Ice Senior Is My Husband

Ice Senior Is My Husband
Part 14



Author pov.


"Kak ...".


" humm".


"Kita mau kerumah uma ,ya".


Ari menatap sari dengan senyuman." iya..".


"Wuu...uma sama papa emang udah sampe ya,kak".


Ari terkekeh mendengar istrinya yang menanyakan soal kepulangan orang tuanya,padahal dari mereka berangkat sari sudah tau bahwa mereka akan pergi menemui orangtuanya tapi masih aja tetap bertanya dan aneh nya pertanyaan yang ia lontarkan hanya itu itu saja,untung abang sabar dek.!haahahaaaa.


Sesampainya dirumah orang tuanya sari langsung turun dari mobil dan langsung berlari masuk ke dalam rumahnya ,mengabaikan suaminya yang tertinggal dibelakangnya.


"YuuuHuuuuuu....UmAaaaa.Papaaaa....".teriank sari riang memasuki ruang tengah rumah orang tuanya ia menghempas bokong nya ke sofa.iyalah ..kan rumah sari di aprt nya ari,kan sekarang sari itu sudah sah istrinya babang ari jadi dimanapun ari tinggal maka disitulah rumah sari.karna sesungguhnya rumah seorang istri adalah suami.betul apa betullll?.


" sar..jangan teriak teriak".tegur ari yang sudah berada di samping sari.sari hanya menatap suaminya dengan cengiran.


"Eh...sari.Dan ari.". Sari menoleh kedepan dimana mamanya dan ayahnya ada disana berjalan dengan beriringan,seketika ia berlari dan berhambur kepelukan mamanya meluapkan rasa rindunya yang sudah ia tahan beberapa bulan .


Setelah merasa cukup,atika melepas pelukan purtinya. "Ihh maa....sari rindu loh".rengek putrinya manja.


Karin hanya tertawa kecil melihat wajah cemberut putrinya." hahaaaaa...emang kamu gak malu apa sama suamimu,udah besar juga masih aja suka manja".sari hanya mendengus kesal.


"Eh ..papi uda sehat?". Sari berjalan ke arah ayahnya dan langsung memeluk ayahnya.


" iya sayang...kamu juga sehat kan".sari hanya menganggukkan kepalanya .


"Mah..pa..apa kabar".tanya ali sopan dengan menyalim kedua tangan mertuanya.


Karin tersenyum hangat ." baik sayang".


"Oh....sampe lupa ya.mama ke dapur buat minum dulu ya,oh..ari mau minum apa nak?". Kembali karin tersenyum hangat kepada menantunya .sungguh ia berterimakasih kepada menantunya karna sudah mau menjaga putrinya dengan baik saat ia dan suaminya berada di negri orang.apalagi sekarang putrinya terlihat sangat bahagia .


" umm..biar sari ajah mah".sari langsung berdiri ."kakak mau minum apa?".


"Air putih aja".


" kamu gak nanya sama papa ,sar?".


"Eh..papa mau minum apa?,sory sari lupa,heeheh".


" haahah...becanda kok nak,tapi boleh juga papa mau teh buatan kamu aja deh".sari menganggukkan kepalanya lalu pergi kedapur.


Melihat semua itu membuat hati karin semakin bahagia karna putrinya yang kekanak kanakan sudah mulai belajar dewasa.


********


Akhirnya sari selesai memembuat teh untuk papanya.ia meletakkan 2 gelas teh dan 2 satu gelas air putih diatas nampan dan membawanya ke ruang tamu.


"Ini untuk mama ,Ini untuk papa". Sari meletakkan dua gelas teh didepan papa dan mamanya ." ini untuk kak ari dan aku ".lalu meletakan 2 gelas air putih didepannya dan suaminya.


"Ari..".sari dan ari mendongak,menatap ke arah tangga.disana sorang gadis yang terlihat seumuran dengan ari berdiri dengan wajah semringan nya,senyumnya menampakkan bahwa ia sekarang sangat bahagia.


Gadis itu berjalan dengan sedikit berlari ,ia duduk di samping kanan ari dan disamping kiri ari ada sari.


Gadis itu tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya." hai..ar.apa kabar?"


"Hai sera ,kabar baik". Balas ari singkat.gadis yang bernama sera itu masih tetap mempertahankan senyumnya.


" udah lama ya kita gak ketemu".ari hanya berdehem untuk menjawabnya.


Sari memajukan kepalanya untuk melihat kakak perempuannya yang sudah lama tidak bertemu dengannya."Hai..kak sera".


Senyum sera yang awalnya berkobar bak kebakara seketika meredup bak diguyur badai.ia menatap sari kesal.


"juga" .ketusnya membuang muka.


Sari hanya tersenyum kecut,ia pikir setelah lama tidak bertemu dengan kakak nya ,ia akan bisa akrab dengan kakaknya.tapi nyatanya semua itu hanya pikirannya saja kakaknya tetapvbersikap ketus dan tidak suka padanya .ia tahu alasan mengapa kakaknya tidak suka padanya ia juga mengerti apa yang sera rasakan tapi apakah ia yang salah ?.jika bisa merobah takdir ,ia juga tidak mau ditakdirkan seperti sekarang .ia juga tidak ingin seperti sekarang dimana dirinya terlihat selalu ceria,dimana dirinya selalu bersikap kekanak kanakan padahal ia menyimpan beban dihatinya,menyimpan luka dihatinya .


Sari tersenyum kaku pada sera."Kakak..apa kabar".


Sera berdecak kesal."Ck...Lo liat kan gue sekarang gimana,jadi gak usah deh sok akrab ,basi!!".


"Oh". Hanya kata yang terdiri dari 2 hurup itu yang keluar dari mulut sari.sebenarnya dalam hati,ia merasa sakit tapi mau bagaimana lagi,tidak mungkin kan ia menunjukkan kesedihannya.


Sera hanya mengabaikan sari.


" eh..ar.kamu mau kuliah dimana.kamu udah lulus kan?".


"Belum tau".


" gimana kalau kita kuliah bareng aja,oh..gimana kalau kita kuliah nya di amrik,atau di belanda".antusias sera,padahal saat berbicara dengan sari ia tak se antusias ini malahan malas.


"Eh ia nak ari.rencana kuliah nya mau dimana?".karin ikut mencampuri.


" belum tau mah,tapi rencana kuliahnya di sekitar jakarta ajah mah.kan sekarang ari uda punya istri jadi gak mungkin kan ari keluar negri".jelas ari,sesekali ia melirik istrinya yang hanya diam saja seakan suaranya habis.


Karin tersenyum bahagia mendapat jawaban ari menantunya ,ternyata ia tidak salah untuk menikahkan putrinya dengan ari karna begitu jelas ari sangat memikirkan dan mementingkan putrinya."Oh..begitu ya,mama sik setuju ajah".


"Ihh...apaan sik mah,ari itu kan pintar,cerdas dan banyak bakat jadi cocoknya itu kuliah di universitas ternama seperti di luar negri kek lagipula kan cita citanya ari itu bisa kuliah diluar negri.jadi mama dukung dong.itu lagi istri kok kayak penghalang mendingan gak usah". Protes serah .manamungkin ia membiarkan ari untuk kuliah di sini .sudah sejak lama ia ingin bersama ari dan ini adalah kesempatannya dengan kuliah bersama ari.ya sudah lama ia menaru hati pada ari ,namun kenyataannya adik yang tidak diharapkannya lah yang sekarang ini berdampingan dengan pujaan hatinya.ia membenci kenyataan bahwa adik sialnya itulah yang menikah dengan ari,yang paling ia benci adalah kebenaran bahwa arinya mencitai sari dan ia tidak terima kenyataan itu.kenapa hanya dan selalu sari yang dicintai kanapa bukan dirinya.


" sera...jaga ucapan mu,sari itu adik mu".bentak reno ayah sari Dan Sera.


Sera hanya bersedekap dada Dan memalingkan wajahnya ,ia mnyandarkan punggungnya Ke sofa.inilah Salah satu yang membuat nya benci pada sari,ayahnya yang selalu membela bela sari Dan selalu menyalahkannya.


"Assalamualaikum".


Semua yang di ruang tengah berdiri dan menoleh ke arah pintu ." waalaikum salam".


"Wihh uda pada ngumpul ajah". Ucap atika bergabung keruang tengah.


" halo mah .pa.apa kabar..".ari terenyum hangat pada orang tuanya yang bari saja ikut bergabung dengan mereka.


"Baik..,sari menantu mama gak kamu apa apakan .kan?". Ari melirik sari disampingnya lalu tersenyum .


" hehee..mami sama papi apa kabar".akhirnya sari kembali membuka suaranya.


"Baik ,sayang".atika dan dika tersenyum hangat pada menantu mereka.


" hai tan...,masih ingat gak sama sera?".sera melayangkan senyumannya.


Sera terkekeh." heheheh tante bisa ajah,tapi tante juga makin cantik ajah ya".


"Kamu bisa ajah,oh...ya kamu udah lulus juga kan,trus rencana mau kuliah dimana?".


" maunya sik di luar negri ,tan.tapi..arinya gak mau soalnya istrinya gak bolehin,hahahahhhaaa ".sebenarnya sera mengatakannya dengan serius tapi ia buat buat seakan akan itu candaan semata.jelas sari tau bahwa itu bukan candaan.


" haah....ari kan sayang sama istrinya,ser".kata atika dengan melirik jahil putranya,padahal putra hanya menanggapinya dengan biasa saja alias datar.


Sera terdiam mendengar penuturan dari atika.hatinya serasa tertohok tapi memang sudah kenyataannya begitu bahwa arinya sangat menyayangi sari adik sialannya."humm...tante benar".


*


*


*


*


*


*


"Onyettt........". Teriak tika sesampainya dipintu kelas.


" woi....ni bukan hutan ya ,jadi gak usah teriak teriak".kesal ali dengan sedikit berteria.


Tika masuk kekelas ia berjalan berpapasan dengan ali yang memang duduk didepan."Dont care..".


"Hai semua...". Kali ini yang teriak bukanlah tika ,bukan ali juga tapi lisa.ia berjalan dengan wajah berbinarnya yang selalu ia tunjukkan di setiap harinya.


" eh...sari .lo kenapa nyet".lisa menatap bingung sari yang hanya bengong di bangkunya.


"Kuramal sari ketemu dengan kakak resenya". Canda tika,yang memang kenyataannya sari ketemu bahkan sempat berinteraksi dengan kakak nya yang tidak lain adalah si sera.


Sari memasang wajah lesunya.


" kok bener sik...,uwakk.....hick...".


"Eh sar kok malah nangis sik". Seketika wajah tika dan lisa berubah jadi kwatir yang berpadi dengan bingung.


Sari menghapus air matanya yang sempat jatuh di pipi mulusnya." ngaak kok".ia menundukkan kepalanya.


"Eh cerita dong nyet..,".


" iya nih..bagi bagi dong gelisahnya..jangan pelit.ingat pelit itu temannya setan".


"Ihhhh...kan temannya sari kita bedua nyet,jadi kita dong setannya". Polos lisa menatap horor pada tika.


Tika menggaruk pipinya yang tidak gatal." iya juga ya..,eh..gak lah..mana ada setan cantik kayak eke..".


Sari mengangkat kepalanya lalu memandang dua sejoli yang didepannya bergantian."ih..pede amat mpok".


"Ye....emang kenyataan kok". Kata tika berbangga diri.


Lisa menatap malas tika." buktinya lo masih jomblo.iya kan".


Sari langsunng terkekeh dan kekehannya berubah manjadi tawa saat melihat wajah cemberut tika ,akhirnnya mereka bertiga tertawa bersama sama.


"Uda ah...capek ketawanya".


" hahaa..huhhh.hummm ketawa cape juga ya".


"Eh tapi...sekarang sari kita gak sedih lagi.yeeeee...". Seru lisa senanga.


" hip hip hore".


@@@@


"Kak..".


Ari menoleh pada istrinya .


" humm".


"Aku mau pergi rumah lisa ,boleh gak?".


Ari memandang sari dari atas sampai bawah,benar juga sekarang penampilan istrinya sudah rapi." kamu pergi sama siapa".


"Sama tika. kak".semoga suaminya ini membolehkan ia pergi,karna rencananya ia akan curhat sama lisa dan tika soal kakaknya sera yang selalu ketus padanya.


" baiklah..,hati hati dijalan ".yeh..suaminya membolehkannya pergi,ia segera menyalim ari dan langsung pergi.ia berharap setelah bercerita pada dua sahabatnya ia bisa legah.


T


.


.


.


B


.


..


.


C


.


.


.


.


.


.