pahit, aku yang masih berusia 19 tahun benar benar buruk.


Dan sekarang masalahku bertambah, tempramental. Ck, aku malas mengakuinya jika aku sekarang adalah pria yang emosian dan tempramental. Berjauhan dengan Sari canduku, membuatku hampir hilang akal dan menggila. Ck, sudahlah, lebih baik aku cepat cepat melangkah agar bisa bertemu kembali dengan dia, Sari, My wife.


Aku berjalan ke arah Mami, kemudian setelah dekat aku berdehem. Sengaja untuk menyadarkannya yang sedang asik mengobrol dengan mama mertua ku.


"Mah, " ucapku setelah mama menoleh.


Mama menatapku senang dan melayangkan senyum hangatnya. Hmm, sepertinya kedatanganku sngat ditunggu.


Aku menyalim mama lalu papa, kemudin beralih ke mertuaku.


"Ari..."


Aku menoleh, mendapati Sera yang menatapku dengan berbinar. Oh tuhan, makhluk mu ini!! Lihatlah, bahkan gadis agresif ini sudah memeluk lengan ku.


Ck, ingatkan aku setelah pulang untuk menyamak lengan serta bajuku. Couse, dia termasuk najis berat untuk ku.


Aku menyentak lenganku dari pelukannya, kemudian menatapnya demgan memperingati.


"Ar,, kok kamu ...-" ia tak melanjutkan kalimatnya karna aku menatapnya tajam.


Lihatlah suaranya sok manja membuatku ingin muntah, jika orangtuanya eh maksudku mertuaku tidak disini, rasanya ingin ku bentak kasar saja dia.


Aku mengabaikannya dengan memperhatikan sekelilingku, haiss Sari tidak ada disini.


"Sari mana Mah? " tanyanyaku pada Mama. Kulihat mama terkekeh pelan kemudian akan mengatakan sesuatu sebelum teriakan itu menghentikannya.


"Sari my loplop, cintaku padamu sayangku. Muachhh,, tungguin bebeb! "


Sialan kau Sari!!


Aku mempertajam pandanganku ke arahnya, tanpa diundang emosiku membara begitu saja. Namun emosiku yang hampir merenggut jiwa itu seketika reda saat ingat sesuatu.


Sari wisuda!!


Yah, aku lupa jika hari ini istriku wisudah. Aih, tadi hampir saja aku mengamuk tanpa alasan. Cih, temparmentalku ini benar benar membuat ku seperti monsters. Kuharap Sari tak akan pernah melihatnya.


"Bisa ngak, tak usah teriak teriak?!!! Ini bandara, bukan hutan, monyet!! "


"Nyadar Sariroti RotiSariRoti! Lo juga nerteriak. Udah kaya ada maling ajah. "


"Bodo!! "


"Sari tungguin akgohhh!!! "


Aku tersenyum, ternyata Sari masih sama. Masih Sari yang dulu, yang konyol dan energik.


Bugh..


Seperti disengaja oleh yang kuasa, Sari menabrakku. Aku tidak bergeming dari tempatku walau ia menabrakku terbilang cukup kuat tapi hatiku bergeming, bergetar hebat. Jantungku berdetak sangat cepat, beberapa detik aku dibuat lupa bernapas, rasa hangat menjalar keseluruh tubuhku. Aroma khas nya yang masih sama, menyeruak dihidungku. Rasa rindu yang amat besar ini seolah olah meleleh dan melebur bahkan tanpa sengaja dia sendiri datang langsung kepelukanku.


"Maaf. " suaranya,, kembali aku berhenti bernapas. Suara ini suara yang sangat aku rindukan.


Sari mendongak,  kulihat ia menautkan alisnya. Ouc, apa dia lupa denganku?


Lihat lah, sekarang aku sangat tempramental, melihat tatapan bingungnya membuatku sangat gusar. Ck, apa semudah itukah ia melupakanku?!


Aku mengeraskan rahangku,  mengepal tanganku kuat kuat tidak peduli dengan kukuku yang menusuk telapak tanganku lalu menatapnya tajam.


Detik berikutnya raud wajahnya berubah kaget, terlihat dari matanya yang membulat dan mulut yang sedikit mengaga, "ka...kak..Ari. "


**Ari Back !!!!


jan lupa like, vote dan comen yahh. 😁😁😁😁**