
Author pov
Sari meminum minumannya kembali sebelum memulai menceritakan semua unek unek dihatinya pada dua sahabat setianya.sekarang sari berada diruang tengah rumah lisa bersama lida dan tika tentunya.
Sari menghembus napas berat,ia menatap kedua temannya yang sudah terlihat menanti ceritanya.sebagai janjinya ia harus menceritakannya,ya..ia harus menceritakannya .
"Aku mulai ceritanya ya..??". Lisa dan tika mengangguk antusias.
" kak..sera pulang.dia masih sama ,masih tidak suka denganku".sari menundukkan kepalanya sebentar.lalu kembali melanjutkan ceritanya."dia bahkan semakin ketus padaku,padahal kalau bicara sama kak ari dia gak ketus bahkan terkesan bahagia,senang ,seru atau apalah..aku juga gak tau sik kapan kak ari sama kak sera kenalan,kayaknya kak sera sama kak ari udah akrab gitu".ia mengembuskan napas ,lalu menatap kedua sahabatnya yang masih terlihat sangat serius.
"Kupikir setelah kami gak ketemu selama beberapa tahun,kak sera bakalan berubah .kak sera bakalan mau nerima aku .huh..tapi kenyataannya ngak.sebenarnya seberapa benci sik kak sera sama aku..hick". Air matanya jatuh membasahi pipinya yang ia cekat dengan kasar.sari mengedip edipkan matanya untuk mencegah air matanya jatuh.
" kak sera juga mati matian ngedukung kak ari buat kuliah di luarnegri..hick...hick...,ak..ak..aku dibilang penghalang buat m..mimpinya kak ari".
air matanya tidak bisa ia cegah lagi untuk meluncur membasahi pipinya.kedua temannya menatapnya senduh sebenarnya mereka sudah tidak tahan untuk tidak berbicara,tapi merrka menunggu sari selesai dengan isi hatinya yang kacau,biarkan saja dulu sari mengeluarkan uneg uneg nya .
"Kalau jujur aku emang gak rela kak ari buat kuliah di luar negri". Sari mendongak ke atas menetralkan rasa sakit dihatinya.
" jika kak ari kuliah diluar negri ,maka aku bakalan sendiri lagi..hick..hick...a..ak...aku..gak punya .si..si..siapa..lagi..hick.pa..pa..pad..hal kak ari udah..aku anggap rumah..hick..tempat ku meluap kan segala rasa yang..ada di benakku tampa menceritaknnya..hanya dengan menatapnya saja sudah bisa membuat hatiku legah..tap..tappi kak ari hick ..mau ..mau kuliah di luar negri..it..it.tu ..i..m.pi annya hick..a..aku..bakalan..sendiri..lagi hick..ak..aku gak..punya alasan..un..tuk tetap bahagia lagi..hick..hick....hick".
Lisa dan tika memeluk sari,berusaha menyalurkan kehangatan,kehangatan dalam persahabat.berusaha meyakinkan sari bahwa ia tidak sendiri."sar..lo..tenang ya..,lo gak sendiri kok masih ada gue sama lisa kok kita bakalan bantu lo kok,seandainya kak ari pergi kita bakalan siap jadi rumah kedua lo".tika menghapus air matanya yang masih dipelupuk,ia tidak boleh ikut sedih ya ..ia harus tetap .bagaimanapun ia harus bisa menenangkan sahabatnya.
Sari mengahpus airmatanya,menatap kedua temannya bergantian."sari minta maaf,sari hampir lupa masih punya kalian.sari minta maaf udah buat kalian sedih juga".ia menundukkan kepalanya.rasanya tida enak karna telah membuat dia sahabatnya ikut merasa sedih.
"Ih..sar..ri..ih".lisa menghapus air matanya." ih..kan lisa jadi sedih.ih..sari sik..pake acara minta maaf.sari lupa ya..kalau dalam persahabatan itu gak ada kata maaf dan terima kasih ".
Sari mengangkat kepalanya,ia menatap lisa lalu kekehan terdengar dari bibir manisnya." ih..lisa cengeng ,deh.tika juga cengeng".
"Ye..gak nyadar,situ juga cengeng". Timpal tika yang membuat mereka bertika jadi tertawa bersama.
Inilah sahabat,kadang kala trmpat kita menangis ,kadang kala tempat kita tertawa,kadang kala tempat kita menangis dan tertawa secara bersamaan di waktu yang sama.ya..muda mudahan mereka tetap bisa bersama.
" muda mudahan kita tetap bersama "batin lisa yang masih bersama.
Tika memandang dua sahabatnya." muda mudahan kita tidak terpisah,walau itu karna impian kita".batinnya.
"Mudu mudahan kita akan slalu tetap dalam kata teman yang berada diwilayah hati yang bernama sahabat". Sari tersenyum .
***********
Setelah selesai adegan mewek nya dan legah .sari pulang dengan di antar oleh tika.
"..Ting ting..".
" eh..hp lo bunyi ,sar".
Sari merogok tas selempangnya.ya..hp nya memang benar berbunyi.ia menekan simbol telpon berwarna hijau lalu mendekatkan hp nya ke telinganya.
"Halo,assalamualaikum..is".katanya ramah.
" sar...lo bisa gak ,bantu gue.sekalian ajak tika deh kalau bisa".suara di sebrang sana.
" pokoknya lo datang aja,alamatnya akan gue kirim.cepetan nanti gue ceritain ya".
Tut.
Sambungan telponnya terputus.
"Is..si fais ,gak jelas amat sik".kesal sari.
Tika menoleh sebentar pada sari yang dusuk disampingnya." emang si fais bilang apa ,sar".
"Katanya..dia minta tolong sama kita.kita katanya harus cepat datang .nih alamatnya". Jelas sari.
" aikk...si fais ada ada aja ya..".
Walau mereka kesal dengan kelakuan fais yang membingungkan tapi mereka tetap saja mau mendatangi lokasi uang diberi tau fais.
T
.
.
.
.
B
..
.
.
.
.
C
.
.
.
.