Ice Senior Is My Husband

Ice Senior Is My Husband
56



Author pov.


Ari memperhatikan istrinya yang sedang memasak dengan bergerak kaku sedangkan ia duduk di kursi meja makan.


"Apa masih sakit? "


Sari tanpa sengaja menjatuhkan sendok makan, akibat kaget dengan pertanyaan Ari. Ia mengambil sendok tersebut kemudian menoleh pada Ari, ia menggeleng kaku kemudian dengan cepat membalik tubuhnya dan melanjutkan aktivitas memasaknya. Uuuuu, pipih Sari jadi memerah mengingat yang.....___


Ari tersenyum lucu. Ck, lihatkan! benar kan tebakan Ari, di peluk saja istrinya grogi apalagi..._-_- _ekhmm melakukan hubungan suami istri.


Dan tadi malam meraka memang benar benar melakukannya, awalnya sih Ari hanya berniat ingin menjahili istrinya, menakut nakuti Sari dengan Ari yang meminta jatah. Tapi tragedi ekhmm itu malah terjadi.


(Pake kode kode an aja yah. Gak enak, soalnya author dan beberapa pembaca itu anak sholeh bin polos nan takutz dosa , dan dosa author udah banyak. Gak mau nambah lagi)


Sari membawa hasil masakannya dan meletakkannya di meja makan tanpa menatap Ari, soalnya ia masih malu dan grogi, alasannya karna semalam. Yah, adi begini lah sari sekarang,, berubah menjadi ultramalu, maluman, spidermalu, kakuranger, dan superkaku.


Sari duduk didepan Ari, ia mengisi piring Ari dengan nasi dan lauk. Ketika ia akan menuang sambak ke piring suaminya, Ari malah menghentikan dengan mencekal pergelangan tangannya Sari.


"Kenapa kak? Oh, kakak gak mau sambalnya?! " Sari bertanya dengan menatap Ari sembari menaikkan alisnya.


Ari hanya tersenyum, akhirnya Sari mau mengeluarkan suaranya setelah pakum beberapa jam.


"Tidak ada. Aku hanya ingin mendengar suaramu. "


Sari yang mendengarnya mengerjap dengan mulut menganga. Hanya ingin mendengar suaramu,, wihh manis nya' batin Sari tersenyum dalam hati.


"Lanjutkan. " tambah Ari dengan melepaskan tangan Sari.


Sari mengangguk kaku kemudian menuang sambal ke dalam piring Ari. Setelah menuangnya ia tersenyum canggung.


"Se..selamat makan. " dan diakhir kalimat Sari kembali tersenyum canggung. Menurutnya suasana diruang makan mereka benar benar canggung. Sebenarnya bukan diruang makan saja, dikamar, di ruang tenga, di manasaja asal itu ada Ari nya maka suasana nya akan canggung menurut Sari.


Ari menaikkan alisnya, namun ia hanya membiarkan kelakuan aneh Sari tersebut. Anggap saja Ari berusaha memaklumunya.


"Soal suara seram yang kau dengar, kqu yakin itu suara hantu? " Ari mulai membuka suara setelah mereka selesai makan.


Sari mendongak, ia menegug habis airnya kemudian menatap Ari dengan mengeryit. "Akuuuu...yakin! " ucapnya pada akhirnya.


"Ck hp mu. Mami beberapa kali menelponmu. "


Sari menganggukkan kepalanya kemudian menatap Ari sebentar dan setelah itu men cek hp nya.


"Iya sik mami nelpon. Tapi hubungannya sama suara hantu apa? " Sari menatap Ari bertanya tanya.


"Nada dering mu apa? " Ari bersedekap dengan menatap istrinya datar.


"Kunti keta..._" Sari spontan membelalak dan berhenti berbicara saat menyadari kebodohannya.


"Jadi?! " Ari menaikkan sebelah alisnya.


Sari memasang wajah konyolnya, "hehehehe..." Sari melayangkan cengirannya.


Sedangkan Ari hanya menggelengkan kepalanya dengan menatap istrinya gelik. Haiss, istrinya ada ada saja, sudah tahu takut hantu tapi istrinya masih sok sok an pake nada dering suara hantu ketawa berjenis kunti. Ck, ck, ck, mencengangkan sekali.


.............


Sengaja dibuat sedikit, biar parnya nambah banyak. Wkwkwkwk...😂


Maaf yah readers semalam author ngak up. Maaf banget yahhh😔😔😔


Tapi hari ini Author up, 😁😁


para readers jangan lupa mampir ke cerita author yang lainnya yahh.


Couple soulmate, cerita author yang udah end .


Dan, Back To See Love, cerita author yang masih belum tamat.


jan lupa like, vote dan comen.


bye bye, Readers. Salam kebacothan!😂😂😂