Ice Senior Is My Husband

Ice Senior Is My Husband
63



Selamat membaca!β˜ΊοΈπŸ˜‡


"Mas, aku pengen makan deh. " tutur Sari tanpa menoleh pada Ari, karna ia tengah asyik menonton film india.


Ari menoleh sebentar, "kamu pengen makan apa? " tanya nya yang sudah kembali menatap laptopnya.


Yah, sepasang suami istri itu sekarang tengah duduk berduaan didepan tv. Dimana Sari asyik menonton film india sedangkan suaminya tengah menyelesaikan pekerjaan nya yang ia bawa dari kantor.


"Aku pengen ngerujak belimbing wulu. " ucap Sari ~ masih dengan asyik menatap layar tv.


Ari menganggukkan kepalanya, "humm,, besok aku cari. "


Sari langsung menoleh cepat ke arah Ari, "besok!!! Kamu bilang besok?!! " galaknya membuat Ari menegug salivahnya.


'Salah lagi!!! ' batinnya.


"Tapi kalau kamu mau sekarang juga ngak masah sih. " ucap Ari memperbaiki kalimat nya tadi, berharap istrinya melunak.


"Yaudah, mas cari sekarang. " Sari bersedekap sembari menatap Ari malas.


Ari menggaruk kepalanya yang tak gatal, masalahnya bukan karna ia malas tapi pekerjaannya masih banyak dan menumpuk.


"Habis selesai kerja, Sar. "


Sari memutar bola matanya kemudian menatap Ari tak suka, "pas Sera minta ditemani ke butik, kamu langsung nunda pekerjaan kamu. Tapi pas giliran aku minta dicariin belimbing wulu kamu malah beralasan blablabla. "


'Salah lagi untuk yang kesejuta kalinya. '


Ari langsung menutup laptop nya kemudian menatap Sari dengan dingin, "aku kerja buat kamu, Sar. Jadi tolong mengerti! "


"Yang bilang kamu kerja buat Sera, siapa? " balas Sari dengan nada ketus.


"Sar! " peringat Ari yang sudah habis kesabaran untuk menghadapi Sari yang selalu menyalahkannya.


"Alahh, udahlah! Kalau ngak mau cariin aku belimbing wulu ngak papa, bilang aja terus terang ngak usah banyak alasan kayak gini. "


Ari menatap Sari semakin marah, ia sampai mengepalkan tangannya pertanda jika amarahnya sudah tak terkendali.


Sari menatap sekilas ke arah Ari yang terlihat tengah menahan amarah dalam dirinya. Sari kemudian memutar bola mata malas, hengah dengan sifat Ari yang mudah tersulut.


'Cih, katanya mau jadi ayah yang baik. Tapi digituin ajah udah marah, belum lagi pas punya anak rempongnya kemana mana. Ck, siemosian! '


"Kalau mau marah ya marah aja, ngak usah ditahan tahan! " peringat Sari dengan nada malas tanpa menatap ke arah Ari.


Ari yang mendengarnya mempererat rahangnya dengan menatap istrinya emosi, lalu tanpa mengatakan apa apa ia meninggalkan Sari diruang tv.


Sari menatap kepergian Ari dengan mimik wajah biasa, "elleh, sok sok an marah. Bilang ajah ngak sudi beli belimbing nya, ngak usah pura pura marah begitu! " menolog Sari dengan kesal.


.............


"Cik, film india kebanyakan slowmo nya. Duh, ini kapan ketahuannya sik kalau mertuanya itu jahat?!! Astaga!! Penting banget yah nge_zoom muka pemainnya, biar apa coba di gituin?! " kesal Sari dengan mengomel sendiri.


"Lagian aku udah kayak emak emak ajah, seleranya india tellywood. " omelnya lagi.


Sari berdecak saat detik detik pemeran antagonis drama yang ia tonton akan terungkap tapi malah tertunda karna pemain baru muncul.


"Lah, itu siapa lagi yang masuk?! Astagfirullah!! Ingin ku berkata bejat. "


Klik'


"Eh, kok ganti chanel? "


Sari kemudin menoleh kesamping untuk mencari remot tv. Meski kesal tingkat dewa, tapi Sari sangat penasaran dengan kemunculan pemain baru tadi. Jadi remot tv nya harus ia temukan agar rasa penasarannya tidak berlanjut untuk gentayangan seperti para hantu.


"Ini lagi seru seru nya, chenel ke ganti trus remot malah ilang. " gumannya sembari mencari remot tv kesana kemari.


"Siapa yang ganti sih? " gumannya kembali dengan kesal sembari berkacak pinggang.


Namun saat ia menoleh kearah samping, semuanya menjadi jelas. Karna disana Ari sudah berdiri dengan wajah bantal nya serta tangan yang memegang remot yang Sari cari cari kesana kemari.


"Lo..loh,, " Sari langsung menghampiri Ari, "kok ada sama Mas? " ucapnya dengan mengambil remot tersebut namun dengan sengaja Ari mengangkatnya tinggi tinggi agar tak bisa dijangkau oleh Sari.


"Kalau tidak suka kamu ngapain nonton? " ucap Ari dengan suara serak khas bangun tidur. Pasal nya tadi setelah meninggalkan Sari, Ari langsung tidur untuk menenangkan diri. Tapi ia harus terbangun, maklum Ari tak bisa tidur tenang tanpa Sari disebelahnya.


"Ya..,, seru!! Sini remot nya. " Sari meraih lengan Ari kemudin bergantung disana agar Ari mau menurunkan remot ditangannya karna keberatan dengan Sari yang bergelantung di lengannya.


"Udah malam! " peringat Ari dengan menatap Sari sayu karna ia masih mengantuk.


"Aku ngak mau tidur kalau belimbingnya belum ada. " keukeh Sari dengan turun dari aksi nya yang menggantung di lengan suaminya.


Sari bersedekap, "kalau begitu aku tidurnya besok juga! " ucapnya dengan keras kepala.


"Humm,, aku cari sekarang. " ucap Ari pada akhirnya.


"Dari tadi kek!! " guman Sari pelan, "tapi aku ikut! " lanjutnya.


"Ngak!! " tolak Ari.


"Aku mau ikut. " keukeh Sari.


Ari menghela nafas, kemudian menatap istrinya dengan lembut, "jangan sayang! Kamu lebih baik dirumah saja, angin malam ngak baik buat kesehatan kamu. "


"Humm, bilang aja kamu mau ketemuan sama Sera! " ketus Sari.


'Sabar, Ar!! ' sugesti Ari pada dirinya sendiri.


"Dengar yah, Sar!! Aku dan Sera itu tidak ada apa apa, lagi pula kalian sudah berdamai. Dan dia juga sudah bersuami, jadi tidak mungkin kami ada hubungan. Kamu kenapa jadi salah paham terus sama Sera?! Sera itu kakak kamu sendiri, jangan salah paham sama dia! "


Sari membuang wajah ke samping, Sari rasanya ingin menangis saja. Karna lagi lagi suaminya tersebut selalu saja membela Sera.


"Bela aja terus!! " ucap nya ketus.


Ari kembali menghela nafas, "yaudah aku cariin belim...- "


"Ngak perlu lagi!! " potong Sari cepat, "tadinya aku pengen rasain keasaman belimbing wulu sik. Tapi sekarang udah ngak perlu!! Karna rasa asam sama kecut nya belimbing wulu udah aku rasain sendiri dengan kamu ngebelain Sera melulu. "


"Sari, Please!! Stop salah paham antara aku dan Sera. Ingat!! Sera itu kakak kamu dan dia itu sudah menikah. " ucap Ari yang mulai kesal dengan Sari yang selalu menuding nya.


Sari menoleh pada Ari, "jangan marah!! Dulu kamu ninggalin aku selama 5 tahun karna salah paham doang sama Fais, aku fine fine ajah. Jadi sekarang kalau aku ngak suka sama Sera dan salah paham sama hubungan kalian, kamu juga harus fine fine. "


Ari berdecak kesal, ia mengacak ranbutnya dengan kasar lalu menatap istrinya tersebut dengan geram, "jangan mengungkitnya! " peringat Ari yang mulai kesetanan.


"Oke, asal kamu ngak dekat sama dia. "


Ari menatap istrinya sembari bersedekap, "kamu kenapa? Kamu ngak menyukai Sera? "


"Jelas!! Orang yang tobat dan mengaku bersalah itu minimal seminggu bakalan selalu nunjukin raud bersalah. Lah dia malah nunjukin wajah songong nya sama aku, pake acara kunjungin kakak ke kantor pulak. Aku yang istri mu ajah ngak pernah kesana, letak kantor mas ajah aku ngak tahu loh. " cerocos Sari dengan suara cempreng nya.


"Besok kita ke kantor Mas. " ucap Ari, kemudian menarik Sari untuk ke kamar mereka.


"Loh ngapain? " kaget Sari.


"Supaya kamu pernah kesana. "


Sari menggaruk kepalanya, kemudian menatap suaminya dengan alis tertaud. Lah, dia ke kantor suaminya buat apa?! Ngak berpaedah banget kalau hanya untuk sekedar liat liat doang. Sari membayangkannya saja sudah malas harus kekantor suaminya jika hanya untuk ongkang ongkang. Mendingan Sari disini, setidaknya kalau ia gabut ia masih bisa dangdutan dengan para pembantunya.


"Cuci muka, cuci kaki sama cuci tangan baru tidur! " perintah Ari dengan menatap Sari dingin.


Sari hanya menunjukkan wajah masamnya sembari mengangguk lesuh. Karna membantah juga tidak ada gunanya, suaminya kan pemaksa dan seenak jidat.


Setelah mencuci wajah, tangan dan kakinya, Sari kemudian langsung membaringkan tubuh letih nya ke kasur empuk mereka.


"Kak, aku ngak mau kekantor. " ucapnya sembari menoleh ke arah Ari.


Ari ikut menoleh ke arah istrinya, "harus!! "


"Ke.. kenapa?! " Sari berkata dengan nada tak terima. Bahkan matanya melotot sangking tak ingin nya.


"Bodoh saja kalau istri sendiri tidak tahu alamat kantor suaminya. "


Sari mengerjapkan matanya beberapa kali, "ya.. mas tinggal kasi tahu alamatnya. Aku gak harus kesana dong! "


"Tidur!! Jangan membantah! " tambah Ari.


Sari berdecak, ia membaca doa sekuat kuat nya untuk membalas kekesalannya pada Ari, "BISMIKAALLOHUMMAAHYAWAAMUTU. "


Dan saat Ari melototinya, ia buru buru menutup mata dan mengabaikan Ari yang sedang mengomelinya.


"Sar, kamu dengar aku ngak!! " ucap Ari setelah ia selesai mengomeli sang istri.


Tak ada sahutan Ari menoleh pada sang istri, mendapati jika isrinya sudah terlelap.


"Humm,, lama lama aku merasa seperti pemeran utama di film ratapan seorang suami! " guman Ari dengan wajah dongkol setengah mati.


...........


Vote, like like dan coment nya yah!πŸ˜‰