Ice Senior Is My Husband

Ice Senior Is My Husband
58



Setelah beberapa minggu dari kejadian itu, baik Sari maupun Ari tidak pernah bertemu dengan Sera lagi. Entah gadis itu kemana, tapi Sera seolah hilang ditelan bumi.


Dan hari ini,, Ari sengaja tidak ke kantor nya karna ia dan sari akan pergi ke rumah orang tua Sari untuk acara makan malam bersama. Disana juga akan ada orang tua Ari dan juga teman teman mereka. Istilah kerennya mereka akan reuni keluarga.


Sari dan Ari memasuki rumah dengan ber gandengan.


"Mami, Papi!!!Β  " sapa Sari dengan nada girang dan senang. Raud wajahnya terlihat gembira dan berseri, di tambah lagi senyum nya yang mengembang dengan indah.


Anni langsung memeluk putrinya untuk sekedar melepas rindu, "duhh,, putri Mami makin cantik yah! " ucapnya sembari meneliti penampilan Sari dari atas sampai bawa.


Ia tak berbohong, Sari memang terlihat semakin cantik dan mempesona.


Baim menganggukkan kepalanya kemudian mengajak Ari untuk ikut bersamanya sedang Sari sudah membuka topik cerita untuk bahan gosib mereka. Haiss, tabiat perempuan kalau ketemu yah ngerumpi.


.....................


Sari pov


Weisssss,, rame guys!! Rumah Mam dan Papi Rame. Kurang konser dangdut nya nih biar lebih rame dan tetangga kaum sejawat ngumpul bareng juga, dangdutan gituhhh.


Aku berdecak kagum saat melihat makhluk tuhan yang tercifta indah sudah berkumpul disana, wahh aku ternyata sudah telat datang. Buktinya mereka sudah memulai acara BBQ duluan. Tapi it's oke, orang rumah kan bebas!!


Kulihat disana sudah ada three jomblo yaitu Tika, Ali dan Maya. Disana juga sudah ada pasangan lupa dunia, siapa lagai kalau bukan Fais dan tunangannya jeng Lisa kutu. Ada juga para kakak senior yang dulunya melegenda yaitu Kak Rendra yang terlihat makin tuampan, duh bisa khilaf ini. Dan satu lagi Kak Aldi, yang tampannya bisa buat ileran. Benar!! Kak Aldi sekarang beneran tampan. Padahal yah dulu tuh anak kayak preman pasar, acak acakan plus ambur adul, tapi sekarang!!!! MashaAllah adek mau mimisan dibuat tampang abang.


Tapi tenang, seorang SariYanti Wijaya marga Siregar tak akan tergoda oleh tampang begituan. Meski kata Novel visualnya udah kayak patung dewa dewa yunani, tetap...___ suamiku tercinta lah yang paling tampan didunia dan yang bisa menggoda iman ini.


Dan asal klen semua tahu, aku emang ngak punya bakat yang menonjol dan membanggakan selama ini. Aku ngak bakat melukis atau menggambar, aku ngak ada bakat main musik, aku ngak berbakat dalam belajar. Tapi ada dua bakat dalam diriku yang sudah mendarah daging yaitu setia dan mencintai kak Ari seorang. Cielahhh, bucin akuh!! Aihh, jadi malu ama yang baca.


Aku tersipu maluuuuuu.


Ku lihat kak Ari yang baru datang dan langsung bergabung dengan kedua temannya. Haiss, padahal dia lewat dari samping aku loh tapi doi ngak nyapa. Pengen marah jadinya.


Aku langsung mengejarnya dan mengalungkan tanganku pada lengannya, "tunggu napa?! " sungutku dengan nada kesal.


Kak Ari menoleh sebentar, ia mengacak rambutku. Itu saja.


Woi bang!!! Romantis dikit napa?! Biar readers ngak komen sikap dingin kamu perguso. Aihh, senyum dikit kek, dikasih le mineral kek biar ada manis manisnya. Tapi ngak perlu, aku kan udah manis maksimal.


"Sar!! Sini kamu!! Jangan sama suami mulu. Bantu bantu woi! " teriak Tika jomblo yang hanya menambah ke-keki an di hati ini.


Cik, tuh orang udah jomblo, bar bar lagi. Pantesan!! Kalau imut kayak aku kan cepat laku, eaakkk. SMA ajah udah nikah, kecil ajah uda ada yang pesan. Ck, aku baru sadar kalau aku ini cantik.


Wkwkwk,, readers jangan keki sama tingkat kepedean aku yang naik. Maklum ajah, lagi jam 15.05. Biasanya kegilaan aku kambuh di jam itu, otaknya rada koslet gituh. Jadi maklum yah!!


Aku melepas pelukanku dilengan Kak Ari kemudian tanpa mengatakan apapun padanya aku langsung menyusul Tika.


"Apasih, Jomblo!! " kesal ku sembari bersedekap.


"Jomblo?!! " pekik Tika histeris.


Haiss, lebay nya kambuh ternyata. Yailah jomblo, situ kan sendirian doang.


Aku menatap Tika malas kemudian memutar bola mata jengah, "iya,, kamu emang jomblo. " ketus ku sembari duduk disamping Lisa.


"Eh, aku ngak jomblo yah. " protes Tika yang duduk didepanku.


Kulihat Maya terkekeh, "kalau jomblo ya jomblo. Ngak usah nyolot, terima takdir ajah. "


"Ihh,, Maya jomblo juga kan?! "


Maya melempar kulit kacang kearah Lisa, "eh curut, ngak usah ikut ikutan. Iya, aku jomblo dan aku sadar diri. "


"Tapi aku bukan jomblo. Aku punya pacar, aku punya suami. Tapi suami aku belum datang, dia masih ada di masa depan aku. " Tika menaik turunkan alisnya sembari tersenyum menyebalkan kearah kami.


Aku, Lisa dan Maya saling bersitatap lalu secara bersamaan kami tertawa ngakak, "Wkwkwk,, ternyata terlalu lama sendiri bisa mengubah pola pikir jomblo halu kayak kamu, TikTok. "


Sumpah, menurut aku Tika lucu. Okay, dimasa depan tuhan sudah menyiapkan suami untuknya. Tapi tetap saja sekarang ia sendiri alias jomblo. Tapi takperlu menasehati jomblo, karna spesias itu rentan dan sangat keras kepala.


"Ngak perlu nunggu lama sampe ngehalu pergi kemasa depan. Karna masa depan kamu kan aku, Tika. "


Aku, Lisa, Maya maupun Tika sama sama menoleh mendapati Ali dan Fais yang sudah duduk di antara Tika. Cielah, kata kata Ali tadi,, ya tuhan!! Aku baper, huaaa.


"Cieeee...,, Tika. " goda Maya dan Lisa sembari mengedipkan matanya genit kearah Tika.


Tika gelagatan sendiri, ia salah tingkah, "apaan sih? Ngak jelas!! " ucapnya dengan nada kesal tapi terlihat malu malu.


"Lamar, lamar, lamar, lamar!! " ucapku memanas manasi keadaan. Hehehe,, ternyata memanas manasi kayak kompor adalah bakat terpendam ku yang selama ini terkubur dalam dalam sedalam celana dalam yang merupakan sejenis pakaian dalam yang dipakai didalam. Karana kalau celana dalam dipakai diluar nanti dikira superman lagih.


Ali menggaruk tengkuknya, "yahh si kompor nyala lagi. " ucapnya yang terlihat salah tingkah juga.


"Sar, kamu salah. Bukan lamar tapi tembak. " ralat LiSa padaku seolah perkataan ku tadi salah.


"Dosa kalau pacar pacaran. Mending dinikahin, biar langsung halal dan terhindar dari dosa. " ucap Maya bijak.


Aihh, aku kesemsem sama kata kata bijak mu May!!


Aku menganggukkan kepalaku, setuju dengan perkataan Maya.


"Siapa yang mau lamaran? "


Aku dan yang lainnya langsung menoleh ke arah kak Aldi, kak Rendra, kak Ari suami tercinta seeta dua orang yang aku belum kenal datang bergabung.


Kak Ari duduk disampingku, sedangkan yang lainnya duduk mengisi ruang kosong sehingga sekarang kami malah terlihat melingkar.


"Eh, kalian malah bengong. Tadi yang mau lamaran emangnya siapa? " tanya kak Aldi balik.


"Ali, kak. " jawabku singkat.


Cemen!!


"Bukan sekarang, tapi nanti. " tambah Ali menyisir rambutnya dengan gaya cool sembari mengedipkan sebelah matanya ke arah Tika.


"Cieee...." goda kami semua, minus kak Ari~ membuat Tika salah tingkah dan memilih berdiri untuk mengipasi ayam yang sedang kami bakar.


"Lis,, yang dua orang disana siapa yah? " tanyak ku dengan berbisik pada Lisa.


"Kamu lupa? " ucap Lisa, aku hanya menganggukkan kepalaku.


"Dia itu Miska, rival mu dulu. Dan sekarang Miska itu istranya kak Rendra. Tapi kalau yang cowok itu aku ngak tahu, karna aku juga baru lihat. "


What!! Si Miska beruang kah?! Astaga!! Ini benar benar mengejutkan, dia...-- dia sekarang menjadi istrinya kak Rendra. Demi apa coba!!


Dulu dia rival aku karna dengan terus terang dia yang mengibarkan bendera perang dengan berusah merebut kak Ari dengan gaya alay. Dan sekarang,, sekarang kami dipertemukan kembali dengan keadaan berbeda. Ck, mencengangkan.


"Sari kan? "


Aku menatap pria di depanku bingung lalu menoleh ke kak Ari yang hanya menaikkan alisnya.


"I..ya. Tapi kakak siapa? " tanyaku akhirnya.


Tapi kalau makin dilihat pria didepanku ini seperti seseorang yang kukenal alias tidak asing. Humm, tapi mungkin saja wajah nya saja yang pasaran.


"Kau lupa??? " ucapnya shock.


Aku hanya menganggukkan kepalaku, entah aku beneran lupa atau memang tidak mengenalnya tapi intinya wajahnya pasaran.


"Dasar!! Dulu aku yang memanjatkan rambutan untuk mu. Kau juga pernah menyuruhku mencuri mangga pak Haji Alam di samping rumah kakekmu. Tapi sekarang!! Sekarang kau malah lupa pada pria setampan ini?!! " katanya sedikit kesal.


Aikk benarkah?? Eh,, tapi siapa yah dia?! Rumah kakek? Humm, berarti dia berasal dari sidempuan. Aku meletakkan telunjukku di dagu berusaha mengingat nih orang. Aku menoleh ke kak Ari saat ku dengar dia malah terkekeh.


"Dia Ahmad. " ucap kak Ari membuatku melogo.


aku kembali menatap pria yang ternyata adalah kak Admad sambil tercengir.


Sedikit penjelasan, kak Ahmad adalah tetangga oppung alias kakekku disidimpuan. Dan dia juga merupakan teman kecilku meski usia kami terpaut cukup jauh, sekitar 5 tahunan. Dan yang dikatakan kak Ahmad itu memang benar, dia yang sering memanjat rambutan untukku serta pernah mencuri mangga Haji Alam. Dan yang paling tak terlupakan kami pernah menjelajah ke hutan hutan gituh, kayak sibolang di trans 7.


Hayoo!! Yang waktu kecil sering gitu juga siapa nih.


"Sudah ingat?!! "


Aku menganggukkan kepalaku.


"Dasar pelupa! Orang seganteng ini bisa bisanya kau lupakan. " ucap kak Ahmad terlihat kesal.


"Iya iya Maaf!! Maafkan aku kak Ahmad yang ganteng. Tapi masih gantengan kak Ari. " cengirku, sengaja di akhir kalimat aku mempercepat perkataanku agar tak terdengar jelas. Tapi sepertinya mereka dengar karna sekarang mereka tertawa termasuk abang Ari terLov.


"Ku maafkan jika kamu mau mengatakan kalau aku lebih tampan dari pada suami mu itu. "


What!! Serius syaratnya begituan?!


"Gak. Mending gak usah di maafin. Ingat yaa kak!! Suami aku itu paling ganteng sedunia. Ingat!! Buat kalian semua juga! " kataku tidak Mau kalah seperti anak kecil tapi ku yakin terkesan manisz. Secara kan Sari itu manisz dan ngangenin.


Aku kemudian menatap kak Ahmad dengan tatapan permusuhan. Dan entah kenapa yang lainnya malah ketawa. Ini aku serius loh, tapi mereka malah ketawa. Emang sekarang ini aku lagi ngelawak? Enggak kan?! Aku seriuss!! Aku serius kalau aku cinta kak Ari. Wkwkwk... jangan marah!!


Kak Ari merangkulku, "jangan seperti itu. Bagaimanapun dia akan menjadi kakak ipar mu. " ucap kak Ari bagai bom atom yang meledakkan ragaku.


Amsyong!! Aku kaget ajah. Kakak ipar aku?! Huaaa,, ini kejutan apa lagi?!


Kalau dia kakak ipar aku berarti kak Ahmad dan Sera sudah.....--


LYSE kambek lagi nih. Muafkan author yang up nya lama banget. Mood author ngak baik ama nih cerita. Ancur ancur gituh,, pen lanjut tapi idenya udah kandas. Pen bubar tapi takut mengecewakan.


Sebenarnya bagian aslinya part ini seharusnya part bagian ending nya. Tapi karna masih ngak sanggup buat namatin jadi author rombak lagi dan berusaha mengumpulkan ide ide lagi. Dan akhirnya author hari ini up. Dan mulai part ini rencananya author akan buat babak baru yang lebih ngeselin lagi sama yang lebih greget lagi. Author juga akan berusaha agar tokoh Arinya lebih romantis lagi, sesuai keinginan readers. Tapi kalau Arinya masih terlihat ngak romantis, pliss klen jan demo.


Author jomblo😳😬 jadi author mana bisa bedain romantis sama baperan. Author mah dipaperin ajah udah merasa romantis banget.


Tapi buat kalian yang tahu bedanya romantis sama baperan, pliss komen!! Author pen tahu banget😬 sekalian buat reperensi sikap romantis Ari di part kedepannya.


Kalian, Readers terLovLov ku. Jan lupa Like like, komentarnya yang ramai yahh karna author suka dan baperan sendiri pas baca komenan kalian. Tapi komenan yang bagus yah, jangan saling menjatuhkan dan kasarπŸ˜‰


Vote yang banyak!!πŸ˜‰


Β 


Salam LYSE


See next part.πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


Byebyebye,,


Β 


Aih, jangan dulu. Author hampir lupa mau bilang kalau author rencananya mau nukar cover LYSE. Itu aja sih.


Β 


Salam LYSE


See next part.πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


Byebyebye,,


Β