Ice Senior Is My Husband

Ice Senior Is My Husband
24



*Aku menegug salivaku kasar. Takutz coy*.


Kak Ari masih menatapku dengan tajam," menurutmu! " katanya datar masih memandangku dengan tatapan tajam.


"Heheehehe, becanda kok kak. Ja..jangan diambil serius. Hehe.. " nyesel akguh nyusulin kak Ari kesini. Niat awal sik mancing biar banyak bicara, tau-taunya malah mancing emosinya.


Kak Ari masih setia dengan tatapan tajamnya. Ini lagi dari tadi suara aku pake acara gagu lagih.


"Ak aku aku beres-beres di dapur dulu ya kak. " alibiku. Aku berdiri bersiap kabur, tapi gerakanku kalah cepat dengan gerakan kak Ari yang mencekal tangan ku kuat.


Aku menatap kak Ari dengan cengirang. Ternyata oh ternyata niat kaburku tertangkap basah, kuyup lagi!!


Kak Ari menarikku membuatku terduduk kembali.


"A...ada apa lagi kak! " Kak Ari menaikka alisnya, "ouh...soal yang tadi Sari cuma becanda kok kak. " Aku mengibas tanganku didepan wajah lalu kembali tercegir dengan kikuk.


Kak Ari tidak merespon, ia masih setia membisu. Namun tiba-tiba kak Ari menarikku kedalam dekapannya yang tiba-tibanya lagi kak ari mencium pipiku, Lembut.


Mataku langsun melotot karna kaget. Pipiku sudah pasti merona. Ouhh jantungku sudah ingin meledak saja. Hah, refleks aku meletakkan tanganku didada, merasakan jantungku yang berdebar kencang dan rasanya udara di paru-paruku sudah menipis. Aku menoleh pada kak Ari dengan mulut menganga dan mata yang masih melotot .Hatiku bertanya-tanya, ada apa gerangan dengan si suami tembokk?


Kulihat kak Ari terkekeh lalu tersenyum. Aku bahkan sampai mengedipkan mata beberapa kali entah karna apa. Karna perlakuannya tadi atau karna senyum semanis madunya.


"Tidurlah! Besok masih sekolah? " Aku hanya mengangguk patuh. Dengan gerakan kaku, ku baringkan tubuhku yang masih dalam  ke adaan syok.


Kak Ari ikut berbaring, ia menarikku  pelan dan membawaku kedalam dekapan nya. Dapat ku cium aroma tubuh nya yang khas pria, harum dan menenangkan membuatku kembali rileks. Aku tersenyum, berada didekatnya memang membuatku degdekan panas dan dingin secara bersamaan dan kaku yang mendadak.


Aku kembali tersenyum memikirkannya. Memang kak Ari adalah lelaki pertama selain ayah yang pernah memelukku dan sekaligus lelaki pertama yang membuatku nyaman sehingga ia memiliki tempat khusus di hati ini. Dia juga lelaki pertama yang membuat jantungku selalu ingin meronta alias dagdigdug, membuatku senyum saat membayangkannya bahkan gagal fokus. Ya hanya dia.


Tapi jujur di dalam pikiranku masih ada lelaki lain. Anak lelaki yang pernah bertemu denganku saat aku masih kecil juga. Yah masih dapat ku ingat saat pertemuan pertama kami. Saat itu aku sedang memakan rambutan diteras rumah kami, sidimpuan.


.................


Bangun tidur ku terus mandi tidak lupa memandang suami habis itu. Aiiiiikk belum sempat lirik laguku selesai ku lantunkan dengan kitmat dalam hati. Si suami udah bangun ajah, gagal sudah sarapan wajah tampan dipagi hari ini. Ouh apakah aku tercyduk, ah pura\-pura bocan aja deh. \(bocan \= bobo cantik\).


"Pura-pura tidur? " kudengar suara seraknya khas suara bagun tidur, yang entah kenapa terdengar seksi ditelingaku.


Aku mebuka mataku, "hehee kok tau! " cengirku.


"Morning kiss!! " Kata kak Ari santai santai saja kayak dipantai. But, efeknya padaku yang luar biasa.


Aku membulatkan mataku molongo. Maksudnya, "hah? " Aku benar-benar lemot ***.


**********


Maaf atas segala typonya ya....


Jangan lpa v ote dan comen yaaa.