Ice Senior Is My Husband

Ice Senior Is My Husband
62



Ari berdecak kesal melihat laporan karyawannya yang sangat kacau. Ari meletakkan laporan tersebut dengan menghentaknya. Ia kemudian berniat menelpon sekretarisnya, namun rencananya tersebut harus ia urungkan saat Sera tiba tiba muncul dari balik pintu.


"Ah, maaf! Tapi aku terlalu terburu buru makanya sampai lupa untuk mengetuk pintu. " ucap Sera sembari berjalan ke arah Ari, dan setelah sampai di depan pria itu ia duduk.


Ari menatap Sera sekilas, "humm. "


"Begini,, aku sebenarnya berniat mengajak Sari ke butik untuk menjemput gaun resepsiku. Tapi aku pikir akan menyusahkan, maksudku dia sedang hamil dan kondisinya tidak membaik..."


"Tidak perlu mengajak nya! " potong Ari cepat.


Sera menganggugkan kepalanya, "itu maksudku, aku tidak akan mengajaknya. Tapi masalahnya aku tidak punya teman kesana selain Sari. " Sera mengetuk meja pelan tanpa irama, raudnya wajahnya menandakan jika ia sedikit cemberut.


"Suamimu. " ucap Ari singkat.


Sera mendongak, "dia sedang pulang ke desa. " ucapnya murung.


Sera kemudian menatap Ari yang kini sedang berbicara dengan sekretarisnya melalui telpon. Sera menghela nafas pelan, mungkin jika suaminya disini ia pasti akan mengajaknya.


"Kita pergi. "


Sera mendongak mendapati Ari yang sudah berdiri dan berjalan keluar. Seketika senyum wanita itu terbit, tak sia sia ia jauh jauh ke kantor suami adiknya tersebut.


...................


"Kalau hanya untuk mengejar perempuan....... asik,, goyang bik. " seru Sari pada para pembantunya sembari berjoget ria.


Para pembantunya tersebut hanya menurut, lagian siapa yang nolak disuruh joget ala emak emak di kondangan?! Asyik begono!!


Sari meliuk liuk kan tubuhnya dengan lincah, padahal kondisinya hamil loh. Namun meski begitu wanita yang sebentar lagi akan menjadi ibu itu terlihat sangat lincah dan seksi saat meliukkan tubuhnya seiring irama musik. Andai Ari melihatnya, mungkin suaminya tersebut bisa bablas lagi.


"Kalau hanya untuk mengejar perempuan lain, buat apa sih cincin putih kau sematkan dijari manisku. " ucap Sari sembari bernyanyi dengan mengubah lirik lagu nya.


"Mantap nyon!! " ujar sang pembantu yang sudah keasyikan berjoget.


"Lanjutkan!! " seru pembantunya yang lain.


Brak!!!!


Sari dan para pembantunya spontan berhenti berjoget dan bersamaan menoleh ke arah pintu.


"Maaf nyon, maaf!! Tapi itu..,, mobil tuan sudah memasuki komplek rumah nyon. " lapor sang satpan yang ditugaskan oleh Sari untuk mengawasi pergerakan mobil Ari dan melaporkan kedatangan Ari secepat mungkin agar aksi pesta ala emak emak mereka tak ketahuan oleh sang suami.


"Oke, pak. " ucap Sari.


Ia segera duduk disofa sembari me- lap keringatnya dengan tissu. Kemudian ia meriah wajahnya sedikit dengan membedakinya dan mempoleskan lipstik di bibir. Tak lupa parfum yang ia semprotkan ke tubuhnya agar menyempurnakan penampilannya. Sedangkan para pembantu dan satpam nya sudah kembali ketempat mereka biasa berada.


"Eh,, mas udah pulang. " ujarnya dengan senyum manis dibibir nya saat melihat Ari berjalan masuk.


Sari memang sengaja memanggil Ari dengan sebutan Mas'. Bukan apa apa,, ia hanya ingin memanggil suaminya dengan sebutan mas' itu saja.


Ari menaikkan alisnya saat mendengar Sari memanggil nya mas'. Ia bingung saja, biasanya kan Sari memanggilnya kak' atau kalau lebay istrinya kumat kakang mas, ayang beib, suamiku dan blablabla.


Tapi sudahlah, ngak usah diperpanjang. Sari memang aneh dan sesuka hati, lagian asal Sari bahagia Ari mah tak masalah. Dan satu lagi, 'biarkan dia berkembang' itu kalimat yang sering terlintas di pikiran Ari disaat menyaksikan kekonyolan serta keabsurd- an istrinya.


Sari menghampiri Ari kemudian menyalimnya, "mas ku, suamiku ter tampan,, kerjanya gimana? Karyawannya ada yang nakal ngak? "


See!! Kelebayan Sari kumat. Tapi Ari sih tersenyum gelik ajah, intinya kan asal istrinya bahagia. Lagian Sarinya akan sangat manis jika saat lebay_nya kumat.


Ari tersenyum lembut ia mengelus kepala istrinya sayang lalu mengecup kepalanya, "pekerjaan mas baik baik saja. Beby nya gimana? " ucapnya dengan mengikuti alur Sari yang memanggilnya Mas.


Sari membalas senyum Ari dengan ikut tersenyum juga, bedanya ekspresinya berubah menjadi sangat antusias.


"Baby nya sehat kakanda. Tadi kita habis makan banyak!! " antusias Sari mulai bercerita.


Ari terkekeh, "kalian makan apa ajah emang? "


Ari membawa istrinya duduk di sofa dan tak lama pembantunya datang dengan membawakan segelas air putih untuk nya.


"Tadi kita makan gado gado, pisang goreng, gulap jamun makanan india itu beib!! "


Ari meletakkan gelas nya setelah ia minum, ia kemudian merangkul Sari lalu melihat wajah antusias sang istri dengan gelik, "masih ada ngak, biar mas coba. "


"Sayang sekali, sudah habis. Padahal enak loh. " ucap Sari dengan mimik lesuh.


Jadi ceritanya, sebenarnya Sari hanya memberi kode agar Ari membelikannya makanan dari india tadi. Dan muda mudahan Ari peka.


"Nanti dibeliin lagi. "


Sari menganggukkan kepalanya semangat. Namun tiba tiba ekspresinya berubah, ia mengerutkan keningnya sembari menatap suaminya galak.


"Aroma parfum cewek!! " galaknya sembari menatap Ari nyalang.


Ari menautkan alisnya kemudian mencium bajunya sendiri. Ari kemudian kembali menatap istrinya saat tak mendapatkan aroma yang Sari tudingkan padanya. Tapi Ari akui tadi ia habis bersama Sera dan Ari tak bisa mengelak jika setelah hamil penciuman istrinya menajam berkali lipat dari biasanya, seperti sekarang.


"Katakan!! " gertak Sari mulai ber api api.


"Tadi aku habis menemani Sera ke butik. " jujur Ari.


"Menemani?!!! Emangnya ngak ada orang lain di dunia ini yang bisa menemaninya?!! " Sari berdiri, ia berkacak pinggang dengan tatapan tajam ke arah Ari.


Ari menghela nafas, lelah dari kantor pulang malah dimarahin istri. Sabar Ar,, perbanyak minum air putih! ' batin Ari dengan mengelus dada.


"Suaminya lagi pulang ke desa, Sar. " jelas Ari.


Sari menganggukan kepalanya namun tatapannya masil nyalang dan menusuk pada Ari, "ouh,, rajin yah bos q!! Nemenin aku beli pembalut ke depan komplek sana kamu ngak mau, deket loh padahal. Tapi giliran nemanin Sera ke butik, mau. Istri kamu itu sebenarnya aku apa Sera sih? "


Ari yang mendapat amukan hanya bisa memijit alis sembari melirik istrinya tanpa minat.


"Kamu dengar ngak sih?! " amuk Sari membuat Ari sampai terjangkit kaget.


"Aku capek Sar!! " keluh Ari yang sudah tidak tahan diomeli oleh Sari.


Sari bersedekap, "kamu capek?! Mau dipijitin? "


Ari menatap Sari lalu menganggukkan kepalanya. Jelas sekali jika Ari ingin di pijit, apalagi pijitan istrinya enak.


"Sana!!! Minta dipijitin sama Sera. " galak Sari kemudian pergi meninggalkan Ari yang duduk dengan tampak congang.


"Ck, salah lagi salah lagi. " guman Ari sembari mengacak kasar rambutnya.


...............


"Sar! " panggil Ari untuk kesekian kalinya, namun Sari masih mengabaikannya.


"Sari, mas minta maaf! "


Sari masih keukeh dengan keputusannya untuk mengabaikan suaminya hari ini. Ia kesal saja dengan Ari yang lebih mengutamakan Sera dibanding dirinya.


"Ini mas bawa makanan india yang kamu bilang tadi loh. "


Sari melirik, ia menegug salivah nya tergiur dengan makanan yang ada ditangan sang suami. Tapi ia tidak boleh langsung terpancing, setidaknya ia harus jual mahal. Sekalian Sari ingin melihat ke gigihan Ari untuk meluluhkannya.


"Ini enak loh, Sar. " ucap Ari dengan mencicipi makanan yang ia bawa.


Ari berdehem saat perkataannya tak sesuai kenyataannya. Bukan, makanan yang ia bawa memang enak tapi untuk seorang Ari yang tak suka makana terlalu manis,, ini sebuah bencana. Pasalnya makanan yang ada ditangannya terasa sangat manis, padahal tadi Ari hanya memakan sedikit saja.


Sari menoleh ke Arah Ari membuat suaminya tersebut tersenyum senang. Namun senyum Ari perlahan runtuh saat Sari merampas mangkok ditangannya dan kembali mengacukannya.


Ari menghela nafas, ia merangkul Sari ,, "maaf kan mas mu ini. Bukan karna aku peduli pada Sera tapi karna aku sangat peduli pada mu sayang. "


"Ngak nyambung! " ketus Sari.


"Sebenarnya dia ingin mengajak mu tapi mas tidak mungkin mengizinkan nya dengan kondisi kamu seperti sekarang. Mas takut dia keukeh mengajakmu makanya mending mas ajah yang menemaninya. " jelas Ari dengan suara lembutnya, tak lupa tangannya yang mengelus kepala sang istri. Trik Ari untuk meluruhkan hati Sari.


"Ya..,, itu trik Sera pura pura mau ngajak aku biar mas sendiri yang nyerahin diri buat nemanin dia. " kesal Sari kemudian melahap gulap jamun tersebut dengan kesal.


Ari menghela nafas, "ngak boleh souzon, dear!! Lagi pula, Sera itu kakak kamu. "


"Kakak?!! Hellou!! Mau dia itu kakak aku, presiden sekalian. Jika dia itu perempuan, aku sebagai wanita bersuami wajib waspada. Pelakor itu tidak kenal ikatan apapun, sekalipun dia suami adik sendiri. Kalu udah cinta sama suka mah langsung dijadiin target. " cerocos Sari dengan menyampingkan makanan dimulutnya ke sebelah bagian dalam pipinya, membuat pipinya tersebut gembul.


Ari yang mendengarnya hanya menggaruk alis nya yang tak gatal. Benar apa kata para suami yang pernah Ari dengar, istri yang jarang cemburu kalau udah cemburu galaknya minta ampun.


"Dengar ngak mas!! " galak Sari dengan menepuk paha Ari kuat.


"I.. iya, dengar sayang. " gelagat Ari sembari mengusap pahanya yang terasa panas akibat pukulan sang istri.


'Istri pas hami itu cantik sik, cantik banget malahan. Tapi galak nya minta ampun juga!! '


Kaya ekstra part yah?? Wkwkwkwk,, tapi mudah mudahan readers suka ajah.


Vote, like dan komen nya yah!! Author tunggu komenan imutz kalian, yu dadada bye bye😉😘